
Bara yang mendengar perkataan papa Suryo akhirnya ikut menimpali. "Aku siap Yah diajak ke sawah. Mumpung sudah dikasih ijin cuti oleh bos Dirgantara" tukas Bara. Sementara yang dibicarakan sedang di kamar terlelap bersama anak dan istrinya. Iya, di sanalah Mayong berada. "Tapi aku juga minta ijin membajak sawah yang lain dulu ya Yah" lanjut Bara menatap Yasmin yang sudah sah menjadi istrinya.
"Wah, ada yang sudah tak sabar nih Pa" celetuk mama Clara. "Ya udah Bar, cepetan ajak Yasmin ke atas, dia kelihatan lelah tuh" ujar papa Suryo menggelitik Bara. "Selamat belah duren" bisik papa Suryo tersenyum sambil melenggang menggandeng mesra mama Clara. Bara dan Yasmin saling bersitatap melihat papa dan mamanya. Keluarga Suryolaksono masih menginap sehari lagi. Besok pagi-pagi baru pulang ke kota S. Sementara pak Santoso juga pulang ke kediamannya sepeninggal papa Suryo. "Terus ngapain kita masih di sini? Ayuk naik" ajak Bara. Yasmin yang kesulitan jalan karena memakai setelan kebaya khas Jawa akhirnya digendong sang suami.
Saat akan keluar lift, bertemulah dengan Mayong yang hendak turun mencari keberadaan ayah Abraham.
"Wah...wah...ada adegan film India nih" goda Mayong. "Apaan sih kak, kayak nggak pernah jadi pengantin aja" tukas Bara jengah. Kalau ngeladenin Mayong, bakalan nggak ada habisnya. Batin Bara. Bara keluar lift dengan Yasmin tetap berada di gendongan. "Semangat adikku sayang, Raja sudah ingin adik dari Omnya" ucap Mayong saat pintu lift mulai menutup.
"Turunin aku yank, aku mau ganti dulu" pinta Yasmin saat mereka sudah berada di kamar. Yasmin melepas sanggul dan aksesorisnya, "Wow jadi enteng kepalaku" ujarnya. Yasmin membersihkan make up, dan hendak berganti baju. "Sayang, kamu mandi duluan gih. Aku masih lama nih" suruh Yasmin. Bara mengiyakan saja, karena badannya sudah lengket seperti minyak. Setelah pake baju rumahan, Yasmin menelpon kamar Maya. Sementara Bara masih di kamar mandi. "May, tadi kok nggak foto bersama di pelaminan sih" ucap Yasmin saat tau kalau telpon yang mengangkat Maya. "Maaf ya Cin, tadi aku pingsan. Ini aja tanganku masih infusan" jelas Maya. "Lah, benarkah? Terus keadaan kamu sekarang gimana?" tanya Yasmin. "Sudah baikan, untung ayah selalu punya persediaan obat-obatan. Betewe, selamat ya sekali lagi. Sudah resmi menjadi adik iparku..he..he.." Maya terkekeh di ujung telpon. "Sudah jangan pikirin kondisiki, sudah ada papanya Raja. Sekarang pikirin cara memuaskan kak Bara Cin" ucap Maya terang-terangan. "Yeiiii, makanya aku konsul padamu May. Gimana dong aku grogi nih" celetuk Yasmin. "Ha...ha....mau kuajari" Maya terbahak. Yasmin menggerutu. "Selow Cin...santai. Pokoknya akan terasa sakit-sakit awalnya, tapi nikmatnya tiada tara" Maya masih melanjutkan kata-katanya tanpa saringan. "Kak Bara pasti sudah pinter tuh, yakin deh. Dia kan sebelas dua belas dengan suamiku. Semangat, segera buat keponakanku" tambah Maya menutup panggilan Yasmin. "Dasar, enak aja main tutup telpon. Nggak tau apa kalau sahabatnya lagi grogi pake banget" gerutu Yasmin lagi.
