Obgyn Kesayangan CEO

Obgyn Kesayangan CEO
Part 80


__ADS_3

Sesampai di mansion, sambutan Raja menghangatkan suasana. Bayi sembilan bulan itu menunjukkan kelucuannya. Raja merangkak mendekati sang mama. "Anak mama, kangen ya???" Maya merentangkan kedua tangannya untuk digapai Raja. Maya sengaja tidak mendekat, untuk melatif keaktifan Raja. Raja tertawa lepas. "Bahagianya cucu oma ketemu mama" sela mama Clara mendekat.


Mayong menggoda Raja dengan merangkul dan menciumi Maya. Raja menangis histeris. "Ih papa, tuh nangis kan" Maya sewot. Maya mengambil dan menggendong Raja yang menangis. "Cup...cup...anak mama paling ganteng". Raja kembali tertawa dan seakan mengejek sang papa.


"Haduh, kalah saingan aku" gerutu Mayong. Maya menepuk bahu suaminya, "Nggak boleh gitu, sama anak sendiri juga". Maya terkekeh.


"Ayo Raja, main sama Mama. Papa istirahat dulu dan nggak boleh membantah ya Pa" ujar Maya dan mengedipkan salah satu matanya. Mayong hendak beranjak ke kamar. Raja pun menangis, mencoba menggapai papanya. Mayong mendekat hendak menggendong Raja. "Jangan dulu, lukamu belum kering yank" cegah Maya.


"Raja mainan dulu sama mama aja yaa, yuuukkk ambil pesawat yang di sana" tunjuk Maya ke arah tumpukan mainan Raja. Raja bersemangat dan merangkak ke arah mainan-mainan itu. "Ayo Pa, lekas istirahat dulu" ujar Maya yang melihat suaminya masih di posisi semula.


"Susul ya???" bisik Mayong. Maya mencubit lengan suaminya, "Aku kangen sama Raja". Mayong cemberut layaknya Raja yang merajuk.


Raja tak memberi kesempatan sang Mama untuk meninggalkannya sedikitpun. Bayi itu mungkin kangen dengan mamanya karena beberapa hari tidak ketemu saat Maya menunggui Mayong di rumah sakit. "Gemesnya mama, sudah sore. Mandi yukkkk" ajak Maya menggendong Raja. Raja dimandikan sendiri oleh Maya, sementara Rani menyiapkan ganti-ganti Raja.


"Nyonya, tuan Mayong ada yang nyari" susul bi Inem masuk kamar. "Tuan Doni kayaknya nyonya, sekarang lagi nungguin di ruang depan" jelas bi Inem.


"Oke Bi, bilangin suruh nunggu sebentar ya. Doni suruh langsung masuk ke ruang kerja papanya Raja aja" suruh Maya. Bi Inem keluar dari kamar Raja. Raja yang sudah wangi dan ganti baju digendong Maya untuk menyusul sang papa ke kamar. Maya memang membiarkan Mayong untuk beristirahat sejenak, tanpa gangguan tingkah polah Raja. Istirahat sangat diperlukan untuk masa pemulihan. "Sayang, sudah sore. Doni sudah nungguin di bawah" Maya sengaja menaruh Raja di dekat kaki sang Papa. Raja mulai naik merangkak di kaki papanya. Mayong terlonjak karena merasa kegelian, "Pintarnya anak papa, wangi banget" Mayong duduk menciumi Raja. Raja tertawa kegelian. "Sudah...sudah...papa biar mandi dulu nak, biar sama gantengnya" Maya menyiapkan air hangat untuk mandi.

__ADS_1


"Ayo, papa mandi dulu. Airnya kubuat nggak ange-anget amat yank. Takutnya perbanmu ikut lepas kalau airnya kepanasan" seru Maya. Mayong melangkah ke kamar mandi. Empat hari nggak mandi, rasanya badan lengket semua. Mayong heran kenapa Maya masih nempel aja he..he...Padahal selama di rumah sakit, Maya tetap membersihkan badan sang suami dan mengganti bajunya. Mayong berendam lama, sampai lupa kalau asistennya menunggu. "Sayang, lama amat. Doni sudah jamuran nunggu di ruang kerja" teriak Maya dari luar pintu kamar mandi. "Biarin aja, biar kudisan sekalian" balas Mayong yang masih berendam.


