
Maya yang kebetulan keluar kamar dipanggil oleh ayah Abraham. "Raja sudah tidur May??" Maya duduk di samping ayahnya, "Sudah Yah, barusan ku minta tolong Rani untuk menjaganya" tukas Maya. Abraham menatap Mayong seakan meminta Mayong lah yang menjekaskannya. "Begini sayang, sebelumnya aku minta maaf karena baru sekarang ngasih tau" tutur Mayong hati-hati. "Ada apaan ini, serius amat????" seloroh Maya mencoba mengurai suasana.
"Begini, sebenarnya perusahaan Gayatri beberapa waktu lalu sudah dialihkan semua hak kepemilikannya dari ayah Abraham ke Maya Cantika Putri" jelas Mayong. "Kok bisa? Memang seperti itu Yah?" Maya menoleh ke Abraham ayahnya. "Ayah sudah tua Nak, seperti halnya Suryo yang sudah menyerahkan ke Mayong. Akupun demikian. Biarkan Mayong yang menjalankan kalau kamu masih belum bisa bagi waktumu" jelas Abraham. "Ayah, aku menjadi seorang dokter aja ya??? Tapi sebelumnya kuucapkan terima kasih karena sudah mempercayakan perusahaan ke Maya. Tapi Maya tidak yakin bisa untuk menjalankannya Yah" jujur Maya. "Nak, aku tidak menuntutmu menjalankan perusahaan. Ayah yakin Mayong sudah bisa menghandle itu. Kalau nanti Raja sudah besar biarlah dia yang meneruskan. Fokuslah sama suami dan keluargamu. Tugasmu sebagai dokter sebagai penyeimbangnya" nasehat ayah Abraham. Maya mengangguk. Mayong merasa lega, akhirnya Maya mengetahui statusnya sebagai CEO Gayatri Group. Selama ini Mayalah yang bisa menjadi penyeimbang hidup seorang Mayong. "Sayang, tiap bulan laporan sama aku ya??" gurau Maya. "Bukan Doni aja lho yang dikejar-kejar laporan he..he..." Maya terkekeh. Mayong mencubit gemas hidung pipi istrinya. "Kalian nginap aja lho" pinta ayah Abraham. "Aku masih kangen sama Raja" imbuhnya. Maya menoleh Mayong minta persetujuan. "Baiklah Yah" ucap Mayong. "Aku mandi dulu sayang, keburu Raja bangun nanti" Maya beranjak dari duduknya. Mayong mengiyakan.
Raja yang bangun tidur, digendong Rani keluar kamar. "Sini anak papa yang ganteng" Mayong memanggil Raja. Raja yang masih baru bangun, hanya melongo. Mayong yang sudah berganti baju rumahan, mengambil alih menggendong Raja. "Wah, anak papa belum mandi nih..Ayo nyusul mama ke kamar" ajak Mayong. Maya yang barusan keluar dari kamar mandi hanya pakai bathrobe aja, kelihatan segar. "Anak mama mau mandi juga?" serunya. Raja tertawa mendengar ucapan mamanya. "Sini gih, Mama mandiin" Maya menggendong Raja. "Papa juga mau dimandiin sama mama" ujar Mayong. "Tuh, papamu juga ikutan manja kan" Raja yang diajak omong tertawa sambil main air. Mayong ikut nimbrung sekalian. "Ih, papa...kenapa ikut masuk???" seru Maya. "Mandiin Raja" Mayong mainan air dengan sang putra. Mendengar celoteh riang Raja, yang digoda oleh papanya semakin memberi warna kebahagiaan di hati Maya. "Mama malah melamun tuh Raja" ucap Mayong menyipratkan sedikit air ke Maya. "He...he....abis lihat papa sama Raja kok asyik sekali" celetuk Maya. "Mandinya sudah ya sayang, ayo keburu dingin" Raja menangis saat diangkat Maya. "Loh...loh...mau main air lagi??? Kapan-kapan papa ajak berenang aja ya?" seloroh Mayong menggantikan Maya karena Raja sedikit tantrum, menolak diangkat.
__ADS_1
Selepas makan malam, ayah Abraham asyik bermain dengan sang cucu. Rasa kangennya sedikit terobati dengan mereka menginap di kediamannya. Ternyata papa Suryo dan mama Clara juga mampir, selepas papa Suryo tenis. "Ternyata cucu Opa di sini yaaa" celetuk papa Suryo memasuki kediaman Abraham. "Papa jangan ndekat ke Raja dulu, keringatnya bau tuh" Mama Clara memperingatkan sang suami. "Iya juga ya" papa Suryo membau dirinya sendiri.
