
"Hugah hugah hugah! Menyerahlah wahai para manusia bodoh !" tawa dari Spelken
"Oik oik oik! Cecunguk cecunguk itu terpukul mundur ya? Oik oik oik !" tawa dari Buuta
Dinding perbatasan yang dijaga Aldizech dan Arthur sudah tertembus oleh para iblis tersebut. Arthur dan Aldizech terpaksa harus mundur karena serangan yang tiada henti dari para iblis.
Arthur yang pertahanannya baru tertembus mulai menyusun strategi untuk mundur. Serangan dari Spelken yang tanpa henti membuat para prajurit Orion terporak-porandakan.
Di dinding perbatasan lainnya, Silvanna sedang berduel sengit dengan Elza. Silvanna yang sudah hampir kehabisan mana mulai memikirkan rencana untuk mundur.
Elza yang menyadari mana dari Silvanna sudah mulai habis langsung melancarkan serangan membabi buta tanpa henti. Hempasan angin kuat dari sayap Elza membuat orang orang terpental.
Para pemantra yang memasang Mantra pelindung seperti barrier mulai retak. Ketika mana dari Silvanna mulai bertambah karena sudah beristirahat sebentar, ia langsung merapalkan Mantra Teleportasi secara besar besaran dan memindahkan dirinya beserta pasukannya ke dekat benteng kota.
Cahaya yang menyilaukan langsung terpancar dari lingkaran Mantra Silvanna. Elza yang tidak bisa melihat karena terangnya pancaran cahaya tersebut tidak bisa mengganggu proses teleportasi tersebut.
"Hah.. hah.. hah.." kata Silvanna yang terkapan di tanah
"Nyonya !" teriak Meira yang menyadari kedatangan Silvanna dan yang lain
"Meira.. tolong obati yang lain dulu.." kata Silvanna
Ketika Silvanna dan pasukannya terbaring lemas di tanah terdengar suara gerombolan Mobil. Mobil Mobil tersebut berdatangan dengan sangat cepat.
"Minggir! Jangan di situ !" teriak Tombas
Orang orang yang terkapar langsung dipindahkan oleh Meira dan tim medis lainnya. Mobil Mobil tersebut berhenti tepat di depan pintu gerbang ke pusat kota Orion.
Orang orang yang terluka yang dibawa oleh Mobil Mobil tersebut langsung dikirimkan ke tim medis. Rumah sakit yang menampung orang orang yang terluka mulai tidak mencukupi.
Lonjakan jumlah orang orang yang terluka membuat tempat tersebut tidak bisa menampung lebih banyak pasien lagi.
Warga Orion yang melihat iblis terbang lalu lalang dia langit langit kerajaan hanya bisa bersembunyi di rumahnya masing masing dengan ketakutan.
Perlahan namun pasti, orang orang dari Orion mulai kewalahan. Senjata yang digunakan masih sangat bagus namun energi dan mana dari orang orang di Orion sudah hampir mencapai batasnya.
Arthur dan pasukannya yang datang dari utara dikejar oleh segerombolan iblis tingkat 4. Iblis iblis tersebut ada yang merayap, mengejar dengan kaki 8 seperti laba laba, dan berlari dengan kencang seperti Kentaur.
Iblis iblis tersebut mengejar dengan cepat dan menerkam para prajurit Orion yang tertinggal ataupun terjatuh. Tombas yang melihat Arthur dan pasukannya dikejar iblis langsung menyuruh para pengguna Pistol untuk menembak para iblis yang berdatangan tersebut.
Dari dalam kota, terdengar suara ledakan. Ledakan tersebut berasal dari penjara Kerajaan Orion. Ledakan tersebut disebabkan oleh Syno yang memanfaatkan kesempatan emas ini untuk kabur dari penjara.
Syno yang melihat orang orang dari Orion kewalahan dan ketakutan tertawa dengan terbahak bahak. Ia dengan tanpa rasa bersalah sedikitpun mencaci maki dan menghina orang orang Orion yang tidak bisa apa apa tanpa Kron.
Suaranya terdengar luas karena menggunakan Mantra Pengeras Suara dari salah satu bawahannya Yuno. Syno yang melihat lemahnya penjagaan di dalam area pusat kota mulai melancarkan serangan ke pemukiman warga di dalam kota.
__ADS_1
Melihat area pusat kota diserang, Lisa dan William langsung turun tangan untuk menghadapi Syno. Meskipun mereka tahu bahwa kekuatan mereka belum tentu bisa mengalahkan Syno dan para bawahannya, itu masih lebih baik daripada membiarkan jumlah kerusakan dan yang terluka di dalam kota bertambah.
