
Sampai di kediaman ayah Abraham, Maya buru-buru masuk ke kamar. Mayong menyusulnya. "Sayang bukankah sudah dua minggu lebih kamu telat???" sambil membuka ponsel. "Benarkah aku hamil yank?" Maya benar-benar terlihat galau saat ini. "Mendingan ki tes peck aja deh, daripada ragu-ragu" suruh Mayong. Perang batin dalam benak Maya. Kalau lihat siklus haid yang mundur dan rasa mual yang dikesampingkan olehnya. Tanpa tes peck pun Maya yakin kalau dirinya positif. "Ayolah sayang, jangan terlalu dipikirkan" pinta Mayong. "Aku akan selalu tanggung jawab..he..he..." gurau Mayong. Maya cemberut, "Nggak lucu!!!!". "Lagian yank, kalau memang positif apa mau ditolak. Itu amanah yang dipercayakan ke kita" Mayong memeluk Maya yang seakan-akan masih ada penolakan di dalam batin istrinya. Maya hanya mengangguk pasrah, membenarkan apa yang diucapkan suaminya. Dia sudah ikhtiar dengan ber-KB, tapi kalau Allah sudah kun fayakun. Apapun akan terjadi.
Maya masuk ke kamar mandi lagi, Mayong menyusulnya. "Yank, ngapain ikut? Aku mau pipis nih" seloroh Maya. "Kan aku mau lihat kamu tes peck yank" tukas Mayong. "Urine-nya nanti tak bawa keluar aja, kamu yang ngetes. Kalau kamu tungguin, mana bisa aku pipis" ucap Maya. Mayong terkekeh. Terdengar pintu dketuk. Saat Mayong membuka pintu kamar, Maya segera masuk kamar mandi. "Wah, anak papa datang. Sini peluk papa" Mayong mengambil Raja dari gendongan Rani. Saat tadi datang, Raja lagi tidur. Makanya Mayong menyusul sang istri ke kamar.
"Sayang, sudah belum???" teriak Mayong dari dalam kamar. "Bentar" ucap Maya. Raja merengek saat mendengar suara mamanya. "Raja rewel nih" tukas Mayong. Maya keluar kamar mandi sambil membawa urine nya. "Kamu yang ngetes yank. Aku jadi takut lihat hasilnya" pinta Maya. Mayong mengecup kening Maya. "Santai aja, apapun hasilnya pasti Allah ngasih yang terbaik buat kita" jelas Mayong. Maya menciumi Raja yang ada di gendongannya.
__ADS_1
"Yank, yang dimasukkan urine bagian yang mana?" tanya Mayong yang masih menimang-nimang alat itu. Maya hanya geleng-geleng kepala dengan bapak yang ada di hadapannya ini. "Baca petunjuknya dong sayang" bisik Maya. Maya meletakkan Raja di atas tempat tidur yang sudah dikasih pembatas di tepinya. Raja berceloteh sambil mainan dengan Maya. Mayong serius mengamati hasil pemeriksaannya. Sesaat kemudian terdengar teriakan Mayong, "Yeeeeiiiii berhasil". "Apaan sih yank, apa hasilnya?" Maya penasaran. "Belum keluar hasilnya, tapi aku bisa melakukan pemeriksaannya" ucap Mayong. "Wealah, bisa tes peck aja bangga" Maya mencubit lengan Mayong. "Jangan salah ya, ini permulaan jadi suami siaga loh" seloroh Mayong sambil terkekeh. Mayong melihat lagi stik yang dimasukkan ke urine tampung istrinya itu. Strip yang awalnya cuma satu, berubah menjadi dua. Dan strip itu jelas sekali. "Yank.....Stripnya dua" Mayong terlihaf bahagia. Sementara Maya duduk sedikit lemas melihat hasil tes pecknya. "Jangan sedih, ini karunia lho yank" Mayong memeluk istrinya, mencoba menenangkan kegalauan Maya.
