Obgyn Kesayangan CEO

Obgyn Kesayangan CEO
Part 46


__ADS_3

"Bismillah. Saya terima nikah dan kawinnya Maya Cantika Putri binti Abraham Bimantara dengan mas kawin seperangkat alat shalat dibayar tunai" ucap Mayong dalam satu kali tarikan nafas sambil menjabat erat tangan Abraham.


Suara "sah" terdengar di ruangan itu. Mayong bernafas lega. Demikian juga Maya. Maya mencium tangan laki-laki yang kini sudah sah menjadi suaminya. "Selamat untuk kalian berdua, semoga bahagia. Jaga putri ayah dengan baik Mayong, jangan buat Maya menangis. Jika kamu sudah tidak bahagia dengan Maya tolong kembalikan dia dengan baik sebagaimana engkau meminta kepadaku" Abraham terharu, satu-satunya putri yang dimiliki sudah menjadi milik suaminya. Mayapun ikut terisak, baru dia rasakan dicintai dan disayangi seorang ayah kandung. Sekarang Maya sudah berubah status menjadi Nyonya Mayong Saputra Suryolaksono.


Papa Suryo dan Mama Clara mendekat, "Sudahlah Abraham, sebaiknya kita mendukung apa yang sudah menjadi kebahagiaan anak-anak kita. Malah sekarang anakmu sudah lengkap laki dan perempuan tanpa kau menikah lagi. Iya kan?" gurau papa Suryo mengurangi kesedihan sahabatnya itu. Abaraham mengulum senyum.


Bara dan Yasmin datang menghampiri, "Selamat ya untuk kalian berdua. Cepat beri kami hadiah ponakan yang lucu ya" Bara terkekeh. Yasmin memeluk sahabatnya yang sudah berganti status itu.


Bu Warsinah dan Pak Bowo, Bu Hartini dan pak Wardi semua diundang oleh Mayong. Mereka semua diinapkan di hotel tempat berlangsungnya acara. Mayong meminta staf hotel untuk mengosongkan hotel bintang limanya untuk tidak menerima tamu sampai acara resepsinya selesai, tentu saja semuanya melalui Doni terlebih dahulu. Bahkan adik-adik Maya di panti pun tak lupa diikutsertakan oleh Mayong.


Mayong dan Maya beristirahat untuk memulihkan tenaga untuk acara resepsi dan sesudah resepsi...he...he.... Mayong mengajak Maya ke presidential suite room, digandenglah tangan istrinya itu. Maya tersipu.


"Woooowwwwww, ini kamar apa sebuah lapangan Kak???" Maya terkagum-kagum. Meski kini sudah menjadi seorang dokter spesialis, mana pernah mencoba kamar seperti ini.


"Ini lantai paling atas, cuma ada kamar ini May. Aku memang sengaja membuat lantai teratas ini untuk keluarga saja" jelas Mayong. Mayong menggandeng Maya mendekat jendela kamar teratas itu.


"Waaahhhhhhh, indahnya. Pemandangan kota yang indah. Di depan nan jauh di sana, pantai pun terlihat" kagum Maya


Mayong memeluk istrinya dari belakang. Maya terjingkat kaget dan memukul tangan Mayong yang melingkar di perutnya. "Maaf Kak, aku belum terbiasa..he..he.."


"Mulai hari ini kamu harus latihan May" sela Mayong.


"Latihan...?????" Maya mengernyitkan alis sebelah.


"Iya...latihan taekwondo" lanjutnya.


"Taekwondo?...apa hubungannya?" Maya masih merasa aneh dengan ucapan Mayong.


"Ya jelaslah ada hubungannya, kan taekwondonya di atas kasur" Mayong tertawa.

__ADS_1


Wah mulai ada hawa-hawa kemesuman ini, batin Maya. Maya menggelengkan kepalanya, membayangkannya.


Mayong menyentil kening istrinya, "Diajak ngobrol malah geleng-geleng. Membayangkan apa? Pasti bayangin yang enak-enak, iya kan?"


Pipi Maya sudah berubah seperti kepiting rebus.


"Kak aku mandi duluan ya?" pamit Maya.


"Mau kemana? Ntar aja mandinya. Mendingan kita tidur dulu, kita butuh ektra energi ya untuk resepsi nanti malam dan sesudahnya" Mayong membuka jasnya, dasinya pun sudah dilepas. Kemeja yang Mayong pakai, dia lipat bagian lengannya. Di mata Maya, semua yang dilakukan sekarang semakin menambah kemachoan suaminya itu. Maya melongo.


