Obgyn Kesayangan CEO

Obgyn Kesayangan CEO
Part 110


__ADS_3

Mayong dan Maya berjalan di mana mobil terparkir. "Yank, kita makan di luar yuk" ajak Mayong. "Kok makan di luar, ntar papa sama mama nungguin kita gimana?" tukas Maya. "Jangan kuatir, lagian saat ini Bara sama Yasmin juga nginap di mansion" jelas Mayong. "Wah, tambah rame dong di sana. Pulang aja yuk" ucap Maya semangat. "Padahal ku sengaja jemput tadi karena ingin makan malam berdua dengan istri cantikku yang sibuknya luar biasa ini" jelas Mayong. "Baiklah, tapi sesuai yang aku mau ya sekarang" Maya tertawa, karena keinginannya bakal terkabul. "Emang kamu maunya apa yank, jangan bilang kalau mau sate tahu seperti hamilnya Raja dulu?" tanya Mayong. "Nggak kok, tapi sate ayam Ponorogo kayaknya enak juga" Maya sudah mulai membayangkan menikmati sate dengan bumbu kacang dan juga taburan bawang merah plus irisan daun jeruk nipis itu, bahkan sampe netes tuh ilernya. Mayong mengambilkan selembar tisu, "Lap tuh ilermu...he...he...." Tapi belinya di mana? Kamu tau nggak tempatnya sayang?" Dan dijawab gelengan oleh Maya. "Walah....walah...alamat muter-muter ini" Mayong bergumam lirih.


"Wait yank, aku coba cari di mbah gogel dech" ucap Maya. Maya menscroll layar ponselnya untuk mencari tempat yang jualan sate ayam yang dimaksudnya. "Hore..ketemu" teriak Maya bahagia. "Sebutin di mana lokasinya" seloroh Mayong. Maya menyebutkan nama sebuah jalan seperti yang tertulis di ponselnya. "Waduh, itu kan jalan belok kanan perempatan yang telah kita lewati tadi yank" tukas Mayong. Mayong memutuskan putar balik, karena tempat itu yang terdekat jangkauannya. Maya memberi arahan, sesuai yang diaplikasinya. "Wah, depan itu yank kayaknya. Rame banget yang beli" gumam Maya. "Nggak papa, paling juga nanti pulang tengah malam" canda Mayong. "Biar aku aja yang turun, kamu nungguin aja di mobil" saran Mayong yang melihat antrian pembeli mengular panjang. "Nggak ah, ikut turun aja. Bisa bosen aku di dalam" tolak Maya.


Ponsel Mayong berdering di tengah-tengah antrian, "Halo Pa. Ini masih antri, Maya ingin beli sate" jelas Mayong. "Oh ya sudah. Ini Raja juga sudah tidur sama oma-nya. Kirain Maya belum selesai operasinya. Ayah Abraham juga barusan sampai" kata papa Suryo. "Oke Pa" Mayong menutup panggilan dari papanya. Akhirnya sampailah giliran Mayong dan Maya. "Bang, sate nya lima puluh tusuk ya, pedesnya disendiriin aja" Maya memesan. Pedagang itu menoleh karena seperti mendengar suara yang pernah dikenalnya. "Eh, bu dokter Maya kan?" ucapnya penuh selidik. Maya meninggikan sebelah alisnya, mengamati orang itu. Apa aku yang lupa ya? batin Maya. "Lupa ya dokter, saya suami pasien yang waktu melahirkan mengalami perdarahan dan sampai operasi angkat kandungan. Yang waktu memutuskan operasi saya sempat dimarahi oleh dokter karena sedikit terlambat memberi persetujuan" jelasnya sambil mengipasi sate. "Oh iya kah? Kabar istrinya sekarang gimana bang?" Maya masih belum ingat dengan pasien tersebut. "Alhamdulillah dokter, ibu sehat, bayinya juga sudah belajar tengkurap" tuturnya. "Alhamdulillah, salam buat keluarga ya pak" tukas Maya. "Satenya tolong dimatengin bener ya bang" pinta Maya. Abang sate mengangguk, "Siap dokter". Maya tergelak. Mayong memperhatikan interaksi Maya dengan penjual sate itu. Sementara pembeli lain hanya terpana dengan pasangan couple itu. Cantik dengan tampan, sungguh serasi. Mayong hendak membayar sate yang sudah siap. "Tidak usah tuan, ini saya berikan ikhlas buat dokter Maya. Budi baiknya tidak akan mampu saya balas hanya dengan lima puluh tusuk sate ini" ulas abang sate. "Baik bang, saya terima satenya. Menolak rejeki juga tidak baik kan? Tapi tolong terima uang ini, anggap saja saya mentraktir pembeli lain" ucap Mayong sambil memberikan seratus ribuan dua puluh lembar. "Kebanyakan ini tuan?" abang sate hanya melongo. "Anggap aja rejeki anak istri di rumah bang. Makasih ya!!!! Mayong dan Maya berlalu.


