Naina & Ningsih

Naina & Ningsih
Zombie


__ADS_3

"Maaf, saya ada janji dengan,,,, sebentar"


Naina datang kesebuah kantor pusat dimana dia mengajukan permohonan kerja sama supaya produknya lebih dikenal luas, tetapi dia lupa dengan nama CEO pemilik perusahaan tersebut


"Tuan Endra Prasetya" ucap Naina membaca surat kontrak yang dia bawa


"Dengan nona siapa?"


"Naina"


"Baik nona, tunggu sebentar di ruang tunggu, nanti akan saya panggil lagi" ucap resepsionis itu dan menunjuk ke arah kursi ruang tunggu.


Naina duduk dan melihat sekitar, sepertinya akan lama karena sudah banyak yang duduk di sana untuk menunggu waktu bertemu dengan pemilik perusahaan, Naina membuka ponselnya untuk sekedar mengisi kejenuhan,


"Nona Naina"


Naina tidak menyangka kalau akan secepat ini, dia lalu merapikan bajunya lalu mengikuti resepsionis yang tadi memanggilnya, Naina masuk dengan sopan kedalam ruangan itu, terlihat seseorang yang duduk di kursi kebesaran seorang CEO, Naina merasa pernah melihatnya tetapi dia lupa entah dimana.


"Silahkan duduk nona"


"Baik, terimakasih" Naina lalu duduk dan segera membicarakan tentang kerja sama mereka tanpa perlu banyak berbasa-basi


"Nona Naina, apa anda tidak mengenaliku?"


"Apa kita pernah bertemu? maaf sebelumnya tuan kalau saya tidak sopan" ucap Naina canggung, karena dia juga merasa pernah bertemu tetapi dia lupa.


"Tidak masalah kalau nona lupa, kita langsung saja membicarakan tentang kerja sama kita"


Mereka cukup lama membicarakan tentang kerja sama itu, dan setelah selesai Naina langsung pamit untuk segera pergi


"Terimakasih tuan Endra, sampai berjumpa lain waktu, terimakasih telah menerima kontrak kerja sama ini, saya akan berusaha untuk tidak mengecewakan tuan dan perusahaan ini, selamat siang" Naina lalu berniat bangun dari duduknya, tetapi pria tersebut mengatakan sesuatu

__ADS_1


"Seperti nya nona salah paham, saya bukan tuan Endra tetapi sekretaris nya, nama saya Suseno, salam kenal" Suseno lalu mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Naina


"Eeeeehhmmmm" terdengar suara orang berdehem


Naina dan Suseno reflek menoleh, Suseno langsung menganggukkan kepalanya lalu berjalan mendekati asal suara, Naina begitu terkejut melihatnya dan langsung mengemasi semua berkas-berkas yang dia bawa lalu memasukkan nya dalam map dan berniat pergi dari sana


"Nona Naina" panggil Endra dengan tatapan matanya yang sangat dalam memandangi wajah Naina


Naina tidak menjawab dan langsung beranjak pergi, tetapi pintu langsung tertutup dan terkunci dari luar, Suseno lah pelakunya karena Naina sudah tidak melihatnya lagi di ruangan itu.


Naina takut, tentu saja dia takut karena pria ini pernah melecehkannya, tetapi Naina berusaha menutupi ketakutannya dan berbalik melihat kearah Endra.


"Apa mau anda?" tanya Naina


"Aku tidak mau apa-apa, bukankah kamu yang datang kesini sendiri, apa kamu tidak tau kalau akulah pemilik tempat ini?"


"Aku tidak tau, kalau seperti itu kerja sama kita lebih baik di batalkan saja, sekarang cepat buka pintunya!" teriak Naina


"Sebenarnya apa mau kalian? kenapa melakukan ini padaku?!" Naina sangat geram dan hilang sudah rasa takut yang tadi dia rasakan


"Sepertinya nona lupa siapa yang datang pada siapa" ujar Endra lalu duduk di kursi nya.


