
Hari ke dua di Jepang, Mayong berangkat pagi-pagi ke Nayaka. Agenda hari ini cuma penandatanganan pembaruan kerjasama dengan Nayaka Group. Serta penambahan poin proses akuisisi Samudera Group. "Sayang, aku ke Nayaka dulu. Habis itu hari ini ke Disneyland" ujar Mayong saat Maya memakaikan dasinya. "Hm, nggak usah buru-buru. Lagian Raja juga masih bobok nyenyak" Maya membantu memakaian jas sang suami. "Iya, kecapekan nangis semalam kayaknya Raja" tanggap Mayong. Maya mengambilkan tas kerja sang suami. "Gara-gara kamu sih yank, nggak kenal waktu" seloroh Maya. "Habis nagih sih, he..he... Smoga abis ini ada adiknya Raja" lanjut Mayong mengelus perut Maya. "Hah...." Maya terkejut ucapan Mayong. "Kok ekspresinya gitu yank?" Mayong menatap Maya. "Raja masih kecil yank, belum juga setahun. Aku juga lahirannya operasi, nunggu Raja minimal dua tahun dululah" tolak Maya halus. "Ntar keburu tua akunya yank" Mayong sewot. "Uluh..uluh...suamiku ngambek ya" Maya mencium bibir Mayong. "Ayo lekas berangkat, katanya mau ke Disneyland??" suruh Maya.
Sesuai janjinya, selepas rapat Mayong mengajak Doni balik hotel. "Buru-buru amat Tuan???" sergah Doni mengikuti langkah sang tuan. "Ayo buruan, aku dah janjiin istri dan anakku ke Dineyland hari ini" jelas Mayong.
Sesampai di hotel, ternyata Maya dan Raja sudah bersiap. "Bajunya sudah kusiapin tuh" tunjuk Maya ke baju di atas bed. "Kamu tadi sudah makan belum yank?" Mayong berganti baju yang sudah disiapin Maya dan mengganti sepatunya dengan sneakers. Tak lupa kacamata hitam Mayong sematkan di bajunya. "Sarapan dulu aja yuk, laper nih. Aku tadi buru-buru ke Nayaka" ajak Mayong. Mayong menggendong Raja turun ke resto hotel. Maya memanggil yang lain lewat Group online yang dibentuk oleh Rani. "Turun..turun...pada sarapan nggak?? Buruan. Disneyland we are coming" ketik Maya. "Siap nyonya.." ketik Rani. "Tungguin" ketik bik Inem. Group chat itu langsung rame. "Ayo jangan pada ngetik aja, lekas kalian" perintah Maya.
__ADS_1
"Apa sih yank?? Ponsel dari tadi bunyi terus" Mayong keluar lift menggandeng Maya. "Nih..." Maya menunjukkan aplikasinya. "Mayong fams??? Apaan itu?" tanya Mayong. "Group chat buat mudahkan komunikasi aja" jelas Maya. "Asal jangan buat ngerumpi" tandas Mayong. "Ya, kadang-kadang sih" gurau Maya. Maya mengambilkan sarapan untuk Mayong dan dirinya. Raja sudah sarapan duluan. Jadilah mereka berdua menikmati sarapan kesiangan. Ternyata yang lain sudah pada sarapan sebelumnya dan sudah menunggu di lobi.
Rombongan Mayong sudah berada di Disneyland. Doni lah di sini yang paling repot mengatur semuanya. Dia serasa menjadi guide di sini...he..he... Rombongan itu naik omnibus yang tersedia di sana. "Don, langsung ke wahana anak-anak aja" perintah Mayong. "Terus yang lain juga ke sana Tuan, ikutan main gitu?" sela Doni. Mayong hanya melotot saja ke Doni. "Baik Tuan" Doni mengalah saja daripada gajinya nggak keluar bulan ini. Tidak hanya Raja yang bahagia. Ternyata yang lain juga menikmati wahana di sana. Apalagi Doni, semua permainan yang ada di sana dicoba dengan Rani. "Don, pulang nggak? Kok malah kamu yang main?" seru Mayong.
