Obgyn Kesayangan CEO

Obgyn Kesayangan CEO
Part 108


__ADS_3

"Don, bisa minta tolong kau rescedule jadwalku untuk seminggu ke depan?" usul Bara setelah membuka lembaran scedule-nya. "Bisa, kenapa tuan Bara?" Doni ikut memperhatikan jadwal yang telah dibuatnya. "Minggu depan jadwalku ke Maldives. Rugi dong kalau nggak pergi. Mubadzir sudah dibeliin tiket PP dan sewa hotel di sana" sindir Bara ke Mayong. "Apa, mau kubatalin???" sela Mayong. "He...he....pissss kak. Nanti bisa bisulan loh, kalau yang sudah dikasihkan diminta balik" beber Bara. Mayong melempar sebuah gulungan kertas dengan cepat dan mengenai lengan Bara. "Tuan Akio, ada yang perlu dibicarakan lagi? Kalau tidak aku mohon pamit. Lama di sini bisa remuk badanku karena ulah kakakku" ulas Bara. "Sudah tidak ada tuan, nanti bisa dibicarakan sambil jalan" Tuan Akio mempersilahkan Bara pergi, karena memang pembicaraannya sudah selesai dengan Bara.


Sepeninggal Bara "Tuan Akio, sepertinya anda ingin mengutarakan hal yang serius?" Mata Mayong memicing minta penjelasan. "Nggak papa kok tuan Mayong, hanya memberi info kalau tuan James masih berada di Singapura. Sepertinya berencana menghimpun kekuatan baru untuk menyerang kembali anda" jelas tuan Akio. "Makasih infonya tuan Akio. Aku juga masih menunggu kesadaran tuan James. Sejahat-jahatnya tuan James, dia masih ada hubungan saudara dengan mama Clara" jelas Mayong. Tuan Akio tidak hanya menjadi rekan bisnis, tapi sudah dianggap seperti saudara sendiri bagi Mayong.


Saat ini Mayong masih fokus dengan pembukaan Nayaka.ind. Suatu saat dia ingin mempertemukan mama Clara dengan sang kakak. Meski terlihat hidup bahagia bersama papa Suryo, tapi kadang Mayong melihat mamanya meneteskan air mata. Mama Clara sebenarnya sangat menyayangi kakak satu-satunya itu. Tapi karena kekerasan hati sang kakak yang tidak mau mengakui suaminya, hubungan kekerabatan itu renggang dengan sendirinya. Bahkan sampai puluhan tahun hal itu terjadi. Gengsi tuan James yang tidak mau mengakui keberhasilan sang adik ipar, yaitu papa Suryo juga semakin menambah jauh hubungan kedua keluarga itu.

__ADS_1


Sementara di apartemen Bara, Yasmin sedang packing untuk menyiapkan segala keperluannya selama di Maldives. Yasmin melakukan video call ke Maya, karena belum sempat mengucapkan terima kasih pada sahabatnya itu. "Assalamualaikum May, sibuk nggak?" ucap Yasmin saat wajah sang sahabat nongol di layar ponselnya. "Waalaikumsalam, nggak sibuk kok. Cuma lagi nyuapin Raja puding" sahut Maya. "Raja, apa kabar? Gantengnya aunty lagi makan puding ya? Cium buat aunty mana nih?" Yasmin menggoda Raja yang sedang asyik makan puding dengan mulut belepotan. Raja ketawa dengan memperlihatkan gigi seri yang lagi tumbuh itu. Raja menunjuk-nunjuk sendok yang dipegang Maya, "Anak mama mau makan sendiri??" Maya menyerahkan sendok yang diminta Raja. Meski usia hampir satu tahun, baru satu kata yang bisa diรนcapkan Raja. "Pa..pa...pa..." Raja berkata saat sendok sudah di tangannya. "Eh, yang ngasih sendok mama loh bukan papa" tanggap Maya. "Pa...pa...pa..." ulang Raja. Yasmin terkekeh mendengar ucapan Raja, "Anak papa banget tuh Raja" tukas Yasmin.


