
#Sejenak kita tinggalin Mayong dan Maya yaa, biar Maya menikmati emesisnya dulu# sesuai reques kita hadirkan Bara dan Yasmin💝
Yasmin menyusul Maya ke kota S untuk melanjutkan kuliah juga. Keluarga yang pas-pas an tidak menyurutkan niat Yasmin untuk melanjutkan pendidikannya. Kalau Maya kuliah, dengan beasiswa sepenuhnya. Tapi bagi Yasmin, yang hanya dengan otak pas-pasan (menurut Yasmin sendiri lho ini..he..he...) harus mengumpulkan modal dulu untuk biaya kuliahnya.
Sepeninggal Maya kuliah, Yasmin fokus untuk mengembangkan online shopnya. Dengan berbekal modal minim, dan ketekunan selama dua tahun Yasmin berhasil membuat online shopnya sehingga menghasilkan omset yang tidak sedikit. Dibantu oleh dua temannya, online shop semakin berkembang. Yasmin juga mulai belajar mendesain baju secara otodidak. Walau hasil kadang kurang memuaskan, Yasmin tetap berusaha.
__ADS_1
Setelah dua tahun berjibaku dengan online shop dan tabungan yang sudah lumayan. Yasmin nekat menyusul Maya ke kota S, untuk melanjutkan pendidikan dan meneruskan usahanya. Yasmin menyewa dua kamar kost. Untuk tempat kost yang didapat menyerupai sebuah rumah petak. Lokasi berada di pinggir jalan, sehingga memudahkan Yasmin meneruskan usaha online shop dan mulai membuka butik kecil-kecilan. Yasmin mengambil program diploma fashion design. Waktunya banyak tersita untuk kegiatan kuliah dan mengembangkan usahanya. Sampai sekarang dengan bantuan Mayong, dan keterlibatan Bara di dalamnya Yasmin mempunyai butik di sebuah mall terkenal. Mall yang masih berada di bawah naungan Dirgantara Group. Bara bahkan sudah sangat tahu perjuangan sang calon istrinya itu. Karena keinginan kuat Yasmin jugalah, yang membuat acara lamarannya diundur. Karena Yasmin masih fokus untuk mengembangkan usahanya. Bara hanya bisa pasrah menuruti keinginan Yasmin. Walau bullyan kakaknya sering diterima Bara.
Bara yang dari awal, tidak ingin istrinya seprofesi dengannya. Walau akrab dengan Maya semenjak kuliah, Bara hanya menganggap Maya sebagai seorang adik. Karena Maya mengingatkan Bara akan Mama Gayatri. Yang ternyata Maya adalah putri kandung Mama Gayatri-nya. Semenjak Maya sering mengajak Bara untuk mengunjungi Yasmin, mulailah terpatri rasa suka Bara ke Yasmin. Bara dan Yasmin mulai akrab satu sama lain. Selain dengan Maya, hanya Yasmin lah yang dapat melihat sisi konyol Bara. Bara dan Yasmin secara resmi jadian, sesaat setelah Mayong melamar Maya. Bara tak ingin main-main dalam menjalin sebuah hubungan. Tapi karena saat itu Yasmin belum siap, maka barulah sekarang acara lamaran yang diidamkan Bara terealisasi.
"Begini pak Santoso, saya selaku papanya Bara. Dalam acara ini secara resmi ingin menyampaikan keinginan putra saya Bara Saputra Suryolaksono untuk meminang putri bapak yang bernama Yasmin Melati Sukma. Bagaimana pak?" ucap papa Suryo berdiplomasi. "Baik pak Suryo. Kami sekeluarga menyambut baik keinginan nak Bara untuk meminang putri kami. Tapi alangkah lebih baik lagi kalau kita tanya langsung ke Yasmin" ujar pak Santoso. Semua menoleh ke Yasmin. Mayong terkekeh sendiri karena mengingat proses lamarannya dulu dengan Maya. Jangankan situasi syahdu seperti ini, acara lamarannya bahkan jauh dari kata romantis. Malah terkesan acak adul. "Pasti lagu mengingat lamaran kita ya yank" bisik Maya. Mayong hanya mengangguk dan tersenyum sendiri. Mayong dengan jas nya yang tidak berganti dari pagi, Maya masih pake seragam kebesarannya. Mayong sampai menepuk jidatnya sendiri, mengenang acara itu. Maya pun ikut ketawa.
