
Beberapa hari berlalu. Di Sekolah Terresia tepatnya di kelas A pada siang hari, terdengar ketukan dari arah pintu kelas.
"Silahkan." kata Sakura
Pintu terbuka.
"Selamat siang, maaf mengganggu kegiatan belajar mengajar." kata Edward
"Se-Selamat siang !" jawab para siswa yang serentak langsung berdiri dengan terkejut
"Jadi, ada keperluan apa Edward ?" tanya Sakura
"Oh, ada pesan dari Yang Mulia." kata Edward
"Y-Yang Mulia ?!" kata semua orang yang di kelas A dengan terkejut
"A-Ada pesan apa dari Yang Mulia..?" tanya Sakura yang sikapnya langsung berubah
"Pfftt, benar kan kataku.. kalau menggunakan nama Kron semuanya pasti langsung panik." kata Silvanna yang muncul dari belakang Edward
"Hahaha ! Seperti biasa kau memang ahlinya dalam menjahili ya !" tawa dari Arthur yang ikut muncul dari belakang Silvanna
"E-Eh..?" kata para siswa kelas A dan Sakura
"Maaf maaf.. kalian sudah kepedean ya.." kata Silvanna yang menghapus air mata tawanya
"(Nenek tua ini...)" kata Sakura dalam hatinya dengan kesal
"Jadi.. ada apa sebenarnya ?" tanya Sakura
"Seperti biasa kau dingin ya, Sakura.." kata Silvanna
"Benar, kalau kau seperti itu Kron pasti tak mau padamu.." kata Arthur yang setuju dengan Silvanna
"A-?!" kata Sakura yang wajahnya memerah
Para siswa yang terkejut dengan perkataan Silvanna dan Arthur langsung memandang ke arah Sakura. Aura cemburu terpancar dengan sangat jelas dari Liliana, Rose, dan Meira.
"Sudah sudah.. kita masih memiliki tugas bukan, Tuan-Nyonya ?" kata Edward
"Hm.. baiklah.. langsung ke intinya saja ! Aku mengundang kalian untuk datang ke pesta perayaan ulang tahun Kron !" kata Arthur dengan semangat
"Kami, bukan aku." kata Silvanna menjitak Arthur
"He-Hehh ??!!" kata para siswa kelas A dan Sakura dengan terkejut
"Jadi, mohon kerja samanya ya !" kata Silvanna
__ADS_1
"Baiklah, kami izin undur diri dulu.. Selamat siang dan selamat melanjutkan kegiatan belajar mengajar." kata Edward sembari menutup pintu.
Setelah pintu tertutup, orang orang yang ada di kelas A menjadi panik dalam diam. Semua orang langsung memikirkan hadiah apa yang bisa mereka berikan kepada Kron.
"Baiklah ! Hari ini pelajaran kita akhiri ! Selamat siang !" teriak Sakura dengan sangat bersemangat
Sakura langsung berlari meninggalkan ruang kelas dan membanting pintu hingga membuat pintu jebol. Para siswa yang serius memikirkan hadiah untuk Kron pun hanya membalas ucapan Selamat siang tersebut tanpa memperdulikan pintu yang jebol. Bantingan pintu yang sangat keras tersebut sontak membuat kelas kelas yang ada di sebelahnya langsung keluar karena penasaran akan apa yang terjadi.
Ketika siswa dan guru kelas lain sedang mau melihat keadaan di kelas A, para siswa kelas A langsung berbondong bondong keluar dari kelas tersebut dengan wajah yang sangat serius seakan memikirkan sesuatu yang sangat penting.
"Teman teman !" kataLiliana ke para siswa kelas A
"Kenapa ?" jawab para siswa kelas A
"Ayo ke rumah Bella dulu ! Ia pasti belum dapat infonya !" kata Liliana
Setelah itu mereka langsung menuju ke rumah Bella. Sepanjang perjalanan menuju ke rumah Bella, wajah serius mereka membuat orang orang yang mereka lewati menjadi kebingungan. Mereka kebingungan dengan wajah para siswa yang masih menggunakan seragam, meninggalkan kelas, dan seakan tidak memperdulikan apa yang terjadi di sekitarnya.
Hingga ketika sampai di depan gerbang rumah Bella mereka masih memasang wajah serius memikirkan sesuatu tersebut. Albertus yang mencoba menyapa pun langsung dijawab dengan sangat singkat. Albertus membuka gerbang dan mempersilahkan mereka masuk.
