Overpowered Unknown Hero

Overpowered Unknown Hero
Chapter 98 - Wajah Iblis Raksasa


__ADS_3

Perjalanan memasuki tubuh iblis raksasa terhenti ketika Arthur dan kelompoknya menemui sebuah dinding raksasa yang terbuat dari daging menghalangi jalan mereka.


Mereka sudah berulang kali mencoba untuk menembus dinding itu namun hanya teriakan kesakitan dari iblis raksasa yang muncul.


Ketika Arthur dan kelompoknya sedang bersusah payah mencoba menembus dinding daging tersebut, datanglah Edward dan kelompoknya.


"Oi Edward !" teriak Arthur yang melihat kedatangan Edward


"Ah! Tuan Arthur dan Tuan Aldizech !" jawab Edward


Kedua kelompok tersebut berkumpul dan saling berbicara satu sama lain sejenak. Mereka sama sama bercerita bahwa mereka dihadang oleh lawan yang kuat.


Setelah cukup beristirahat, Arthur dan kelompoknya mencoba sekali lagi menembus dinding daging tersebut dan kali ini mendapatkan tambahan bantuan kekuatan dari kelompok Edward.


"Baiklah.. sekali lagi kita coba !" teriak Arthur


"Ya !" teriak semua orang yang hadir di tempat itu


Mereka semua mulai merapalkan Mantra mereka dan Arthur akan memberikan aba aba untuk melepas serangan Mantra secara bersamaan


Setelah semua merapalkan Mantra dan siap dilancarkan Arthur memberikan aba aba untuk melepaskan serangan Mantra tersebut.


Serangan gabungan tersebut membuat dinding daging tersebut perlahan lahan mulai terkikis dan berlubang. Teriakan kesakitan dari iblis raksasa menggema di seluruh lorong.


Orang orang dari Orion sampai tutup kuping karena kebrisikan dari iblis raksasa tersebut benar benar tidak tertahankan.


Setelah beberapa saat menunggu, dari balik dinding daging tersebut nampak sesosok makhluk yang diselimuti kegelapan dengan senyuman yang menyeringai dengan sangat lebar.


Arthur, Aldizech, Tombas, dan Edward adalah orang orang yang melihat senyuman tersebut. Dan ketika mereka membatu melihat senyuman tersebut, makhluk yang tersenyum tersebut melambaikan tangan kirinya.


Dan setelah lambaian tangan tersebut, dinding daging tersebut menutup dengan rapat dan teriakan kesakitan dari iblis raksasa berhenti begitu saja.


Ketika orang orang dari Orion membuka kuping mereka, mereka kebingungan melihat wajah dari Arthur dan orang orang yang melihat senyuman tadi. Orang orang yang tidak melihat senyuman tersebut kebingungan mengapa Arthur dan yang lain memasang wajah yang terkejut begitu.


Dan ketika Edward mau menepuk pundak Arthur, tiba tiba dinding daging tersebut bergerak dengan sangat cepat hingga mendorong keluar paksa orang orang dari Orion.


Dinding tersebut terus mendorong mereka keluar hingga menabrak penghalang yang melidungi pusat kota. Orang orang dari Orion ditekan dengan sangat kuat dari dinding daging tersebut ke penghalang tersebut hingga rasanya seluruh bagian tubuh akan hancur saat itu juga.


Dinding penghalang yang seharusnya melindungi malah menyerang balik mereka secara tidak langsung. Orang orang di dalam penghalang tersebut melihat kejadian di atas penghalang.


Orang orang yang ada di dalam penghalang menjadi panik dan gemetar melihat kejadian tersebut. Silvanna yang dari rumah sakit langsung mengambil tongkatnya dan merapalkan Mantra Teleportasi untuk memindahkan dirinya ke dekat dinding daging tersebut.

__ADS_1


Setelah berada di dekat dinding daging tersebut ia sekali lagi merapalkan Mantra Teleportasinya untuk membawa orang orang yang tertekan dinding daging tersebut ke dalam penghalang.


Silvanna dan orang orang yang ia pindahkan langsung terjatuh ke tanah tepat setelah mereka muncul. Nampak beberapa meter dinding daging tersebut ikut terbawa oleh Mantra Teleportasi Silvanna.


Marquis, para petinggi kerajaan, dan para prajurit kerajaan yang menuggu di dalam penghalang langsung berusaha menyingkirkan dinding daging yang masih menimpa Arthur dan yang lainnya.


Dan ketika dinding daging tersebut sudah disingkirkan, Arthur dan yang lain langsung mendapat pertolongan pertama dari tim medis. Ketika mereka mau ditolong oleh tim medis, mereka dalam kondisi pingsan.


Dinding daging yang sudah disingkirkan perlahan mulai terkikis dan menjadi abu seperti kasusnya Buuta. Dan ketika dinding daging sisa tersebut sudah hampir habis, iblis raksasa mulai bergerak.


Iblis raksasa mulai mengangkat mulutnya yang menutupi pandangan orang orang di dalam penghalang. Tanah yang bergetar layaknya gempa kecil terasa pada semua orang yang ada di dalam penghalang.


Ketika mulut iblis raksasa tersebut sudah terangkat sepenuhnya, terlihat dengan jelas bagaimana wajah dari iblis raksasa tersebut.


"Wa-Wajah itu.." kata orang orang yang ada di dalam penghalang dengan sangat kompak dan gemetar


"Aldizech.. kau tak akan percaya pemandangan ini.." kata Silvanna yang ikut gemetar melihat wajah tersebut


Wajah tersebut adalah wajah anak tercinta Aldizech, Raja Duca yang terakhir, Trezeguet Duca 8. Iblis tersebut memasang wajah cemberut dan seolah sedang menangis.


