
Naina yang mengetahui bahwa suaminya membunuh Anton, lalu meminta pada Reynolds untuk mengantarkan nya menemui suaminya, Naina merasa bahwa ini semua karena dirinya.
"Tolong antarkan aku,, seharusnya akulah yang dipenjara, karena Anton terus berniat mencelakai ku disebabkan oleh diriku"
"Naina,, kamu tidak pernah bersalah apapun, kamu hanya berusaha untuk melindungi adikmu, tenang disini, ayah yakin kalau Endra bisa segera bebas" Rayhan menenangkan Naina.
"Tidak bisa,, setidaknya aku harus menemani nya"
"Nai,, Endra yang melarang mu untuk datang kesana, dia akan memarahi Seno dan Rey kalau kamu tidak menurut, apa kamu mau hal itu terjadi?"
Naina tidak bisa menjawab lagi, bi Wulan datang membawa sepiring buah-buahan, Naina sangat susah makan semenjak Endra dibawa ke kantor polisi.
"Makan dulu non,, den Endra akan sedih kalau non seperti ini, jangan membuat den Endra menjadi khawatir, nona disini harus kuat, supaya den Endra disana bisa tenang menghadapi sidang"
Naina kembali menangis karena semua ini harus terjadi, seandainya dulu dia tidak mendekati Anton, pasti ini semua tidak akan terjadi, dendam nya pada Anton telah mengorbankan suaminya masuk ke dalam penjara.
"Jangan menyalahkan diri sendiri,, apapun yang sudah terjadi, itu sudah terjadi, kalau waktu diputar kembali, ayah jamin kalau kamu masih akan tetap melakukan hal yang sama,,, kamu akan membela adikmu, begitu juga sekarang, Endra melakukan ini karena dia berkewajiban membela dan melindungi mu"
__ADS_1
Naina terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Rayhan, karena kalau dipikir-pikir kembali, apa yang diucapkan oleh Rayhan adalah benar adanya.
"Lelaki itu pantas mendapatkan nya Nai,, dia sangat jahat, bukankah sahabat mu juga pernah menjadi korbannya?"
Naina menganggukkan kepalanya dan ingatan nya tentang kejadian di hotel teringat kembali, saat itu Endra datang menyelamatkan dirinya, hingga saat ini, Endra yang selalu menyelamatkan nya dari Anton.
"Sekarang makanlah dulu" Rayhan lalu pergi setelah menantunya itu mau makan.
"Rey,, apa sudah dapat informasi bagaimana kondisi di persidangan Endra" bisik Rayhan pada Reynolds di dapur, Rayhan tidak mau kalau sampai Naina mendengarkan berita yang tidak baik mengenai suaminya.
"Apa Seno ada di sana?"
"Iya tuan"
"Telepon dia, dan tanyakan apa yang sebenarnya direncanakan oleh pengacara Endra, kenapa dari tadi hanya diam tanpa membalas atau melakukan sesuatu"
"Tidak bisa tuan, ponselnya sepertinya dimatikan, karena tidak mau mengganggu jalannya sidang"
__ADS_1
"Aku harus mencari pengacara lagi untuk menemani Endra, takutnya pengacara yang sekarang ini tidak kompeten"
"Pengacara tuan Endra adalah pengacara terbaik di negara kita, beliau bahkan sudah terkenal sampai ke mancanegara"
"Untuk apa semua itu?,, lihat saja kenyataannya, bahkan dari tadi pengacara itu hanya diam"
Pengacara Endra yang sedang dibicarakan oleh Rayhan sebenarnya sedang menyusun strategi, dia sengaja membiarkan lawannya merasa di atas angin, saat hampir saja waktu sidang selesai, pengacara Endra maju kedepan dan memberikan bukti-bukti kejahatan korban selama ini.
"Korban berkali-kali melakukan tindakan kejahatan, korban bahkan pernah menculik istri dari klien saya yaitu tuan Endra, bahkan dulu hampir saja istri tuan Endra di lecehkan oleh korban, untung saja saat itu tuan Endra bisa datang tepat waktu, korban adalah pelaku kejahatan tingkat tinggi yang merupakan maniak wanita, korban bahkan membuat video saat melakukan kejahatan nya dan menyebarkannya, ditambah korban merupakan buronan"
"Lalu, apakah berhak klien anda melakukan tindakan main hakim sendiri?" pengacara keluarga Anton menyela.
"Pasal 49 ayat (1) KUHP menyebutkan,,, Barang siapa terpaksa melakukan perbuatan untuk pembelaan, karena ada serangan atau ancaman serangan ketika itu yang melawan hukum, terhadap diri sendiri maupun orang lain, terhadap kehormatan kesusilaan (eerbaarheid) atau harta benda sendiri maupun orang lain,,, tidak dipidana” suara pengacara Endra terdengar keras diruangan sidang, membuat pengacara Anton tidak bisa lagi membalas argumennya.
Endra merasa lega mendengarnya, walaupun keputusan hakim belum juga diketahui, di pojok ruangan sidang itu, terdapat sesosok wanita yang memakai penutup kepala dan memakai kaca mata besar hitam.
"Dasar Anton tidak berguna, bisa-bisanya malah dia yang terbunuh, gagal sudah rencana awalku, tapi tidak masalah,, aku akan terus mencari cara untuk mendapatkan mu Endra sayang" wanita itu bergumam pelan sambil terus melihat kearah Endra.
__ADS_1