
Zlaruma dan orang orangnya telah meinggalkan tempat persembunyian Para Dewa dan orang orang gabungan dari beberapa ras yang tersisa.
Tanah mulai berhenti bergetar dan langit langit berhenti bergemuruh. Meski Zlaruma dan orang orangnya sudah pergi. namun ketakutan yang dirasakan oleh para penduduk di tempat persembunyian masih dapat dirasakan.
Satu serangan dari Zlaruma membuat tanah terbelah hingga kedalaman 500 meter. Tebasan tersebut membuat langit yang berada di belakang kediaman Para Dewa bolong dengan ukuran yang sama dengan energi dari serangan Zlaruma.
Orang orang yang terjatuh dan tertunduk ketakutan mulai mengangkat kepalanya dan melihat ke sekelilingnya. Sebuah tempat indah yang dibuat oleh Para Dewa hancur seketika hanya dengan beberapa menit serangan dari Zlaruma dan orang orangnya.
Keinginan untuk bersatu guna melawan Zlaruma dan orang orangnya mulai luntur dari dalam diri Ras Gabungan. Orang orang merasakan keputusasaan melihat jauhnya perbedaan kekuatan antara diri mereka dengan lawan yang akan mereka hadapi.
Bullaford yang kesullitan dalam menahan serangan dari Zlaruma langsung terjatuh. Salah satu lututnya menopang dirinya untuk duduk serta tangan kanan dan kirinya terlihat luka yang mengalir keluar.
Seorang Dewa dapat dikalahkan dengan sangat mudah bahkan hanya butuh satu serangan ringan dari lawan mereka dan tentu saja hal itu membuat semua orang semakin takut.
Hellian yang menyadari bahwa semua orang sedang melihat ke arah Bullaford yang terluka tentu sadar bahwa ini membuat orang orang yang ada di tempat persembunyian semakin putus asa.
Tofa keluar dari dalam tanah dengan membawa tubuh Ussehan yang pingsan. Orang orang yang melihat dua sosok Dewa terluka menjadi berteriak ketakutan
Hellian memandang miris terhadap situasi yang ia hadapi saat ini. Hellian meminta Rexus, teman teman dan orang orangnya Kron serta Para Dewa yang masih bisa bergerak untuk membantu menenangkan orang orang yang panik dan menolong orang orang yang butuh bantuan.
Hellian dan Tofa membawa masuk Ussehan dan Bullaford ke kediaman Para Dewa. Sedangkan orang orang yang terluka ditolong oleh Meira dan tim medis lainnya.
Bullaford yang datang dengan penuh luka serta Ussehan yang masih tidak sadarkan diri membuat perasaan dari Iris dan Kron yang sedang fokus dalam mengembalikan tubuh Kron menjadi tidak enak.
"Apakah.. dia sudah pergi ?" tanya Kron
Ketika Hellian mau menjawab, Bullaford menyela dan berkata bahwa dirinya serta yang lain baik baik saja. Kron yang tahu bahwa itu tidak mungkin dan merasa bahwa Bullaford hanya ingin membuatnya tetap fokus ke pengembalian tubuhnya kembali memfokuskan dirinya agar bisa secepat mungkin mendapatkan tubuh lamanya kembali.
Setengah jam berlalu dan Iris sudah selsai tugasnya. Ia sudah melaksanakan bagiannya dan sisanya tinggal tergantung pada Kron. Keberhasilan dan kegagalan semua ditentukan oleh Kron.
Iris yang kelelahan langsung melanjutkan pekerjaannya dengan menolong Bullaford serta Ussehan. Ussehan yang diobati oleh Iris tersadar dari pingsannya.
Ussehan melihat ke sekitar dan bertanya apa yang terjadi selama dirinya pingsan. Hellian dan Bullaford memberi kode bahwa mereka akan menjawab ketika di luar.
Ussehan mengerti kode tersebut dan tepat setelah Ussehan serta Bullaford selesai diobati mereka keluar dari dalam kediaman. Hellian, Bullaford, Tofa, dan Ussehan berjalan dan bercerita mengenai apa yang terjadi selama Ussehan pingsan.
__ADS_1
Iris memberi pesan kepada Kron untuk tidak terlalu memaksakan diri. Kron sedikit tersenyum dan berkata bahwa dirinya akan baik baik saja.
Iris yang tahu bahwa Kron akan memaksakan diri keluar dari pintu kediaman Para Dewa dan mengejar Para Dewa yang sedang menuju ke tempat pengungsian.
Kron kembali memfokuskan dirinya untuk segera mendapatkan tubuhnya kembali. Di tempat lainnya, Zlaruma dan orang orangnya sudah kembali di Pusat Para Rasul.
