
Tepat dua minggu setelah acara lamaran, Bara sudah bersiap. Rombongan keluarga Suryolaksono telah datang di kota A tepat sehari sebelumnya. "Bar, nggak sarapan nih. Masih jam sembilan loh acaranya?" seru Mayong dari balik pintu kamar sebelah. "Kak, ke sini sebentar?" panggil Bara serius. "Yank, aku ke kamar Bara bentar" pamit Mayong ke sang istri. "Kak, tolong pegang keningku, badanku kok rasa panas dingin ya. Jangan-jangan aku kena thypoid??" ucap Bara saat Mayong tiba di kamarnya. "Heleh, itu sih syndrom calon pengantin Bar. Nggah usah hiperbola. Biasa aja kali" sergah Mayong. "Beneran kak, aku juga bolak balik ke kamar mandi lho ini" tambah Bara. Mayong hanya tertawa menanggapi Bara. "Sudah latihan belum bacaan ijab kabulnya??? Jangan sampai gagal loh" ulas Mayong. Bara mengangguk.
"Bar, sarapan dulu sana. Pengantin harus banyak asupan gizi loh. Hari ini pasti akan terkuras energimu" seru Mayong setengah meledek. Drama sudah dimulai, batin Bara. Bara hanya terdiam, tak meladeni Mayong. "Kak Bara, kok masih belum mandi?" ucap Maya yang menyusul sang suami ke kamar Bara. "Wah, duo M sudah komplit nih!!" celetuk Bara. Mayong dan Maya saling pandang penuh arti. Saatnya balas dendam di malam pertama, batin Mayong. Maya mengedikkan sebelah mata ke arah sang suami. "Kalian ngapain, senyum-senyum? Kayaknya ada yang nggak beres nih" sergah Bara mulai curiga. "Yeiiii, negatif thinking aja. Orang mau bantuin malah dicela" Maya mencebik. "Sudah-sudah kalian keluar dulu, aku mau mandi" Bara mengusir Mayong dan Maya.
Rombongan keluarga Suryolaksono sudah meluncur ke tempat acara, yaitu kediaman Yasmin. Ayah Abraham pun turut serta. Raja nampak tambah imut memakai jas yang senada dengan sang papa. Maya nampak anggun dan menggandeng mesra sang suami. Sementara sang mempelai wanita, Yasmin Melati Sukma tampil cantik memukau dengan kebaya putih rancangannya. Bara menatap takjub sang calon istri. "Bar, awas netes!" Bisik Mayong dari belakang Bara. Papa Suryo dengan penuh wibawa dan mama Clara tampak menggandeng mempelai pria.
__ADS_1
"Bar, yang tenang. Nggak usah nervous" bisik mama Clara menenangkan sang putra. "Iya Mah" ucap Bara. Mama Clara mengelap tangan putranya yang lembab oleh keringat dingin. "Kak, mendingan akad nikah apa dapat pasien intubasi an?" Maya mencoba mengurai kegugupan Bara. "Mending dapat pasien intubasi aja deh May, kalau yang ini senam jantungnya beda versi" tukas Bara terkekeh. "Siap-siap juga buat ntar malam Bar. Jantungmu pasti akan lebih sehat lagi" goda Mayong. "Sudah-sudah. Itu sudah mau dimulai acaranya" Mama Clara menengahi.
Maka acara akad nikahpun dimulai. Semua duduk khidmat. Bapak penghulu memulai acara sakral itu. "Bagaimana pak Santoso, tuan Bara sudah siap?" tanyanya. Yasmin sudah duduk bersanding di samping Bara. Pak Santoso dan Bara saling menjabat tangan. Pak Santoso, "Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda Bara Saputra Suryolaksono bin Suryolaksono dengan anak saya yang bernama Yasmin Melati Sukma dengan mas kawin berupa seperangkat alat sholat dan uang tunai 240.622 dolar Amerika.
Bara menjawab dengan lantang dan satu kali tarikan nafas, "Saya terima nikah dan kawinnya Yasmin Melati Sukma Binti Santoso dengan mas kawin tersebut dibayar tunai". "Bagaimana saksi?"...terdengar kata sah secara bersamaan. Terlihat helaan nafas panjang Bara. Sementara tamu yang lain heboh menghitung mas kawin Yasmin jika dirupiahkan nilainya berapa..he..he...