Ketika sampai di depan pintu rumah Bella, mereka telah disambut Bella yang berdiri di depan pintu tersebut. Siswa kelas A pun dengan serentak langsung mengatakan, "Bella ! Ada kabar yang sangat luar biasa !".
Mereka pun diajak untuk berkumpul di taman rumah Bella.
"Ja-jadi.. ada apa pada ke sini ramai ramai..?" tanya Bella
"Bella ! Kita.. kita diajak ke pesta ulang tahun Kron !" kata Liliana dan Rose dengan wajah berbinar binar
"Ya ! Dan kami semua memikirkan hadiah apa yang akan, tunggu.. kenapa kalian semua memasang wajah seperti itu ?" kata Rose
"Ya.. wajah kalian menakuti orang orang disekitar." sambung Liliana
"A- Benarkah ?" tanya Justin
"Wah.. sepertinya benar.. lihat saja wajah serius dari Paul.. tanpa wajah seriusnya saja dia sudah sangat menyeramkan.." kata Alramal
"A-Apa maksudmu cebol sialan ?!" kata Paul sembari menjitak Alramal
"Ma-Maafkan kami Bella ! Kami malah terlalu sibuk memikirkan hadiah hingga melupakan tuan rumah yang menyambut.. kami..?" kata Anima
"Apa yang harus aku berikan pada Kron ? Apa yang harus aku berikan pada Kron ? Apa yang harus aku berikan pada Kron ?" kata Bella yang terus mengulang perkataannya sembari menggigit kukunya
"Be-Bella..?" kata Anima
"Y-Ya..? Maaf.. sepertinya.. aku juga hilang kendali.." kata Bella
"... pfft." kata Liliana
__ADS_1
"Ahahahaha !!" tawa dari para siswa kelas A pun pecah
"Tak kusangka memikirkan hadiah untuk Kron bisa sampai membuat kita menjadi seperti ini.. hahaha." kata Rose sembari tertawa
"Ya, hanya memikirkan hadiah untuknya saja sampai membuat kita hilang kesadaran.. hahaha !" kata Baja sembari tertawa
Mereka semua tertawa dalam kebahagiaan. Setelah tawa mereka selesai, mereka memulai pembicaraan serta bertukar pikiran untuk ide hadiah apa yang sekiranya akan pantas diberikan kepada Kron.
Mereka berdiskusi hingga tak sadar bahwa hari sudah mulai petang. Perut keroncongan dengan kompak berbunyi dari dalam diri mereka. Albertus yang sadar bahwa diskusi tersebut akan memakan waktu yang lama telah menyiapkan hidangan untuk Nyonya Muda Bella dan teman temannya.
Mereka pun melanjutkan pembicaraan sembari memakan hidangan yang sudah disediakan. Mereka pun terus berdiskusi hingga malam hari.
"Bella, maafkan kami yang jadi merepotkanmu ya.." kata Liliana yang merasa tidak enak
"Hahaha.. tak apa kok ! Justru aku senang kalian bisa ramai ramai datang ke rumahku." jawab Bella
"Benarkah..? Bukankah kau butuh waktu untuk beristirahat ?" kata Rose
"Tidak.. aku sudah sembuh kok. Sebenarnya tadi aku sudah mau berangkat.. tapi.." kata Bella
"Tapi kenapa ?" tanya Anima
"Nyonya Muda kesiangan." jawab Albertus
"A-Albertus !" kata Bella yang langsung memerah wajahnya
"Hahahaha." tawa dari para siswa kelas A
Bella menyembunyikan wajahnya dengan telapak tangannya karena saking malunya.
"Jadi.. besok pas pesta kamu bisa datang kan ?" tanya Meira
"Tentu saja ! Akan aku usahakan !" jawab Bella
Dan dengan begitu, para siswa kelas A pun meninggalkan rumah Bella. Bella melambaikan tangannya dan dibalas oleh para gadis dari siswa kelas A. Kebahagiaan nampak jelas di wajah para siswa kelas A.
Sepanjang perjalanan pulang mereka terus menantikan akan datangnya hari dimana pesta tersebut akan dilaksanakan. Bahkan ketika diatas kasur sekalipun, mereka masih sangat menantikannya hingga membuat mereka tidak bisa tertidur.
----------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !
__ADS_1
Terima Kasih !
----------=======-----------