Saat makan malam, Maya menceritakan kepada ayahnya. Ayah Abraham menanggapi dengan bijak, "Ahamdulillah. Cucu ayah bertambah. Nak, kamu harus bersyukur. Sudah diberikan amanah yang tak terkira" nasehat ayah Abraham. Maya hanya mengangguk. "Mayong, dengan kehamilan istrimu ini aku harap lebih perhatian lagi ke Maya ya. Kerja tetap diperhatikan, tapi jadikan istrimu prioritas utamamu sekarang. Lagian hamilnya masuk beresiko loh. Jarak persalinannya kurang dari dua tahun kan? Apalagi pas Raja lahir, Maya operasi" lanjut ayah Abraham. "Baik Yah" tukas Mayong. "Oh ya May, besok kamu USG sama ayah aja. Lihat posisi IUD-mu bagaimana. Bisa dilepas langsung atau dibiarkan dulu selama hamil" ujar ayah Abraham. "Apa nggak ngeganggu hamilnya yah, kalau dibiarkan di dalam?" tanya Mayong. "Besok kita lihat dulu hasil USGnya ayah sayang" jelas Maya. Ayah Abraham seorang dokter konsultan feto maternal tentu lebih paham daripada Maya. "May, kamu nggak ingin kuliah lagi? Ambil konsultan seperti ayah?" Ayah Abraham mulai menggoda Mayong lagi. "Ayah, jangan mulai lagi dong" sergah Mayong. "Ha...ha...lagian kamu itu juga nggak kasihan sama istrimu. Nggak boleh sekolah, tapi kau gempur tiap hari. Bobol kan akhirnya" Ayah Abraham terbahak. Mayong hanya bisa garuk kepala.
Mama Clara yang lagi menyiapkan seserahan buat acara lamaran Bara, terkaget saat papa Suryo menghampirinya. "Ada apa sih Pa, buat kaget aja?" tanya Mama Clara. "Nih, dengerin. Ada kejutan dari Abraham" seru papa Suryo sambil menyuruh mama Clara duduk di dekatnya. Papa Suryo dan Mama Clara duduk tenang melihat layar ponselnya. "Kok bukan Abraham, malah Mayong yang ada di layar ponselmu Pa?" Mama Clara masih belum mengerti. "Mayong mau konferensi pers Ma, dengerin aja" papa Suryo menahan tawa. Abraham mengajak gabung Bara di panggilan groupnya. Bara pun masuk. "Eh, kok ada Bara juga???" sela Mama Clara.
__ADS_1
"Kau urusin aja lamaranmu, terus ajak nikah tuh Yasmin. Nanti kuajari bikin adonan, biar jadi kayak Raja" sarkas Mayong. "Ha....ha.....kalau itu aku mah pintar kak" panggilan telepon group itu malah didominasi Mayong dan Bara. "Paling kamu pintar teorinya aja. Pasti ilmunya kamu dapat dari buku-buku tebal yang kamu bacakan. Kalau praktek, aku jamin pasti lebih jagoan aku" ucap Mayong bangga. Ketiga orang tua dan Maya hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar keabsurdan Mayong. "Makanya tembok Cina pun berhasil kau tembus kak...ha...ha..." ejek Bara. "Betewe, selamat ya buat kakak dan Maya. Sehat-sehat untuk Maya dan bayinya" ucap Bara. "Jangan lupa dampingin aku saat acara lamaran besok" pinta Bara. "Maya jaga kesehatan ya Nak. Jangan terlalu capek bekerja. Minta sama Mayong aja kalau butuh sesuatu" Nasehat mama Clara. "Baik Mah" Maya sambilbmenggendong Raja. Mama Clara yang melihatnya, "Mayong, Raja kau aja yang gendong" perintah Mama Clara. "Raja loh mau ikut opa Abraham. Ya kan Raja?". Terlihat opa Abraham mengambil Raja dari gendongan Maya. "Ayahmu kan baru sembuh Mayong" papa Suryo mengingatkan. "Nggak apa-apa Suryo, aku senang kok. Kediamanku jadi ramai kalau ada mereka" pamer ayah Abraham.
"Mayong, Maya minggu depan kalian gantian nginap di sini" titah papa Suryo. Mayong dan Maya hanya melongo mendengarnya. "Apa kabar mansion??" gumam Mayong dan Maya bersamaan.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1
happy reading 😊