"Eh iya cin, tumben pagi-pagi sudah nelpon ni tadi?" tanya Maya. "He...he...cuma mau bilang makasih atas kado yang kau dan kak Mayong berikan" ujar Yasmin malu-malu. "Imbalannya bawain ponakannya Raja ya. Kayaknya seru juga kalau kita hamil barengan" seloroh Maya. "Aamiin...aamiin...Ya Robbal Alamin. Smoga diberi kemudahan. Makasih atas doa-doanya" tukas Yasmin.


Bara dan Yasmin akan berada di Maldives kurang lebih seminggu, menikmati suasana romantis di sana. Keesokan hari mereka sudah bersiap menuju bandara. Bara dan Yasmin berangkat dengan pesawat komersil. Perjalanan yang ditempuh mencapai delapan jam bisa lebih. Sesampai di sana Bara tak membiarkan istrinya tidur dengan nyenyak, siang dan malam selalu dikerjai. Yasmin sampai kewalahan menghadapi sang suami. "Bee, besok kita jalan-jalan ya. Plisssss" Yasmin mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah membentuk huruf v. Bara tertawa merespon. Empat hari di Maldives, hanya mereka habiskan di kamar resor yang direservasikan Mayong. Kalau pun jalan-jalan hanya di sekitar resor saja. Tapi resor yang dipilihkan Mayong sungguh luar biasa, suasana pantai yang indah terpampang langsung dari kamar. Meski hanya jalan-jalan di sekitar tempat menginap, suasana tenang dan nyaman begitu terasa. Mata panda Yasmin sudah mulai kelihatan karena gempuran suami yang tak kenal lelah. "Ya sudah istirahatlah dulu, biar nanti bangun lebih fresh" saran Bara. Bara mengecup puncak kepala istrinya dengan lembut dan berlalu ke kamar mandi untuk berendam.

__ADS_1


"Bee, sudah selesai belum. Kok lama amat???" teriak Bara dari luar kamar mandi. "Sarapannya keburu dingin ini". Yasmin sedikit terkaget, perasaan barusan aja masuk kamar mandi. Yasmin segera menyelesaikan ritual mandinya. Dengan rambut basah masih berbalut handuk, Yasmin keluar kamar mandi. "Bee, seksi" ujar Bara. Pipi merona Yasmin sudah nampak di sana. "Ayo makan, pasti perutmu sudah demo dari tadi" ajak Bara. "Bentar Bee, aku ganti baju dulu" sela Yasmin. "Nggak usah, makan dulu aja. Keburu dingin" tukas Bara. "Seperti ini???" Yasmin menunjuk tubuhnya. "Kenapa??? Cuma aku yang lihat, so seksi" ulang Bara dengan senang menggoda Yasmin. Yasmin cemberut dan duduk di dekat sarapan yang sudah tersedia. Bara mendekat, mengelus perut Yasmin perlahan. "Smoga lekas hadir sepupu Raja di sini" doanya. Yasmin dengan cepat mengaminkan.


Sesuai dengan janjinya, hari ini Bara mengajak Yasmin jalan-jalan. Bahkan Yasmin sangat senang saat diajak snorkeling oleh Bara. Keesokan hari mereka pergi ke Pulau Male, Yasmin sangat menikmati saat diajak Bara ke pasar lokal yang ada di sana. Yasmin membeli banyak cindera mata yang akan dia kasihkan ke anak buahnya di butik. "Bee, Maya sama kak Mayong dibelikan apa ya?" Yasmin kebingungan membelikan oleh-oleh khusus untuk Maya dan Mayong. "Sudahlah, mereka nggak mengharapkan apa-apa. Hanya ingin sepupu Raja aja" tukas Bara. "Jadi, nggak beli apa-apa beneran nich?" tanya ulang Yasmin. Bara mengangguk mengiyakan. Semua destinasi wisata di pulau Male telah sold out dikunjungi Bara dan Yasmin.


Yasmin menaruh pantatnya begitu sampai di kamar mereka. "Ohhhh, lelahnya" ujarnya. "Abis ini kuberi obat lelahnya bee" Bara mengedikkan sebelah matanya. Yasmin cemberut, karena sudah bisa menafsirkan arah pembicaraan Bara. "Mandi dulu ah" Yasmin berlalu, daripada kena serangan Bara. "Ha...ha....mandi barengan aja" Bara menyusul saat Yasmin hendak menutup pintu. Yasmin hanya bisa melongo.

__ADS_1


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


to be continued, happy reading ๐Ÿ˜Š


__ADS_2