Obgyn Kesayangan CEO

Obgyn Kesayangan CEO
Part 95


__ADS_3

"Kak Bara aku duluan ya. Makasih untuk hari ini" Maya berdiri dan melambaikan tangan ke Bara yang sedang asyik melakukan video call dengan Yasmin. Di parkiran rumah sakit pak Amin sudah stanby. "Pak, ke Dirgantara dulu ya" suruh Maya. "Baik nyonya" jawab Pak Amin. Maya sengaja menyusul Mayong di Dirgantara dengan membawakan menu makan siang yang dibelinya. "Pak Amin stop" ucap Maya mendadak. Maya melihat di pinggir jalan ada yang jualan batagor khas Bandung. "Kok kayaknya enak tuh" seloroh Maya. "Pak, tungguin bentar ya. Aku mau beli itu" tunjuk Maya ke arah gerobak di depan mobilnya. Pak Amin mengangguk. Mobil pengawal juga terparkir di belakang mobil Maya.


Saat Maya turun, para pengawal bersiaga. Maya kadang jengah juga dengan perlakuan seperti ini. Tapi kalau dia mengingat kejadian saat dia diculik dan nyawa suaminya pernah hampir melayang, Maya sangat berterima kasih atas perhatian suaminya. Walau kadang dirasa berlebihan oleh Maya. Maya memesan batagor sendirian. Abang yang jual merasa aneh juga dengan kehadiran Maya. Wanita cantik, pakai jas dokter siapa juga yang tak terpesona. "Bang, batagor nya ya. Pesen sepuluh bungkus ya" pesan Maya. "Baik mba. Minta level berapa sambalnya?" tanyanya. "Ntat aku ambil sendiri boleh?" pinta Maya. "Bisa ambil sendiri" ujar pedagang itu. Maya menyerahkan dua lembar uang seratusan ribu. "Mba, kebanyakan ini. Aku belum ada kembalian" ujarnya. "Kembaliannya buat abang aja. Makasih ya" Maya berlalu memasuki mobil dan kemudian meluncur ke Dirgantara.

__ADS_1


Mayong sedang rapat dengan Doni saat Maya datang. "Tuan Mayong sedang rapat nyonya" ucap Sinta saat melihat kedatangan Maya. "Nggak apa-apa Sin, aku menunggu di ruangannya aja" singkat Maya. Mayong dan Doni keluar dari lift sesaat setelah Maya memasuki ruangan CEO. "Tuan, nyonya Maya sedang menunggu di ruangan anda" ujar Sinta. "Benarkah???" jawab Mayong antusias. Mayong mempercepat langkahnya. "Dasar bucin akut" gumam Doni. "Don, kamu nggak gajian bulan ini" ancam Mayong tetap melangkah. Sumpah serampah Doni dalam batin tidak sampai terucapkan. Mayong memasuki ruangan, melihat Maya yang sedang sibuk memindai aplikasi pesan di ponselnya. Mayong mengendap-endap karena Maya membelakanginya. Mayong menutup mata Maya. "Sayang, aku tau ini kamu. Ayo lekas buka" suara Maya dimanjain. "He..he...kok tau?" seloroh Mayong. "Bau tanganmu aja aku hafal lho" ujar Maya. "Ayook makan, sebelum ke sini aku tadi mampir sekalian di resto xx" jelas Maya. Tapi yang dikeluarkan malah beberapa bungkus batagor di dalam plastik yang dibeli di pinggir jalan.


"Makanan apaan itu? Sehat nggak?" sergah Mayong. "Tapi aku ingin yank, sekali ini aja" rayu Maya. "Kamu telpon Sinta dulu, mau kukasihkan dia sebagian. Doni juga" lanjut Maya. Batagor itu pun dibagikan ke Sinta dan Doni. Mayong yang melihat Maya makan dengan lahap, "Kayak orang ngidam aja kamu sayang?" seloroh Mayong. "Jadi ingat waktu kamu makan sate tahu saat hamil Raja" lanjut Mayong. Maya menghentikan makannya. "Yank, aku telat haid bulan ini. Jangan-jangan...." Maya yang gantian panik menghentikan makan batagornya. Mayong tersenyum penuh arti. "Sayang rejeki nggak boleh ditolak" jelas Mayong. "Mendingan ayo pulang, mampir apotik" ajak Mayong penuh semangat. "Nggak mau, makan dulu" Maya mencebik. "Oke...oke..gitu aja manyun. Persis kayak Raja" Mayong duduk di dekat sang istri. Maya menyiapkan menu makannya di meja. Tapi saat melihat makanan yang dibelinya, mual datang melanda. Maya berlari ke toilet dan muntah. Mayong yang cemas mengikutinya. "Ada apa, apa kamu sakit sayang??" Mayong memijat pelan tengkuk Maya. "Nggak tahu, tiba-tiba aja mual lihat menu makanan tadi" seru Maya. "Kalau gitu kita pulang aja" ajak Mayong. Maya mengangguk pasrah. Mayong melajukan mobilnya menuju kediaman ayah. "Bentar yank, mampir apotik dulu. Belikan obat mual sekalian apa nggak?" tawar Mayong. "Belikan vitamin B6 aja, itu juga bisa ngurangin mual kok" seloroh Maya. Mayong keluar dari mobil dan membeli tes pack serta obat pesenan istrinya. Petugas apotik sampai terpana melihat kedatangan Mayong. "Mba...mba..." panggil Mayong beberapa kali. "Eh..iya tuan" jawabnya tergagap. "Minta tes pack sepuluh biji sama vitamin B6 yaa" ujar Mayong. Tes pack sepuluh biji, buat apaan??? Pikir penjaga apotik itu. Tapi dia tetap melayani permintaan Mayong tanpa banyak bertanya lagi. Tampan tapi dingin, batinnya.

__ADS_1


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


to be continued#happy reading

__ADS_1


sori baru up..menyempatkan di selaยฒ baksos


__ADS_2