
"HAHAHAHAHAHA !!! Kalian pikir hanya segini kemampuan ku ?! HAHAHAHAHA !!" tawa keras dari Treze
"Cih ! Jadi masih ada yang dia sembunyikan kah ?" kata Klire
"Yang Mulia.. bukankah sudah saatnya kita menggunakan itu ?" tanya Basiat dengan nada jahat
"..?! Ja-jangan bilang...." kata Aldizech yang terkejut dan mulai mengeluarkan keringat
"HAHAHAHA !! Sepertinya kau sudah tahu, Ayah !" kata Treze dengan tawa jahat
"Hoi hoi Aldizech.. apa yang kau maksud ?!" tanya Arthur
"Ugh... sialan..! Ki-kita.. kita harus mencegahnya sekarang juga !!" kata Aldizech dengan panik dan marah
"Aku tidak tahu apa yang kau maksudkan, tapi aku percaya padamu ! KLIRE, KURARAKU !" teriak Arthur
"Ya ?!" jawab Klire dan Kuraraku
"Aku tak tahu apa yang akan terjadi, tapi kata Aldizech akan terjadi sesuatu yang sangat berbahaya ! Cegah mereka sebelum terlambat !!" teriak Arthur
"Baiklah ! Kalian sudah mendengarnya kan ?! Lancarkan serangan panah kita sekali lagi !!" teriak Klire ke para Elf
"Yosh !! Jangan mau kalah dengan para elf sialan itu !!" teriak Kuraraku ke para Dwarf
Klire dan Kuraraku mulai melancarkan serangan ke arah Treze
"Mantra : Hujan Panah Abadi !" teriak Klire
"Mantra : Guncangan Dunia !" teriak Kuraraku
"HAHAHAHA TAK BERGUNA !" teriak Treze menepis serangan Klire dan Kuraraku
"..?! Bagaimana mungkin ?!" kata Klire dan Kuraraku dengan kaget
"HAHAHAHA !! Kau pikir Mantra Hitam bisa kalian kalahkan semudah itu ?! HAHAHAHAHA sungguh bodoh sekali !" tawa Treze
"Tuan.. segala persiapan sudah siap." kata Basiat
"Bagus.. lakukan !" kata Treze
"Hentikan !!" teriak Aldizech
Seketika awan awan berubah menjadi hitam gelap, mengumpul membentuk pusaran, dan petir petir menyambar dimana mana. Para penduduk, orang orang di istana, serta orang orang di dinding timur memandang pada satu hal yang sama... sebuah bola hitam yang seperti mengurung sesuatu muncul dari pusaran awan hitam. Perlahan namun pasti bola hitam tersebut semakin besar. Dan ketika sudah hampir seluas istana kerajaan, bola itu pun mulai retak.
*luas istana kerajaan kurang lebih berdiameter 5 km*
"Ma-makhluk apa itu...?" tanya seorang penduduk dengan ketakutan
"... apa.. apaan itu..?!" teriak penduduk lainnya
__ADS_1
"Al.. dizech.. apa itu....?!" kata Arthur dengan gemetar
"HAHAHAHA !! Butterfly ! Pindahkan mereka semua ke satu tempat yang sama !!" teriak Treze
"B-Bu-Butterfly katanya ?!" kata Klire dan Kuraraku mengalihkan pandangan ke arah Treze
"Baik.. Yang Mulia. Mantra : Teleportation !" kata Butterfly yang tiba tiba muncul di samping Treze
Seketika semua orang yang berada di dalam kerajaan, dipindahkan ke tempat yang sama dengan para penduduk yang sedang menunggu di luar kerajaan. Silvanna dan para penduduk pun terkejut karena melihat semacam cahaya Mantra pemindahan tiba tiba ada disamping mereka semua.
