Naina & Ningsih

Naina & Ningsih
Golongan Darah O


__ADS_3

Tok tok tok tok


"Maaf ibu Naina, ada tamu"


"Apa sudah buat janji?"


"Belum bu, apa perlu saya tolak?"


"Perawatan apa yang dia inginkan?"


"Tidak ibu, beliau hanya berkata ada keperluan dengan ibu tapi bukan untuk melakukan perawatan karena beliau seorang bapak, tapi sepertinya ini pertama saya melihatnya"


"Tolong katakan untuk menunggu sebentar, terimakasih"


"Baik bu"


Naina bekerja seperti biasanya, dia sudah lega karena Ningsih sudah pulang dan terlihat tidak terjadi sesuatu karena Ningsih pulang dalam kondisi yang baik-baik saja dan ceria, Naina lalu merapikan bajunya dan keluar dari ruangannya untuk menemui tamu yang ingin menemuinya.


"Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya Naina ramah pada tamunya yang ternyata seorang pria yang sudah terbilang lanjut usia walau masih terlihat sehat dan bugar.


"Apa nona yang bernama Naina?"


"Iya saya sendiri" Naina tersenyum dan sedikit menundukkan kepalanya sebagai tanda perkenalan.


"Panggil saja saya Rayhan" ujar sang tamu yang ternyata adalah ayahnya Endra, Naina lalu meminta pada karyawan nya untuk membuatkan minuman.


"Maaf Liyah, tolong buatkan minuman untuk tamu, terimakasih"


Melihat sikap ramah Naina membuat Rayhan sedikit tertarik, Rayhan tidak mengatakan apa kepentingan nya, hanya mengatakan kalau datang karena mendapatkan rekomendasi dari rekan bisnisnya kalau salon Naina salon yang cukup bagus.


"Anak saya akan segera menikah, kemungkinan dia akan melakukan perawatan disini sebelum hari bahagianya, apakah masih ada waktu kosong kalau nona sendiri yang menanganinya?" ujar Rayhan berbohong hanya untuk mencari topik pembicaraan, karena dia ingin tau dan sangat penasaran dengan wanita yang telah membuat anaknya jatuh cinta.


"Bisa saya atur, apakah putri tuan juga datang bersama kemari?" Naina lalu menoleh ke kanan dan kiri, dia pikir anak dari Rayhan adalah perempuan.


"Anak saya pria"


"Disini ada dokter pria dan juga terapis khusus untuk pria, tetapi maaf sebelumnya karena saya tidak bisa menangani secara langsung kalau anak bapak adalah pria"

__ADS_1


"Kenapa tidak profesional sekali? bukankah kamu owner dari tempat ini, harusnya kamu bisa memenuhi keinginan setiap pelanggan"


"Maaf sebelumnya tetapi saya tidak bisa, kalau masih ingin melakukan perawatan disini boleh membuat janji dengan dokter Broto, nomor teleponnya ada di resepsionis, tetapi kalau harus saya yang diminta menangani, maka sudah jelas saya tidak bisa, jadi tuan boleh mencari salon lain"


Naina terlihat sangat tegas, setelah mempersilahkan Rayhan untuk minum teh yang disuguhkan lalu Naina mohon undur diri karena masih banyak pekerjaan yang harus segera diselesaikan, Rayhan melihat kepergian Naina dengan perasaan puas, karena sadar kalau anaknya tidak salah pilih.


Rayhan segera pergi karena dia masih ada urusan lain, tetapi dia berhenti saat mendengar keributan karena seseorang yang terus berteriak memanggil Naina.


"Ada apa ini?" tanya Rayhan pada salah satu pegawai Naina.


"Ini tuan, suami pemilik salon ini mengamuk karena tidak bisa bertemu dengan istrinya"


"Maksudnya apa? apa Naina mempunyai seorang suami?"


"Iya tuan, tidak mungkin wanita sukses dan secantik ibu Naina tidak mempunyai suami, hanya yang saya dengar bahwa suaminya telah berselingkuh"


Rayhan kaget mendengar penjelasan dari karyawan nya Naina, dan tanpa pikir panjang langsung pergi dari sana, tidak mau terlibat dalam masalah rumah tangga orang lain.


