Overpowered Unknown Hero

Overpowered Unknown Hero
Chapter 87 - Peninggalan Raja Erdia


__ADS_3

Setelah Uldag dan para pengawalnya serta orang orang dari Bullaford pergi meninggalkan markas kecil Orion, Justin bertanya kepada Kron mengenai maksud kedatangan Uldag dan para pengawalnya.


Kron mengajak agar semuanya masuk ke dalam kediaman terlebih dahulu.


"Yah, karena aku juga sudah lapar kita bahas sambil makan saja !" kata Kron yang berjalan kembali ke kediaman


Hidangan makan malam yang telah disiapkan oleh Gordon sudah tertata rapi di meja makan. Orang orang duduk di kursi yang kosong dan mulai bersiap untuk makan.


Ketika makan malam sudah dimulai, Justin kembali bertanya mengenai maksud kedatangan dari Uldag dan para pengawalnya. Kron menjawab bahwa maksud kedatangan Uldag dan orang orangnya adalah agar Kron dan para pengawalnya angkat kaki dari tanah Bullaford.


Ia meminta agar segala suatu yang berbau Kerajaan Orion disingkirkan dari tanah Bullaford, yang berarti termasuk markas kecil ini.


Tombas ikut bertanya. Ia bertanya mengenai hukuman apa atau apa yang akan terjadi jikalau Kron tidak mengiyakan perkataan dari Uldag.


Kron menjawab bahwa Uldag dan para pengawalnya akan secara paksa mengusir Kron dan para pengawalnya serta meruntuh paksakan markas kecil ini. Uldag dan para pengawalnya juga tidak akan segan segan untuk membunuh Kron dan para pengawalnya jikalau Kron dan para pengawalnya melawan dan tidak mematuhi perkataan Uldag.


"Hoho.. berarti secara tidak langsung mereka menantang Yang Mulia sekalian ?" kata Tombas


"Hm.. bisa jadi..?" kata Kron


"Jadi, apa yang akan kau lakukan, Kron ?" tanya Aldizech


"Apa ya.. sebenarnya urusan di sini masih banyak yang belum selesai, jadi agak sayang kalau harus meninggalkan tempat ini secepat ini." kata Kron


"Memangnya apa yang sedang anda cari, Yang Mulia ?" tanya Tombas


Kron menjelaskan bahwa ia sedang mencari peninggalan dari Raja Erdia. Raja Erdia sempat berpesan kepada dirinya untuk mencari semacam peninggalan darinya jikalau sesuatu yang tidak diinginkan terjadi padanya.


Namun yang jadi masalah adalah Kron belum sempat diberitahu oleh Raja Erdia mengenai di mana lokasi pasti tersebut, karena ketika mereka sedang melakukan pembicaraan diganggu oleh Para Petinggi Bullaford.


"Peninggalan Ayahanda saya?! Kalau begitu itu pasti.." kata Justin yang terkejut dan berdiri dari kursinya


"Ada apa Justin? Apa kau mengetahui sesuatu ?" tanya Aldizech


"Ya.. sepertinya saya tahu di mana peninggalan tersebut.." kata Justin


"Oi Justin, apa jangan jangan peninggalan itu adalah.." kata Tombas yang terkejut dan memegang gelas

__ADS_1


Justin mulai menceritakan tentang peninggalan yang kemungkinan dimaksud oleh Kron dan Erdia. Ia menjelaskan tentang di mana tempat peninggalan tersebut dan setelah cerita dari Justin, mereka mulai merencanakan tentang pencarian peninggalan tersebut.


Setelah makan malam selesai, mereka melanjutkan perencanaan untuk mencari peninggalan tersebut. Ketika mereka sedang membahas tentang rencana pencarian peninggalan tersebut, Justin teringat dengan transaksi gelap yang ia temukan tadi pagi.


Justin berbisik kepada Tombas dan bertanya apakah hal tersebut perlu untuk dibicarakan dengan yang lain juga atau tidak. Tombas menyarankan untuk membahas hal tersebut di lain waktu saja, karena prioritas utama saat ini adalah mencari peninggalan tersebut dan meninggalkan Bullaford secepat mungkin.


Keesokan harinya, Kron dan orang orangnya sudah siap untuk meninggalkan Bullaford. Namun sebelum meninggalkan Bullaford, mereka akan mengambil peninggalan tersebut terlebih dahulu.


