
Yasmin memandang Bara dan juga Maya bergantian. "Bee, ada apa?" tanya Yasmin. "Bar, kalau aku lihat kehamilan Yasmin kan baru berjalan delapan sembilan mingguan. Tapi kalau melihat USG ini banyak gambaran sel-sel seperti buah anggur" jelas Abraham. "Kehamilan anggur Om atau tepatnya kehamilan mola?" sergah Bara. "Tepat analisamu" sahut Abraham. Bara terduduk lemas dengan tangan tetap memegang erat tangan istrinya. "Ada apa bee? Aku perlu penjelasan ini" tukas Yasmin menatap tajam suaminya itu.
Abraham membiarkan Bara sendiri yang menjelaskan ke Yasmin. "Begini bee, kehamilanmu ini terjadi tidak seperti biasanya. Jadi sel-sel yang harusnya membelah menjadi seorang bayi, tapi pada kasusmu ini beda. Sel-selnya membentuk seperti buah anggur, seperti yang terlihat di monitor itu" tunjuk Bara. "Terus bayinya kemana?" cegat Yasmin. "Kosong, tidak ada bayinya" ucap Bara hampa. Maya masih terdiam, ikut bersedih juga dengan keadaan sahabat sekaligus adiknya itu. Yasmin mulai menangis. "Terus kita harus bagaimana Bee?" tanya Yasmin yang belum bisa berpikir.
Ayah Abraham akhirnya menjelaskan apa yang akan dilakukan terhadap kehamilan Yasmin itu. Papa Suryo dan mama Clara masih terdiam mendengarkan. "Yasmin, untuk kehamilanmu ini musti harus segera dibersihkan. Tindakan curretage adalah yang paling tepat, sebelum terjadi perdarahan. Dan Bara, kemungkinan untuk tindakan pembersihan bisa dilakukan beberapa kali. Kamu tau sendiri kan, gimana prognose kehamilan mola" jelas Abraham. "Tindakan mau dilakukan di mana? Sebaiknya sih di rumah sakit saja" usul Maya. "Abraham, resikonya bagaimana?" sela papa Suryo. Yasmin masih syok mendengarkan penjelasan Abraham. Bayi yang sangat diinginkannya ternyata tidak membelah sempurna. Yasmin mengelus perut yang bahkan belum terasa membesar itu. Bara hanya bisa menguatkan mental istrinya. "Kita bersiap saja bee, sesuai yang disampaikan om Abraham. Allah pasti lebih tau apa yang tepat diberikan kepada makhluknya" ujar Bara. Air mata Yasmin akhirnya luruh juga.
Akhirnya Bara mengajak Yasmin ke Suryo Husada untuk diambil tindakan di sana. Sementara Maya dan Mayong kembali dulu ke mansion untuk mengantarkan baby 3G dan juga abang Raja. Selanjutnya mereka segera menyusul Bara dan Yasmin ke Suryo Husada. Tindakan curretage dilakukan oleh dokter Anita, yang semenjak Maya keluar dari Suryo Husada telah menikah dengan Alex. Pembiusan dilakukan sendiri oleh Bara.
__ADS_1
"May, sesuai yang dibilang ayahmu tadi. Apa benar tindakan ini tidak hanya sekali?" tanya papa Suryo yang ikut mengkhawatirkan keadaan Yasmin. "Ya tergantung Pah, kalau sekali sudah bersih ya tidak perlu dilakukan lagi. Tapi untuk kasus Yasmin ini, satu bulan pasca tindakan biasanya akan di cek kadar hormon kehamilan dalam darah. Jika masih tinggi, maka tindakan seperti ini perlu dilakukan lagi. Jika beberapa bulan pasca tindakan, kadar hormon kehamilan dalam darah meningkat tajam maka dipastikan hal itu berubah menjadi keganasan" jelas Maya. "Bagaimana bisa begitu?" sela Mama Clara. Maya pun akhirnya menjelaskan semua tentang kehamilan anggur yang dialami Yasmin itu. "Sebaiknya kita berdoa saja semoga Yasmin dalam keadaan baik-baik saja" sela Mayong di tengah pembicaraan itu.
Semua terdiam saat Bara keluar dari ruang bedah. "Bagaimana??" tanya papa Suryo penuh selidik. Tampak gurat lelah di wajah Bara. "Semua sudah dilakukan Pah, Yasmin masih belum sadar. Doakan aja, semoga sudah tidak perlu tindakan seperti ini lagi" ujar Bara. "Kak, aku masuk ya. Ingin lihat keadaannya" ijin Maya. Bara mengangguk. Maya masuk sendiri ke ruang bedah, sementara Mayong duduk di samping adiknya dan menepuk bahu Bara untuk menguatkan. Maya melihat Yasmin yang belum sadar sepenuhnya di ruang recovery, "Cin, semoga kamu kuat ya" ucap Maya lirih. Terlihat air mata menetes di mata Yasmin yang masih terpejam. Maya pun mengambil tisu untuk mengeringkan air mata yang meleleh di pipi Yasmin.
Mayong dan Maya undur diri duluan, karena ditelpon Rani baby sitter Raja kalau baby 3G rewel. "Bar, Pah, Mah aku pulang dulu ya" pamit Mayong. "Kamu yang kuat Kak, biar Yasmin juga kuat dan nggak lama-lama sedihnya" imbuh Maya.
Mayong pun memulai ritualnya itu di kamar mandi kamar utama. Bahkan ASI Maya nampak keluar menetes lumayan deras akibat hisapan papa R3G itu. "Di kamar aja yuk" ajak Mayong. Tanpa menunggu jawaban, Mayong menggendong Maya ke tempat tidur yang pintunya sengaja dikunci Mayong sebelumnya. Mayong akhirnya buka puasa setelah menahan yuniornya bermain selama dua bulan lebih. "Makasih yank" ucap Mayong setelah menyelesaikan ritualnya. Mayong menyiapkan air hangat untuk mandi istrinya itu. Mereka mandi bersama tanpa melakukan reka ulang adegan..he..he...karena beberapa kali pintu telah diketuk oleh Rani dan bi Inem bergantian.
__ADS_1
Maya keluar kamar utama menuju kamar baby 3G. Ghina nampak masih belum tidur, sementara dua saudarinya telah terlelap. Maya mengambilnya dari box dan segera menyusuinya. Selama menyusui Maya mengajak ngobrol Ghina. Bayi itu nampak senang. Setelah kenyang, Ghina pun terlelap. Maya tetap mengambil Ghalya dan Ghania untuk disusui. Meski tertidur mereka tetap menghisap dengan kuat pabrik ASInya. Mayong masuk tepat saat mereka menyusu. "Kalian kuat sekali seperti papa" gurau Mayong. Maya hanya terkekeh menanggapi. "Sambil makan ya yank, kusuapi" Mayong menawari. "Tau aja kalau lagi lapar" tukas Maya. "Ya taulah, baru satu ronde yank" imbuh Mayong tertawa. Sementara Maya hanya melongo. Siap-siap menghadapi kemesuman sang suami, batin Maya.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
***to be continued
mungkin hanya tinggal beberapa part menuju tamat 🤗🤗😊***
__ADS_1