
"Naina, kamu dari mana saja?!" teriak Tari yang melihat Naina berlari kearahnya
"Ceritanya panjang, mana aku minta minum" jawab Naina yang sedang berusaha mengatur nafasnya karena baru berlari.
Naina menceritakan kepada Tari semua yang barusan terjadi, Tari mentertawakan nya yang membuat Naina semakin malu, dia terus minum dan tidak menyadari kalau yang sedang dia bicarakan sedang memperhatikan nya.
"Tari, ayo kembali ke kamar, aku sangat lelah" ajak Naina pada sahabatnya itu, tapi sepertinya Tari masih ingin disana, Naina akhirnya pergi sendiri ke kamarnya karena Tari akan menyusul kemudian.
"Boleh saya duduk disini?" tanya seseorang pada Tari yang masih menikmati wine nya.
"Silahkan, dengan senang hati" jawab Tari dengan nada menggoda, karena yang datang adalah pria tampan dengan setelan jasnya yang terlihat sangat mempesona.
"Jangan tanya tarif, kalau kamu mau aku, sudah tentu aku akan menemanimu sayang" ujar Tari lalu memegang tangan pria itu.
Pria itu langsung menarik tangan nya, dia mengatakan maksud dan tujuan dia menemui Tari.
"Berikan nomor ponsel wanita yang tadi duduk disini" ucap pria itu dengan tatapan menawannya pada Tari.
Tari marah mendengarnya, dia langsung menggebrak meja dan mengucapkan sumpah serapahnya pada pria didepannya.
"Jangan pernah kamu mengganggu adikku!" teriak Tari lalu langsung berlalu dari sana.
Tari sudah menganggap Naina seperti adiknya sendiri, dia selalu menghibur dan melindungi Naina, Tari lalu mengingat awal pertemuan nya dengan Naina.
Flashback
"Hey perempuan gila, kenapa kamu merebut suami orang lain?" teriak Naina pada Tari
Tari bingung apa maksudnya, karena dia tidak mengenal Naina dan juga mereka baru bertemu, lagipula dia tidak pernah merebut suami orang lain, Tari bertanya pada Naina apa maksud ucapan nya.
"Kamu merebut suami sahabatku Lintang" ujar Naina berapi-api, dia memang selalu berusaha membantu teman-teman nya yang kesulitan dan kesusahan.
"Apa kamu tidak tau malu?!" teriak Naina lagi
Tari lalu memperlihat kan pada Naina foto keluarganya, terlihatlah foto suami Lintang disana tapi difoto itu tidak ada Lintang, yang ada sebuah foto Tari bersama suami Lintang dengan baju pengantin mereka, dan terlihat juga tanggal dan tahun pernikahan mereka.
__ADS_1
"Kamu sudah paham siapa yang merebut dari siapa?" ujar Tari sinis, tiba-tiba Lintang datang dan langsung menjambak Tari hingga membuat Naina kaget.
"Kakak, lepaskan saja suamimu, karena dia lebih mencintai diriku!" teriak Lintang pada Tari, Naina bingung karena Lintang memanggil Tari dengan sebutan kakak.
Tari tidak melawan Lintang, karena bagaimanapun dia adalah adiknya walau adiknya itu sudah merampas kebahagiaannya, Tari menahan sakit di kepalanya tapi hatinya lebih sakit, karena Lintang harus melakukan ini ditempat umum.
Seharusnya dia yang marah pada Lintang tapi dia berusaha bersabar karena Lintang adalah adiknya, mereka hidup hanya berdua karena orang tua mereka sudah meninggal.
Setelah Tari menikah, dia juga membawa adiknya tinggal bersama suaminya, yang ternyata hal itu membawa musibah terburuk dalam hidupnya, disaat dia tidak dirumah, suami dan adiknya bermain gila.
Naina melihat adegan dimana Lintang terus menjambak rambut Tari, Naina lalu memisahkan mereka, Lintang kesal pada Naina karena tidak bisa membantunya dan hanya diam.
