
"Aaaaahhhhhhhh!!" Naina berteriak karena mobil tiba-tiba berhenti dan dia juga kaget karena Endra menarik kepala nya kedalam pelukannya, Naina pingsan karena sangat kaget, untung saja tidak ada luka serius, karena jalanan yang mereka lewati jalanan datar dan kebetulan sedang tidak terlalu ramai kendaraan lain berlalu lalang.
Mobil Endra sudah canggih yang dilengkapi dengan airbag di sebagian besar bagian mobil jadi saat airbag itu berfungsi dengan baik bisa melindungi organ vital pengemudi dan penumpang.
Endra juga tidak mengebut jadi benturan mobilnya tidak terlalu keras mengenai mobil lain, Endra bertanggung jawab sepenuhnya atas kecelakaan itu pada mobil yang ditabraknya, untung saja pengendara mobil itu juga tidak ada korban jiwa dan hanya mengalami kerusakan di mobil.
Naina sudah dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, untuk urusan mobil dan ganti rugi, semua dilakukan oleh Suseno, dan anehnya mobil yang canggih itu, dengan airbag yang berfungsi normal, kenapa bisa remnya bermasalah, lagipula Endra rutin melakukan perawatan terhadap mobilnya.
"Ini pasti ada sabotase atau orang yang berniat jahat" gumam Suseno, setelah semua masalah selesai, dari mulai mobil Endra yang sudah dibawa ke bengkel dan juga sudah memberikan ganti rugi moril maupun materil kepada mobil yang tanpa sengaja tertabrak oleh Endra, Suseno langsung menuju hotel dimana mobil itu terparkir sebelum insiden tersebut terjadi.
Benar saja, mobil Endra telah diotak-atik oleh dua orang tidak dikenal, dengan perasaan marah dan sangat geram, Suseno langsung mencari kedua orang tersebut, dibantu oleh para pengawal yang selama ini bekerja pada Endra dan Rayhan.
"Remnya putus dan sangat terlihat kalau itu digunting" lapor salah satu pengawal nya pada Suseno.
"Cepat lakukan pencarian kepada kedua orang yang sudah aku kirimkan fotonya, mungkin mereka belum terlalu jauh dari kota ini, kita harus bergerak cepat" perintah Suseno, sementara itu Endra menemani dan menggenggam tangan Naina, Endra terus memanggil Naina supaya kekasihnya itu cepat sadar.
"Jangan menakuti diriku sayang, cepat lah bangun" Endra menciumi tangan Naina yang masih selalu ada dalam genggamannya.
Deeerrrrtttt deeerrrrtttt deeerrrrtttt
__ADS_1
Ponsel Endra bergetar, yang ternyata itu adalah panggilan telepon dari Suseno, Endra langsung mengangkatnya, dan betapa kagetnya dia mengetahui siapa dalang dibalik ini semua.
"Jebloskan kedalam penjara secepatnya, aku tidak mau lagi mendengar tentang mereka, dan pastikan untuk mereka tidak akan pernah bisa menganggu Naina lagi" Endra lalu menutup ponselnya dan kembali focus pada Naina.
Ditempat lain Suseno telah menyeret orang yang telah berniat mencelakai Naina dan Endra, dua orang pria yang telah mengotak-atik mobil Endra telah tersungkur tidak berdaya dengan banyak luka pukulan, itu semua dilakukan karena mereka tidak kunjung memberitahu siapa yang telah menyuruh mereka.
Sekarang ada seseorang yang telah terikat di kursi dengan mulutnya yang telah tertutup rapat dengan lakban, Suseno melepaskan lakban yang menutupi mulut orang itu.
"Aaakkkh, kurang ajar,,,, apa yang kamu lakukan padaku, aku akan melaporkan dirimu kepada polisi!!"
"Nyonya ini sungguh tidak tau diri,, ah maaf aku salah, kamu bukan lagi nyonya bagiku, kamu hanya wanita hina yang tidak tahu malu bahkan sampai saat ini, mungkin kamu lupa ingatan, tetapi yang akan mendekam di penjara itu bukan aku, tetapi dirimu!!" teriak Suseno kepada orang yang ada dihadapannya yang tidak lain adalah Intan.
