
Mayong sudah mereservasi ruang VIP di resto langganannya itu. Resto di mana Maya pernah merasakan menjadi salah satu bagiannya. Maya duduk setelah digeserkan kursi oleh Mayong. "Makasih" senyum Maya. Pelayan masuk membawa buku menu. Ternyata pelayan itu Iwan, teman kerja Maya dulu. Iwan yang menunduk saat menyerahkan buku menu tidak melihat kehadiran Maya. "Mas Iwan, masih betah di sini. Apa kabar?" tanya Maya mengagetkannya. "Ya Allah kirain siapa, ternyata kamu mba Maya" Iwan nggak berani manggil nama doang sekarang. "Pesanan nggak usah nulis lagi ya, kan tadi sekalian reservasi sudah sekalian pesan menunya" ucap Mayong dengan datar. "Baik, tuan. Pesanan segera datang" Anton mengangguk hormat. "Eh iya mas Iwan, pesan lagi untuk dua orang ya. Samakan aja menunya" imbuh Maya. "Oke, siap" Anton mengangkat jempolnya.
Bara dan Yasmin datang selepas Iwan keluar dari ruangan itu. Maya menyebutkan pesanannya. "Cin, kalau mau yang lain silahkan aja lho" ujar Maya ke Yasmin. "Aku ngikut aja, samain punyamu ya May. Pedas maksimal..ha..ha..." Yasmin menimpali. Mayong dan Bara yang sama-sama tidak penyuka makanan pedas hanya saling bersitatap. Membayangkan pedasnya aja sudah bikin sakit perut, batin Mayong.
"Kak, beneran dimajuin liburanmu?" sela Bara. "Iya, aku ingin tuan Akio mempercepat membeli Samedera" tegas Mayong. "Terus apa hubungan liburanmu dengan tuan Akio?" sanggah Bara. "Ya adalah, kan sama-sama di Jepang" jawab Mayong sekenanya. "May, sejak kapan suamimu ini jadi perhitungan?" Bara menoleh ke Maya. "Sejak kak Bara nggak mau bantuin suamiku di perusahaan Dirgantara" bela Maya. "Istriku memang TOP BeGeTe" Mayong memeluk pinggang Maya dan menciumnya, merasa senang dengan pembelaan sang istri. Bara manyun karena kalah telak oleh serangan suami istri itu. "Kak Bara kan sudah bantuin di Suryo Husada kak???" Yasmin berusaha membantu Bara."Totalitas malah. Kadang waktu kencannya denganku sering dia ingkari lho, karena banyaknya jadwal operasi" imbuh Yasmin. "Kamu itu membela kak Bara apa curhat sih Cin?" Maya tertawa melihat ekspresi Yasmin. "Tuh kak Bara, Yasmin curhat tuh. Kalau kak Bara bantuin suamiku pasti waktunya lebih bisa diatur, iya kan sayang" celetuk Maya minta persetujuan Mayong. Mayong mengangguk mengiyakan. "Terus kenapa perusahaanmu Gayatri nggak kau urus May, kau juga kan CEO di sana?" ujar Bara. Maya menatap Mayong tanda tak mengerti. Maya memang belum mengetahui kalau sekarang aset perusahaan Gayatri sudah dialihkan ke Maya. "Kan sudah ku back up semua Bar, jadi istriku bisa konsen ke profesinya" gantian Mayong membela Maya. "Terus....terus...saja kalian. Dasar pesangan kompak. Kompak membulliku" gerutu Bara. "Kalau kamu kewalahan kan bisa minta pak Bambang nambah anesthesi baru Bar" saran Mayong. "Buat waktumu longgar, biar bisa konsen ke acara lamaran dan pernikahanmu. Kasihan Yasmin tuh, pontang-panting ngurus persiapan sendiri" tambah Mayong. "Iya Kak, lagian akhir-akhir ini tingkat tindakan di ruang operasi meningkat tajam, belum lagi pasien ICU-mu" Maya juga menambahi. "Tuh, perhatiian saran kak Mayong" Yasmin berbalik arah ikut membulli Bara. "Sayang, kamu kok tidak ikut membelaku???" Bara duduk menyender di kursi pura-pura lemas.
