
Pasien dipindahkan ke ruang pemulihan. "Mas, masukkan darahnya dua kantong dulu, jika keadaan umum membaik silahkan pindah ke ruang rawat inap kandungan. Tapi sebelumnya laporkan dulu ke dokter Bara" pesan Maya.
"Baik dokter Maya" ujar perawat itu melepas kantong darah yang habis.
Maya membuka ponselnya sambil melemaskan otot. Sudah dibuat tegang oleh keadaan pasien yang tadi. "May, Raja nggak rewel kamu tinggal?" Bara nyusul duduk sambil menyodorkan minum ke Maya. "Belum tau Kak, malah aku belum sempat telpon Mama" Maya meminum air kemasan yang diberikan Bara.
Maya menelpon mama Clara "Halo, iya May. Ni Raja bobok manis" layar ponsel mama Clara diarahkan ke Raja yang tidur pulas.
"Cucu oma memang paling pintar, nggak rewel ditinggal papa mama kerja. Ya kan Nak?" Mama Clara sibuk menyiumi cucunya.
"Emang anak-anak mama nggak pintar?" sela Bara di belakang Maya.
"Eh ngapain di situ? Bar, jangan keras-keras suaramu, kalau cucu oma terbangun tak jitak kamu" ancam Mama Clara.
"Ya sudah Ma, lega rasanya kalau lihat Raja nggak rewel. Makasih Ma, mama is the best. Bye Ma" Maya melambaikan tangannya.
" Bye" mama Clara menutup panggilan telpon Maya.
"Ya sudah Kak, aku pamit dulu. Kakak masih ada jadwal lagi kah?" Maya berdiri hendak berganti baju.
"Iya, masih ada elektif dengan bagian orthopedi dua" jawab Bara. "Hati-hati May" pesan Bara. "Baik Kak, makasih. Semangatttt!!!" senyum Maya. Sebelum berdiri Maya mengecek ponselnya sekali lagi, terlihat beberapa kali panggilan tak terjawab dari sang suami. Maya menunjukkan layar ponselnya ke Bara. "Suamimu benar-benar posesif May" Bara tergelak. "Tapi dia kakakmu juga lho kak Bara" Maya ikut tertawa. Sambil berlalu ke ruang ganti, Maya menelpon sang suami.
"Halo sayang, baru selesai aku operasi. Ada apa?" suara renyah Maya ditunjukkan untuk meredakan Mayong.
"Aku sudah di parkiran. Pak Amin sudah aku suruh pulang. Tunggu aja hukumanmu karena mengabaikan panggilan suami tersayangmu" Mayong menutup panggilan Maya. Sementara Maya hanya melongo di ruang ganti.
__ADS_1
Maya langsung masuk ke mobil saat Mayong benar-benar menunggunya. "Doni mana?" Maya pun berpindah ke depan di samping Mayong.
"Ku suruh pulang" Mayong tersenyum manis.
"Ada apaan ini, pasti ada sesuatu nih?" Maya mulai curiga dengan tingkah sang suami. Mayong tertawa lepas, "Kayaknya istriku sudah bisa membaca modusku".
"Sayang kita mampir ke suatu tempat dulu ya" ajak Mayong. "Tapi aku kangen sama Raja" tolak Maya halus.
"Aku tadi sudah nelpon Mama, bilang kamu mau kuajak dulu. Lagian Raja juga pintar, enggak rewel. Anak siapa dulu, Mayong" ujarnya bangga. Maya tersenyum malas melihat tingkah sang suami. Mayong langsung mengajak istrinya karena tahu kalau sudah sampai mansion akan susah mengajak istrinya keluar. Apalagi kalau sudah ketemu Raja, tambah malas Maya bergantu baju untuk sekedar keluar.
"Sayang, aku nggak enak sama Mama. Dari pagi sudah kurepotin" Maya masih berusaha menolak.
"Mama aja senang direpotin oleh Raja, ngapain kamu merasa nggak enak?" Mayong menatap mesra sang istri..
