Naina & Ningsih

Naina & Ningsih
Anton


__ADS_3

"Ini maksudnya apa Naina?!" teriak Tari saat Naina keluar dari kamar mandi.


Naina tidak mengerti, dia lalu melihat kartu itu, dia juga kaget dan tidak menyangka kalau Anton ada disana juga, Naina bingung harus melanjutkan dendamnya atau tidak.


"Ceritakan padaku!" tuntut Tari


"Anaknya Anton menghamili adikku, tetapi dia dilarang bertanggung jawab oleh keluarganya karena kami tidak berkeyakinan yang sama"


"Maksud kamu keyakinan apa?" tanya Tari tidak mengerti


"Agama kepercayaan"


"Apa yang kamu coba lakukan? Naina sudah hentikan sampai disini, jangan sampai kamu terluka hanya untuk orang lain lagi" ujar Tari


"Ningsih bukan orang lain, dia adikku"


Tari kesal dan melemparkan kartu ucapan itu, dia tau dari dulu Naina selalu seperti itu, tanpa berpikir panjang selalu melakukan hal diluar batas hanya untuk membantu orang lain.


"Apa rencana kamu?" tanya Tari


Naina menceritakan semua yang akan dia lakukan, Tari mendengarkan dengan seksama, rencana Naina sangat beresiko dan berbahaya, salah langkah sedikit saja rumah tangganya bisa hancur.


"Rumah tanggaku sudah hancur Tari" ujar Naina dengan pilu, dia menahan air matanya karena menurutnya sudah tidak pantas lagi baginya untuk menangisi lelaki seperti Roni, Naina lalu menceritakan tentang Roni yang berselingkuh.


"Apa?! kenapa kamu tidak menceritakan tentang hal itu selama ini padaku?"

__ADS_1


Naina akhirnya menangis, Tari langsung memeluknya menenangkan, mata Tari berkaca-kaca menahan tangisannya melihat Naina seperti itu, Naina sangat kuat dan tegar, saat suaminya terus kasar padanya tetapi Naina tetap bertahan.


"Aku terus bertahan dengan nya, dengan semua caci maki darinya bahkan dari kedua orang tuanya, tapi saat aku membayangkan dia melakukan hubungan intim dengan perempuan lain, aku merasa semakin jijik membayangkannya, aku tidak bisa bertahan lagi"


Tari paham betul yang dirasakan Naina, karena dia juga diselingkuhi suaminya, Tari tidak menyangka kalau Naina akan mengalami hal yang sama seperti dia dulu, Tari lalu menasehati Naina agar tidak bertindak gegabah, semua harus direncanakan dengan matang.


"Apa kamu mau balas dendam pada keduanya dalam satu waktu?" tanya Tari


Naina mengangguk, karena itulah rencananya, Naina ingin membalas dendam dengan berselingkuh dengan Anton dan menggunakan Anton agar adiknya bisa menikah dengan Putra.


"Kamu sanggup bercinta dengan orang yang tidak kamu cintai?" Tanya Tari


"Selama ini aku dengan suamiku, setiap dia melakukan itu padaku, aku tidak merasakan apa-apa, hanya rasa jijik dan muak, apalagi dia hanya melakukan untuk kepuasaan dia sendiri, dia tidak pernah memberiku kepuasan" jawab Naina


"Naina, hal seperti ini tidak mudah, kamu merasa jijik pada suami kamu tapi karena kamu sudah terbiasa dengannya, kamu tetap menerima itu, tetapi berbeda dengan orang lain, kamu belum tentu bisa melakukannya, apalagi tanpa dasar cinta sedikitpun, kamu pernah mencintai suamimu jadi kamu sanggup menerima tubuhnya walau kamu sudah sangat kecewa padanya, tapi berbeda dengan tubuh orang lain yang kamu tidak merasakan apapun selain dendam padanya" Tari terus berusaha menasehati Naina supaya menghentikan rencana balas dendamnya.


Naina menguatkan hatinya, dengan akan tetap pada rencananya semula, dia sudah sangat lelah dengan pernikahan nya, dia ingin cepat mengakhirinya, dengan cara ini dia bisa terbebas dari suaminya dan mendapat bonus adiknya akan terjamin.