Rayhan terus termenung di dalam mobilnya yang entah menuju ke mana, hingga dia meminta kepada supir untuk menuju kantor Endra, dia harus cepat mengingatkan putranya.


"Endra, kenapa kamu menyukai wanita yang sudah memiliki seorang suami? apa tidak ada wanita lain?!" Rayhan langsung masuk ke dalam ruangan Endra tanpa permisi atau mengetuk pintu terlebih dahulu, membuat Endra dan Suseno menjadi kaget karena sedang fokus pada pekerjaan mereka.


Rayhan langsung duduk disebelah Suseno, dan menyingkirkan banyaknya map yang ada di atas meja, Suseno segera pergi karena dia sadar ini adalah masalah serius, karena walau Naina sudah melayangkan gugatan cerai untuk suaminya tetapi pengadilan belum memberikan akta cerai nya sampai saat ini yang itu berarti Naina memang masih sah sebagai istri Roni.


"Kenapa Ndra? apa kamu tidak bisa belajar dari pengalaman? pernikahan mu dengan wanita gatal itu saja sangat bermasalah, lalu kenapa kamu menyukai seorang janda cerai?"


"Aku sudah bilang pada ayah untuk tidak melakukan apapun tentang Naina, tapi ayah tidak mendengar aku, ini yang aku tidak mau menjelaskan pada ayah, karena aku tau pasti ayah akan bereaksi seperti ini, ayah aku mohon jangan campuri lagi urusan pribadiku, sudah cukup aku menuruti keinginan ayah untuk menikah dengan Intan waktu itu, sekarang aku ingin menjalani sesuai dengan keinginan hati ku"


"Ayah hanya mengingatkan, dia itu istrinya orang lain, kamu tidak boleh bersikap seperti ini, kamu bahkan memerintahkan pengawal untuk menjaganya, ini sudah kelewat batas Endra!,, kalau suaminya tau,, bisa-bisa kamu dalam masalah!!"


"Ayah sudah hentikan, Naina saja membenciku dan tidak mau bertemu dengan ku, jadi ayah tidak perlu terlalu memikirkan tentang hal ini, aku menjaganya dari jauh karena aku yang membawa dia dalam masalah dan bahaya"


"Pokoknya ayah tidak mau tau, kamu harus putuskan hubungan apapun dengan nya dan jangan pernah berhubungan lagi dengannya" Rayhan bangkit dari duduknya dan berjalan ke luar ruangan, diluar Rayhan melihat Suseno dan mengajak nya ke cafe didekat kantor.


"Kenapa kamu tidak mengatakan dengan jelas identitasnya? kamu pasti tau kalau dia adalah istri orang!" Rayhan emosi dan sedikit berteriak pada Suseno, sebagai seorang ayah,, sudah pasti dia sangat menghawatirkan putra semata wayangnya, baru saja Endra bisa terlepas dari jeratan Intan, tetapi malah berurusan dengan wanita milik orang lain.


"Nona Naina bahkan sangat membenci Endra, dan kehidupan rumah tangganya yang menyedihkan juga tidak perlu untuk saya laporkan, nona Naina selalu disiksa oleh suaminya, dan bahkan diselingkuhi"

__ADS_1


"Apa kamu tidak bisa berfikir secara lebih luas? wanita seperti itu pasti mempunyai masalah, sehingga suaminya seperti itu? apa kamu sebagai sahabatnya Endra tidak merasa khawatir? kenapa tidak mencegahnya atau mengingatkannya?"


"Tuan, dia tidak mempunyai kesalahan apapun, dia hanya bernasib buruk karena harus menikah dengan pria yang kasar dan selalu bersembunyi di balik kedua orang tuanya, nona Naina mempunyai dua orang putri, keluarga suaminya tidak menginginkan kedua putrinya, karena mereka hanya mau cucu laki-laki, hingga pada akhirnya suaminya mencari wanita lain supaya bisa melahirkan anak laki-laki" Suseno berhenti menjelaskan karena tidak ada respon apapun dari Rayhan.


