Naina & Ningsih

Naina & Ningsih
Naina Kembali


__ADS_3

Sebenarnya Naina bangun terlebih dahulu tetapi karena tangan kekar Endra masih melingkar di pinggangnya, membuat dia tidak berani bergerak karena takut membangunkan Endra.


"Naina" panggil Endra, tetapi Naina pura-pura masih tidur.


Endra lalu bangun dan menyelimuti tubuh Naina, setelah mendengar pintu tertutup kembali, Naina langsung bangun dan duduk.


"Hhaaahhhh!!" matanya melihat kearah pintu dan Endra masih berdiri disana, sepertinya dia sudah tahu kalau Naina sudah bangun dan ingin menjahilinya, Endra tersenyum lebar melihat kearah Naina dengan rambut acak-acakan nya yang terlihat lucu, dengan berlari Endra kembali ke ranjang dan menerjang Naina.


"Aaakkhhhhh!" Naina terdorong ke belakang sehingga kembali terlentang, dan dengan mudahnya Endra langsung menindih dan menciumnya, Naina tidak sanggup melawan karena tangannya langsung dipegangi oleh Endra dan tubuhnya yang ditindih oleh Endra tidak kuat untuk mendorong tubuh kekar Endra.



Naina hanya bisa terus menggelengkan kepalanya untuk melepaskan ciuman Endra, saat Endra melepaskan ciumannya, mereka berpandangan lalu Endra menuju leher jenjang Naina dan kembali membuat tanda merah di sana.


"Aaahhhhh, sudah lepaskan,, ini sudah siang" rintih Naina, Endra memandangi wajah Naina yang terpejam dan menunggunya sampai mata itu terbuka.


"Bolehkah aku melakukannya" tanya Endra dengan pandangan matanya yang berkabut, Naina menggeleng, Endra langsung turun dari ranjang dan keluar dari kamar Naina.


"Aku tidak tau, apa hubungan antara kita sebenarnya" batin Naina memandangi punggung Endra yang terlihat bergetar karena menahan nafsunya yang kembali ditolak oleh Naina.




"Kakak dimana ayah?"


"Berangkat ke kantor, ada yang harus diselesaikan, kamu bangun sangat siang sekali, apa kamu sakit lagi?"


"Tidak ayah, aku hanya tidak bisa tidur tadi malam, jadi tertidur menjelang pagi"



Mendengar jawaban dari Naina membuat Rayhan tersenyum, padahal kalau terjadi sesuatu pasti tidak akan semudah itu mengatakannya, Naina lalu keluar rumah untuk menghirup udara segar, hingga datang Intan ke rumah itu dan tentu sangat kaget melihat Naina berada disana.



"Dasar wanita tidak tau malu, apa yang kamu lakukan disini?!!" Intan marah dan langsung mendorong tubuh Naina hingga terbentur tembok


"Dasar wanita murahan, bisa-bisanya kamu menggoda suami orang!!" Intan sangat murka dan terus menyerang Naina.



Naina yang belum mengingat semuanya tidak bisa melakukan apapun, dia tidak mengerti dengan apa yang terjadi, hingga Intan kembali melemparkan nya dan kepala nya membentur meja.

__ADS_1



"Aaakkkhh!!" Naina berteriak kesakitan, bukan hanya kepalanya yang berdarah, tetapi ingatan demi ingatan kehidupannya berdatangan sehingga membuatnya terus berteriak kesakitan, sakit karena terluka dan karena ingatan hidupnya yang membuatnya merasa sangat pusing.



Rayhan dan seluruh penghuni rumah berlari keluar mendengar teriakkan Naina dan kaget melihat kondisi Naina, dia sangat marah melihat kearah Intan, Rayhan tidak menyangka kalau Intan akan datang.



"Apa yang kamu lakukan??!!!" teriak Rayhan pada Intan, sementara perawat dan bibi langsung menolong Naina, Reynolds langsung menyiapkan mobil untuk segera membawa Naina kerumah sakit.



"Kalau sampai terjadi apapun padanya, aku yang akan menghabisi dirimu dengan tanganku sendiri!!" teriak Rayhan



"Ayah, dia telah merebut Endra dariku, akulah menantu ayah, kenapa malah ayah membelanya!" teriak Intan dengan tidak tau malunya, Rayhan malas meladeni Intan, wanita tidak tau malu yang selalu menyakiti anaknya, bahkan tidak pernah menyadari kesalahannya.