Mereka bersiap untuk menaiki Mobil, namun ternyata, karena orang bertambah maka Mobil tidak bisa dinaiki oleh mereka semua.


Justin, Tombas, Archy, dan Vitan merasa tidak enak kepada Kron dan yang lain karena merasa diri mereka semakin menyusahkan Kron dan yang lain.


Kron dan yang lain hanya tersenyum seolah mereka sudah menduga akan kejadian ini. Tak lama terdengar suara berisik mendekat ke arah mereka.


"Tenang saja.. Yang Mulia Kron sudah menduga hal ini." kata William


"Yah, kami sudah menduga hal ini.. jadi kami sudah memanggil bala bantuan." kata Kron menunjuk dengan jempol ke arah gerbang


Mobil datang dari arah gerbang. Justin, Tombas, Archy, dan Vitan terkejut dengan kedatangan Mobil lainnya. Mobil yang baru datang tersebut berhenti beberapa langkah di depan Kron.


"Hoi Kron !! Kau rindu dengan kakekmu ya !!" kata Arthur yang keluar dari jendela mobil dan berteriak serta melambaikan tangan


"Ya, dia adalah orang yang ditakuti di Essaract.. Sang Pendekar Pedang Arthur." kata Aldizech


"HOOOO !! Ternyata benar ada si Tombas !" kata Arthur yang berlari menghampiri


"Wah ! Akhirnya keluar juga dari Mobil.." kata Edward meregangkan badan


"Oh ! Kakak juga ikut ya !" kata King


"KROONN !!" teriak Baja yang langsung terbang ke arah Kron


Baja menindih Kron dengan pelukannya. Mereka pun tertawa melihat kejadian yang sudah lama tidak terjadi itu. Archy, Vitan, dan Tombas tidak berani tertawa karena belum tahu apa apa.


Setelah beberapa saat berlalu, Kron memperkenalkan Justin dan yang lain kepada Arthur, Edward, dan Baja.


"Jadi.. sejak beberapa hari yang lalu, mereka sudah resmi menjadi bagian dari kerajaan kita." kata Kron

__ADS_1


"Ohh !! Sekarang kita menajdi teman perjuangan lagi ya, Tombas !!" kata Arthur merangkul Tombas


"Ka-Kalian tidak perlu takut pada Kron.. dia orangnya baik.. meski auranya menyeramkan." kata Baja dengan tersenyum kepada Archy dan Vitan


"Ya, seperti yang dikatakan Baja, Yang Mulia adalah orang yang baik.. dan penuh kejutan." kata Edward yang tersenyum seperti Baja


"Oi kalian.." kata Kron ke Baja dan Edward dengan kesal


Archy dan Vitan terdiam karena terkejut. Mereka tidak pernah menyangka bahwa orang kerajaan bisa seakrab ini, apalagi seorang raja dengan para bawahannya.


"Aku tahu kalian terkejut.. namun ini salah satu perbedaan besar Kerajaan Orion dengan yang lain." kata Aldizech memegang pundak Archy dan Vitan


Suasana tersebut bukan seperti suasana antara  raja dengan bawahannya, namun lebih seperti suasana seorang sahabat yang saling bercanda. Archy dan Vitan yang belum pernah merasakan suasana seperti itu, masih terkejut dengan suasana tersebut.


Setelah suasana cukup tenang, Kron memberi perintah agar semua orang segera meruntuhkan markas kecil. Markas tersebut diruntuhkan dan mereka masuk ke dalam Mobil dan mulai menuju ke lokasi tempat peninggalan Raja Erdia.


Lokasi tersebut berada di bawah tanah kamar Raja Erdia. Mereka telah sampai di reruntuhan istana Kerajaan Bullaford. Dan sesuai arahan Justin, mereka menuju reruntuhan kamar Raja Erdia.


Sesampainya di reruntuhan kamar tersebut, Justin segera mencari pintu masuk ke ruang bawah tanah tersebut. Pintu tersebut berada tepat di bawah tempat bekas kasur Raja Erdia.


"Ini dia.. pintu menuju ke tempat peninggalan tersebut.." kata Justin menunjukkan pintu menuju ruang bawah tanah


"Bukalah ketika kau siap." kata Kron


"Baik." jawab Justin yang memegang gagang menuju ruang bawah tanah


 


---------=======-----------


AUTHOR :


Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !


Mohon dukungan dari teman teman ya !


Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !

__ADS_1


Terima Kasih !


----------=======-----------


__ADS_2