
"Tenang sayang, aku akan menjagamu disini" ucap Endra menenangkan Naina.
"Aku tidak apa-apa, aku tadi hanya kaget saja, lalu apa kamu ada yang terluka?" Naina memeriksa kondisi Endra, untungnya Endra juga tidak terluka, karena memang benturan mobilnya tidak terlalu besar.
Endra membawa Naina kerumah Naina sendiri, karena ditakutkan rumah Rayhan belum aman dan masih banyak orang, Endra belum sempat untuk memberikan klarifikasi terkait rumor yang beredar karena masih focus pada kesembuhan Rayhan, lalu sekarang harus mempersiapkan pernikahannya dengan Naina.
Saat Endra pikir semua telah terkendali, ternyata Intan kembali membuat masalah, saat ini sepertinya Endra harus bergerak cepat untuk membuat klarifikasi supaya tidak ada celah lagi bagi Intan untuk melakukan sesuatu, saat ini Intan merasa menang karena dibela oleh netizen yang berfikir bahwa Intan adalah korban perselingkuhan suaminya.
Endra juga tidak mau kalau Naina terus dipojokkan oleh netizen karena masalah ini, sebenarnya Endra berencana membuat klarifikasi semua rumah yang beredar setelah acara pernikahan nya, tetapi sepertinya hal ini tidak bisa ditunda lagi.
"Sayang, kamu istirahat dahulu, aku akan menjagamu diluar, masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan secepatnya" ucap Endra setelah mengantarkan Naina ke kamarnya, Naina hanya mengangguk dan mencoba untuk tidur, dia sangat lelah, ditambah kecelakaan yang dialami nya, membuat hatinya masih sedikit terguncang karena kaget.
Endra menyelimuti tubuh Naina, lalu dia keluar dari kamar, Endra mengambil laptopnya didalam mobil dan membawa masuk kembali kedalam rumah Naina, Endra membuat sebuah video klarifikasi dan menjelaskan tentang semuanya.
Setelah menyelesaikan semuanya, Endra masuk kedalam kamar Naina dan ikut masuk kedalam selimut yang menutupi tubuh Naina, Endra memeluk erat tubuh Naina dan menciumi kening Naina.
Karena melihat Naina yang terganggu dengan ulahnya, Endra lalu berpura-pura tidur saat Naina membuka matanya, Naina mendekatkan wajahnya pada dada Endra dan memeluk erat kekasih itu, Endra tersenyum melihat tingkah Naina, mereka lalu tertidur bersama.
"Apa mereka benar-benar tidak terluka?" tanya Rayhan pada Suseno.
"Tidak tuan, mereka sepertinya hanya terkejut saja, terutama Naina"
"Seno, jangan biasakan memanggilku seperti itu, panggil aku ayah, aku ini adalah ayahmu, apa menurutmu aku tidak pantas untuk menjadi ayahmu? kenapa kamu masih terus memanggilku seperti itu? kamu itu adalah kakaknya Endra yang selalu menjaga Endra dengan sepenuh hati mu, ayah sudah bilang, kamu juga harus segera mencari kebahagiaan mu, kamu bisa terus menjaga Endra tetapi kamu juga harus memikirkan tentang dirimu sendiri"
__ADS_1
"Maaf ayah, tapi aku belum mempunyai keinginan untuk berumah tangga, aku sudah cukup bahagia dengan seperti sekarang ini"
"Apa ayah perlu mencarikan jodoh untuk mu?"
"Tidak ayah, tidak perlu"
"Baiklah, tapi saat Endra sudah menikah dan mempunyai anak, kalau umur ayah masih sampai, maka saat itu gantian kamu atau Reynolds yang harus menikah, kalian anak-anak ayah sudah dewasa semua, sudah sewajarnya kalau kalian berumah tangga"
Suseno tidak menjawab lagi karena tidak tau harus menjawab apa, Suseno lalu melihat laporan dari dokter tentang kondisi Rayhan.
"Jangan dulu ayah, setidaknya ayah harus disini sampai besok, karena hanya Endra yang bisa mengeluarkan ayah dari sini"
"Bocah kunyuk itu pasti sedang bersama kekasihnya, kasian Naina, dia pasti ketakutan sekali, apa Intan sudah diserahkan kepada polisi?"
"Sudah ayah, apa tidak sebaiknya kita habisi dia saja ya, karena dia bisa saja kembali mengganggu Endra dan Naina" tanya Suseno.
__ADS_1
"Apa maksud kamu, kita ini bukan mafia atau pembunuh, makanya kamu jangan kebanyakan nonton film atau baca novel killer, gudang tempat kalian mengurung Anton, itu hanya untuk memberi pelajaran pada orang-orang, tetapi tidak untuk menghabisinya"
Suseno tidak menyangka kalau Rayhan mengetahui hal itu, sepertinya banyak hal yang disembunyikan oleh Rayhan, walau terlihat sudah tua, tapi banyak hal yang dilakukan, termasuk saat menyelamatkan Naina, karena saat itu Rayhan bisa tau dengan kondisi Naina, berarti Rayhan juga sepertinya melakukan penjagaan terhadap Naina.
"Benar apa yang kamu pikirkan" ujar Rayhan, hingga membuat Suseno sangat terkejut karena pikirannya bisa terbaca oleh Rayhan.
"Ayah selalu mengawasi kalian, dan terakhir ini memang Naina yang lebih banyak ayah perhatikan, karena ayah ingin tau bagaimana pendamping Endra kelak, ayah tidak mau kalau Endra sampai menderita lagi, dulu ayah yang memaksanya untuk menikah, selain karena orang tua Intan adalah pengusaha terkenal, ayah juga ingin Endra segera mempunyai pendamping, jadi ayah asal menerimanya saja waktu itu, sekarang ayah tidak mau mengulangi kejadian yang sama" Rayhan menjelaskan pada Suseno.
"Endra tidak pernah berpacaran, tidak pernah mengenalkan seseorang, ayah juga tau dia selalu menutup diri, jadi saat ada yang menginginkan nya, ayah tidak berfikir panjang lagi, tetapi kali ini ayah sudah memeriksa segala nya, walaupun Naina adalah janda, tetapi ayah yakin kalau hanya Naina yang bisa membahagiakan Endra, itulah sebabnya ayah ingin pernikahan mereka segera terwujud"
"Ayah tenang saja, pernikahan itu akan segera terwujud, Endra dan Naina telah memilih gedung dan juga baju pengantin"
"Bilang pada Endra untuk tidak membeli cincin, karena ada cincin warisan yang akan ayah berikan Naina"
Suseno menganggukkan kepalanya tanda mengerti, dia hanya masih mengingat satu hal yang bisa saja mengganggu Naina dan Endra, Anton dan Putra dipenjara ditempat terasing yang akan susah untuk melarikan diri, Intan juga sudah dipenjara, tetapi ada satu nama lagi yang bisa mengganggu kebahagiaan Naina dan Endra, orang itu adalah mantan suami Naina.
__ADS_1