Naina dibawa kerumah sakit terdekat, tetapi sebelum sampai dirumah sakit, raut wajahnya berubah, saat dia mengalami amnesia disosiatif, Naina berubah menjadi wanita lemah, tapi kali ini pandangannya telah kembali seperti Naina yang dulu, pandangan kuat dan tidak gentar terhadap apapun.




Sebelum pingsan dia sempat melihat wajah Rayhan yang menyelamatkan nya dari Anton, walau saat sadar dia mengalami amnesia disosiatif dan tidak mengingat Rayhan tetapi saat ini dia menyadari semuanya.



Endra datang dan langsung menggendong Naina untuk segera mendapatkan pertolongan, Naina mengingat apa yang dilakukan Endra saat dia amnesia, dia mengepalkan tangannya karena merasa terhina dengan perbuatan Endra yang terus melecehkannya.



Pppllaakkkk



Naina menampar Endra sesaat setelah Endra menurunkannya di sebuah ranjang rumah sakit untuk segera mendapatkan pertolongan, mereka bertatapan dan Endra menyadari tatapan mata Naina yang telah kembali sepenuhnya, Rayhan yang melihat hal itu mendekati mereka.


__ADS_1


"Ada apa Naina?" tanya Rayhan heran melihat Naina menampar Endra yang sedang berusaha untuk membantunya mendapatkan pertolongan untuk luka di pelipisnya yang masih terus berdarah.



"Peeerrggiii!" teriak Naina pada Endra.



Naina menolak diobati dan berusaha untuk pergi dari sana, dia sudah kembali menjadi Naina yang sebelumnya, tetapi Endra tidak akan membiarkan Naina melakukan hal itu, dengan kekuatannya, Endra menangkap tubuh Naina dan memeluknya erat.



"Aku akan pergi, tetapi kamu diam disini, obati lukamu terlebih dahulu sebelum kamu pergi"


Naina terus mendorong tubuh Endra dan kembali menamparnya, melihat Naina yang terus histeris, Endra lalu keluar ruangan di ikuti oleh Rayhan dan Reynolds, sementara bibi dan perawat pribadinya masih menemaninya.



"Naina sudah mengingat kembali semuanya, dia tidak mungkin mau kembali lagi ke rumah ayah, antarkan dia pada keluarganya, dia tidak akan mau kalau aku yang mengantarkan nya, ayah sudah melihat sendiri bagaimana dia sangat membenciku, aku akan melakukan segala cara supaya Anton tidak bisa mengganggunya" Endra lalu pergi dari sana.



Endra menemui Intan yang sudah kembali ke rumah besarnya, Endra terlihat sangat murka tetapi mencoba untuk menahan diri karena bagaimanapun Intan seorang wanita.



"Aku sudah mengingatkan dirimu untuk tidak mengganggunya, rapat untuk akuisisi perusahaan akan dilakukan tiga hari lagi, apapun hasil akhirnya kita tetap akan bercerai, jadi kalau sampai kamu berani menyakitinya atau bahkan berani hanya untuk menemuinya, aku benar-benar akan menghabisi nyawamu"



"Apa kamu tidak takut kehilangan segalanya hanya karena wanita murahan itu? karena sudah pasti keluarga ku yang akan mendapatkan akuisisi perusahaan"



"Aku tidak takut apapun karena yang membesarkan perusahaan itu adalah aku, saat aku tidak disana lagi, lihat saja bagaimana hancurnya perusahaan itu"



Endra kembali kerumah sakit tempat Naina dirawat, tetapi Naina sudah tidak ada disana lagi, dengan segera dia kembali ke rumah ayahnya tetapi Naina sudah pasti tidak ada di sana lagi, Endra melihat ayahnya yang sedang duduk merenung di ruang keluarga.



Rayhan sangat kecewa dengan situasi saat ini, Rayhan yang sudah sangat berharap hadirnya cucu ternyata semua itu tidak akan semudah itu dia dapatkan, Rayhan lalu bangun dari duduknya, tetapi tiba-tiba dia terjatuh dengan memegangi dadanya, penyakit jantung nya kembali kambuh.

__ADS_1



Endra dengan cepat membawa ayahnya ke rumah sakit dan betapa kagetnya dia saat mengetahui bahwa kondisi ayahnya sudah sangat parah dan kemungkinan besar hidupnya sudah tidak lama lagi.


__ADS_2