
Sudah bisa ditebakkan apa yang terjadi di kamar mandi selanjutnya? Bara tidak mungkin menganggurkan Yasmin...he..he... Selama ada kesempatan, gempur terus, batin Bara. Selesai mandi dengan hanya memakai bathrobe, "Bee, gendong" ucap Yasmin manja. Bara tertawa, "Nyonya Bara Saputra Suryolaksono bisa manja juga. Ayo lekas, siapa takut" Bara mendekat dan dengan menggendong sang istri. Yasmin tertawa, "Ternyata kamu kuat juga menggendongku bee" tukas Yasmin dalam gendongan Bara. "Wah, ada yang ngeremehin Bara nih. Gimana kalau kita ulang yang di kamar mandi tadi?" ucapnya terkekeh. Yasmin meninju lengan Bara yang menggendongnya, "Nggak capek apa???" "Mana ada bee, yang ada aku ingin mengulang dan mengulangnya lagi. Ternyata enak juga menikah" seloroh Bara, menurunkan istrinya di sofa kamar.
"Bee, habis ini aku mau berberes ya. Besok kita pulang kan?" ujar Yasmin. "Mau diperpanjang apa gimana? Kan tinggal ijin kak Mayong sama pak Bambang aja" tukas Bara. "Ah, nggak gitu kali. Aku nanya hanya ingin memastikan aja" elak Yasmin. Bara tertawa menanggapi. "Kirain mau diperpanjang. Aku sih oke aja bee" tambah Bara. "Maunya" cibir Yasmin.
Sekembalinya dari Maldives, Bara dan Yasmin menyempatkan mampir ke mansion papa Suryo. Di halaman terlihat mama Clara sedang bermain dengan Raja yang latihan berjalan. "Hai Raja, wah...wah...handsomenya ponakan om Bara. Sini...sini...om punya oleh-oleh nih" Bara memperlihatkan sebuah mainan yang sengaja dibelinya untuk Raja. Raja menoleh dan tertawa senang. "Paa...pa...pa...." Raja mendekat ke arah Bara. Saat sudah bisa menjangkau Bara, Raja tertawa-tawa. "Horee, Raja sudah bisa jalan" Bara menggendong keponakannya yang terlucu itu.
Yasmin duduk dekat dengan mama Clara, "Masuk aja dulu Yasmin, pasti kamu capek" seloroh mama Clara. "Iya Ma, tadi kak Bara ingin mampir ke sini dulu" tukas Yasmin. "Nginap aja malam ini di sini, pasti kamu capek Yasmin. Tuh lihat mata pandamu sungguh kelihatan. Pasti Bara tak membiarkan kamu tidur nyenyak" pinta Mama Clara. "Bar, malam ini nginap aja di sini, besok baru balik. Mayong dan Maya juga masih di sini" jelas Mama Clara. "Yasmin ikut apa kata kak Bara aja Mah" jawab Yasmin. "Oke Mah" teriak Bara karena lagi asyik main dengan Raja.
__ADS_1
"Maya ke mana Mah, kok nggak kelihatan?" Yasmin menengok kanan kiri mencari keberadaan kakak iparnya sekarang. "Maya tadi pamit ada operasi. Paling datang bentar lagi" seloroh mama Clara. "Baiklah Mah, karena mau nginap di sini. Aku pamit ke kamar dulu ya" Yasmin beranjak dan masuk ke mansion. Mama Clara mengangguk dan ikut beranjak mendekati Raja yang asyik bermain dengan Bara. "Bar, sudah sana istirahat dulu. Raja biar sama mama. Lagian Raja juga waktunya mandi nih" mama Clara mengambil Raja yang berada di pangkuan Bara. "Biar kugendong aja Mah, kangen juga aku ni sama bocil..he..he..." Bara menciumi pipi embul Raja.
Saat hendak beranjak masuk mansion, mobil Mayong masuk. Mayong turun dan mendatangi sang adik yang baru datang, "Kapan datang Bar?"
