Obgyn Kesayangan CEO

Obgyn Kesayangan CEO
Part 62


__ADS_3

Nampaklah di depan Maya sebuah kamar mewah dengan nuansa dominan warna merah dan biru dengan gambar-gambar super hero spiderman. "Wooooowwwww, untuk Raja?" seru Maya. Kamar yang tembus ke kamar pribadi Mayong dan Maya. "Makasih sayang" ucap Maya mencium pipi Mayong. Mayong tersenyum, "Apa sih yang enggak buat putra dan istriku".


Mayong dan Maya sangat menikmati awal-awal perannya sebagai orang tua. Minggu pertama baterai mereka masih full. Selalu siap siaga saat Raja terbangun tengah malam. Maya beruntung tidak mengalami baby blues, karena Mayong sangat memperhatikan sang istri.


"Yang, kamu tidur duluan aja. Ntar gantian. Mumpung Raja lagi bobok" suruh Mayong. Maya tidur di samping sang suami, Raja dia taruh di box bayi. Untuk sementara Mayong dan Maya ikut tidur di kamar Raja. Mayong mengecek email yang masuk tentang kondisi perusahaan. Baru sebentar sudah terdengar dengkuran halus Maya.


"Kamu pasti capek sekali sayang. Bahkan mata pandamu sangat kelihatan" gumam Mayong mengelus rambut istrinya.


Belum juga setengah jam Raja terbangun. Mayong beranjak, menggendong Raja. Raja masih rewel dalam gendongan papanya. Maya terbangun saat mendengar tangisan. "Yang, kenapa?"


"Nggak tau, haus kayaknya" Mayong yang belum paham kebiasaan putranya.


Maya mengecek, ternyata popoknya penuh. Maya menggantikan dan dibantu oleh Mayong.


Maya menyusui Raja yang nampak kehausan. Mayong pun ikut menelan ludah. Baru berapa hari dia puasa, rasanya sudah sampai ubun-ubun, batinnya.


Minggu-minggu berikutnya Mayong sudah handal menggendong dan mengganti popok Raja. Bahkan papa baru itu dengan bangga memamerkan ke hadapan keluarga yang lain.


"Halah Kak, kalau itu aku juga bisa. Nggak usah dipamerin" ejek Bara.


"Coba aja, tapi Raja-ku nggak aku ijinin dipakai latihan ya" ucap Mayong.


Pagi itu Mayong bersiap ke perusahaan. Bara yang kebetulan menginap di mansion, bersiap berangkat ke rumah sakit. Mayong dan Bara menghampiri Raja yang sedang dijemur oleh Maya. "Cakep kan putraku" pamer Mayong.


"Pagi ganteng, pagi-pagi sudah pakai kacamata aja" Mayong mencium gemas pipi putranya.


"Sekarang kok malah tidur, semalam kenapa ngajak ronda papa" Mayong tak berhenti mencium Raja.


"Raja, ajak papamu ronda terus aja" seru Bara yang ternyata belum berangkat ke rumah sakit.


"Berangkat sana, gangguin orang aja" hardik Mayong.

__ADS_1


"Yeeiii...aku kan juga mau cium ponakanku" Bara malah mendekat.


"Haissss. Buruan berangkat. Kalau telat kupotong gajimu" ancam Mayong terakhir kalinya.


Bara mencebik tak terima. Saat Mayong terlena, Bara cium pipi Raja. Bara berlalu pergi dengan tertawa. Sukses menggoda kakaknya. Maya hanya geleng-geleng tiap kali disuguhi adegan kakak dan adik itu.


"Yang, aku berangkat dulu. Jaga putra kita. I love You" Mayong mencium kening sang istri dan Maya mencium tangan sang suami.


"Tanpa kamu suruhpun Raja akan kujaga sepenuh hatiku" jawab Maya. Mayong hanya terkekeh.


Doni sudah bersiap di dalam mobil. Mobil meluncur sesaat setelah Mayong masuk ke dalamnya. Mayong terdiam di dalam mobil.


Tuan kenapa hari ini tenang sekali, batin Doni.


Doni memanggil manggil Mayong saat sampai di lobi perusahaan. "Tuan...Tuan....sudah sampai" ujar Doni yang sengaja mengeraskan sedikit suaranya. "Aku juga dengar Don, nggak usah ngegas" Mayong berlalu turun meninggalkan sang asisten. Doni berlari mengikuti tuannya seletah melempar kunci mobil ke security.