Naina mengajak Tari untuk keluar kamar mencari makan, dia sudah sangat lapar karena memang sudah sangat siang, sepertinya mereka melewatkan sarapan.


"Nona Naina, kebetulan sekali kita bertemu disini, pantas saja kamu meminta jadwal bertemu denganku minggu depan, rupanya anda sedang berlibur ditempat ini" tiba-tiba Anton sudah ada didepan kamar tempat Naina menginap, sepertinya Anton sengaja menunggu Naina keluar.


Naina sedikit kaget tetapi dia cepat menguasai keadaan, karena memang dia sudah bersiap sebelumnya, dia dengan anggun berjalan mendekat pada Anton.


"Tuan Anton, anda disini juga? apa anda sedang berlibur bersama keluarga anda?" tanya Naina berbasa-basi

__ADS_1


"Tentu tidak, untuk apa aku membawa keluargaku kesini, disini ada yang lebih menggoda" ujar Anton mengacungkan tangannya, dengan reflek Naina mundur dan menghindar, ternyata benar kata Tari, melakukan ini tidak akan mudah.


Anton sepertinya mengenal Tari, dan begitu sebaliknya, akan tetapi mereka lupa dimana mereka bertemu, tidak lama Anton mengingat kapan dia bertemu Tari.


"Nyonya ada disini juga? apa kalian sedang bekerja disini?" tanya Anton melihat kearah Tari, pandangannya terlihat meremehkan, Anton merasa Naina dan Tari sama saja, tetapi dia penasaran karena belum mencicipi Naina.


Naina terlihat lebih muda dan lebih cantik, Anton semakin menginginkan nya, dan dia berfikir pasti akan sangat mudah, semudah dia mencicipi Tari.


Naina dan Tari berpamitan pada Anton karena mereka akan mencari makan, mereka menolak tawaran Anton untuk diantarkan, saat itu Anton tidak terlalu peduli karena dia pikir wanita seperti mereka pasti akan mendatanginya disaat malam hari.


Tari mencoba mengingat dimana dia bertemu Anton, hingga pada akhirnya dia sadar kalau Anton adalah predator wanita, saat itu Tari sangat kesepian dan hasratnya muncul, untuk mengalihkannya dia mabuk-mabukan disebuah bar, disanalah dia bertemu Anton, mereka menghabiskan malam yang sangat panas bersama-sama, Anton tidak membayar Tari pada saat itu dan mengancam Tari dengan video yang dia buat, ternyata Anton merekam semua adegan panas pada malam itu.


"Naina, sudahi rencana kamu, Anton terlihat sangat berbahaya" ucap Tari khawatir pada Naina, dia sudah ingat siapa Anton, Tari tidak mau Naina mengalami hal memalukan seperti dirinya.


"Apa kalian saling kenal?" tanya Naina


Tari hanya diam dan tidak menjelaskan, Tari masih belum bisa menceritakan pada Naina kalau dia terkadang menjadi wanita malam dikala dia kesepian.


"Tari, Tar,, !" panggil Naina melihat sahabatnya itu melamun, Tari kaget dan langsung menoleh pada Naina, mereka menghabiskan makan mereka lalu berencana kembali ke kamar, hari ini mereka tidak memperhatikan rencana apapun.


Kring kring kring


"Naina, adik kamu pendarahan, tadi dia terjatuh saat dikamar mandi, cepatlah kesini!" suara mamanya terdengar sangat panik.


Naina tidak mengatakan kalau dia sedang berlibur, setelah menceritakan semua pada Tari, Naina langsung bersiap untuk pulang, mereka lalu pulang lebih awal dari rencana semula.

__ADS_1


Malam itu Anton mendatangi kamar yang sebelumnya ditempati Naina, dan betapa kaget dan marahnya dia karena Naina sudah tidak ada disana.


"Jangan bermain jual mahal padaku wanita murahan, lihatlah bagaimana nanti aku menghabisi mu" batin Anton.


__ADS_2