Obgyn Kesayangan CEO

Obgyn Kesayangan CEO
Part 127


__ADS_3

Ternyata benar apa yang dikatakan Maya, Yasmin bilang kalau hasil pemeriksaan darah, kadar hormon kehamilan dalam tubuh Yasmin sudah dalam batas normal. Sudah turun lumayan signifikan. "Alhamdulillah Cin, pelangi akan datang setelaj hujan badai" ujar Maya. Yasmin tersenyum menanggapi.


Rani datang dengan membawa perbekalan Raja. "Baby 3G bawa masuk aja mba, lagian acara berjemurnya aku rasa sudah cukup" jelas Maya. "Baik nyonya" ucap ketiga baby sitter kompak. "Emang nyonya sultan kamu May" tukas Yasmin tertawa. "Apaan sih, biasa aja kali" seru Maya menanggapi. Emang diakui Maya kalau Mayong memang suami-suami yang tak akan membiarkan istrinya kerepotan. Mayong adalah type-type suami yang menjadikan istrinya seorang ratu bukan pembantu...he..he... Jelas di sini Maya sangat beruntung.


Yasmin dan Maya meluncur ke butik yang berada di mall Dirgantara. "Ran, boleh deh Raja kau ajak ke play ground. Nanti abis ini aku susul" suruh Maya. Para pengawal yang sudah terbiasa mengikuti sang nyonya pergi, memecah menjadi dua rombongan. Dua orang mengikuti sang nyonya, dua orang lagi mengawasi Raja bersama Rani. Mayong bahkan juga menyiapkan pasukan siaga yang lain untuk memback up pengawal-pengawal itu. Mayong tidak mau kecolongan lagi.


Maya yang telah lama tidak berkunjung ke butik Yasmin, melihat-lihat koleksi terbaru sahabatnya itu. "Cin, kayaknya aku ada dech. Gimana kalau kau buatkan baju couple untuk kita bertujuh" ucap Maya. "Bertujuh? Satunya buat siapa dong" Yasmin menimpali. "Buat keluarga ku lah" sahut Maya. "Dokter Maya, apa kamu lupa kalau anggota keluargamu ada enam? Tuan Mayong, nyonya Maya dengan keempat buah hatimu" jelas Yasmin pelan. Maya pun tertawa, bagaimana dia bisa lupa dengan anggota keluarganya sendiri. Author sih, part sebelumnya nulisnya anggota keluarganya ada tujuh. Jadi keliru dong..he..he...


Yasmin setuju dengan ide Maya. "Cin, aku ke play ground dulu nyusul Raja sama Rani" ucap Maya setelah menyadari kalau sudah ngobrol lama dengan Yasmin. "Aku ikut" sahut Yasmin cepat. "Mau ikutan main??" celetuk Maya. "Kenapa nggak?" Yasmin pun tertawa. Kedua nyonya muda itu berjalan ke lantai di mana playground berada. Banyak mata memandang kagum ke arah mereka. "Cantik" gumam mereka dalam benak masing-masing. Tapi baik Yasmin dan Maya tak ada yang menghiraukan pandangan orang-orang itu. Tapi tiba-tiba saja ada orang yang menyentuh Maya dari belakang. Para pengawal pun dengan sigap memegang orang yang menyentuh nyonya nya.

__ADS_1


Maya menelisik orang yang telah dipegang para pengawalnya itu. Yasmin bahkan tersenyum tipis melihat kakak ipar sekaligus kakak iparnya itu dijaga dengan ketat oleh para pengawal. Maya masih belum tau siapa orang itu. Saat masker dibuka, barulah Maya sadar ternyata laki-laki itu adalah sahabatnya waktu kerja di resto dulu. Maya menyuruh para pengawal melepas pegangannya. "Ternyata kamu kak?" sapa Maya. "He..he...iya. Maaf ya kalau cara menyapaku membuatmu tidak nyaman" ucapnya takut-takut. "Biasa aja kak. Gimana kabar?" tanya Maya. "Baik kok. Sekarang praktek di mana? Aku mau ngantar istriku periksa" ucapnya. "Wah, selamat ya kak. Aku sekarang lagi off nggak praktek. Tapi kalau mau periksa ke klinik ayahku saja" jelas Maya dengan memberikan sebuah kartu nama. "Makasih ya" ucapnya sambil berlalu. Melihat semuanya, bahkan tawa Yasmin masih dilanjut. "Istri sultan benar-benar tak ada yang nandingi" gumam Yasmin. Sedetik berikutnya lengan Yasmib telah digandeng dan berlalu menuju playground.