"Wahai Dewa, mengapa kita harus mundur seperti ini? Bukankah memalukan jikalau harus mundur seperti ini ?" tanya Raja Iblis yang kesal
Zlaruma tidak menjawab dan hanya memoles pedang serta zirah besinya. Raja Iblis yang merasa driinya diacuhkan dengan kesal memegang pundak Zlaruma.
"Kau pikir kau siapa hingga berani menyentuhku ?" kata Zlaruma dengan membalikkan badan
Raja Iblis gemetar melihat tatapan dari Zlaruma. Zlaruma mengatakan bahwa dirinya tidak membawa perlengkapan perang yang semestinya, ditambah senjata serta zirah terkuatnya tidak ia bawa. Ia dari awal hanya berencana untuk berkunjung dan mengetahui apakah Kron sudah mendapatkan tubuhnya kembali atau belum.
Dan ketika ia mengetahui bahwa Kron sedang berusaha mendapatkan kembali tubuhnya, ia harus secepat mungkin mencegah hal itu. Oleh karena itu ia langsung mendeklarasikan perang dan membuat pihak Para Dewa serta Pahlawan panik.
Zlaruma menyuruh Raja Iblis untuk mengumpulkan semua pasukan dan bawahannya dalam waktu yang secepat cepatnya. Raja Iblis berlutut dan pergi untuk melaksanakan perintah tersebut.
"Wahai Dewa.. seandainya anda bertemu dengan seorang pengguna bola api yang mahir, bolehkah hamba yang menghabisinya ?' tanya Raja Iblis sebelum pergi
"Terima kasih atas kemuliaan hati anda, wahai Dewa." jawab Raja Iblis
Delapan Kerajaan Besar yang sudah meratakan hampir 30% Essaract mendapat panggilan untuk kembali dari Raja Iblis. Para Raja yang awalnya kesal dan mencoba menolak karena sedang bersenang senang dalam menyerang dan menginvasi berbagai daerah baru dipaksa untuk kembali oleh Raja Iblis.
"Kalian kembalilah, aku jamin kalian akan menyesal jikalau melewati kabar gembira ini." kata Raja Iblis
Para Dewa telah sampai ke tempat pengungsian. Orang orang yang terluka sedang dirawat oleh Meira dan tim medis lainnya. Dan ketika mereka melihat sosok dari Para Dewa, mereka langsung berlari menuju ke depan Para Dewa dan berlutut di hadapan mereka.
Mereka memohon keselamatan dan keamanan, mereka tidak ingin mengorbankan nyawa mereka untuk suatu hal yang sia sia. Semangat untuk bertempur mereka seolah sudah memudar, dan tentu sebagai Dewa Perang, Hellian merasa iba sekaligus jengkel.
"Apa yang kalian katakan ?!" teriak Hellian
Teriakan tersebut membuat semua orang berhenti bergerak.
"Kita akan menghadapi perang ini mau tidak mau. Kami Para Dewa tidak bisa menggunakan kekuatan penuh jikalau berada di Essaract. Paling kuat hanya untuk menghadapi Raja Iblis dan setingkatnya saja." kata Bullaford
__ADS_1
Semua orang terkejut dengan perkataan dari Bullaford.
"Ini memang fakta yang memalukan. Namun hal ini harus kita beritahu pada kalian." sambung Bullaford
Orang orang yang mendengar hal tersebut menjadi semakin putus asa. Mereka yang mengetahui fakta bahwa Para Dewa saja tidak mampu menghadapi sososk Zlaruma, mana mungkin mereka bisa menghadapinya.
"Tapi! Kita memiliki seorang Pahlawan." kata Bullaford
"Kita memiliki Pahlawan yang mampu mengalahkan Zlaruma! Kita masih memiliki Cahaya Harapan! Kita.. masih belum kalah dalam pertempuran ini !" kata Hellian
Orang orang mulai teringat tentang sosok Kron yang berani melawan Raja Iblis dan Zlaruma kala itu. Bahkan kedatangan Para Demi Human yang tersebar entah kemana kembali disatukan karena kisah dari Kron.
"Bangkitlah! Kita masih bisa memenangkan pertarungan ini !" teriak Hellian
Semua orang bersorak. Hellian dan Para Dewa lainnya mengajak orang orang yang bisa bergerak dan sudah selesai diobati atau tidak terluka untuk berkumpul dengan mereka guna membahas startegi perang.
Iris membantu Meira dan tim medis lainnya untuk mempercepat proses penyembuhan dari orang orang yang terluka.
Semua orang tergesa gesa, baik di pihak Para Dewa ataupun Para Iblis. Mereka mengetahui bahwa waktu yang mereka miliki tidak banyak. Raja Iblis mendesak agar seluruh pasukannya secepatnya segera berkumpul ke Pusat Para Rasul.
Dan dengan demikian, bab akhir dari kisah Pahlawan.. dimulai.
---------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !
Terima Kasih !
----------=======-----------
__ADS_1