Naina & Ningsih

Naina & Ningsih
Pertolongan Dan Kehilangan


__ADS_3

Gedubraakk


Terdengar bunyi pintu yang terbuka secara paksa, Anton menoleh saat dia hampir berhasil membuka baju Naina, melihat Anton lengah dengan cepat Naina menendang nya dan langsung berlari menghampiri Tari, dia mengambil selimut untuk menutupi tubuh sahabatnya.


Pertolongan untuk Naina datang tepat waktu, pria misterius itu datang dengan para pengawal nya, entah darimana mereka tau kalau Naina ada ditempat itu, setelah Anton berhasil diringkus dan dibawa oleh para pengawal pria itu, Naina lalu mendekat kearah pria itu sambil memapah Tari.


"Terimakasih tuan, aku tidak akan melupakan kebaikan anda" ucap Naina sambil menunduk, dia tidak tau harus bersikap bagaimana, dia sebenarnya tidak mau berurusan dengan pria itu lagi, tetapi pria itu yang saat ini menyelamatkan nya.


"Apa kamu terluka?" tanya pria itu


Naina menggeleng, pria itu kemudian melihat kondisi sekitar, dia juga memeriksa kamera yang ternyata banyak terpasang di setiap sudut kamar.


"Nona, kalau pria tadi dilaporkan ke polisi, harus ada barang bukti, apakah anda tidak keberatan kalau ini sebagai barang bukti?" tanya pria itu pada Tari.


Tari tidak langsung menjawab dan menangis membuat Naina ikut berkaca-kaca menahan tangisannya, hal mengerikan terjadi pada sahabatnya, dan hampir saja menimpanya juga.


"Maafkan aku Tari, aku membawamu dalam bahaya" ujar Naina, kalau bukan karena Anton mengincarnya, hal ini tidak akan menimpa Tari.


"Tidak Naina, ini adalah hukuman buat aku karena melakukan pekerjaan kotor selama ini" jawab Tari yang lalu melihat kearah pria didepannya


"Gunakan saja tuan, seret pria bajingan itu kedalam penjara agar Naina aman" ucap Tari yang membuat Naina menangis dan tidak hentinya mengucapkan maaf pada Tari.


Naina pamit kepada pria itu, Naina akan membawa Tari kerumah sakit,


"Naina" panggil pria itu, yang membuat Naina terdiam, Naina takut kalau pria itu akan kembali memintanya melakukan hal aneh, pria itu sudah menyelamatkan nya, jadi dia tidak punya alasan untuk menolak tetapi dia tidak bisa melakukan hal itu tanpa didasari oleh cinta.


"Tuan, aku sangat berhutang kepada anda, tetapi,,,"


"Hati-hati Naina" ucap pria itu yang membuat Naina tidak bisa melanjutkan ucapan nya, pria itu langsung berlalu dari sana.

__ADS_1


Naina terdiam sejenak dan melihat kepergian pria itu, hatinya bertanya-tanya dengan sikap pria itu, Naina merasa sangat berhutang budi padanya, tetapi dia tidak tau harus membayar dengan apa, karena pria itu sudah mempunyai segala nya.


Naina membawa Tari kerumah sakit dimana Ningsih di rawat, agar Naina bisa memantau keduanya dalam satu tempat yang sama, apalagi Tari yang hidup sendiri dia tidak mempunyai siapapun yang bisa menjaganya.


Melihat Naina yang terus menerus menyalahkan dirinya sendiri dengan apa yang menimpa Tari membuat Tari malah kesal pada Naina


"Cukup Nai, aku sudah bilang padamu kalau ini bukan karenamu, sekarang kamu tidur dan jangan terus cerewet apalagi menangis, aku pusing mendengarnya, kamu berisik sekali, aku tidak bisa tidur" ujar Tari yang sudah bersikap seperti biasanya.


Naina meminta izin pada Tari untuk melihat adiknya terlebih dahulu, setelah itu baru dia akan kembali untuk tidur diruang rawat Tari.




Naina tidak bisa tidur, dia terus mengingat pria itu, Naina tidak tau kalau saat itu dia berhasil membuat pedang pria itu terbangun, karena dia langsung berlari keluar saat pria itu melepaskan Naina.