"May, kok malah ngalamun. Buruan ganti baju" perintah Mayong.


"Ganti baju di mana, kakak aja masih di sini" geriti Maya.


"Jangan lupa ya, aku sudah sah lho menjadi suamimu" Mayong mengingatkan statusnya.


"Iya..iya...nggak usah diulang-ulang kali" Maya berlalu membawa ganti bajunya ke kamar mandi.


Pintu kamar mandi terbuka. Maya keluar dengan baju tidur motif doraemon berwarna biru. Kaki jenjangnya yang mulus, rambut yang dikuncir kuda membuat Mayong terpana. Mayong yang selama ini sering melihat Maya dengan hijabnya, meski pernah sekali melihat Maya tanpa hijab sewaktu Maya menginap di rumahnya. Itupun hanya sekilas karena langsung ditarik Mama Clara.


"Aku jelek ya Kak? tanpa hijab" celetuk Maya mendekati Mayong.


"Sapa yang bilang, kamu cantik sekali istriku" puji Mayong.


"Gombal apa beneran?" Maya memperjelas.


"Kalau gombal ya ini" Mayong menunjuk baju yang dipakai Maya. Mereka tertawa.


"Kakak nggak ganti baju dulu?". Mayong beranjak ke kopernya. Maya mendekat dan memilihkan baju kasual untuk Mayong. Sebuah kaos warna biru dan celana pendek.

__ADS_1


Sepasang pengantin itu tertidur setelah makan siang dan mengobrol lama. Dalam tidurnya Mayong memeluk Maya dari belakang. Maya terbangun ketika ada yang menindih perut dan kakinya. Maya sedikit terkaget, tapi setelah terjaga sepenuhnya dari tidur Mayapun tersenyum. Ternyata kaki dan tangan suami yang berada di kaki dan perutnya. Nyaman sekali, batin Maya.


Jam tiga sore MUA datang mengetuk pintu diantar Doni.


Tok...tok...tok...ketukan pintu terdengar. Tidak ada yang merespon.


Doni menelpon Mayong. " Halo, ada apa Don, aku kan lagi cuti?" suara serak khas orang bangun tidur.


"Tuan, tolong buka pintu kamar anda. MUA yang mau merias nyonya Mayong sudah siap. Apa acara resepsinya dipending saja?" Doni masih sempat menggoda bosnya itu.


Mayongpun membuka pintu setelah membangunkan Maya. Doni mau masuk mengikuti MUA itu, "Jangan masuk Don, kamu nunggu di depan pintu aja" perintah Mayong. Mana mau Mayong membiarkan Doni melihat Maya tanpa hijabnya. Maya yang tidak berhijab hanya khusus untuknya, batin Mayong.


Sepasang pengantin bak seorang raja dan ratu dengan gaun hijab yang terlihat mewah, elegan dan jas tuxedo yang menambah keserasian kedua mempelai berjalan di atas karpet merah di sebuah ballroom hotel bintang lima menuju singgasananya.


Semua undangan melihat tanpa berkedip ke arah sepasang pengantin. Laki-laki gagah, wanita cantik sungguh membuat kagum semua yang ada di ball room itu. Terdengar alunan lagu kasih putih mengalun mengiringi langkah kedua mempelai. Senyum bahagia terpancar dari keduanya.


Doni bersiap siaga menjaga keamanan acara bosnya itu. Bahkan Doni juga bekerjasam dengan kepolisian untuk meminimalisir kejadian yang tidak diharapkan.


Acara resepsi berjalan lancar. Banyak kolega dari Dirgantara grup dan Gayatri Grup yang datang memenuhi undangan, teman-teman Maya pun juga tidak kelewatan.Tampak senyum lega papa Suryo dan Mama Clara, demikian juga ayah Abraham.


"Mayong Maya kalian kuberi libur satu minggu, manfaatkan baik-baik untuk membuat cucu buat kita bertiga" ucap papa Suryo setelah acara selesai sambil menyalami keduanya dan mengucapkan selamat untuk mempelai itu.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Happy reading.


$Es kopyor buah naga # Hari ini othor coba up tiga#


like, komen, hadiah, vote jangan lupa donk πŸ˜‰

__ADS_1


Bagi yang sudah like, Terima kasih.


__ADS_2