Naina & Ningsih

Naina & Ningsih
Kedatangan Roni


__ADS_3

Video klarifikasi yang dibuat Endra menjadi viral di pemberian dalam kota, mereka merasa bersalah pada Naina, terutama mereka yang telah menghina dan mencemooh Naina, bahkan salon kecantikan milik Naina sempat menjadi imbasnya dan sepi pengunjung selama beberapa hari ini, serta para pelanggan berhenti datang serta sebagian pelanggan VVIP memutuskan keanggotaannya.


Naina tidak mengetahui hal itu karena beberapa hari ini dia dilarang Endra untuk datang ke salon nya, ditambah dia mengalami kecelakaan, membuat Endra semakin posesif terhadap Naina.


"Aku sudah kuat, aku harus bekerja" bujuk Naina pada Endra yang akan segera menuju rumah sakit untuk menjemput Rayhan pulang, karena sepertinya ayahnya itu sudah sangat tidak sabar untuk pulang ke rumah.


"Sayang, kamu istirahat dulu saja ya, kamu jangan memikirkan masalah salon kecantikan milikmu, aku sudah meminta Renata untuk kembali menggantikan dirimu sementara, kita harus terus menyiapkan pernikahan kita, aku tidak mau kamu kecapean, hari ini setelah mengantar ayah pulang, aku akan kesini lagi, kamu bersiap nanti siang, kita akan mencari cincin pernikahan dan undangan"


Naina hanya bisa mengikuti kemauan kekasihnya itu, karena dia tidak akan mungkin sanggup melawan Endra, Naina masuk kedalam rumah, sudah beberapa hari ini dia tidak merawat tubuh dan wajahnya, untuk olahraga sepertinya dia masih malas karena kondisinya yang sebenarnya belum terlalu stabil.


Lengannya yang terbentur tembok karena Intan, ditambah dengan kecelakaan yang dia alami, membuatnya menjadi merasa sedikit sakit-sakit di bagian tubuhnya, hanya saja dia tidak mengatakannya pada Endra karena tidak mau kalau sampai kekasihnya itu menjadi panik dan melakukan sesuatu yang berlebihan.


"Sepertinya aku butuh pijat dan juga perawatan wajah, tapi aku tidak boleh ke salon, ya sudahlah, aku maskeran dirumah saja" gumam Naina lalu kembali menuju kamarnya setelah mencuci piring bekas tadi dia dan Endra sarapan.


Naina memakai masker wajah dan luluran, sampai-sampai dia keasyikan di dalam kamar mandi dan tidak mendengarkan saat seseorang mengetuk pintu rumahnya.


Naina lalu mandi setelah selesai maskeran dan luluran, Naina bersiap karena takut keburu Endra datang menjemputnya, tetapi saat Naina keluar kamar, dia dikagetkan dengan kaca jendela rumahnya yang terbuka, Naina mendekati jendelanya karena dia berfikir mungkin dia lupa tidak menutupnya tadi.


"Apa kabar sayang?" ucap suara seorang pria yang dikenal oleh Naina dan ternyata sudah berada dibelakang Naina.


Dengan wajah ketakutannya Naina berbalik badan dan terlihatlah mantan suaminya yang berdiri di belakang nya dan hendak memeluk tubuh Naina.

__ADS_1


"Sadar Roni, kita sudah berpisah!!" teriak Naina mencoba menghindar, untung saja dia membawa ponselnya didalam saku bajunya walau dia tidak bisa menghubungi Endra atau siapapun untuk meminta pertolongan.


"Perpisahan itu bukan kemauan ku" Roni masih terus berusaha untuk mendekati Naina.


"Bagaimana mungkin itu bukan kemauan mu, kamu menyeleweng itu tandanya kamu sudah tidak mau lagi denganku" Naina terus berusaha menjauh dari Roni yang terus saja mendekat ke arahnya.


"Tidak sayang, aku sudah katakan padamu bahwa, aku akan kembali padamu saat wanita tidak berguna itu sudah melahirkan anak laki-laki, dan ternyata dia benar-benar tidak berguna karena anak yang dilahirkannya ternyata perempuan"


"Jadi maksudmu, wanita yang melahirkan anak perempuan itu tidak berguna??!!" teriak Naina murka.


"Bukan begitu sayang, maksud aku orang lain, bukan kamu, karena kalau kamu itu berbeda, karena aku mencintaimu"


"Jangan membicarakan tentang cinta,,, cinta apa yang sanggup menyakiti dan menghianati??!" Naina terus meringsek mundur karena Roni terus mendekatinya.