Mayong mengajak semuanya keliling disneyland. Walau dia sendiri asyik dengan Raja. "Aku tunggu kalian di resto. Lanjutkan kelilingnya" perintah Mayong. Hanya meninggalkan beberapa pengawal saja untuk menjaga keluarga M2R itu. "Raja kayaknya haus deh yank, dia mulai rewel tu" Mayong menunjuk Raja yang gelisah di gendongannya. "Ngantuk kayaknya yank" Maya mengeluarkan dot ASInya yang telah disiapkan Rani. Diambilnya Raja dari gendongan Mayong. Raja minum dengan lahap. "Pelan-pelan sayang, masih banyak stok ASInya" Maya mengelus puncak kepala Raja. Dan akhirnya Raja terlelap. "Mau kupesankan minum apa?" tawar Mayong. "Ngikut aja yank, panas banget eeuuyyyy" seru Maya. "Emang lagi musim panas yank. Ntar kalau Raja agak gedean kita ke sini lagi ya. Pas musim dingin" celetuk Mayong. "Siap bosque" Maya menirukan celetukan artis yutuber terkenal itu. Mayong hanya terkekeh.
__ADS_1
Group Mayong fam's sangat menikmati hadiah yang diberikan tuannya. Semua wahana dimasuki. Tak terasa sore sudah menjelang. Mayong dan Maya hanya duduk di resto menunggu mereka. "Kamu nggak ingin keliling yank?" tawar Mayong. "Rugi lho jauh-jauh ke sini" lanjut Mayong. "Tadi kan sudah main sama Raja. Aku nggak mau Raja kecapekan. Duduk di sini sambil melihat orang lewat juga seru" tandas Maya. Rombongan kembali berkumpul setelah sore menjelang. Masing-masing merasa senang dan atas gratisan yang diberikan sang Bos. Mayong memang memberikan semua yang ikut untuk bebas belanja yang diingini. Mayong memberikan sebuah kartu no limit kepada Doni sebelum rombongan berkeliling tadi.
Beberapa hari di Jepang sangat Mayong dan Maya nikmati sekali. Quality time bersama keluarga. Meski kebanyakan stay di kamar hotel..he..he....Ponsel Mayong berdering, papa Suryo calling. "Assalamualaikum pa" jawab Mayong setelah menggeser tombol hijaunya. "Kamu masih berapa hari di Jepang?" tanya papa Suryo. "Paling dua hari lagi balik pa" ujar Mayong. "Bagaimana bila kau ajukan hari ini" pinta papa Suryo. "Eh Pa, kan aku sudah jadwal semua. Enak aja papa nyuruh balik sekarang" Mayong sedikit sewot. Bisa-bisa liburannya keganggu karena ulah sang papa. "Mayong, kamu ajak balik Maya sekarang. Ada hal urgent. Ayah Abraham masuk rumah sakit" perintah papa Suryo. Sementara Mayong hanya melongo mendengar penjelasan papa Suryo. "Hah, benarkah pa? Bukannya ayah masih di Labuan Bajo???" Mayong masih belum percaya. "Sudah pulang, kemarin suhu badannya naik drastis. Sudah dapat penanganan, cuma masih naik turun sampe sekarang" sambung papa Suryo. "Oke Pa, aku sama Maya berkemas sekarang" Mayong menutup panggilan papa Suryo. Maya yang sedari tadi menyimak Mayong saat menelpon, menatap suaminya meminta penjelasan. "Ayah masuk rumah sakit, demam tadi kata papa Suryo. Sampai sekarang masih naik turun panasnya. Sebaiknya kita segera berkemas sayang" ujar Mayong lirih. Mayong menelpon Doni untuk bersiap. "Jangan sedih, kita doakan ayah segera pulih" Mayong mencoba menguatkan Maya yang mulai berkaca-kaca. Raja yang belum memahami apa-apa hanya berceloteh riang. Penerbangan yang direncanakan dua hari lagi, terpaksa dimajukan. Maya duduk di pesawat dengan gelisah memikirkan keadaan ayahnya. "Masih enam jam lagi sayang, baiknya kamu tiduran aja. Biar Raja bersamaku" Mayong mengelus pundak sang istri. "Mana bisa tidur. Pikiran kalut begini?" seru Maya. "Iya aku tahu itu. Apa pinjam pintu doraemon aja" Mayong mencoba bergurau. Penerbangan ini dirasakan Maya lebih lama daripada sebelumnya.
to be continued, happy reading 😊
__ADS_1