__ADS_1
Acara resepsi akan dilaksanakan di hotel tempat keluarga Suryolaksono menginap. Siapa yang mempersiapkan? Tentu saja Doni sang asisten Mayong. Meski sudah ada wedding organizer yang dibooking, untuk segi keamanan Mayong tak akan mempercayakan ke orang lain selain Doni. Doni yang sibuk wira wiri di gedung, mengatur orang sampai tak tahu kalau bos besarnya datang. "Gimana Don? Sudah siap semua?" tanya Mayong menepuk bahu Doni. Mayong baru datang dari acara ijab kabul adiknya. "Belum tuan, masih sembilan puluh persen" sahut Doni. "Kok bisa? Acara kan tinggal nanti malam. Ini sudah siang menjelang sore lho Don, yang sepuluh persen gimana???" suara Mayong sedikit meningkat karena persiapan masih kurang. "Sepuluh persennya, tinggal nunggu mempelai duduk di pelaminan sana tuan. Menyalami para tamu" tukas Doni sekenanya. "Ooohhhhhh dasar kamu" umpat Mayong. Doni tertawa.
Acara resepsi berlangsung lancar. Tamu yang hadir sebagian besar adalah keluarga besar Yasmin. Sedangkan tamu undangan dari keluarga Suryolaksono memang sengaja dibatasi. Keluarga besar rumah sakit Suryo Husada juga diundang oleh Bara. Mayong yang menggendong sang putra dan Maya menjadi among tamu. Mayong yang memakai beskap dan blangkon senada dengan Raja menambah aura ketampanan masing-masing. Sementara Maya memakai kebaya modern yang serasi dengan Mayong dan Raja. Keluarga besar rumah sakit Suryo Husada datang dengan diawali oleh pak Bambang selaku direktur. Mayong mempersilahkan pak Bambang dan jajaran masuk ke aula tempat resepsi diadakan. Nina, Alex dan Anita datang paling belakang. "Dokcan, cantik sekali hari ini" puji Nina menyalami Maya. "Emang sebelumnya nggak cantik?" bisik Maya. "Nin, mau jadi obat nyamuk ta kamu?" lanjut Maya. "Nggak apa-apa dok, yang penting dapat tumpangan" Nina berlalu sambil nyengir.
Setelah Alex dan yang lain masuk, Maya berbisik ke Mayong. "Yank, aku ke toilet dulu. Perutku mual banget" pamit Maya. "Aku antar" bilang Mayong. "Jangan yank, kamu temani yang lain untuk terima tamu" tolak halus Maya. "Nggak ada penolakan" titah Mayong. Maya hanya bisa cemberut mendengar reaksi suaminya. Bara dan Yasmin dengan tertawa sumringah menyambut para tamu, tidak terkecuali Alex dan rekan-rekan kebidanan. "Selamat bro, akhirnya sold out juga" ujar Alex. "Habis ini kau susul ya, kutunggu di perempatan depan" gurau Bara. "Ha..ha...ha...kau bisa aja" Alex meninju lengan Bara. "Lex, targetin di belakangmu tuh. Jangan berharap dengan kakak iparku" arah mata Bara menuju ke Anita. "Ha...ha...kau tau aja Bar. Tapi perasaan nggak bisa dipaksakan" celetuk Alex. "Awas saja kau" ancam Bara. Setelah puas berselfi dengan mempelai, Alex dan rombongan turun.
__ADS_1
Sementara di depan toilet, Mayong sedikit cemas dengan Maya yang tak keluar-keluar. "Sayang, gimana keadaan kamu? Kalau nggak kuat kita naik aja, istirahat di kamar" teriak Mayong. "Eh tuan, tolongin di dalam ada yang pingsan" celetuk seorang wanita yang barusan keluar dari toilet dengan tergopoh-gopoh. Mayong langsung masuk ke toilet wanita itu tanpa babibu. Didapatinya sang istri tergeletak di toilet itu.
#to be continued#happy reading 😊💝