"Hah?? Hanya ini yang akan menghadapiku ?!" kata Syno memandang rendah William dan Lisa
"Yang Mulia, jangan buang buang energi anda untuk menghadapi mereka. Lebih baik kita segera pergi dari sini saja." kata Yuno
"Apa apaan kau ini?! Raja mereka sedang sekarat dan kerajaan ini sedang sekarat juga! Lantas mengapa kesempatan menaklukan kerajaan ini disia siakan ?!" bentak Syno
"Rias." Raptor membisik ke Rias
"Ya, aku setuju denganmu." bisik Rias
"Tapi Yang Mulia, mereka telah membiarkan kita hidup dengan tenang di dalam penjara, memberikan kita hak hak yang sepantasnya manusia dapatkan, dan memberikan kita kesempatan untuk bertobat. Lalu mengapa kita masih harus menyerang mereka ?" tanya Yuno yang tidak sependapat dengan Syno
"Yuno.. apa kau sudah termakan suapan mereka ?" kata Syno dengan tatapan tajam
"Yang Mulia, saya hanya melihat faktanya. Kerajaan ini adalah kerajaan yang makmur dan orang orangnya sangatlah baik! Tidak sepantasnya kita menyerang kerajaan seperti ini !" kata Yuno
"Diamlah! Kalau kau mau membelot tinggal bilang saja dasar pengkhianat !" bentak Syno
"Yang.. Mulia.." kata Yuno yang terkejut setelah mendengar perkataan Syno
"Yuno." kata Rias memegang pundak Yuno
"Baiklah kalau itu perintah anda, Yang Mulia." kata Raptor
Raptor dengan sigap melempar salah satu shuriken nya ke arah Syno. Syno yang menyadari serangan tersebut langsung menghindari serangan tersebut dengan melompat ke belakang. Syno yang kesal dengan serangan tersebut langsung merapalkan Mantra untuk serangan balik.
Belum selesai merapalkan Mantra, Raptor sudah berada di depan muka Syno dengan tangan kanan yang siap mengayunkan pedangnya. Syno menghindari serangan tersebut dengan menundukkan setengah tubuhnya ke belakang.
Dari belakang William dan Lisa sudah melancarkan serangan Mantra Bola Api ke arah Syno berdiri. Raptor yang sudah berpindah menambahkan Mantra Angin Topan untuk memperkuat dan memperbesar api tersebut.
"Rias, mengapa.. mengapa mereka membantu Raptor ?" tanya Yuno
"Karena perkataanmu tadi sudah aku siarkan ke seluruh penjuru kerajaan ini sebagaimana Syno menyuruhku menyebarkan perkataannya." kata Rias
Yuno yang terkejut dengan tindakan Raptor dan Rias tidak bisa berkata apa apa. Orang orang yang berada di luar pusat perkotaan yang sedang menghadapi iblis bisa sedikit tenang karena masalah di dalam kota sudah ada yang menghadapinya.
"Baiklah, kita fokuskan serangan kita kepada iblis iblis itu! Jangan mau kalah dengan orang orang yang sedang berjuang di dalam kota !" teriak Aldizech
"Ya !!" teriak semangat para prajurit
Dan dengan begitu, Kerajaan Orion sedang menghadapi 2 serangan. Serangan dari Ras Iblis dan serangan dari seorang tahanan kabur, Syno.
Di tempat lainnya, Kron masih terbangun dengan tatapan kosong. Ia terbangun namun pikirannya sepenuhnya kosong. Bella yang terbangun dari pingsannya mau langsung beranjak dari kasurnya untuk kembali membantu kerajaan menghadapi serangan serangan tersebut.
__ADS_1
Ia berjalan dengan kepala yang masih pusing. Ia berjalan sempoyongan dan tanpa sengaja ia melihat Kron yang duduk di kasurnya dengan tatapan kosong.
Bella menggeleng gelengkan kepalanya dengan harapan pusingnya sedikit berkurang. Ia berjalan menghampiri Kron dan terjatuh di hadapan Kron.
Ia melihat ke wajah Kron. Ia mulai meneteskan air mata karena ia tidak percaya, sebuah senyuman manis yang pernah menghampirinya di kala ia sakit, berubah menjadi wajah yang penuh dengan kekosongan.
"Kron.. kumohon.. sudah terlalu banyak hal yang terjadi di kerajaan ini semenjak kau pergi." kata Bella
"Kembalilah.. kembalilah Kron !" sambungnya dengan memegang kedua tangan Kron dan menundukkan kepalanya ke tangan Kron
Kron meneteskan air mata. Bella yang sekali lagi melihat ke arah Kron. Ia melihat wajah kosong tersebut dialiri air mata. Bella yang tahu bahwa Kron masih mengawasi dari suatu tempat menghapus air matanya.
Ia kembali berdiri. Ia berkata kepada Kron.
"Maaf, maaf aku bertindak lemah dan manja dihadapanmu. Padahal aku tahu bahwa orang orang di luar sana sedang mempertahankan mati matian kerajaan ini !" kata Bella
"Kron, aku tahu kau mengawasi kami, oleh karena itu.. lihatlah kemenangan kami !" kata Bella dengan tersenyum
Bella berlari meninggalkan Kron sendirian di kamarnya. Kron yang duduk dengan kekosongan melihat ke arah langit. Air mata yang mengalir tanpa henti tersebut perlahan mulai berhenti.
"Bella !" kata Marquis yang terkejut melihat Bella sudah sadar
"Maaf karena aku tiba tiba pingsan, aku datang untuk membantu sekali lagi !" kata Bella
"Ya, terima kasih! Maaf karena meminta banyak hal padahal kamu baru sembuh, tapi tolong sebarkan informasi dan strategi ini segera !" kata Marquis
"Ya !" kata Bella
Bella kemudian menyebarkan informasi dan strategi yang telah dirancang dan dikumpulkan oleh Marquis, William, dan Lisa.
Pesan yang masuk tersebut membuat orang orang Orion terkejut. Karena pesan tersebut, mengandung rencana yang memiliki peluang untuk memenangkan pertempuran ini.
---------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !
Terima Kasih !
__ADS_1
----------=======-----------