
Setelah Kron berkunjung ke para tahanan ia memutuskan untuk melanjutkan kunjungannya ke tempat lain. Edward dan Arthur menawarkan diri untuk mengawal Kron namun ditolaknya karena bagi Kron, ada sesuatu yang lebih penting untuk mereka lakukan, yaitu melatih, mendidik, dan mengarahkan para tahanan yang akan menjadi prajurit kerajaan. Selain itu, Edward dan Arthur juga harus mencari sisa penyusup yang masih berkeliaran di area kerajaan.
Kron pun meninggalkan gedung tahanan dengan disambut oleh para prajurit yang bertugas. Ia pun menuju ke rumah sakit untuk melihat lihat keadaan dari orang orang yang terluka akibat peperangan beberapa hari yang lalu.
RUMAH SAKIT
"Hm.. penjagaan disini memang kurang kah?" gumam Kron yang berdiri di depan rumah sakit
"Permisi.. anda ada keperluan apa ?" tanya Meira
"(Heh? Meira? Harusnya kan dia sekolah..)" kata Kron dalam hati
"O-Oh.. tak ada. Cuma mau berkunjung ke seseorang saja.." kata Kron
"Seseorang? Kalau boleh tahu siapa ya?" tanya Meira
"A-Ah.." kata Kron yang kehabisan kata kata
"Oh ! Kron ! Ada urusan apa kau kemari !" teriak Silvanna dari ruangan di lantai atas
"(Nenek tua sialan..)" kata Kron dalam hati
"K-Kron...?" kata Meira
"Y-Yo Meira.." kata Kron membuka jubah yang menutup kepalanya
"He-Hehh!! Maafkan ketidaksopanan saya, Yang Mulia !" kata Meira yang langsung berlutut
"A-a-anu Meira.. jangan begitu.. ga enak dilihat sama orang orang.." kata Kron
__ADS_1
Meira pun berdiri. Silvanna langsung lompat dari ruangan tersebut dan menghampiri Kron beserta Meira. Kron pun menjelaskan bahwa ia hanya ingin berkunjung dan melihat lihat keadaan dari para prajurit yang terluka karena peperangan kemarin.
Kron ditemani oleh Meira selama kunjungan tersebut karena Silvanna masih memiliki tugas tugas yang harus ia selesaikan. Ketika Kron memasuki rumah sakit, orang orang yang tahu bahwa Kron datang langsung berlari menuju ke arah Kron dan berlutut dihadapannya.
Kron pun menyuruh mereka untuk berdiri dan melanjutkan kegiatannya. Kedatangan Kron ke rumah sakit tersebut membuat orang orang dapat sedikit melupakan rasa sakitnya. Kron pun berkunjung ke ruangan yang diisi oleh para pasien satu per satu.
Setelah berkunjung cukup lama dan semua ruangan yang diisi pasien telah ia kunjungi, ia pun memutuskan untuk kembali ke istana.
Ketika di depan rumah sakit, Kron masih ditemani oleh Meira.
"Oh ya, terima kasih sudah mau menemaniku hari ini, Meira." kata Kron sembari meregangkan tangannya
"Ah, tidak.. justru saya yang seharusnya berterima kasih karena telah mengizinkan saya menemani anda." jawab Meira
"Kau ini, kan sudah kubilang untuk memanggilku Kron saja." kata Kron
"Ba-baik.. K-Kron.." kata Meira
"Ya ! Itu lebih enak didengar." kata Kron
"Tidak tidak.. lagipula aku sudah lama tidak berbincang dengan rakyatku. Dan juga.. perasaan tatkala melihat mereka tersenyum.. ya, perasaan tersebut sangat menghangatkan." kata Kron sembari tersenyum melihat ke matahari yang mulai tenggelam
Meira yang melihat Kron tersenyum pun ikut tersenyum.
"Ah, terima kasih juga ya, sudah mau menjaga dan merawat mereka." kata Kron dengan tersenyum dan menoleh ke arah Meira
"Y-Ya.. sama sama !" kata Meira yang tersenyum dengan wajah kemerahan
Setelah itu, Kron pun pergi meninggalkan rumah sakit dan kembali ke istana kerajaan. Sesampainya di istana, ia melihat Justin yang sedang duduk bersama dengan Aldizech, Arthur, Edward dan King di ruang tunggu. Kron yang kaget dengan kedatangan mereka langsung menebak bahwa ada sesuatu yang ingin mereka sampaikan.
