Obgyn Kesayangan CEO

Obgyn Kesayangan CEO
Part 91


__ADS_3

Mayong balik ke hotel, setelah menyelesaikan rapatnya. Maya tersenyum sumringah melihat kedatangan suaminya. "Yang habis belanja, seneng amat" ujar Mayong. Mayong mendekati Raja, "Yank, cuci tangan dulu" cegah Maya. "Sorri...sorri..kelupaan" Mayong bergegas menuju wastafel. "Yank, aku dibeliin apa tadi?" goda Mayong. "Yah, lupa yank. Nggak kubeliin apa-apa. Aku bingung mau beliin apa, lagian juga sudah punya semua" Maya mengutarakannya takut-takut. "He...he...nggak papa. Sini peluk suami" Mayong terkekeh. Maya mengecup bibir Mayong. "Wah, kalau gini pasti ada maunya" tebak Mayong. Maya terkekeh, "Aku minta maaf ya, tadi bener-bener nggak tau musti beliin apa" jujur Maya. "Aku juga beneran nggak apa-apa, suerr. Aku seneng yank, kamu pakai kartu itu. Semenjak kamu jadi istriku, tak pernah kulihat kartu itu terpakai. Apa nggak kasihan, kartunya pengap lho di dompet kamu???" goda Mayong. "He..he...suamiku memang terbaik" Maya mengacungkan kedua jempolnya.


"Aku tadi abis ngabisin uangmu lho sayang. Bi Inem, Rani, pak Amin, para pengawal semua dapat kebagian. Makasih ya" Maya memeluk Mayong yang rebahan di sampingnya. "Jadi, semuanya tadi buat mereka. Terus kamu sendiri beli apa yank?" Mayong mengecup kepala Maya. "He..he..aku juga nggak beli apa-apa. Kan semuanya sudah kau berikan sayang" jawab Maya polos. "Tapi aku tadi beliin beberapa baju buat Raja" lanjut Maya. Memang itulah istrinya, yang selalu mementingkan orang lain daripada dirinya sendiri, kadang Mayong suka sedikit memaksa istrinya itu untuk memakai barang yang dibelikan olehnya. "Besok masih rapat dengan tuan Akio?" Maya bangkit dari tempat tidur saat mendengar suara Raja. Ternyata Raja hanya mengigau. "Ternyata masih nyenyak", gumam Maya. "Yank, mumpung Raja lagi tidur. Main yuuk" bisik Mayong. Maya mengiyakan permintaan sang suami. Mayong sangat agresif kali ini. Tidak dilewatkan seinchi pun tubuh sang istri. Maya hanya menggeliat, menambah Mayong tambah semangat. Suara-suara Maya membuat candu bagi Mayong. Saat di tengah puncak permainan dan saat sang suami sangat menikmati buah ceri. Raja menggeliat lagi. "Sayang, Raja bangun kah?" Maya yang posisi lagi di bawah tidak bisa melihat langsung Raja. Mayong menengok sang putra, "Nggak kok Raja bobok lagi" ujar Mayong. Mayong memulai kembali hal yang tertunda tadi. Hingga ambruklah Mayong di samping Maya. "Makasih sayang" kecup Mayong di kening sang istri. Dengan hanya tertututup selimut memakai saling memeluk untuk istirahat sejenak.

__ADS_1


Maya bergegas mandi duluan begitu bangun. "Sayang hayo pakai bajunya. Aku mau mandi dulu. Ntar kalau Raja bangun, masak lihat papanya polosan..he..he.." Maya menyerahkan baju dan celana pendek ke Mayong. Mayong meraih baju ganti yang diberikan Maya. Sesaat kemudian Mayong sudah sampai Nirwana lagi.