__ADS_1
Yasmin membuka kebayanya bertepatan Bara keluar kamar mandi dengan rambut basah dan hanya memakai lilitan handuk. "Aahhhhh..." teriak Yasmin. "Sayang, aku malu" Yasmin bersembunyi di balik selimut. "Katanya mau ganti baju, kok masih pake kebaya?" celetuk Bara tanpa dosa. "He..he....tolong cariin yank, di koper pink itu" ucap Yasmin menunjuk kopernya. Bara membuka koper, dan terbelalak melihat isinya. "Yank, hanya ada ini dan ini saja" tunjuk Bara ke Yasmin. "Hah.....apaan itu? Itu bukan punyaku yank" semburat merah di pipi Yasmin. Karena tanpa sungkan Bara menunjukkan kain segitiga sama kacamata berenda dari koper itu. Meski semuanya baru sih. "Bagaimana bukan punyamu, koper aja tertulis namamu" ucap Bara terang-terangan. "Terus gimana dong, aku nggak bisa ganti baju nih" ujar Yasmin masih berada di balik selimut.
"Yank, ini pasti ulah Maya" Yasmin menerka. "Dengan bantuan suaminya" Bara melanjutkan. "Ha....ha....." mereka tertawa terbahak. Kak Mayong pasti membalasku, batin Bara. Pasangan pengusaha dan dokter obgyn ngehits itu memang kompak dan somplak, begitulah pikiran Bara dan Yasmin sekarang. "Tapi yank, mereka juga ada benarnya loh. Ngapain bawa baju, ntar kita juga kan akan sering buka baju. Malah nambah pakaian kotor aja" Bara mendekati Yasmin. Blussssss pipi Yasmin memerah.
"Jadi mandi nggak nih, atau mau kutemenin?" ucap Bara penuh maksud. "Aku mau mandi, tapi kamu jangan beranjak dari depan pintu ya yank" jelas Yasmin. Bara tau sang istri fobia kegelapan sama tempat sepi. "Aku masuk ajalah" goda Bara. "Eh, jangan. Tapi pintunya biarin sedikit terbuka ya" Yasmin dari kamar mandi. Yasmin keluar hanya memakai bathrobe dengan rambut dibungkus handuk. Bara hanya senyam senyum saja melihat sang istri. Bara dan Yasmin type pasangan yang slowly..he..he...
Bara yang sudah mode on mulai mengecup kening istrinya, dan mulai menjelajah setiap jengkal tubuh di depannya. Saat sudah sama-sama on track, tangan Bara yang bermain di inti tubuh istrinya terlihat merah. "Yank, kok sudah berdarah?" ujar Bara tiba-tiba. "Lah, apa aku haid ya yank???" Yasmin menanggapi. Bara masuk ke kamar mandi, "Yah main sabun lagi" sambil melanjutkan aktivitas yang tertunda.
Saat Bara keluar kamar mandi, "Yank, aku juga nggak bawa pembalut nih. Harusnya seminggu lagi baru haid" seru Yasmin. "Emang tamu bulananmu nggak punya perasaan yank" Bara sedikit gemas sendiri dengan keadaan malam belah durennya. Bara akhirnya keluar mencari supermarket dua puluh empat jam untuk membelikan pembalut dan juga membelikan beberapa helai pakaian untuk Yasmin istrinya.
__ADS_1
Saat kembali, Bara melihat Yasmin sudah tertidur pulas. Antara tega dan tidak tega, tapi Bara tetap membangunkan sang istri. "Bee, bangun dulu" Bara menggoyangkan tubuh istrinya. Bara memberi pembalut yang diminta istrinya, " Ayo pakai dulu. Ni juga bajunya" kasih Bara saat Yasmin sudah terbangun. Yasmin bangun dengan sedikit malas, mata setengah terpejam. "Temenin", ucapnya manja.
Keesokan pagi saat sarapan di resto, sepasang pengantin baru itu menjadi pusat perhatian. "Cie...cie...sukses belum acara belah durennya???" canda papa Suryo dan ayah Abraham. Melihat tampang Bara dan juga rambut Yasmin yang kering, mereka berdua yakin kalau Bara belum sukses membuka kunci pintu.
"Yank, abis ini kita ke kamar Maya ya. Lihat keadaannya" ajak Yasmin sambil menyuap makanannya. "Emang Maya kenapa?" ucap Bara.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
#othor sibuk dulu ya dear, persiapan @IBS# happy reading 💝
__ADS_1