Obgyn Kesayangan CEO

Obgyn Kesayangan CEO
Part 120


__ADS_3

"Mereka bertiga mirip sekali. Oma sampai nggak bisa bedain loh" gumam mama Clara mengamati ketiga cucunya.


"Aku aja belum benar-benar bisa mbedain Mah" ucap Mayong menanggapi. "Ada lah yank, coba perhatikan aja letak tahi lalat kecil di leher masing-masing" celetuk Maya. "Ghina leher kanan, Ghalya leher tengah, Ghania leher kiri. Benar nggak?" lanjut Maya. Mayong dan mama Clara akhirnya mengamati sesuai yang diucapkan Maya. "He...he...benar juga kamu May" seloroh mama Clara. Mayong hanya mengangkat jempolnya, salut dengan ketelitian istrinya.


Ketiga cucunya langsung berada di kamar yang sudah disiapkan papa Mayong. Kalau kamar Raja dominan warna biru, tidak demikian dengan kamar baby 3G yang dominan pink, dengan gambar-gambar karakter barbie di dinding. "Kapan ini nyiapinnya?" tanya Maya saat masuk ke kamar baby 3G. "Apa yang enggak sih buat keluarga kecil Mayong Suryolaksono" tukas Mayong.


"Makasih ya, papa Mayong emang terbaik" seloroh Maya tersenyum.


"Mba..mba..tolong diletakin di box aja ya adik-adik" perintah Maya. Mayong bahkan sengaja menyiapkan tiga inkubator untuk tetap menjaga suhu tubuh baby G. Darimana Mayong menyiapkan inkubator, ya jelaslah dari perusahaan Gayatri ..he..he...


"Cutinya diperpanjang aja ya sayang?" tanya Mayong tiba-tiba. "Kamu benar sayang, aku ingin fokus dulu dengan Raja dan ketiga adiknya" tukas Maya. "Makasih ya" tukas Mayong. "Untuk??" Maya ingin memperjelas ucapan suaminya. "Untuk keikhlasanmu menjaga keluarga kecil kita, dengan sedikit mengesampingkan kerjaanmu" jelas Mayong.

__ADS_1


"Kerjaan ku emang sudah menjadi anganku sejak kecil sayang, tapi aku juga nggak mau egois dulu. Suatu saat tetap aku ingin mengamalkan ilmuku yang sudah aku dapat selama ini. Mereka berempat butuh perhatian sekarang. Saatnya papa Mayong yang bekerja keras" oceh Maya sambil tertawa. "Siap laksanakan my queen" Mayong memeluk istrinya dengan dilihat Mama Clara.


"Jangan siap-siap aja. Abis ini nikmatin aja ngeronda menjaga mereka bertiga" celetuk mama Clara. Maya terkekeh, "Benar tuh Mah, kecilnya Raja aja sudah begadang. Apalagi dengan mereka bertiga" Maya belum bisa membayangkan.


"Raja biar sama mama aja, kalau kalian masih fokus dengan baby 3G" tawar mama Clara. "Gimana ya Mah, aku merasa Raja akhir-akhir ini kurang kuperhatikan??" ucap Maya sedih.


Yang dibicarakan masuk ke kamar baby 3G digendong opa Suryo. "Ma...ma....ini aby???" celetuknya sambil menunjuk inkubator. "Iya sayang, adik baby-nya sekarang sudah pulang" jawab Maya. Ketiga baby di inkubator menggeliat. Raja sangat antusias memperhatikan ketiga adiknya itu. "Pa..pa...pa...endong" tunjuk Raja ke Ghina yang terlihat mau menangis.


"Kayaknya waktunya minum ASI deh yank" ujar Mayong yang melihat Ghina sibuk menyesap jari-jarinya. Maya mengangguk dan duduk di sofa. "Saatnya yang lain keluar" timpal Mayong. "Tetep saja seperti itu" tukas papa Suryo yang geleng-geleng melihat keposesifan putranya itu. "He...he...hanya aku dong yang boleh lihat. Enak aja" Mayong terkekeh. Akhirnya semua yang ada di kamar baby 3G keluar sesuai permintaan Mayong. Raja masih tinggal di sana, karena Maya memintanya. Maya ingin Raja dekat dengan adik-adiknya tanpa merasa dikesampingkan.