Kali ini mereka semua makan malam di hotel. Serombongan semua duduk di meja yang sama. Mayong dan Maya yang datang belakangan menyusul di meja yang sama. "Tuan, Nyonya" sambut mereka bersamaan sambil berdiri. "Sudah duduk aja semua" Maya tersenyum ke arah mereka. Raja yang berada dalam gendongan Mayong hendak turun meraih makanan yang ada di depannya. "Wah, anak papa rupanya sudah laper ya" ujar Mayong terkekeh. Maya tadi sudah meminta pihak hotel untuk menyiapkan makanan bayi untuk Raja. Rani segera mendekat menunjukkan semangkuk makanan di depan Raja. Tawa bayi itu sungguh menggemaskan. Mayong dan Maya menikmati makan malam kebersamaan itu.

__ADS_1


"Doni, kutunggu berkas kerjasama yang kau buat. Aku mau pertemuan besok tinggal agenda tanda tangan aja. Jadi tidak perlu lama-lama di Nayaka" jelas Mayong. Besok rencananya selepas dari Nayaka. Mayong mau mengajak Maya dan Raja ke Disneyland. Sementara Maya di kamar sedang menerima telpon dari Yasmin. "May, di Jepang lagi musim apa nih?" urai Yasmin. "Lagi musim panas di sini. Daripada Indo di sini lebih panasan dech. Tapi kalau di kamar tetep aja dingin cin...he...he...." terang Maya. "Halah kau ini, pasti ujung-ujungnya mesum kan sama tuan Mayong..ha...ha.....ingat anak May" seru Yasmin. "Makanya harus pinter-pinter cari kesempatan dong" Tawa Maya semakin pecah. "Aku alihin video call ya, kangen nih sama Raja" pinta Yasmin. "Raja lagi sama Rani" ujar Maya. "Jadi kamu lagi sama tuan Mayong nih???? Udah ya aku tutup aja. Nggak enak sama suami istri yang lagi cari kesempatan" sarkas Yasmin. "Berdua apaan, suamiku lagi bersama asisten setianya" seloroh Maya. "Nggak di Indo, nggak di Jepang sama aja ya. Tetep sibuk" goda Yasmin. Pintu presidential suit itu terbuka, "Telpon siapa yank?" Mayong bersuara. "Ini dengan Yasmin, ngobrol aja" tukas Maya. "Baiklah cin, lanjut nanti-nanti ya. Bye" Yasmin menutup panggilannya terlebih dahulu.


Maya dan Mayong tertidur lelap setelah melewati tiga ronde. Tengah malam Maya terbangun. "Yank,...sayang... Raja belum ke sini lho yank. Ayo ke kamar Rani" Maya membangunkan sang suami. Mayong memaksakan membuka matanya. "Kasihan Raja yank, dia pasti tidur nyenyak" Mayong mau melanjutkan tidurnya. "Ayolah sayang, jam segini Raja biasanya bangun" teramg Maya. "Baik, baik...titah tuan putri siap dilaksanakan" Mayong bangkit dari tidurnya dengan mata yang sedikit dipaksakan membuka. Maya mengikuti langkah suaminya. Maya mengetuk pintu kamar Rani, terdengar suara tangisan Raja dari dalam. Tok...tok...."Ran, bik" panggil Maya pelan. Pintu dibuka oleh bik Inem dalam. "Eh nyonya, den Raja agak rewel nyonya" jelas bi Inem. Rani mendekat sambil menggendong Raja yang menangis. "Anak mama ganteng, lagi nyari mama ya" Maya mengambil Raja dari gendongan Rani. Raja langsung terdiam. "Ran bik, makasih ya" Maya naik kembali ke lantai teratas diikuti Mayong. "Kok bisa tau Raja rewel" tanya Mayong setelah memasuki kamar. "Instinglah yank, lagian jam segini Raja kan biasanya waktunya minum ASI" jelas Maya. " Sini Raja kugendong dulu. Bersihin dulu" mata Mayong menunjuk area dada istrinya. Maya tersenyum dan beranjak ke kamar mandi.

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


to be continued, happy reading πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2