Overpowered Unknown Hero

Overpowered Unknown Hero
Chapter 88 - Masa Lalu Reina


__ADS_3

Pintu menuju ruang bawah tanah dibuka oleh Justin. Nampak sebuah tangga gelap menuju ke bawah tanah. Mereka masuk ke dalam ruang tanah tersebut meninggalkan Edward, King, Archy, dan Vitan di luar untuk menjaga Mobil dan mengawasi keadaan.


Justin merapalkan Mantra Cahaya untuk menerangkan jalan. Tepat setelah Cahaya dari Mantra Justin dirapalkan, tiba tiba ruang bawah tanah tersebut menjadi sangat terang seolah tertembus oleh cahaya matahari sepenuhnya.


Mereka terkejut sejenak, dan setelah itu mereka melanjutkan jalannya menyusuri tangga menuju ke ruang bawah tanah tersebut.


Di sisi kanan dan kiri tangga tersebut terdapat semacam rak yang berisi pakaian dan peralatan tempur Para Raja Bullaford sebelumnya lengkap dengan nama rajanya di bagian bawah rak tersebut. Hingga akhirnya sampai di bagian Raja Erdia yang masih kosong dan belum terisi oleh apapun.


Mereka berhenti sejenak melihat ke rak yang kosong tersebut. Mereka berhenti dan memberikan penghormatan sejenak sebelum melanjutkan jalannya menyusuri tangga tersebut.


Mereka terus berjalan dan bertemu dengan 3 jalan yang berbeda. Justin ingat ketika masih kecil, ayahnya menunjukkan jalan ini kepada dirinya. Ia pun berjalan lurus ke depan.


Kron dan yang lain tak ada pilihan lain selain percaya kepada pilihan Justin. Mereka melanjutkan perjalanannya melalui jalan yang dipilih Justin.


Setelah berjalan lurus kurang lebih 5 menit, mereka bertemu dengan sebuah pintu yang sangat besar. Di pintu tersebut terdapat ukiran pohon khas Bullaford dengan daun yang terukir nama nama raja sebelumnya, dan buah yang terukir nama pewaris pilihan raja yang saat itu menjabat.


Mereka mencari ukiran nama Errdia dan mereka pun menemukannya. Ukiran nama Erdia tidak ada di buah manapun, namun hanya bisa ditemukana di daun saja.


Tombas mencari nama raja sebelum Erdia dan ia menemukannya. Ia mencari siapa pewaris yang dipilih oleh Raja Bullaford sebelum Erdia dan ia terkejut dengan nama yang ditemukannya.


"Tunggu.. apa maksudnya ini.." kata Tombas


"Ada apa Tombas ?" tanya Arthur


"Yang Mulia.. menurut spekulasi anda, daun adalah nama sang Raja dan buah adalah pewaris yang dipilihnya bukan ?" kata Tombas


"Menurut spekulasiku, ya, sepertinya begitu." kata Kron


"Lalu.. nama ini.. adalah pewaris yang dipilih oleh Raja Bullaford sebelum Raja Erdia bukan.." kata Tombas


Mereka mulai melihat ke arah yang ditunjuk oleh Tombas. Mereka terkejut dengan nama yang mereka temukan. Nama yang terukir adalah Reina Bhunter, ibu dari Justin dan istri dari Erdia.


"I-Ibunda..?" kata Justin

__ADS_1


"Tunggu dulu.. bukankah pimpinan dari Bullaford haruslah seorang lelaki ?" tanya Aldizech


"Ya..  jadi begitu ya.." kata Tombas


"Apanya yang begitu paman?! Mengapa nama ibu bisa terukir di buah itu ?!" tanya Justin yang panik


Kron berbisik ke Aldizech mengenai permasalahan jikalau wanita yang memimpin Bullaford. Aldizech menjawab jikalau wanita yang memimpin maka saat itu pula akan mati karena tidak sanggup menahan kekuatan yang diwariskan dari Raja Bullaford sebelumnya.


Kron kembali bertanya apa yang dimaksud dengan kekuatan yang diwariskan. Aldizech menjawab bahwa kekuatan tersebut adalah kekuatan dari Surga yang didapatkan oleh Raja Bullaford pertama. Kekuatan tersebut selalu diwariskan dari Raja Bullaford sebelumnya kepada penerusnya.