"A-Arthur ?! Aldizech ?!" teriak Silvanna yang kaget melihat kehadiran mereka
"Si-Silvanna kah ?" jawab Arthur dan Aldizech
"Ba-bagaimana mungkin kalian bisa terluka seperti ini ?!" kata Silvanna yang langsung mengaktifkan mantra penyembuhan
"Hoi bagian medis !! SEGERA KESINI KALIAN !!" teriak Silvanna
"Ba-baik !" jawab bagian medis
"Arthur.. Aldizech.. maaf, kami terlambat dalam menolongmu !" kata Klire dan Kuraraku dengan perasaan bersalah
"Ugh.. apa apaan kalian berdua.. ini jelas bukan salah kalian..!" kata Arthur dengan senyuman yang lebar
"Agh.. benar.. ini terjadi hanya karena kelalaian kami saja.." sambung Aldizech
"KALIAN BERHENTILAH BICARA !!" bentak Silvanna
"HAHAHAHAHAHA !!! KALIAN SEMUA SUDAH BERKUMPUL KAH ?!" tawa jahat Treze lewat layar hologram
"HAHAHAHA !! Kalian pasti ketakutan bukan melihat bola hitam ini ?! HAHAHAHAHA !!" sambung tawanya
"Yang Mulia.. izinkan aku menjelaskannya pada mereka." kata Butterfly
"Ya.. silahkan saja, Butterfly." jawab Treze
"Bu-Butterfly ?!" kata Silvanna dengan terkejut
"Ny-Nyonya Silvanna.. siapa itu Butterfly..?" tanya Meria
"Butterfly.. sudah lama sekali aku tidak mendengar namanya ! Ia merupakan pengguna mantra yang terlarang, Mantra Hitam !" jawab Silvanna
"Ma-Mantra Hitam ?!" kata para penduduk dengan kompak
"Ketika pertempuran antar kerajaan.. aku dan dia bertarung habis habisan.. seandainya saja waktu itu dia tidak lalai, mungkin saja aku sudah terbunuh di duel itu !" kata Silvanna
"Sialan ! Bagaimana mungkin dia mendapatkan bantuan sekuat itu ?!" kata Klire dengan penuh amarah
"Butterfly... apa jangan jangan dia yang mengajari Mantra Hitam itu...?!" kata Dwarf dengan penuh amarah
__ADS_1
Butterfly.. seorang Pemantra wanita yang ditakuti karena penggunaan Mantra Hitamnya. Ketika perang antar kerajaan dulu ia pernah berduel 1 lawan 1 dengan Silvanna. Seandainya saja waktu itu Butterfly tidak meremehkan Silvanna di saat saat terakhir maka sudah pasti Silvanna akan kalah.
"Ya.. sepertinya kalian sudah mengenaliku.. jadi aku tidak perlu melakukan pengenalan diri. Baiklah langsung ke intinya saja.. bola hitam yang akan menetas itu adalah.. Iblis tingkat 7, Hopeless." kata Butterfly
Para penduduk yang mendengarnya pun langsung dilanda kepanikan. 3 Terkuat, Klire, Kuraraku dan para pemberontak lainnya pun terkejut dan gemetar. Iblis tingkat 7, ketika sebuah iblis berada di tingkat 6 keatas maka 1 perbedaan tingkatan saja sudah bagai langit dan bumi. Perbedaan kekuatan antara iblis tingkat 6 dan 7 sangatlah jauh. Sebagai perbandingan kekuatan antara iblis tingkat 6 dengan manusia, Kekuatan 3 Terkuat jikalau disatukan hanya setara dengan iblis evolusi tingkat 6 saja.
"Ti-tingkat 7..?" kata Klire dengan tatapan kosong
"Tingakt 7.. bukankah butuh pengorbanan lebih dari 10.000 orang untuk melakukannya ?!" kata Silvanna
"Se-sepuluh ribu orang ?!" kata Meria
Para penduduk, pilar, kelas A, dan orang orang yang berkumpul di tempat tersebut seolah melihat iblis yang akan segera datang dari langit untuk menjemput ajal mereka. 3 Terkuat yang hanya bisa tertuntuk diam melihat datangnya iblis tingkat 7.
"HAHAHAHAHA !! Sungguh penjelasan singkat yang luar biasa, Butterfly !" kata Treze
"Sungguh kehormatan dipuji olehmu, Yang Mulia.." jawab Butterfly
"HAHAHAHA !! Sekarang.. kalian sudah mengerti situasi kalian bukan..?!" kata Treze dengan nada jahat
"Ya... mari kita mulai pertunjukan utamanya..." sambung Treze
"Lepaskan Penghalangnya."
Retakan pada bola hitam itu pun semakin cepat hingga akhirnya pecah layaknya sebuah telur. Dari cangkang tersebut munculah tangan iblis berwarna hitam pekat yang penuh dengan aura putus asa, kepalanya pun mulai nampak.. sebuah tatapan penuh putus asa dilancarkan oleh iblis itu.
"Jadi.. aku dibangkitkan di sini.. ah.. benar benar tempat yang butuh keputusasaan.." terdengar suara berat yang penuh keputusasaan.
"Saksikanlah ! Saksikanlah kebangkitan iblis yang akan membawa kehancuran di Essaract ini ! SAKSIKANLAH !! HAHAHAHAHAHAHA !!!" tawa jahat Treze dan diiringi tawa jahat komplotannya
Harapan.. apakah harapan itu ada..? Sebuah cahaya yang bisa membimbing di dalam gelapnya dunia.. sebuah pelita di kala gelapnya malam menerjang.. sebuah cahaya harapan..
"KKRRROOOONNNNN !!!!!!!!!" teriak para pilar dan kelas A
*swossshhhhhh* muncul pilar bercahaya putih yang menembus gelapnya kerajaan saat itu.
"Hah.. aku baru saja bangun dan sudah sekacau ini kah..?" terdengar suara seseorang dibalik terangnya cahaya putih tersebut
"Su-suara itu...!" kata para pilar dan kelas A
"Yo !" sapa Kron dengan mengacungkan simbol Peace.
----------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
__ADS_1
Terima Kasih !
----------=======-----------