Sudah beberapa hari Tari dirawat, lukanya sudah sembuh jadi dia di izinkan pulang dari rumah sakit, Ningsih juga sudah pulang terlebih dulu karena kondisinya juga sudah stabil, Naina meminta Tari untuk menemaninya ke pengadilan agama, dia akan mendaftarkan perceraiannya.



"Naina, apa yang kamu lakukan!?" pekik Roni lalu mendekati Naina yang keluar dari pengadilan agama, Roni menyusul istrinya itu kesana karena diberikan informasi oleh temannya yang bekerja di pengadilan agama tersebut bahwa Naina ada disana.


"Dalam 6 bulan kedepan kita akan resmi berpisah" jawab Naina santai, begitulah yang terlihat tetapi sebenarnya hatinya sedih, karena biar bagaimanapun Roni pernah sangat dia cintai bahkan mereka sudah mempunyai dua anak, tapi mau bagaimana lagi, Naina tidak bisa bertahan lebih lama lagi, dia bisa bertahan karena tekanan dan kekasaran suaminya tetapi tidak dengan perselingkuhan.


Rasa cintanya pada Roni memang sudah hilang sejak lama tetapi dia tetap bertahan demi keluarga, tapi saat ini dia sudah tidak sanggup lagi, dia akhirnya memutuskan untuk berpisah.

__ADS_1



"Naina sayang, jangan seperti ini" ujar Roni mencoba tetap berusaha agar istrinya berubah pikiran, tetapi Naina tidak bergeming, bahkan mengajak Tari untuk langsung pergi dari sana, saat Roni terus memegang tangan Naina, Tari melepaskan pegangan tangan itu lalu menampar Roni


"Apa tamparan cukup untukmu!? atau harus dengan apa agar kamu sadar diri? dasar lelaki tidak berguna, menjauh dari Naina dan jangan pernah mengganggu Naina lagi, seharusnya kamu berfikir sebelum melakukan hal menjijikkan, kamu sadar setelah semua menjadi seperti ini? itu sangat terlambat" ujar Tari lalu mendorong Roni.



Naina dan Tari berlalu dari sana, tetapi tiba-tiba ada sebuah mobil melaju kencang kearah mereka, Naina tidak menyadarinya dan hanya Tari yang menyadari


"Naina awwwaaaasss!" teriak Tari langsung mendorong Naina sehingga hanya dialah yang tertabrak dan terlempar, Naina kaget dan sangat syok melihat hal itu, mobil itu langsung pergi menjauh, Naina mendekati Tari yang sudah berdarah-darah, Naina menangis histeris dan berusaha berteriak meminta tolong.


Diperjalanan menuju rumah sakit, Naina terus menangis dan mengajak Tari terus berbicara agar dia tidak kehilangan kesadarannya.


"Naina sayang, adikku, sahabatku, jangan menyalahkan dirimu sendiri atas kejadian ini, aku melakukan ini untuk diriku sendiri" ucap Tari terbata-bata


"Tari, sudah diam dulu, kamu akan segera mendapat pertolongan, kamu akan segera sehat kembali dan kita akan berlibur ke pantai lagi" ujar Naina


"Sayangku Naina, kamu adalah orang yang menganggap ku manusia, untuk pertama kalinya ada orang yang membelaku, Naina,,," Tari terdiam sebentar lalu kembali muntah darah yang membuat Naina semakin keras menangis


"Naina sayang, mulai sekarang hiduplah dengan baik dan bahagia adikku, maafkan aku karena aku tidak bisa menjagamu lagi mulai sekarang" Tari terkulai, entah dia pingsan atau apa tetapi Naina terus berusaha membangunkan nya.


"Tari bangun, jangan tinggalkan aku sendiri, aku mohon padamu, aku tidak sanggup menghadapi semuanya sendiri, cepatlah bangun Tari!" teriak Naina histeris, mobil ambulans sampai ke rumah sakit tetapi nyawa Tari sudah tidak tertolong, mendengar hal itu Naina kembali histeris.


"Tidak dokter, ini tidak mungkin, Tari wanita yang sangat kuat, dia hanya bercanda, seperti itulah dia, Tari sangat senang mengganggu dan menggodaku, saat ini juga pasti begitu dokter, cepat bangunkan dia!" Naina terus histeris hingga akhirnya dia pingsan.



Sepasang mata melihat kearah Naina dengan penuh kebencian, "Sialan, aku salah sasaran" gumam orang itu.

__ADS_1


__ADS_2