Raja lagi asyik mandi bola bersama Rani. Maya dan Yasmin menyusul masuk area mainan itu. Yasmin yang belum pernah merasakan main di tempat itu malah lebih semangat daripada Raja. "Cin, kok kamu malah yang semangat mainnya" sela Maya. "He...he...biasa May, masa kecil kurang bahagia. Sekarang ada Raja yang bisa dibuat alasan untuk main di sini" Yasmin terbahak mengucapkannya. Mereka pun asyik main di tempat itu. Raja bahkan nggak mau diajak selesai. Kali ini Yasmin dan Raja kompak sekali, maunya lama-lama di playground.


Ponsel Maya berdering dengan suara Ed Shireen nya, "Halo sayang" jawab Maya setelah menggeser icon hijau. "Sayang, jangan pulang dulu. Ntar aku nyusul ke Dirgantara Mall" ucap Mayong di seberang. "Rapatnya sudah selesai?" tanya Maya. "Sudah kok, ini juga barusan selesai. Lagian ini juga jam makan siang" tukas Mayong. "Baiklah" jawab Maya dan menutup panggilan suaminya.


Tampak di ujung arena itu, seseorang memperhatikan tingkah polah keluarga Dirgantara. Bahkan tanpa berkedip, orang itu terus mengawasi. Tentu Maya dan yang lain tidak menyadarinya. Tapi tidak bagi para pengawalnya, dengan pandangan menelisik terus mengawasi orang asing yang mencurigakan itu. "Kayaknya itu orang yang tadi" seru salah satu pengawal. Yang lain kompak mengiyakan.


Mayong yang telah sampai di Dirgantara Mall segera menghubungi istrinya. Memberitahukan kalau dia menunggu di sebuah restoran Jepang yang ada di mall itu. Maya pun segera mengajak Raja untuk selesai. "Abang, sudah ditungguin papa. Yuk ah" ajak Maya. Dengan sedikit merajuk, akhirnya Raja mau juga digendong oleh Maya. Yasmin pun mengikuti Maya dan Raja.

__ADS_1


Mereka bergabung ke meja Mayong yang telah datang duluan. Raja pun antusias ingin digendong oleh papa nya. "Sini..sini..gendong papa atau duduk sini?" ucap Mayong sambil menunjuk sebuah kursi yang memang dikhususkan untuk batita. Raja menunjuk kursi itu. Mayong pun meletakkan Raja di kursi sebelahnya.


Tak lama, ternyata Bara menyusul mereka. "Kok tau kita di sini?" tanya Yasmin. "Apa sih yang tak kutahi dadi dirimu bee" ucap Bara tergelak. Yasmin mencebik, "Gombal ah" seru Yasmin.


"Kita harus hati-hati sekarang. Tau nggak kalian, di arena play ground tadi ada yang mengawasi?" ucap Mayong serius. Maya dan Yasmin saling pandang dan menggeleng kompak. "Untung orang itu sudah diamankan oleh para pengawal" lanjut Mayong. Maya hanya terdiam mendengarkan ucapan Mayong, makanya suaminya mendadak langsung menyusul ke mall Dirgantara. Ternyata ada alasan lain, bukan hanya mengajak makan siang. Sementara Bara, "Kamu memang is the best kak kalau urusan beginian" ucapnya mengangkat kedua ibu jari tangannya.


Mayong masih belum tau siapa di balik orang yang ditangkap tadi, tapi pasti tidak ada niatan baik.


to be continued 🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2