"Barusan, ni aja baru mau masuk" tukas Bara. "Pa....pa....pa...." Raja berusaha menggapai papa Mayong. "Anak papa mau ikut ya, bentar papa cuci tangan dulu ya. Ayok masuk!!!" ajak Mayong. Raja menangis mengira papanya meninggalkannya. Bara sekarang yang kewalahan menghadapi Raja yang sèdikit tantrum saat itu. "Bentar...papanya kan lagi cuci tangan nak" Bara membujuk sang keponakan. Setelah cuci tangan, Mayong kembali mendatangi Raja. "Sudah, ayo sini ikut papa. Mandi sekalian yaa??" ajak Mayong. Raja kembali ceria dalam gendongan papanya. "Huh, kalau udah ketemu pawangnya langsung diam dia" ucap Bara menyusul Yasmin.
"Mah, Maya belum datang ya?" tanya Mayong yang belum melihat istrinya. "Belum tuh, operasi nyambung kali" seloroh mama Clara. "Ran, Rani....." panggil Mayong. "Iyaa..tuan" Rani datang dengan tergopoh. "Bisa minta tolong mandiin Raja????" perintah Mayong. "Baik Tuan, airnya juga sudah kusiapkan ni tadi" Rani menjawab dengan sopan. "Raja ikut mba Rani dulu ya. Nanti kalau sudah bersih ikut papa lagi" Mayong menyerahkan Raja ke Rani.
__ADS_1
Sementara di rumah sakit, Maya sedang melakukan operasi angkat kandungan karena perdarahan banyak berlanjut pasca operasi caesar dengan pasien sedikit obesitas. Karena timbunan lemak yang menempel di usus. Maya sedikit kesulitan melakukan tindakan. "Maaf ya dok, agak lama ini. Saya agak kesulitan karena lapangan operasi sedikit ketutup lemak" Maya meminta maaf ke dokter Anesthesi baru yang bernama Agus, yang didatangkan Mayong saat Bara berangkat bulan madu. "Siap dokter Maya, santai aja. Keadaan pasien juga stabil kok" jelasnya. Akhirnya setelah berusaha keras, Maya bisa menyelesaikan operasinya.
Tepat Maya selesai cuci tangan, telpon ruangan berbunyi. Seorang perawat mengangkatnya, "Halo, dokter Maya. Baik akan saya sampaikan" ujarnya. "Nyari aku mas???" selidik Maya. "Iya dok, Ruang Bersalin. Menginformasikan kalau ada pasien curiga keguguran. Konsulan sudah dikirim ke ponsel dokter" jelasnya. "Baiklah" ucap Maya ramah. Maya menghubungi ruang bersalin melalui ponselnya, "Mba, aku meluncur ruang bersalin. Siapkan USG nyonya A yang dikonsulkan barusan" perintah dokter Maya. Sekilas Maya membuka aplikasi pesannya lagi, dan membaca pesan suaminya. "Bentar ya yank, mau lanjutin periksa di ruang bersalin. Love you too" balas Maya ke nomer suaminya.
Ternyata hasil USG menunjukkan ada sisa yang harus dibersihkan dengan curretage. "Pasien sudah dipuasakan belum? Kalau belum tindakan aku tunda besok pagi ya" jelas Maya. "Iya dok, maaf pasien barusan makan ni tadi" tukas Anisa yang jaga sore ini. "Oke, fix aku pulang ya. Puasakan pasien minimal enam jam sebelum tindakan. Jangan lupa infokan ke dokter Agus ya untuk anesthesinya" Maya mengingatkan. "Besok sudah dengan dokter Bara loh dok" Anisa mengingatkan bos nya itu. "He...he...baiklah mba. Aku pulang ya. Besok acarakan jam delapanan aja ya???" pinta Maya. "Siap lapan enam dokter" Anisa tertawa, begitupun juga dengan Maya.
Maya berjalan di koridor rumah sakit, sedikit terlonjak dengan tepukan halus di bahunya. "Surprise....." Mayong mengagetkan istrinya. "Aduh yank, untung istrimu ini tidak jantungan" Maya mengelus dadanya. Mayong tertawa, "Abis lama kali nungguin di rumah" terang Mayong. "Terus pak Amin?" selidik Maya. "Sudah kusuruh pulanglah" seloroh Mayong, berlanjut menggandeng tangan istrinya.
__ADS_1
π»π»π»π»π»π»π»π»π»ππ
to be continued, happy reading π