Obgyn Kesayangan CEO

Obgyn Kesayangan CEO
Part 106


__ADS_3

"Bee, makan yang banyak ya!!!! Untuk persiapan" kode Bara. "Hah...???!!????" Yasmin membego lagi. "Sudah siap belum bee?" ujar Bara sambil melanjutkan makannya. " Enak loh bee masakanmu" puji Bara. "Benar-benar enak, apa memang ada maunya?" ulas Yasmin. "Heh...he...he....pasti tau lah apa yang aku maksud" kedik Bara dengan semangat. Yasmin hanya tersipu. Sudah seminggu lebih menjadi nyonya Bara Saputra Suryolaksono, Yasmin belum bisa menjalankan kewajibannya. "Abis makan kita shalat dulu Bee" ajak Yasmin. Bara mengiyakan.


Setelah menunaikan kewajiban sebagai umat muslim. "Bee, aku beres-beres dulu ya?? Sketsa desainku tadi masih berantakan di ruang kerja" pamit Yasmin beralasan, karena dia sebenarnya malu mau dimulai darimana. Hampir setengah jam Bara menunggu istrinya di ruang tengah. Akhirnya dia susul ke ruang kerja. Didapatinya Yasmin malah tertidur pulas. Bara hanya geleng-geleng. Bara angkat tubuh Yasmin ke dalam kamar pribadi mereka. Mungkin efek lelah karena operasi dari pagi, sekarang Bara malah ikut tidur sambil memeluk sang istri. Yasmin terbangun saat merasakan beban yang berat menindih pahanya. Yasmin membalik badan dan tersenyum saat menyadari sang suami memeluk erat, "Nggak nyangka, kamu sekarang menjadi suami tampanku bee" Yasmin berbicara di depan wajah sang suami yang tertidur pulas. Yasmin menciumi pipi Bara. "Sudah puas?????" ujar Bara tiba-tiba membuka mata. Yasmin terkaget, "Ih curang". "He...he...sapa suruh ninggalin aku tidur duluan" terang Bara. "Maaf banget suamiku, jangan ngambek ya. Lagian aku malu, harus mulai darimana" Yasmin terus terang akhirnya.


Istriku masih polos ternyata, batin Bara tersenyum. Bara mencium kening istrinya, hendak memulai aksinya. Bara harus bisa membuat istrinya nyaman lebih dahulu, batinnya. Setelah Yasmin merasa nyaman barulah berlanjut mencium benda kenyal berwarna pink itu. Yasmin masih agak kagok mengimbangi suami. Bara memutuskan sedikit agresif kali ini. Dia gigit bibir bawah istrinya, dan akhirnya mereka bertukar saliva. Tangan Bara sudah bergerilya kemana-mana, dengan mengusap pelan punggung sang istri. Pengait di punggung Yasmin sudah terlepas, tangan Bara bermigrasi ke gundukan kembar. Bara menatap Yasmin penuh kerinduan, Yasmin hanya bisa mengangguk pasrah. Saatnya memenuhi kewajiban sebagai istri, pikir Yasmin. Bara pun mulai menjelajah hal yang juga baru baginya. Bahkan tak ada seinchipun terlewati. Saat semua sudah siap, Bara mencoba memasukkan senjatanya ke goa yang ternyata masih amat sempit itu. "Bee, sakit" keluh Yasmin. Bara mencium bibir istrinya, "Hanya bentar bee sakitnya, tahan ya??" pintanya. Yasmin mencengkeram punggung Bara, saat Bara mulai bergerak maju mundur. Lama-lama rasa sakit itu memang memberi kenikmatan yang luar biasa bagi Yasmin. Terdengar teriakan keduanya secara bersamaaan. Bara pun ambruk di samping sang istri. Akhirnya gawang itu kemasukan gol juga. "Makasih ya bee, sudah menjaganya untukku" ucap Bara dan memeluk sang istri yang sama-sama masih polos itu. Bahkan setelah istirahat sebentar, Bara melakukan lagi dan lagi aksinya. "Sudah dulu ya bee, kebas semua rasanya" mohon Yasmin. "He...he...baiklah, tapi nggak janji ya untuk nanti malam" Bara terkekeh. ""Benar kata kakakku, memang bisa bikin candu" Bara tertawa.

__ADS_1


Yasmin hendak ke kamar mandi, tapi rasa sakit di pangkal pahanya buat dia kesulitan berjalan. Bara segera mengenakan celana boksernya, tanpa kata dia gendong Yasmin ke kamar mandi. "Bee, aku bisa sendiri" ujar Yasmin. "Sudahlah, jangan menolak. Masih nyeri kan?" Bara menyiapkan air hangat untuk berendam. Yasmin mulai berendam, sementara Bara juga mandi dengan shower di depan Yasmin. Yasmin memandang kagum roti sobek di perut suaminya. Bara yang tak sengaja melihatnya, "Hei..mau lagi kah?????" goda Bara dan blusssss merahlah pipi Yasmin. "Ha...ha...bikin gemas aja ni istriku" Bara mendekati Yasmin dan mencubit gemas hidung istrinya. Bara dan Yasmin masih menikmati masa-masa menjadi pasangan baru.


Sementara di mansion papa Suryo, sore itu Mayong sedikit kesulitan membujuk sang istri untuk makan. Maya hanya ingin makan kalau ada nasi goreng pedas dekat apartemen Bara. "Yank, biar dibuatin bibi aja ya" rayu Mayong. "Nggak mau" tolak Maya. "Aku nggak mau perutmu kenapa-napa, dari pagi makan pedas melulu" tukas Mayong. Mata Maya berkaca-kaca mendengar penuturan Mayong. Kalau sudah begitu mana tega Mayong menolak keinginan istrinya. "Baiklah, aku belikan" Mayong akhirnya menyetujuinya. Maya mencium pipi suaminya, dan berakhir di bibir. "Jangan menggoda, ntar yang ada malah nggak jadi berangkat". Lain di mulut lain di hati, Mayong malah membalas lebih ciuman Maya. Dan terjadilah hal seperti yang terjadi di apartemen Bara. Mayong berangkat untuk memenuhi keinginan istrinya. "Yank, aku ikut ya. Skalian mampir ke apartemen kak Bara" rayu Maya supaya diperbolehkan. "Mau ngapain ke sana?" telisik Mayong. "Kan sudah lama juga nggal ke sana, mau makan bareng sama Yasmin" jelas Maya. Mayong mau tak mau mengijinkan lagi keinginan sang istri. Asal tidak membahayakan bagi Maya dan janinnya. "Baiklah, ayo!!" Mayong menggandeng lengan istrinya.


Setelah mendapatkan nasi goreng yang dimaksud, tak lupa juga membawakan untuk Bara dan Yasmin. Sampailah pasangan gold itu ke apartemen Bara. Mayong menekan bel. Bara dan Yasmin yang baru selesai mengenakan baju saling pandang. "Siapa beee?" tanya Yasmin. Bara mengangkat kedua bahunya tanda tak tahu, "Ku buka dulu, baru tahu siapa yang datang" Bara menguyel rambut Yasmin yang setengah basah itu. Bara beranjak hendak membuka pintu, dan Yasmin menyisir rambutnya.

__ADS_1


"Halo kak Bara, Yasmin kemana??? Aku kangen" teriak bumil yang langsung menyelonong masuk saat Bara membukakan pintu. "Eh...eh...ngapain kalian ke sini???" sergah Bara. "Silaturahmi" jawab Mayong pendek. Bara menepuk jidat, suami istri pasti ada maksud datang ke apartemennya.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


to be continued, happy reading 😊

__ADS_1


__ADS_2