"Pagi tuan" Sinta membungkuk saat Mayong lewat di depannya. Mayong berlalu tanpa menjawab dan masuk ke ruangannya.


"Jadwal anda hari ini Tuan....bla....bla...." Doni membacakan jadwal Mayong hari ini dengan detail. Tidak ada respon dari sang tuan. "Tuan...Tuan...." suaranya sedikit berteriak. Bukannya jawaban yang didapat Doni, malah dengkuran halus tuan Mayong.


Doni berdehem beberapa kali, "Ada apa Don, ngapain masih di sini?" suara Mayong akhirnya terdengar.


"Anu...Tuan...ada jadwal rapat dengan perusahaan rekanan pagi ini. Semua sudah menunggu di ruang rapat" ujar Doni.


"Kenapa tidak bilang dari tadi" sarkas Mayong.


"Aneh, dia yang tertidur aku yang dimarahi..Padahal semua sudah kusampaikan tadi" umpat Doni dalam hati.


"Jangan mengumpat, mau kutunda gajimu" Mayong segera beranjak ke ruang rapat. Mayong pun kurang fokus saat rapat berlangsung. Mayong bahkan sering menguap.


Saat rapat selesai, "Don, kamu tunda aja pertemuan-pertemuan selanjutnya" perintah Mayong tanpa memberi alasan. "Pasti seenak sendiri merubah jadwal" gerutu Doni dalam batin. Alhasil dapatlah Doni pelototan tajam dari tuannya.

__ADS_1


"Baiklah tuan, aku akan bilang Sinta untuk merescedulenya" Doni mengangguk siap melaksanakan perintah. Mayong mekangkah ke ruangannya. "Ngantuk sekali hari ini" keluh Mayong berjalan menuju ruang istirahat yang dia sediakan. Mayong merebahkan dirinya. Mayong semalam tidak bisa memejamkan mata sama sekali. Raja yang terbangun jika dia letakkan di box, alhasil semalaman Mayong menggendong putranya. Mau mebangunkan sang istri, Mayong merasa kasihan. Mayong tertidur pulas sesaat setelah ketemu bantal guling di ruangan itu. Suka duka papa baru....he...he...


Mayong terbangun saat dering ponselnya berbunyi. "Iya Sayang" jawabnya saat sadar kalau istrinya menelpon.


"Yang, kalau pulang sekalian mampir ke baby shop ya. Tolokan belikan alat pumping ASI ya" pinta Maya.


"Alat apaan itu?" tanya Mayong.


"Ntar tanya mbaknya yang di toko aja, bilang alat pumping ASI. Gitu ya?" jelas Maya


Mayong mengangguk, padahal Maya juga tak melihatnya.


"Sayang, mau kan" tanya ulang Maya.


"Baik tuan putri" seru Mayong. Maya tergelak di seberang telpon.


Doni sudah bersiap menunggu sang bos yang baru keluar dari tempat istirahatnya. "Don, ayo pulang" ajak Mayong. Doni mengikuti langkah sang bos.


"Don, nanti mampir ke baby shop ya" ucap Mayong ketika mobil meluncur.


"Hah, baby shop tuan?" tanya Doni tak percaya. Mayong mengiyakan.


"Sudah sampai tuan" tukas Doni setelah berhenti di depan sebuah baby shop terbesar di kota itu.


"Ayo turun" ajak Mayong.


"Untuk??" Doni tak paham.


"Ikut aja" ulang Mayong. Akhirnya kedua laki-laki ganteng itu masuk ke baby shop. Semua pandangan ibu-ibu yang berada di toko itu terpusat ke Mayong dan Doni. Suami idaman, mungkin itu batin semua yang ada di sana. Doni rikuh melihat pandangan yang tertuju padanya. Lain halnya Mayong, dia langsung menuju ke penjaga toko. "Mba, alat pumping ASI. Berikan yang paling bagus. Sepuluh ya" seru Mayong. Mbak penjaga toko hanya ternganga, sepuluh alat pumping. Untuk apaan, batinnya.


"Mba, ada nggak? cepetan" ulang Mayong.

__ADS_1


"Baik Tuan" penjaga toko berlalu dari hadapan Mayong.


#happy reading# like, vote, komen dan semuanya othor tunggu ya 🤗🤗🤗


__ADS_2