"Treze.. apa yang terjadi denganmu..?" kata Silvanna yang tidak tega melihat wajah anak temannya terpampang di sosok iblis yang mengerikan tersebut


Iblis raksasa tersebut kemudian berdiri, dan terlihat bahwa kepala dari iblis tersebut memliki kepala yang sangat besar dengan wajah Treze, lalu mulut yang sangat lebar, dan tubuh yang terhitung kecil jikalau dibandingkan dengan ukuran kepalanya.


Semua orang yang melihat kejadian tersebut bergetar dengan hebat, mereka merasa seolah Treze berubah menjadi sosok iblis yang sangat kuat untuk membalas dendam kepada orang orang yang meninggalkannya dan membunuhnya.


Silvanna yang sedang terjatuh lemas menggelengkan kepalanya untuk mengembalikan fokusnya. Ia kemudian menyuruh para petinggi yang lain untuk segera menenangkan para penduduk dan bertugas seperti biasanya lagi. Ia juga menyuruh tim medis untuk segera melanjutkan perawatan kepada orang orang yang terluka dan pingsan.


Marquis dan para petinggi lainnya langsung melakukan tugas mereka dengan semestinya. Mereka juga segera membagi tugas agar ada yang berjaga jaga di daerah sekitar untuk mengantisipasi serangan dadakan dari para iblis.


Ada juga yang membantu tim medis, menenangkan para penduduk, dan kembali ke istana untuk merembukkan tentang rencana rencana dan tindakan tindakan selanjutnya.


Malam pun telah tiba. Tidak seperti kemarin, pada malam kali ini tidak ada pesta pesta seperti kemarin. Orang orang belajar dari kesalahan mereka yang sebelumnya sehingga tidak menyelenggarakan pesta seperti sebelumnya.


Orang orang yang sudah bangun dari tidurnya langsung bertugas kembali atas kemauan mereka sendiri. Penjagaan terhadap daerah sekitar juga langsung diperketat oleh pihak kerajaan.


Arthur dan Aldizech yang sudah terbangun langsung menuju ke ruang rapat istana. Di dalam ruang rapat tersebut terlihat bahwa mereka adalah orang yang terakhir sadar.


Tombas dan Edward telah menceritakan tentang apa yang mereka lihat di balik dinding daging tersebut sebelum dinding daging tersebut menendang paksa mereka keluar.


Dan ketika Arthur dan Aldizech duduk, barulah kejadian tadi siang mau diceritakan oleh para petinggi kerajaan. Silvanna yang masih ragu ragu untuk menyetujui hal tersebut terlihat oleh Aldizech.

__ADS_1


Aldizech yang melihat keraguan Silvanna memaksa agar para petinggi menceritakan kejadian yang sebenarnya tanpa adanya hal hal yang disembunyikan sedikitpun.


Para petinggi juga ragu sama seperti Silvanna, namun ada satu orang yang berpikir dan beranggapan dengan jelas bahwa hal tersebut harus diceritakan kepada Aldizech dan orang orang yang baru sadar sekarang juga.


"Baiklah, biarkan saya yang menceritakan kejadian tadi pagi." kata Gordon


Perkataan Gordon membuat para petinggi yang ragu terkejut. Mereka sempat memprotes tentang perkataan Gordon.


"Lalu apa? Anda sekalian ingin menyembunyikan fakta yang sudah menjadi hal yang diketahui semua orang ?" kata Gordon


"Karena cepat atau lambat, mereka akan mengetahui yang sebenarnya. Dan lebih baik, kita sendirilah yang menceritakan hal tersebut daripada mereka mendengarnya dari para warga." kata Gordon


Para petinggi yang ragu tidak bisa membalas perkataan Gordon. Gordon yang menganggap bahwa para petinggi sudah tidak bisa melawan pendapatnya kemudian menceritakan apa yang terjadi tadi pagi.


Cerita Gordon tersebut membuat para petinggi yang baru sadar terkejut berat, terutama Aldizech. Mendengar rupa anaknya dipakai menjadi rupa sesosok iblis tentu tak ada orang tua yang tak marah.


Ia menggenggam tangannya dengan erat. Arthur, Tombas, Edward serta para petinggi yang lain tidak bisa berbuat apa apa karena sudah sewajarnya seorang ayah merasa emosi ketika rupa anaknya dipakai oleh sosok kotor yang disebut iblis.


"Jadi.. kemanakah iblis tersebut pergi..?" tanya Aldizech


"Mohon maaf, kalau untuk pertanyaan tersebut, jawabannya tidak ada yang tahu." jawab Gordon


"Baiklah.. terima kasih." kata Aldizech


Gordon kembali duduk. Suasana menjadi hening. Hanya tiupan angin dan dinginnya malam yang terasa di tempat tersebut. Semua orang merasakan kesedihan Aldizech.


Aldizech menaruh kedua sikutnya diatas meja, dan menyatukan jari jarinya lalu menaruh jari jari tersebut ke antara hidung dan mulutnya. (moga moga pada paham)


Ia memejamkan kedua matanya dan membayangkan wajah anaknya dipakai oleh sosok iblis tersebut. Dan rapat tersebut terhenti, bebarengan dengan suasana yang tidak menyenangkan.


---------=======-----------


AUTHOR :


Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !


Mohon dukungan dari teman teman ya !


Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !


Terima Kasih !

__ADS_1


----------=======-----------


__ADS_2