Naina menggigit bibir bawahnya, dia sangat kesal, dia sungguh tidak tau kalau perusahaan ini adalah milik pria gila yang selalu ingin Naina lupakan, Suseno muncul membuka pintu sedikit dengan wajahnya yang terlihat panik


"Tuan Endra, Ratu kegelapan datang!" dan pintu langsung tertutup rapat lagi


Naina bingung apa maksud dari Suseno, sementara Endra terlihat kaget dan langsung bangkit dari duduknya lalu menarik Naina kuat karena Naina melawan, mereka memasuki sebuah ruangan yang ada dibalik kulkas.


Naina melepaskan pegangan tangan Endra dan menampar Endra,


"Apa lagi yang mau anda lakukan? sudah cukup hentikan kegilaan ini atau setidaknya jangan membawaku dalam kegilaan anda!" Naina berteriak sebelum suara pintu terdengar terbuka dengan keras, sepertinya Intan marah karena dihalangi untuk bertemu Endra

__ADS_1


"Dimana dia?!!" teriak Intan marah


"Bukankah tadi sudah saya sampaikan bahwa tuan Endra tidak ada ditempat" jawab Suseno yang terlihat lega karena Endra bisa bersembunyi di waktu yang tepat.


Terdengar sebuah suara keras seperti ketukan, tetapi tidak terdengar lagi, Intan bertanya pada Suseno mengenai hal itu,


"Seperti nya itu suara dari ruangan sebelah yang sedang sibuk memindahkan barang-barang, mungkin ada yang terjatuh atau terbentur" jawab Suseno dengan lihainya berbohong, seperti nya sudah sering Endra bersembunyi dari Intan


"Berapa lama Endra pergi dan kapan dia akan kembali?"


"Seperti nya sore hari baru kembali lagi nyonya karena beliau sedang memeriksa kantor cabang di luar kota"


"Kalau dia kembali cepat suruh pulang, karena aku tidak bisa menghubungi nya" Intan langsung pergi dari sana


Di dalam ruangan itu, Naina sedang berusaha keras untuk lepas dari pelukan dan ciuman Endra, tadi saat terdengar bunyi ketukan, itu adalah Naina yang mengetuk pintu untuk memberi tahu pada Intan tentang keberadaannya, karena panik akan ketahuan, Endra lalu mencium paksa dan memeluk Naina dengan kuat supaya dia tidak bisa bergerak.


Endra sengaja bersembunyi karena kalau Intan tau Naina ada di sana, sudah tentu Intan akan sangat murka, Endra sedang mengupayakan sebuah cara untuk bisa lepas dari wanita gila itu tanpa harus membahayakan ayahnya, dan sekarang Endra juga harus lebih memperhatikan keselamatan Naina.


Naina tidak bisa melawan lagi, karena pelukan Endra sangat kuat, tangan nya yang sekarang sakit karena dari tadi memukuli dan mencakar punggung pria itu, Naina kembali meneteskan air matanya,


"Kenapa,, kenapa harus terus seperti ini?" batin Naina sedih karena dia terus bertemu dengan pria gila ini.


Endra melepaskan pelukan dan ciumannya, dia lalu menghapus air mata Naina, tetapi tentu saja Naina menolak dan langsung menampar dan mendorong Endra


Endra terdorong keras kebelakang dan dia terjatuh di ranjang kecil yang ada di sana, tiba-tiba terdengar suara nafas Endra yang sangat berat dan memburu,


"Cepat keluar dari sini, datanglah lagi besok di jam kerja" ujar Endra dengan nafas nya yang semakin berat, Naina tentu saja langsung berbalik badan dan berniat lari dari sana, tetapi dia tidak tau cara membuka pintu itu,


Naina menoleh untuk meminta bantuan kepada Endra, tetapi saat dia menoleh terlihatlah pemandangan yang membuatnya terkejut dan menutup mulutnya


"Apa yang terjadi?!!" Naina lalu mendekat kembali pada Endra yang terlihat sedang menggigit lengan nya sendiri,

__ADS_1


"Apa anda zombie?" tanya Naina dengan muka polosnya.


__ADS_2