Maya menerima Ghina yang sebelumnya digendong suaminya. Ghina nampak sedikit kebingungan saat pabrik ASI menempel di mulutnya. "Kok Ghina belum bisa nyedotnya yank?" seloroh Mayong. "Kan di rumah sakit ketiganya belum kenal dengan ini yank, wajar aja kalau masih bingung" jelas Maya menunjuk ke arah pabrik ASInya itu. "Oooooo....tapi tambah super loh yank ukurannya" goda Mayong dengan sedikit mesum. "Jelaslah...sekarang konsumen pabrik ini bertiga loh" tukas Maya ikut bergurau. "Bukan bertiga lagi, tapi bisa berempat" Mayong semakin menggoda istrinya dengan ucapan ambigu.

__ADS_1


Akhirnya Ghina bisa menemukan pucuk pabrik ASI dan menyedotnya dengan kuat, saat itu juga Ghalya ikut merengek. "Wah, Ghalya haus juga ya" Mayong mengambil Ghalya. "Terus ini gimana yank, kalau hausnya barengan?" Mayong belum bisa berpikir gimana caranya menyusui bersama. Maya membenarkan posisi Ghina yang masih asyik menyusu. Setelah Ghina nyaman, Maya memposisikan Ghalya untuk menyusu. Sama seperti sebelumnya, Ghalya nampak kesulitan mencari pucuk pabrik ASInya itu. Nampak kedua pabrik ASI Maya terbuka. Sementara Mayong hanya bisa menelan ludahnya melihat pemandangan itu. "Papa nggak boleh mesum ya!!!!" celetuk Maya yang tau arah pemikiran mesum Mayong. "Tahan...tahan....ini semua hanya ujian" ujar Mayong sambil garuk kepala. Maya tertawa. Raja malah asyik mainan baru yang ada di kamar itu. Batita itu seakan mengerti dengan kehadiran ketiga adiknya. Raja bahkan tidak rewel. Maya sangat bersyukur dengan hal itu.


Mayong meletakkan baby Ghina yang sudah terlelap kekenyangan. Dan mengambil Ghania. Maya melanjutkan aktivitasnya menyusui baby Ghania. "Yank, abis ini kamu istirahat aja. Biar mbak-mbaknya perawat yang menjaga mereka" usul Mayong. "Tapi aku lapar, mau makan dulu lah" tukas Maya. "Iya, sampai lupa. Istriku pasti kelaparan ya, setelah disedot semua" Mayong terkekeh. Baby 3G terlelap setelah kenyang menyusu mamanya.


Maya makan dengan lahap menu yang disiapkan bi Inem. "Abang mau makan nggak nih? Sini mama suapin". Raja yang berada di gendongan Mayong pun ingin mendekat ke mamanya. "Suapin papa aja ya??" Mayong hendak mengambilkan makan untuk Raja, putra kecilnya. Raja pun menurut.


Saat itulah Bara dan juga Yasmin masuk ke mansion Mayong. "Kak, aku tadi ke rumah sakit loh. Ternyata kalian sudah pulang" ujar Bara ikutan duduk di meja makan. Mama Clara pun ikut gabung di meja makan diikuti papa Suryo. Jadilah mereka semua ikutan nimbrung makan bersama Maya dan Raja. "Sama prof. Henri sudah dibolehin pulang, terus ngapain lama-lama di RS" kata Mayong yang sedang nyuapin Raja.


"Eh, aku ada berita bagus nih" ujar Bara tiba-tiba. Yasmin yang duduk di samping suaminya hanya tersenyum-senyum kecil. Maya yang sedang mengunyah itu tak sengaja melihat ekspresi sahabat sekaligus adik iparnya itu. "Bentar,...bentar...aku tau nih kayaknya. Berita bagus apa yang akan kak Bara sampaikan. Boleh aku tebak nggak nih???" Maya menjeda ucapan Bara. Bara menghentikan ucapannya dan menggeleng. Maya tersenyum simpul. Sementara papa Suryo dan mama Clara, "Ayo lekas sampaikan, jangan buat penasaran".


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


to be continued, happy reading guyyssss


__ADS_2