"Tenang sayang, kenapa kamu seperti ini, sudah sangat lama sekali aku merindukanmu" Roni menarik tubuh Naina kedalam pelukannya, Naina terus berusaha melawan dan akhirnya dia bisa lepas lalu berlari ke dapur, akan sangat berbahaya kalau dia berlari ke kamar karena Roni pasti sanggup mendobraknya.


Naina terus berlari ke dapur dan berusaha mengambil ponsel di saku bajunya, dia terus berusaha menghindari Roni yang berjalan pelan sambil tersenyum kearahnya, Naina memutari meja makan dan Roni terus mengikutinya, seolah sedang bermain dengan mangsanya, saat Roni melihat Naina memegang ponsel, dengan gerakan cepat, Roni langsung menangkap tubuh Naina supaya dia tidak sempat meminta pertolongan.


"Aaaaaahhhhhhhh"


Naina berteriak dan dibarengi dengan didobrak nya pintu rumah nya, Naina bergetar ketakutan, saat dia panik karena melihat Roni yang bergerak cepat kearahnya, tanpa pikir panjang lagi dia meraih pisau roti yang terletak diatas meja, Naina menancapkan nya di perut Roni.

__ADS_1


Endra dan salah satu pengawalnya masuk lalu langsung berusaha mencari sumber suara Naina yang tadi terdengar menjerit, Endra melihat Naina yang panik karena melihat Roni yang berdarah, sementara Roni sudah melepaskan kembali pisau yang menancap di perutnya dan masih berusaha mendekati Naina dengan menggunakan pisau itu sebagai senjata, saat melihat kedatangan Endra, Roni langsung meletakkan pisau itu ke leher Naina.


"Kalau berani mendekat, aku akan membawanya bersamaku ke alam lain, asal kamu tau saja, titik ini sangat vital, dengan sedikit saja gerakan, maka dia akan berpindah ke alam lain" ancam Roni menyandera Naina, dia sendiri telah mengeluarkan banyak darah tetapi tidak memperdulikannya, Naina menahan tangisannya, dia memang ketakutan tetapi dia mencoba tenang karena sudah ada Endra di depan nya.


"Lepaskan dia,, apa yang kamu inginkan!?!?" teriak Endra


"Aku menginginkan istriku kembali, aku merindukan segalanya tentangnya, lihat saja kecantikan istriku ini" sepertinya karena kehilangan banyak darah membuat Roni tidak bisa terlalu konsentrasi lagi, Naina menyadari itu lalu menyikut perut Roni.


Naina terlepas walau dia harus mendapatkan goresan pisau di lehernya, tetapi tidak terlalu fatal karena tidak dalam, Naina memegangi lehernya sementara Endra dengan gerakan cepat telah menerjang Roni dan berhasil meringkusnya.


"Sayang ayo kerumah sakit" Endra panik melihat darah dileher Naina, lalu dengan cepat menggendongnya untuk segera mendapatkan pertolongan.


"Tidak perlu panik, ini tidak dalam dan akan segera sembuh" ucap Naina menenangkan Endra, tadi pengawal yang biasanya menjaga Naina tanpa sengaja ketiduran dan tidak mengetahui kedatangan Roni, tapi untungnya dia cepat menyadari jendela yang dirusak oleh Roni, tetapi sebelum melaporkan pada tuannya, ternyata Endra juga sudah datang ketempat itu, melihat pengawalnya yang berada di depan jendela rumah Naina, Endra juga langsung ikut memeriksanya.


Betapa kagetnya dia saat tau jendela itu rusak, dengan cepat Endra menendang pintu rumah Naina, untung saja dia tidak terlambat, walau tetap saja Naina terluka.


"Maaf karena kamu terluka" Endra memarkirkan mobilnya disebuah rumah sakit terdekat dari rumah Naina.


"Ini bukan salahmu, kenapa kamu harus meminta maaf" jawab Naina.


Endra mengingat saat Naina bunuh diri menggunakan racun karena dia merasa akan dilecehkan oleh Anton, Endra tidak bisa membayangkan apa yang akan Naina lakukan sekarang kalau dia merasa terpojok karena tidak bisa lagi melawan Roni.

__ADS_1


"Jangan lakukan hal bodoh lagi, kalau ada sesuatu,, kamu hanya perlu menungguku" ujar Endra lalu menggendong Naina kedalam rumah sakit, walau Naina menolak karena dia bisa berjalan sendiri, tetapi Endra tidak memperdulikannya.


__ADS_2