Maya tersenyum saat masuk mobil. "Napa senyum-senyum yank?" tatap Mayong. "Rasa puas dan syukur ini tak bisa diungkapkan dech yank. Saat melihat pasien-pasien berhasil diselamatkan melalui tangan kita" tutur Mayong. Mayong mengelus kepala sang istri, "Siap bu dokter cantik. Jaga juga anakku yang ada di sini ya" tangan Mayong pindah mengelus perut istrinya. Mobil berjalan menembus kemacetan.

__ADS_1


Mayong dan Raja baru sampai di mansion jam delapan malam. Mereka menghampiri papa, ayah dan juga Bara yang lagi duduk santai ngobrol. "Raja sudah tidur ya Pah?" tanya Maya. "Sudah, lagi tidur sama oma-nya tuh. Jangan dipindahin ya. Kasihan Raja, sudah pulas banget dia" imbuh papa Suryo. Maya hanya bisa mengiyakan. "Wah, Bar kapan datang? Sukses belum terobosannya?" canda Mayong. "Bara gitu loh, hajar terus" ucap Bara menepuk-nepuk dadanya.


"Abis ini paling juga Maya yang akan kamu repotin Bar" sela ayah Abraham. "Kok bisa?" Bara merasa aneh.


"Ya iyalah...kalau istrimu hamil, sapa lagi yang kau tuju" celetuk papa Suryo. "Betul juga Pah..ha...ha.....Kalau ada yang gratis, ngapain musti bayar" Bara tergelak. Alhasil sebuah lemparan remot tepat mengenai pahanya, "Sakit bos, main lempar aja" gerutu Bara. Mayong dengan santainya menggandeng Maya, "Makan yuk, daripada di sini dimintain gratisan" Mayong ikutan meledek sang adik.


Saat ada perdebatan kecil suami istri itu, Yasmin turun dari lantai atas. "Hai semua, apa kabar?" sapanya. Mayong dan Maya menoleh ke sumber suara dengan kompak. "Cin, sini-sini. Makan bareng yuk" ajak Maya dengan senang. "Aku sudah makan tadi, ini cuma mau ambil minum" Yasmin membuka pintu kulkas. "Ayolah" rajuk Maya. Yasmin akhirnya nimbrung juga di meja makan. "Nih, mau nggak?" Maya menawari sate yang ada di depannya. Mayong yang sudah menyelesaikan makannya, "Yank aku gabung sama para lelaki di sana ya" dan dijawab anggukan Maya.

__ADS_1


"Cin, gimana sakit tapi nikmatnya??? Sukses belum? Sudah kebobolan berapa kali gawangnya?" selidik Maya penuh maksud. Yasmin hanya tersenyum malu mendengar keabsurdan sahabatnya itu. Pertanyaan Maya bahkan tanpa tedeng aling-aling lagi (to the point maksudnya..he..he..). "Kalau lihat mata pandamu itu, pasti kak Bara menghajarmu habis-habisan deh Cin...ha...ha...." Maya terbahak. Yasmin sampai tak bisa mengolah kata untuk menjawab gurauan Maya.


💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝


**Makasih dear sudah kasih like, komen, hadiah ataupun vote. Love U fulll 😊


to be continued, happy reading**

__ADS_1


__ADS_2