
Tok tok tok
"Ibu Naina, ada tamu yang memaksa untuk bertemu dengan ibu, sudah saya katakan padanya untuk datang besok tetapi tamu itu terus memaksa"
"Apa dia tamu VIP?"
"Bukan, tetapi sepertinya saya pernah melihatnya datang kemari, apa perlu saya tanyakan namanya?"
"Tidak perlu, aku akan segera menemuinya, terimakasih Santi"
"Sama-sama ibu"
Naina keluar ruangannya dengan langkah gontai, dia sangat kecapean, hari ini begitu banyak pekerjaan yang dia kerjakan, bahkan harus ke asrama anaknya untuk mengurus suatu hal
"Ada yang bisa saya,, aaaaaaa,,!! kenapa anda datang kemari?!"
"Apa kamu gadis kecil itu?" Endra mendekati Naina dan menyerahkan sebuah foto, Naina lalu melihatnya dengan seksama
"Dapat dari mana foto ini? anda benar-benar penguntit ya sepertinya? ini fotoku saat SMP"
"Jadi benar itu kamu?"
"Iya, memangnya kenapa?"
Endra tiba-tiba langsung memeluk Naina dengan erat, Naina kaget dan langsung menolak dan melawan nya,
"Anda ini sungguh gila atau kurang waras? kenapa selalu seperti ini padaku, lepaskan atau aku panggilkan satpam!?" Naina menendang dua telur Endra yang membuat nya kesakitan dan berlutut di lantai, Naina menahan tawanya melihat ekspresi Endra yang kesakitan sambil memegangi kedua telurnya.
"Naina, aku bahkan belum pernah menggunakannya, kalau sampai terjadi apa-apa, kamu harus bertanggung jawab"
"Makanya jangan seenaknya saja terus menyentuh ku, kalau sekali lagi kamu begitu, aku benar-benar akan menghancurkannya"
Endra lalu duduk di kursi walaupun masih merasakan sakit, Naina melihat lagi foto yang dibawa Endra, dia lalu mengingat dengan kejadian difoto itu
__ADS_1
Flashback
Sekolah terlihat sangat ramai sekali, karena hari itu adalah hari wisuda kelulusan, Endra bersiap dan berbaris ditempat yang sudah disediakan, Endra menjadi pribadi yang dingin dan cuek, dia juga tidak mempunyai teman, walaupun tetap saja banyak cewek-cewek yang menyukainya karena terlihat cool dan berwibawa.
Di dalam suatu lingkungan sekolah, selalu saja ada siswa yang menjadi segerombolan preman, awalnya mereka tidak pernah mengganggu Endra karena Endra adalah anak dari jajaran orang penting di sekolah, tetapi hari itu berbeda karena itu hari kelulusan jadi mereka merasa sudah bebas melakukan apapun.
Para wisudawan dan wisudawati sudah selesai melakukan serangkaian acara dan kegiatan, disaat teman-temannya saling berfoto bersama, Endra hanya diam karena dia tidak mempunyai teman, Endra merasa bosan karena walau acara sudah selesai tetapi mereka belum di izinkan pulang karena mereka harus menunggu acara kejutan yang mereka tidak tau apa karena tidak ada di dalam susunan jadwal acara.
Endra berjalan ke belakang sekolah mencari udara segar, dia merasa sesak karena hiruk pikuk dan keramaian acara itu, Endra duduk disebuah kursi lalu menyandarkan kepalanya pada tembok
"Ternyata disini pangeran kita berada, lihatlah dia yang begitu sangat kasian ini, tidak mempunyai teman dan hanya duduk sendirian, sungguh tidak berguna sekali"
Endra hanya diam dan tidak menanggapi, dia malas untuk meladeni hal tersebut, lagi pula sedang ada acara, dia tidak mau membuat keributan, tetapi mereka sudah semakin kelewat batas, mereka mulai melakukan kekerasan pada Endra, walau Endra awalnya bisa melawan tetapi dia kalah jumlah, hingga akhirnya dia bisa dikalahkan, saat sebuah balok kayu disiapkan untuk memukul nya terdengar suara gadis kecil dan itulah Naina kecil atau Naina muda.
"Hey anak kecil, diam lalu cepat pergi dari sini!"