Ia pun mengajak Justin dan yang lainnya untuk berdiskusi di ruang rapat. Di ruang rapat mereka berdiskusi mengenai tujuan dari kedatangan Justin dan yang lainnya.
Justin yang sudah membulatkan tekadnya ingin segera menemui para rakyatnya yang sudah menunggu kedatangannya. Kron yang sudah menunggu kesiapan Justin pun langsung menghubungi William untuk menyiapkan Kendaraan Mantra untuk disiapkan agar bisa dikendarai kapanpun mereka butuh.
__ADS_1
Kron bertanya tentang kapan tepatnya Justin mau menemui, dan Justin pun menjawab kapan saja ketika Kron mengizinkannya. Aldizech memberikan saran jikalau dini hari nanti berangkatnya agar ketika siang besok sudah sampai di tempat pengungsian.
Kron pun menyutujuinya asalkan Justin tidak keberatan. Dan tentu saja Justin tidak keberatan bahkan merasa sangat senang karena dapat bertemu dengan rakyatnya sesegera mungkin meskipun dirinya sedikit tidak percaya kalau besok siang sudah dapat menemui rakyatnya.
Kron pun kembali mengabari William untuk langsung menyiapkan Kendaraan Mantra untuk dikendarai dini hari nanti beserta perlengkapan yang dibutuhkan selama perjalanan. Dan William dengan percaya diri mengatakan bahwa kendaraan tersebut sudah sangat siap untuk dikendarai kapanpun dibutuhkan.
Kron pun memanggil Alfonso untuk menemani mereka selama perjalanan dan kunjungan. Arthur dan Edward tidak bisa ikut karena mereka harus mengurus soal para prajurit baru. Setelah diskusi tersebut selesai pada kurang lebih pukul 8 malam, Kron menyuruh untuk yang bertugas segera bersiap siap untuk perjalanan dini hari nanti.
Dini hari telah tiba, Kendaraan Mantra telah terparkir di halaman istana seolah menunggu kedatangan dari Kron dan yang lainnya. Sesuai kesepakatan, ketika dini hari tiba mereka semua sudah berkumpul di halaman istana kerajaan. Mereka pun langsung menaiki Kendaraan Mantra tersebut. William duduk di kursi pengemudi, Kron duduk disamping kursi pengemudi, Aldizech Justin King dan Alfonso duduk di kursi belakang.
Sebelum perjalanan dimulai Kron mengatakan bahwa nama dari Kendaraan Mantra tersebut adalah Mobil. Dan dengan senang hati orang orang yang hadir pun menerima nama tersebut.
(untuk yang bertanya seperti apa kendaraan mantra, kendaraan matra kurang lebih seperti kendaraan militer Amerika [Humvee kalau gak salah] tapi tanpa senjata di bagian atas dan bagian tengah dibuat seperti mobil pada umumnya, dan bagian belakang seperti mobil tentara Humvee pada umumnya)
Dan dengan begitu, Kron beserta yang lain memulai perjalanan menuju ke tempat pengungsian. Kendaraan tersebut mulai bergerak dan meninggalkan istana kerajaan.
Mobil tersebut melintasi jalan utama yang mana hanya jalan tersebutlah yang cukup untuk dilintasi oleh Mobil tersebut. Di sepanjang jalan orang orang yang masih terbangun melihat kendaraan tersebut melintasi jalan utama. Mereka awalnya kebingungan dengan hadirnya benda asing tersebut, namun setelah Kron membua atap kendaraan dan berdiri serta melambaikan tangannya orang orang yang masih terbangun pun bersorak dan melambaikan tangannya.
Kron pun langsung memberikan kode untuk tetap tenang agar tidak mengganggu ketenangan dari orang orang yang sedang beristirahat. Hingga akhirnya Mobil tersebut melewati gerbang kerajaan dan Kron pun kembali duduk dan menutup atap Mobil tersebut.
Mobil tersebut langsung tancap gas sekencang kencangnya dan membuat orang orang yang duduk di belakang terkejut serta mereka merasa seperti terlempar ke belakang.
Dan begitulah perjalanan menuju ke tempat pengungsian dimulai.
----------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !
__ADS_1
Terima Kasih !
----------=======-----------