Dan pernah dua kali seorang wanita yang mencoba menerima kekuatan tersebut, dan dari dua calon penerus wanita tersebut, keduanya gugur tepat ketika sedang menerima kekuatan tersebut.


"Jadi.. maksudmu.." kata Kron


"Kemungkinan begitu.." kata Aldizech


Tombas yang seperti teringat sesuatu. langsung diminta oleh Justin untuk menjelaskan. Tombas awalnya menolak namun Justin terus memaksa agar Tombas menjelaskan apa yang ia sembunyikan.


"Justin, sebenarnya aku tidak ingin menceritakan ini.. namun, sepertinya di masa yang akan mendatang ini akan menjadi hal yang penting untuk kau ketahui." kata Tombas


"Raja Bullaford sebelum Erdia adalah seorang Lasso. Ia adalah seorang yang sangat serakah, terutama soal harta dan wanita."


"Ibumu adalah orang yang sangat cantik, bahkan dari kecil ia sudah diakui kecantikannya oleh seluruh orang di Bullaford. Dan kecantikannya pula menggoda si tua brengsek tersebut."


"Sedari ibumu kecil, si tua brengsek tersebut sudah mengincar ibumu agar menjadi selirnya kelak. Namun, sejak kecil ibu dan ayahmu sudah saling mencintai."


"Ayahmu sudah berulang kali dipaksa untuk menjauhi ibumu, bahkan ia sudah mengalami beragam penyiksaan agar menjauhi ibumu. Namun, ayahmu tak pernah menyerah sekalipun demi menjaga dan mendapatkan ibumu."


"Hingga akhirnya, ibumu diasingkan dari kerajaan dan bersembunyi hingga saat yang tepat, yaitu saat di mana ayahmu berhasil merubah kerajaan. Namun, ayahmu terkena tipuan busuk orang orang Lasso." kata Tombas


"Tipuan.. busuk..?" kata Justin


"Ayahmu yang dijanjikan sebagai pewaris berikutnya merasa yakin bahwa ia sudah berhasil merubah kerajaan. Ayahmu juga sudah diyakinkan oleh ketiga keluarga kerajaan bahwa Raja Bullaford sudah tidak mengincar ibumu lagi dan beberapa hari lagi akan pensiun."

__ADS_1


"Ayahmu dengan perasaan yang sangat gembira dengan kudanya berlari menuju ke tempat persembunyian ibumu. Dan naas, ketika sampai di tempat persembunyian tersebut, ibumu sudah menghilang dan hanya tersisa bekas bekas perlawanan."


"Ayahmu segera memacu kudanya dengan kencang kembali ke kerajaan. Dan ketika ia sampai di ruang tahta, ia melihat ibumu yang sedang tersiksa karena dipaksa mewarisi kekuatan Raja Bullaford."


"Ayahmu yang tidak dapat menahan emosinya langsung berlari dan menebas tangan kanan si brengsek tersebut. Dan entah mengapa, ayahmu langsung meminum darah dari si tua brengsek tersebut dan mencium ibumu."


"Tapi yang pasti, usaha ayahmu tidak sia sia. Ia berhasil mendapatkan kekuatan Raja Bullaford dengan paksa. Tapi yang disayangkan adalah, sejak saat itu pula.. ibumu sakit sakitan seperti yang kau ketahui." kata Tombas


Orang orang yang ada di tempat tersebut terkejut mendengar cerita dari Tombas. Justin terduduk menangis mendengar cerita tersebut layaknya seorang anak kecil. Beberapa saat setelah Justin menangis, Kron mendekati Tombas dan bertanya.


"Lalu.. apakah si tua brengsek itu masih hidup ?" tanya Kron


"Ya.. sangat disayangkan." jawab Tombas


"Siapa.. si tua brengsek tersebut ?" tanya Kron


"Dia adalah ayah dari Uldag.. Modo van Lasso." jawab Tombas


Aldizech dan Arthur yang mendengar nama tersebut langsung menggenggam pedangnya dengan sangat kuat. Mereka seperti memiliki dendam yang sangat mendalam kepada Modo.


"Jadi.. dia benar benar orang yang sangat brengsek.. Paman, Pak Tua ?" kata Kron yang menyadari emosi dari Arthur dan Aldizech


"... Ya." jawab Arthur dan Aldizech


---------=======-----------


AUTHOR :


Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !


Mohon dukungan dari teman teman ya !


Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !

__ADS_1


Terima Kasih !


----------=======-----------


__ADS_2