"Aku membantu teman ku yang mendapat masalah, tapi kali ini aku salah, ternyata kamu biang masalahnya?" tanya Naina pada Lintang
"Lalu kamu mau apa? aku sudah mengandung dan akan segera menikah, tapi dia tidak mengizinkan padahal dia kakakku, tidak bisakah dia mengalah padaku" ujar Lintang menunjuk pada Tari
Naina menampar Lintang, saat Lintang ingin membalas, Naina tidak membiarkannya dan menahan tangan Lintang dan kembali menamparnya berkali-kali
"Kalau kamu tidak sedang mengandung, aku pasti menghabisi mu!" teriak Naina pada Lintang
Tari hanya diam melihat adegan didepan matanya, dia merasa puas melihatnya, dia tidak bisa menyakiti adiknya tapi dia hanya manusia biasa, dia sangat sakit hati dengan kelakuan adiknya, hingga saat Naina menampar adiknya, dia hanya membiarkannya.
Lintang berlalu dari sana dan mengancam Naina tapi tentu saja Naina tidak takut karena dia tidak bersalah.
"Aku mewakili kakakmu menghajar mu, itu tidak seberapa dibanding rasa sakit yang kamu berikan pada nya, dia tidak sanggup menyakitimu jadi aku yang melakukannya"
Naina meminta maaf pada Tari karena tadi sempat menuduhnya, tiba-tiba Tari memeluknya dan menangis, Naina hanya diam tidak tau harus berbuat apa, karena dia belum mengenal Tari.
Tari mentraktir Naina makanan, karena Naina masih mengenakan seragam sekolahnya, Tari jadi tau kalau Naina adalah teman adiknya di sekolah, mereka bertukar nomor ponsel, dan dari sanalah mereka menjadi dekat dan terus bersahabat.
Flashback End
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Tari masuk ke kamar penginapan nya, Naina sudah rebahan tapi masih memainkan ponselnya, Naina heran karena Tari sepertinya sangat panik.
"Ada apa?" tanya Naina yang langsung bangun dan duduk.
"Tidak apa-apa, tidurlah" jawab Tari, dia tidak menceritakan tentang pria yang meminta nomor ponsel nya, Tari sudah lega karena Naina aman, dia tidak mau Naina menjadi sepertinya.
Nasib kelam Tari yang tidak dia ceritakan pada Naina, dia menjadi wanita panggilan untuk membantu Naina saat akan membuka salon kecantikannya, tapi bahkan saat salon Naina sudah berhasil dan Naina sudah mengembalikan semua uang Tari tapi tetap saja Tari tidak bisa keluar dari lembah hitam itu.
Tari kesepian karena dia mengihlaskan suaminya pada adiknya, dia berusaha mengalah untuk adiknya tapi kebutuhan biologisnya membuatnya tetap melakukan pekerjaan itu walau dia pilih-pilih dan tidak selalu melakukan itu karena uang tapi untuk kesenangan nya saja.
Tari sadar yang dia lakukan salah, jadi dia tidak mau kalau sampai Naina mengalami hal sama sepertinya, Tari sudah menganggap Naina seperti adiknya sendiri sebagai pengganti adik kandungnya yang telah menyakiti dan membuatnya sangat terluka.
Tari berganti baju lalu ikut tidur disebelah Naina, tidak lupa dia mengunci pintu.
Pagi telah berganti siang tetapi Tari maupun Naina masih betah dibawah selimutnya, mereka sengaja bermalas-malasan hingga terdengar ketukan di pintu, Naina mencoba bangun tetapi Tari tidak mengizinkan Naina membuka pintu.
"Biar aku saja, kamu cepat masuk kamar mandi dan membersihkan diri" ucap Tari
Tari membuka pintu kamar,
"Nyonya, ini ada kiriman untuk nyonya" ucap karyawan yang bekerja di penginapan itu.
"Dari siapa?" tanya Tari
"Dari tuan Anton" jawab karyawan itu, Tari lalu membukanya dan terlihat disana baju tidur malam yang sangat sexy dengan kartu ucapan yang sangat sensual.
"Nona Naina, pakailah ini dan datang ke kamar nomor 15 malam ini, maka aku akan membuat Ningsih menikah dengan Putra" Anton
Tari marah membaca itu, dia terlihat kecewa pada Naina.
__ADS_1