Mayong turun setelah memakai baju yang disiapin istrinya menuju ruang kerja. Sampai ruang tengah, dilihatnya Doni sedang bercanda dengan Raja. "Yang belum mandi dilarang keras mendekati putraku" pecah suara Mayong. "Aku sudah cuci tangan Tuan, lagian aku juga wangi" sangkal Doni. Raja malah merangkak menuju papanya, "Sini gendong papa. Om nya bau" Mayong merentangkan tangannya, Raja dengan semangat mendekat". Mayong menggendong Raja di sisi kanan, menjauh dari lukanya. Diajaknya Raja ke ruang kerja disusul Doni. Raja asyik bermain dengan semua yang ada di meja ruang kerja papanya dan tidak memperdulikan papa dan sang asisten berbicara.


"Mulai laporan Don" perintah Mayong. Doni memulai laporannya, " Untuk laporan bulanan tuan, hasil kerjasama dengan perusahaan-perusahaan baru telah menunjukkan hasil yang signifikan. Untuk laporan tribulan belum saatnya Tuan" . Mayong mengangguk. Selain laporan Doni, semua sudah dicek lewat email yang terkirim.


"Mengenai tuan Akio gimana Tuan?" sela Doni. Jadwalkan minggu depan aja, selepas jadwal kontrolku" jelas Mayong. Doni mengangguk mengiyakan. Raja masih sibuk dengan isi meja Mayong. "Nak ganteng, sibuk amat" elus Mayong ke Raja. Raja tertawa sambil ngeces. Mayong mengusapnya, "Walah, anak mama Maya kok ileran?". "Bukannya anak anda juga Tuan?" ucap Doni. "He..he...kalau ganteng anak papa, kalau ileran anak mama. Betul nggak Raja?" gurau Mayong. Raja tertawa lepas.


Maya menyusul masuk ruang kerja. "Ternyata anak mama di sini, dicariin dari tadi" Maya mendusel ke pipi Raja. "Haduh, ilernya kok nggak dilap sih Pa" gerutu Maya. "Sudah Ma, tapi Raja aja yang hobinya ileran" elak Mayong.


"Kayaknya Tuan Akio mulai berminat dengan Samudera Group Tuan" lapor Doni serius selepas Maya dan Raja keluar pintu. "Itu aku tahu. Tapi ada apa, dari yang sebelumnya tidak minat sekarang kok malah kesannya memburu" analisa Mayong. "Kita lihat waktu pertemuan dengan Tuan Akio saja Tuan" ulas Doni. "Nggak usah kau bilangin aku juga tau Don".


"Kalau gitu aku pamit tuan" Doni beranjak. "Don, selama aku belum ke perusahaan, tiap sore kau wajib mampir ke sini" perintah Mayong.


"Kan sudah ku email semua Tuan laporannya" tolak halus Doni. "Nggak ada bantahan" ujar Mayong semena-mena.


"Yang penting uang lemburnya jangan telat ya Tuan" Doni mencoba negosiasi.

__ADS_1


"Tergantung...." ucapan Mayong sengaja terhenti.


"Tergantung apa Tuan?" Doni penasaran.


"Tergantung mood ku....ha..ha..."Mayong meninggalkan Doni di ruang kerjanya.


"Hei....ayo keluar!!! Jangan bilang bengongmu termasuk lemburan ya!!!" Mayong balik, saat asistennya tidak beranjak dari duduknya.


Seminggu kemudian, "Sayang, kenapa nggak kau ganti aja perbannya, kenapa musti ke dokter Bagus" rajuk Mayong yang malas ke rumah sakit, terutama ke rumah sakit untuk jadi pasien.


"Biasa aja deh yank, nggak usah lebay. Nanti kutungguin waktu diganti. Lagian itu bukan ranahnya obgyn" Maya menyiapkan keperluan untuk kontrol dan juga menyiapkan keperluan Raja saat ditinggal.


"Besok apa hari ini pertemuan dengan tuan Akio?" tanya Maya. "Sekalian aku siapkan baju gantinya" ulas Maya berikutnya. Mayong yang memakai pasien kasual, celana selutut nampak kelihatan fresh wajahnya sudah bersiap berangkat. "Hari ini selepas kontrol langsung ke perusahaan, kamu ngikut aja skalian ya. Paling nggak lama kok???" rajuk Mayong. "Baiklah" Maya setuju.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


to be continued, happy reading

__ADS_1


__ADS_2