"Dasar kalian cupu, bisanya cuma main keroyokan!"
"Kurang ajar!!" salah satu dari mereka kesal karena ada yang mengganggu, lalu mendekati Naina dan hendak memukul nya, tetapi Naina bisa menghindar dan bahkan sanggup melawan.
Endra terus melihat kearah Naina yang lincah, dan saat ada yang akan berlaku curang dengan memukul nya dari belakang, Endra datang menyelamatkan, perkelahian itu akhirnya diketahui oleh satpam hingga mereka semua kabur melarikan diri, Naina berlari dengan menarik tangan Endra dan berbaur dengan murid yang lain, saat ada kameraman sekolah yang bertugas untuk mendokumentasikan acara itu, tidak sengaja Naina dan Endra juga masuk dalam jepretannya saat sedang berlari sambil berpegangan tangan dan tertawa riang bersama.
Acara terakhir yang menjadi acara kejutan dari sekolah telah tiba, datang beberapa mobil pemadam kebakaran yang menyemprotkan air pada para murid, mereka tertawa bergembira bermain air, begitu juga Endra yang tertawa bahagia bersama Naina.
Flashback End
__ADS_1
đđđđđđđđđđđđđ
"Apa kamu tau siapa pria yang kamu selamatkan itu? pria yang kamu ajak berlari dan bermain air bersama?" tanya Endra dengan tatapan mata sendu karena dia tidak menyangka akan bertemu lagi dengan gadis kecil itu, tetapi pertemuan mereka sekarang tidak semanis dulu, karena pertemuan mereka sekarang penuh dengan tragedi kehidupan yang begitu keras.
"Aku tidak tau siapa dia, saat itu aku menjadi murid terpilih untuk mengisi acara karena dulu aku anak yang aktif, lagipula setelah acara itu aku tidak pernah bertemu lagi dengannya"
Naina lalu meletakkan foto itu dan meminta Endra untuk segera pergi.
"Pria itu adalah aku" ucap Endra lalu memandang wajah Naina penuh kerinduan, itu adalah hari dimana Endra bisa tertawa riang setelah tragedi penculikan yang dia alami, setelah hari itu Endra langsung berangkat ke luar negeri untuk kuliah.
"Apa? kalau seperti itu, seharusnya aku membiarkan mereka menghabisi dirimu, supaya aku tidak bisa bertemu lagi denganmu saat ini" Naina lalu berdiri dan terus meminta agar Endra pergi karena kenangan seperti itu tidak perlu untuk terus diingat, mereka sudah dewasa jadi tidak perlu lagi mengingat hal-hal yang tidak berguna.
"Tapi bagi diriku, itu kenangan yang sangat indah, jadi aku terus mengingat nya" Endra menatap sendu pada Naina yang sudah kembali pergi dari hadapan nya,
"Itu adalah hari dimana aku bisa tertawa riang, lupa dengan segala kepedihan yang aku rasakan, bahkan sepertinya hanya hari itu aku tertawa dengan bersungguh-sungguh dari hati, karena setelah hari itu, hidupku menjadi lebih berat dan terus bertambah berat, layaknya dulu kamu yang membuatku bisa tertawa, bisakah kamu melakukan lagi saat ini? Naina, ternyata aku telah jatuh padamu dari dulu" batin Endra yang terus melihat bayangan Naina sehingga tidak terlihat lagi.
Endra lalu pergi dari sana untuk kembali ke rumah ayahnya, karena acara makan malam akan segera dimulai.
Intan sudah berdandan dengan cantiknya, dia menunggu kedatangan Endra diruang tamu,
"Darimana saja kamu, kenapa tidak memberi tahu padaku? sekarang cepat bersiap karena makan malam sudah sedikit terlewati, dan aku sangat lapar" Intan lalu pergi lebih dulu ke meja makan karena di sana ayah mertuanya sudah menunggu.
Makan malam itu sudah selesai dan tidak ada yang spesial karena Endra lebih banyak diam dan tidak menanggapi Intan yang terus mencoba menarik perhatiannya.
__ADS_1
"Aku harus cepat menyingkirkan wanita gila ini" batin Endra, lalu melihat kearah ayahnya yang ternyata juga sedang melihat kearah nya, mereka saling mengangguk kecil.