"Apa kamu tidak takut pada keluarga ku!!" teriak Intan, Suseno geram dan langsung menampar wajah Intan.
"Aku ingat kamu selalu menghina diriku bahkan hanya untuk sebuah piring yang tidak sengaja aku pecahkan, tetapi tenang saja, karena aku tidak akan menyakitimu lebih dari ini, karena aku sangat jijik bersentuhan denganmu walaupun itu sebenarnya bukan sentuhan tetapi tetap saja kulitku mengenai dirimu" Suseno lalu mencuci tangannya yang baru saja dipakai untuk menampar Intan.
"Apa kamu tidak mempunyai perasaan lagi pada Endra?? kenapa kamu tega melakukan itu padanya? bukankah kamu sangat mencintainya?" Suseno mencoba memancing Intan untuk membicarakan insiden kecelakaan itu.
"Kenapa aku harus mempunyai perasaan terhadap dirinya??! bukankah itu sudah tidak penting lagi, aku sadar dia tidak pernah mencintai ku, tetapi karena orang tuanya yang bodoh, dia terus bertahan menjadi budak nafsu ku walaupun dia tidak berguna, lalu dengan mudahnya dia mencampakkan diriku saat dia mendapatkan pengganti, dia tidak pernah menyadari betapa aku sangat mencintainya!!" teriak Intan frustasi dengan apa yang menimpanya.
__ADS_1
"Lalu kenapa kamu menyeleweng bahkan sejak malam pernikahan kalian?" tanya Suseno pura-pura tidak mengerti.
"Aku hanya wanita biasa yang butuh akan belaian, bukankah aku tetap mencintai Endra, karena aku tidak pernah menyerahkan hatiku kepada yang lain dan aku hanya mencari kepuasan itu diluar, aku tetap sangat mencintai nya, aku bahkan rela melakukan hal gila apapun itu, wanita mana yang rela berbagi suami?? tetapi aku rela membawa begitu banyak wanita untuk bisa merangsang nya supaya dia bisa normal kembali, lalu setelah apa yang aku lakukan, dia seenaknya saja mencampakkan diriku,, apa itu adil buatku!!!" Intan berteriak, dan sudah tidak terkendali menjerit histeris, Suseno lalu menembakkan peluru ke tembok, supaya Intan kembali diam.
"Lalu bahkan sampai sekarang kamu tidak menyadari kesalahan mu dan terus menyalahkan Endra untuk semuanya?"
"Memang itu salahnya, dia tidak sadar dengan kekurangannya sehingga membuat ku melakukan hal itu, jadi sudah sangat jelas kalau ini semua memang kesalahannya!" Intan kembali berteriak, Suseno sadar kalau Intan tidak akan pernah menyadari kesalahannya, jadi lebih baik secepatnya Intan dijebloskan ke penjara.
Intan diserahkan ke kantor polisi dengan segala buktinya, kedua eksekutor yang telah mengotak-atik mobil Endra juga sudah memberikan kesaksian, walau hal itu tidak menghapus hukuman nya tetapi setidaknya hukumannya lebih ringan.
Naina telah sadar kembali dan terus memegangi tangan Endra, dia masih shock dengan kejadian yang menimpa padanya, tetapi Endra dengan setia terus menemani Naina.
"Tenang sayang, kita sudah aman" Endra menenangkan Naina dan terus mengelus rambut kekasih nya itu.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Naina pada Endra yang dari tadi terus menjaga Naina tanpa memperdulikan kondisi dirinya sendiri.
"Kekasihmu ini sangat kuat, hal seperti itu tentu saja dengan mudah aku bisa mengatasinya, aku sering mengalami itu dulunya, karena banyak saingan bisnis yang terus menggunakan cara kotor untuk menyingkirkan diriku, jadi aku tadi langsung paham dengan apa yang terjadi, sekarang istirahatlah, besok kalau kamu sudah stabil kita bisa langsung pulang"
"Aku mau pulang sekarang, aku benar-benar tidak suka rumah sakit"
__ADS_1