__ADS_1
Makanan datang di tengah obrolan mereka. "Wah, makanan ini menyelamatkanku" seloroh Bara. "Kok bisa yank?" tukas Yasmin. "Menyelamatkanku dari bullian pasangan di depan kita ni" celetuknya. Mayong hanya tersenyum mengejek mendengar celetukan Bara. "May, sambel di sini tak ada duanya. Pedasnya nampol banget" Yasmin mulai mengomentari makanan di depannya. "Iya, bikin nambah terus nasinya" Maya tertawa. "Ayo makan cin" ajak Maya. Sahabat kecil yang akan menjadi saudara itu sangat menikmati sambal yang ada di depannya. Mayong dan Bara hanya bisa geleng-geleng kepala. "Apa nggak kasihan sama lambung kalian?" tanya Mayong. "Kan habis ini minum hangat sayang, jadi nggak ngaruh ke lambung" tukas Maya. "Dapat teori dari mana?" sela Bara. "Teoriku sendiri. Yang kuteliti bersama calon pasanganmu ini" jelas Maya menunjuk Yasmin. Yasmin ikut tertawa menimpali. Sesudah makan Maya memanggil pelayan untuk meminta billing makannya. Maya meninggalkan beberapa lembar uang ratusan ribu. "Kembaliannya untuk mbaknya aja" ujar Maya. Mayong dan Maya, Bara dan Yasmin...mereka memisah arah dengan tujuannya masing-masing.
Dalam perjalanan ke arah ayah Abraham, "Sayang, lama juga kita belum ke panti. Kangen aku sama bapak dan ibu" Maya menghela nafas. "Iya benar juga sih, semenjak acara akikahan Raja kita belum bertemu bapak ibu" komentar Mayong. Sesudah menikah semua penghasilan Maya dari rumah sakit, selalu Maya kirim untuk memenuhi kebutuhan panti. Karena pemberian Mayong sudah lebih dari cukup, bahkan lebih-lebih. "Gimana kalau ulang tahun Raja yang pertama kita rayakan di panti aja. Kita nginap di sana" saran Mayong. "Bener juga sih, tapi itu masih dua bulanan lho yank" tukas Maya. "Ya nggak papa, biar bisa prepare-nya bisa lebih lama" komen Mayong. "Kan sekarang bisa video call kalau kamu kangen" lanjut Mayong. "Kalau itu juga sering yank, hampir tiap hari malah" ucap Maya.
Sesampai di kediaman ayah Abraham, Raja sudah menunggu di sana. Raja yang sedang dilatih berjalan oleh opanya nampak sangat gembira. Meski terjatuh, tawa lepas Raja selalu terdengar. "Ayo, sini Raja kejar Opa" seru ayah Abraham. Raja nampak mencoba meraih tangan sang Opa yang berada di depannya. "Raja hebat" puji Abraham memeluk cucunya. Mereka berdua tertawa lepas. "Pintarnya anak mama, lagi latihan jalan ya sama Opa" Maya mendekati kakek dan cucu yang saling berpelukan itu. "Tuh, mama datang. Ayo mainan di dalam" Ayah Abraham menggendong cucu kesayangannya itu masuk. Maya menggambil segelas air putih dari kulkas dan meneguknya. Sementara Raja mencoba meraih gelas yang diminum Maya. "Wah, anak mama haus juga ya???" Maya memberi air putih di gelas khusus punya Raja. Raja bahkan sangat senang menyesap minuman itu. "Yah, Raja kutidurkan dulu ya. Waktunya bobok siang dia" ucap Maya. "Iya, ajak ke kamar aja. Dari tadi mainan terus dia" tukas ayah Abraham. Maya bergegas ke kamar untuk menidurkan Raja.
__ADS_1
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
to be continued, happy reading
#Taruh cuka di botol kosong #kalau suka kasih like dong.
__ADS_1
Pantun yang sedikit othor paksakan ππππ€