Opa-Opa dan Oma malah asyik memperebutkan Raja. Mayong dan Maya dikacangin..he..he...
Ponsel Mayong berbunyi, Doni calling. "Iya Don" jawabnya. "Baik Tuan, aku mau melaporkan rapat hari ini Tuan. Perusahaan yang kita ajak kerjasama untuk pembangunan apartemen dan mall di kota A menyetujui proposal yang kita ajukan" terang Doni. "Jelas aja mereka setuju Don, kerjasama ini jelas-jelas banyak memberi keuntungan ke mereka" Mayong terkekeh. Sesuai prediksi Mayong sebelumnya, perusahaan properti itu pasti menyetujuinya. "Don, untuk ke Jepang. Kamu sudah siapkan belum berkas kerjasamanya? Besok pagi sudah di mejaku ya!!!" perintah Mayong. "Nggak usah mengumpat..." terus Mayong. Tuannya itu pasti tau apa yang ada di pikirannya, batin Doni. "Oh ya Don, paspor-paspor sudah siap semua? Jangan lupa keberangkatan diajukan. Kamu juga ikut" titah Mayong selanjutnya. "Dirgantara gimana tuan?" sela Doni. "Santai aja, papa Suryo masih bisa diandalkan untuk hal-hal seperti itu" celetuk Mayong. "Kenapa nyebut-nyebut namaku?" sela papa Suryo. "Nggak kok Pa, Doni bilang kalau dia mau ikut liburan aku ke Jepang. Dirgantara biar dengan papa Suryo katanya" jelas Mayong. Doni yang masih mendengar suara Mayong hanya bisa memijat pelipisnya, "Kena lagi gue" celetuk Doni. "Dasar asisten nggak tau diri" umpat papa Suryo. "E...e...ada Raja, nggak boleh ngomong sembarangan" sahut mama Clara. Semua tertawa. Papa Suryo tau, Mayong sedang ngerjai sang asisten. "Jangan lupa Mayong, pas acara lamarannya Bara kamu sudah di Indo ya" pesan Mama Clara. "Siap laksanakan nyonya besar" Mayong terkekeh.
__ADS_1
"Yah, jadi ikut kongres?" sela Maya ditengah obrolan keluarga itu. "Gimana nggak datang, ayah disuruh jadi salah satu pembicara oleh panitia di sana" jawab Abraham. "Tapi aku nggak ikut keseluruhan acara, paling cuma dua hari di sana" lanjut ayah Abraham. "Ayahmu itu orang penting May, mana mau dia melewatkan acara-acara seperti itu" celetuk papa Suryo tertawa. Ayah Abraham memang sosok senior di organisasi dokter kandungan. Sejawat-sejawatnya sangat segan dan hormat kepadanya. Bahkan kalau ayah Abraham tidak membatasi pasien-pasien yang datang, pasti praktekannya tiap hari membludak. "Sekarang waktunya regenerasi Suryo. Aku juga sudah tua sepertimu. Saatnya kita-kita ini menikmati masa tua bermain dengan cucu-cucu" sahut ayah Abraham. "Ngomong-ngomong kamu nggak mau ngelanjutin sub spesialisasi nak?" tanya Abraham ke Maya. "Ayah jangan mulai deh??" sergah Mayong. Abraham terkekeh melihat Mayong. Menantunya itu pasti keberatan jika istrinya kuliah lagi. "Aku juga belum ada niatan ambil sub spesialisasi Yah, Raja masih butuh perhatian" ungkap Maya. "Jangan salah May, bayi besarmu malah sangat butuh perhatianmu" sergah papa Suryo. Mama Clara dan ayah Abraham tertawa mendengar penuturan papa Suryo. "Mesti aja aku keberatan Pa, Yah...lihat kesibukan operasinya saat ini aja aku geleng-geleng. Belum ditambah kuliah lagi..hadeh. Bisa-bisa Maya lupa kalau punya suami" Mayong mengungkapkan alasannya. Semua yang di sana terbahak mendengar penuturan Mayong.
🌺☕🌺☕🌺☕🌺☕🌺☕
to be continued #happy reading
__ADS_1