__ADS_1
Sementara Bara menampilkan ekspresi datarnya menunggu jawaban sang pujaan hati. Walau dalam hati was-was juga menunggu suara Yasmin memberi jawaban. Semua yang hadir pun sama dengan Bara ikut was-was. Yasmin akhirnya bersuara, "Aku terima lamarannya Yah". Semua bernafas lega mendengarnya. Bara tersenyum bahagia. Papa Suryo melanjutkan, "Karena sudah diterima. Bagaimana kalau kita langsung ke intinya saja. Begini pak Santoso, kami dari keluarga Suryolaksono ingin agar pernikahan ini dipercepat. Tapi kalau masalah waktunya, saya pasrahkan ke keluarga pak Santoso, tapi bagaimana kalau dua minggu lagi?" Tentu papa Suryo membicarakan acara pernikahan Bara sedikit berbeda dengan acara pernikahan Mayong dulu. Waktu Mayong, yang menjadi besannya adalah sahabatnya sendiri Abraham. Gaya bicaranya tentu tidak seresmi ini. Walau tujuannya sama, membicarakan pernikahan. "Dua minggu lagi Pa?" sela Bara. Bara juga ikut terkaget dengan rencana papa Suryo. Mayong hanya terkekeh melihat Bara, "Sudah pasrah aja dengan kemauan papa. Lagian semakin dipercepat, untung juga ada di kamu Bar. Tambah cepet enak-enak" ledek Mayong sambil berbisik. "Surat-suratmu juga sudah diurus sama asistenku, si Doni" ucap Mayong lagi. Pak Santoso yang sudah tau siapa pak Suryolaksono calon besannya menyetujui untuk melaksanakan pesta pernikahan dua minggu lagi. Tapi pak Santoso meminta untuk acara akad nikah dilangsungkan di kediaman pengantin wanita. Papa Suryo juga setuju. Untuk resepsi papa Suryo juga setuju bila dilaksanakan di kota A, tempat tinggal Yasmin sekarang. Papa Suryo sangat menghormati keluarga besar pak Santoso. Yasmin dan Bara hanya bisa saling pandang. Ini baru kejutan awal. Pasti akan ada kejutan-kejutan lain yang menyusul. Pikir Bara. Bara yang sudah tahu keabsurdan keluarganya hanya bisa geleng-geleng membayangkan. Acara lamaran berlangsung sukses. Dan sudah mendapat keputusan, kalau acara akad nikah dan resepsi diadakan dua minggu lagi dan dilangsungkan di kota A tempat tinggal keluarga besar Yasmin. Seserahan sudah dipindahtangankan ke keluarga Yasmin. Papa Suryo yang baru bertemu pertama kali dengan pak Santoso, berusaha mengakrabkan diri dengan keluarga calon besannya. Raja yang berceloteh tanpa makna, menambah suasana semakin ramai.
Setelah dirasa cukup, keluarga Suryolaksono pamitan. Rombongan mobil berjalan beriringan. Pak Santoso bernafas lega, setelah keluarga sang calon besan undur diri. "Ayah tak meyangka nduk, akan menjadi besan keluarga super kaya itu. Ternyata mereka begitu baik, tidak seperti yang ayah bayangkan" ucap pak Santoso. "Bener kan apa yang Yasmin ceritakan Yah" Yasmin menimpali. "Kamu sebaiknya nggak usah balik dulu ke kota S, fokus saja ke persiapan nikah kamu. Lagian kamu juga kan nggak boleh bertemu dulu dengan nak Bara" tukas pak Santoso. "Terus persiapan baju-bajuku gimana Yah, semua belum jadi" ucap Yasmin dilema. Semau baju untuk acaranya memang dipersiapkan sendiri oleh Yasmin. "Asistenmu kan bisa ngelanjutin" tegas pak Santoso.
#to be continued#happy reading 🤗
__ADS_1