Sampailah mereka di sebuah hunian mewah nan luas. Luasnya bahkan tak kalah dengan mansion papa Suryo. Ada kolam renang, taman bunga lengkap dengan bunga lily-nya.
Mereka berdua berkeliling di mansion baru nya. "Bagus banget sayang, kenapa kamu bisa tahu seleraku. Bahkan sampai warna dinding dan perabot semua dominan biru?" ujar Maya senang.
"Apa sih yang enggak buat istriku tercinta" Mayong mengecup istrinya, "Tapi harus ada balasannya" bisik Mayong pelan tepat di belakang telinga Maya. Maya berdesir.
Capek berkeliling, Maya menghempaskan pantatnya di sofa ruang tamu. Kedua bukit kembarnya rasanya sudah penuh. Bahkan breast pad yang dipakai rasanya penuh. "Sayang, bentar ya aku pumping dulu" pamit Maya membuka perbekalannya. Alat pumping lengkap dengan kantong ASInya. "Nggak usah ditutupi, lagian juga nggak ada orang lain" Mayong mendekati Maya.
Mayong pun membantu Maya pumping, "Yang keras banget? Bajumu juga basah?"
"Iya, agak nyeri ini. Apalagi hampir seharian belum menyusui Raja" jelas Maya.
__ADS_1
Mayong pun membantu massage kedua pabrik ASI itu. "Belum lega rasanya, kalau belum diisap sama Raja" Maya sedikit meringis.
"Tapi ini lumayan kempes sayang, tuh lihat sudah dapat tiga kantong penuh" Mayong memasukkan ketiga kantong itu ke tas ASI istrinya.
"Sini mendekat aku bantuin" kemesuman Mayong mulai terlihat. Maya sudah tau itu. "Ayo pulang aja sayang" ajaknya.
"Bentar saja" kerling Mayong nakal. Saat bibirnya hendak menyesap buah ceri yang menetes itu, ponselnya berdering. Mama Clara calling, Mayong menerima panggilan itu.
"Mayong, cepetan pulang. Raja mulai rewel ini" suara Mama Clara setengah berteriak.
"Iya Ma, otewe" bohong Mayong. Maya tertawa penuh kemenangan. Sementara Mayong harus menahan sesuatu yang tertunda.
Tak sampai setengah jam mereka sudah sampai di mansion. Mayong memakaikan jasnya ke istrinya. Maya menoleh, "Mau kau tunjukkan sesuatu yang menetes itu!!!" Maya pun menunduk melihatnya dan kemudian terkekeh. Maya berlalu meninggalkan sang suami mencari keberadaan anaknya. Ternyaya Raja berada di kamar dengan Rani. "Mba, rewel ya????" Maya mencuci tangan sebelum mendekat ke putranya. Maya gendong putranya dia ajak ke kamar. Raja menyusu dengan kuat dan kembali ceria setelah mendapat apa yang diinginkan.
"Nanti malam giliranku, dan tak ada penolakan" bisik Mayong sambil mengambil Raja dalam gendongannya. Maya mencebik. Mayong yang sudah berganti baju, membawa Raja turun. "Sayang, kamu mandi duluan gih. Raja kuajaknya ke bawah". "Siap mengikuti perintah, Tuan" Maya berhambur ke kamar mandi, karena aktivitasnya seharian badan terasa lengket semua. Maya berendam air hangat dalam bath up, merilekskan otot-otot tubuhnya.
Mayong dan Raja yang berada di ruang tengah, terlibat obrolan dengan papa mamanya. "Pa, Ma bulan depan, anak sama istriku aku ajak pindahan ya" Mayong ijin ke papa mamanya.
"Terus kalau aku kangen gimana dong" Mama Clara memelas.
"Memang sebaiknya yang sudah berkeluarga tinggal sendiri Mayong. Maya dan Raja sudah menjadi tanggung jawabmu sepenuhnya" ujar papa Suryo bijaksana, meski dalam hati juga merasa keberatan. Mansion kembali sepi.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Pindahannya tunggu waktu yang tepat, Oke!!!! 😂😂😂
__ADS_1
Waktu di part-part selanjutnya.
Happy reading