"Endra juga bukan orang bersih, walau itu bukan karena kemauannya, mungkin kalau mereka memang ditakdirkan bersama, itu karena mereka bisa saling menyembuhkan luka mereka masing-masing, mereka bisa saling melengkapi, tetapi untuk saat ini sepertinya hal itu mustahil, karena nona Naina saat ini sangat membenci Endra, jadi tinggal bagaimana usaha Endra untuk bisa bersama dengan orang yang dia cintai itu, saya sebagai sahabatnya memohon kepada tuan, tolong jangan ganggu mereka, biarkan saja hubungan mereka mengalir apa adanya"


"Kamu pikir, kamu berbicara kepada siapa!?" Rayhan memukul kepala Suseno dengan botol air mineral yang ada dihadapannya.


"Aku ayahnya, kenapa malah kamu yang berlagak seperti ayahnya?" ucap Rayhan lalu meminum air mineral yang tadi dipukulkan ke kepala Suseno.


"Terus laporkan padaku perkembangan selanjutnya, jangan terlewatkan sedikitpun" Rayhan lalu pergi setelah meletakkan beberapa lembar uang untuk membayar pesanan mereka yang bahkan belum datang saat dia pergi.


Karena sangat disayangkan untuk tidak dimakan, Suseno meminta pada pelayan cafe untuk membungkus semua makanan yang telah dipesan.


"Ayahmu sangat menyayangimu, lihatlah betapa banyaknya makanan yang dia pesan, dia pasti sengaja supaya kamu banyak makan" ujar Suseno sembari memakan salah satu makanan yang dia bawa.


"Apa balasan dari Naina mengenai pembatalan kontrak kerja sama?" Endra menanyakan hal lain dan masih sibuk dengan pekerjaannya tanpa tergiur sedikitpun dengan makanan yang ada dihadapannya.


"Tidak ada balasan apapun,, tunggu sebentar ada panggilan telepon masuk" Suseno mengambil ponselnya yang ada didalam tas kerjanya.


"Apa?!" teriak Suseno


Endra melihat kearah Suseno dengan penuh tanda tanya, dan tanpa menutup ponselnya dan mematikan panggilan, Suseno mengatakan berita yang baru saja dia dapatkan.


"Naina tertusuk pisau oleh Sindi, kondisinya kritis karena mengeluarkan banyak darah, sekarang dia dirumah sakit Lestari!"


"Apa yang terjadi? kemana perginya para pengawal nya?!" ucap Endra yang langsung bergegas dan berlari untuk segera menuju ke rumah sakit.


"Mereka tidak mengenal Sindi, jadi mereka pikir itu hanya keributan biasa, pada awalnya hanya ada Roni yang datang dan memaksa untuk bertemu dengan Naina, tiba-tiba Sindi juga datang dan bertengkar dengan Roni, sepertinya Sindi marah pada Roni karena Roni masih terus berusaha menemui Naina dan tidak mau melepaskan Naina, saat Naina keluar untuk melihat keributan membuat amarah Sindi semakin menjadi, Sindi berlari kearah Naina dan dengan gerakan cepat langsung menikam Naina, karena kaget dan kejadian itu sangat cepat membuat Naina tidak bisa menghindar" Suseno menjelaskan detail kejadian yang menimpa Naina.


Endra dan Suseno langsung berlari menuju UGD dimana Naina berada, Endra geram melihat keberadaan Roni, dengan cepat dia langsung menarik dan membawa Roni menjauh.


"Ini semua karena dirimu!" teriak Endra lalu memukul Roni, saat Roni mencoba membalas, Suseno datang dan terlihat panik,


"Berhenti kalian berdua, Naina membutuhkan golongan darah O secepatnya!!"


Roni maju dengan bangganya dan terlihat menyeringai lebar ke arah Endra.

__ADS_1


__ADS_2