
Keluarga Suryolaksono berkumpul di ruangan tempat mama Clara di rawat. Mama Clara tersenyum bahagia melihat semuanya itu meski keadaannya masih lemah. Maya dan Yasmin bergantian memeluk sang mama. "Cepet sembuh ya Mah, abis ini kita healing bertiga. Aku, mama dan Yasmin...he...he..." gurau Maya. "Healing ke mana, ingat Mah ekormu ada empat tuh" tukas Mayong menunjuk Raja dan baby 3G. Semua tertawa mendengarnya. "Ekor...ekor apaan. Yang bener tuh, mereka berempat adalah hasil ekormu juga Pah" sahut Maya tak mau kalah. "Kalian ni apaan sih? Malah bahas ekor-ekoran. Doakan aku juga dong, biar ekorku juga menghasilkan ekor juga" celetuk Bara. Keseruan dan kekonyolan itulah yang memang sangat dirindukan oleh papa Suryo dan mama Clara.
Tedengar ketukan pintu, mereka saling pandang. Bara beranjak dan membukakan pintu. Semua memandang ke arah pintu dan penasaran dengan siapa yang datang. Mama Clara terbelalak melihat siapa yang datang. "Kakak....." ucap mama Clara lirih. Ya, yang datang adalah tuan James. Dengan tangan terborgol dan pengawalan ketat pihak kepolisian tuan James berusaha mendekat. Pengawal utama mama Clara mulai siaga. "Aku nggak akan membuat ulah Suryo. Aku ke sini hanya ingin minta maaf ke adikku" ucap tuan James yang melihat Suryo, Mayong dan Bara bersiaga penuh.
__ADS_1
"Maafkan aku Clara atas semua yang telah kuperbuat padamu. Maafkan kakakmu ini yang telah begitu jahat padamu dan juga anak-anakmu" tiba-tiba tuan James jongkok di hadapan mama Clara. Ruangan itu tiba-tiba hening. Mama Clara mulai bersuara, "Kak berdirilah. Aku sudah memaafkanmu sedari dulu. Bagaimanapun kakak adalah keluarga kandungku". Mereka berpelukan di hadapan papa Suryo. "Sudah...sudah...jangan lama-lama. Meski Clara adik kandungmu, dia sekarang istriku" jelas papa Suryo mulai posesif. James pun akhirnya ikut memeluk Suryo. "Aku minta maaf juga padamu" serunya. "Wah, ada yang genjatan senjata nih" ucap Abraham yang barusan masuk ruangan. Niat awalnya ingin membesuk istri sahabat dan juga besannya itu. James dan Suryo tertawa. "Aku juga minta maaf padamu Abraham. Perbuatanku padamu bahkan tidak pantas untuk kau maafkan" ujar tuan James. "Semua sudah terjadi, kalau aku tidak memaafkanmu juga tidak menjamin Gayatri balik kepadaku" tukas Abraham. Akhirnya ketiga orang itu yang awalnya juga sahabat saling berpelukan. Mama Clara tersenyum lega melihat ketiganya. "Gayatri, bahagialah di sana. Semua sudah selesai" gumam Mama Clara.Tuan James kembali ke penjara dengan pengawalan ketat.
Setelah mengikuti proses pengadilan yang lumayan panjang, tuan James dijatuhi hukuman sepuluh tahun penjara. Sementara tuan Akio sedikit lebih ringan vonisnya daripada tuan James. Mama Clara yang juga mengikuti sidang putusan itu, segera menemui tuan James segera setelah palu hakim terdengar. Mereka berdua kembali berpelukan dan saling meminta maaf. Papa Suryo yang melihatnya ikut menghela nafas lega.
__ADS_1
Sementara itu di mansion papa Suryo, Bara dengan Yasmin hendak menyampaikan kabar bahagia mereka. "Pah, duduk sini dulu dong. Aku mau ngasih sesuatu buat papa dan mama" ujar Bara. Papa Suryo yang hendak keluar pun kembali duduk di ruang keluarga itu. "Pah, Mah...met anniversary yaa. Papa dan mama adalah panutanku. Semoga aku dan Yasmin bisa meniru kalian. Bahagia sampai kakek nenek" lanjut Bara. "Apa yang akan kau sampaikan jangan bertele-tele" sela papa Suryo. "Ih, nggak sabar amat. Ni kado buat kalian berdua" sahut Bara. Mama Clara menerima dengan suka cita dan segera membukanya. Oma cantik itu tersenyum bahagia begitu melihat isinya. "Apaan Mah? Mama dapat jackpot dari Bara?" tanya papa Suryo penasaran. "Lebih dari jackpot Pah" sahut mama dan menyerahkan isi kado itu ke sang suami. Papa Suryo melihat isinya, "Wah selamat Bara, akhirnya ekormu akan menghasilkan ekor juga" tandas papa Suryo. Bara pun tertawa. Ternyata kado yang diberikan oleh Bara dan juga Yasmin adalah foto hasil USG Yasmin.
Mayong dan Maya datang belakangan karena masih ke kampus dulu untuk mempersiapkan pendidikan Maya. Kedatangan keempat batita semakin menambah ramai mansion papa Suryo. Meski masih kecil, Raja sangat menjaga ketiga adiknya yang tak jarang membuat rusuh rumah. "Lihatlah Raja, dia seperti copianmu Mayong" ucap papa Suryo bahagia melihat tingkah polah cucunya itu. Mayong tertawa mendengarnya.
__ADS_1
"Akhirnya ada pelangi setelah hujan"