Overpowered Unknown Hero

Overpowered Unknown Hero
Chapter 22 - Pahlawan Sekolah


__ADS_3

Sekolah Terresia mengalami kerusakan yang sangat parah. Lebih dari 4/5 sekolah tersebut hancur, hingga tersisa puing puing dan pondasi bangunannya saja. Luka yang diderita oleh para siswa juga beragam, namun untuk pengklasifikasian mudahnya terbagi menjadi 3 yaitu parah, sedang, dan ringan. Penderita luka parah ada 18 anak, luka sedang 82 anak, dan luka ringan 139 anak. Tak ada siswa yang selamat dari pertempuran tersebut tanpa meninggalkan bekas luka sedikitpun kecuali..


"Pindahkan yang terluka parah ke UKS Darurat !" teriak Orrobo mengomandoi pasukan kesehatan


"Bawa ke sini yang terluka parah !" teriak Heractus dari dalam UKS Darurat


"Kak Heractus ! Izinkan aku membantu mu !" kata Meria


"Tentu saja ! Terima kasih, kau sangat membantu !" jawab Heractus


"Yang terluka sedang silahkan menuju ke UKS Darurat 2 !" teriak Zaragoza


"Cepat.. cepat.." sambung Warmer


"Yang terluka ringan silahkan lewat sini !" teriak Baja dan Gargantua


Para Pilar dibantu oleh para siswa saling bahu membahu dalam menolong sesama. Mulai dari menggotong siswa yang terluka parah, pengobatan menggunakan Mantra Medis, hingga pengawasan daerah sekitar jaga jaga untuk serangan ke 2. Dan benar saja seperti perkiraan mereka, datanglah serangan ras iblis gelombang ke 2.


"SERANGAANN !!"


"IBLIS DATANG KEMBALI !!"


"ARAH JAM 12 !!"


"LARILAH SELAGI BISA !!"


Kepanikan tersebut terulang kembali, mengingat tak adanya yang sedang dalam kondisi prima.


"KALIAN PERGILAH !" teriak King ke seluruh siswa


"BIAR AKU YANG TINGGAL DI SINI DAN MENGHADAPI MEREKA SENDIRIAN !" sambungnya


Tertegun para siswa mendengar kata kata dari King. Tentu saja King memiliki suatu rencana. Yaitu dia akan mengulur waktu hingga bala bantuan datang, entah para guru atau Kron. Ia berharap dengan pengorbanannya para siswa lain dapat terselamatkan oleh bala bantuan tersebut.


Tiba tiba dihadapan mereka semua muncul semacam portal hitam. Sebuah portal berwarna hitam ungu yang dikelilingi oleh aura kegelapan yang sangat kuat. Vanta pun yang pengguna Mantra Kegelapan terkejut melihatnya. Dan dari portal tersebut muncul kaki monster berbentuk hewan raksasa.


"A-Apalagi ini..?" kata Paul


"Aku sudah tidak tahan !! Terlalu banyak hal menyeramkan datang di waktu yang bersamaan !!" omelan Rose


King bersiap untuk menghadapi monster yang akan keluar dari portal atua gerbang tersebut. Kaki kedua telah melangkah, hembusan nafas yang mencekam dibalut dengan mata merah darah yang melotot membuat seisi sekolah semakin ketakutan.


"I-itu.. Cerberus..!" teriak Ligit


"La-lalu di mana Kron ?! Jangan bilang..." sambung Meira


"Tidak ! Kron tidak mungkin mati !" bentak Liliana


Para siswa masih memfokuskan perhatiannya ke monster yang sudah hampir keluar seutuhnya itu hingga mereka seakan dibuat lupa bahwa ada gerombolan iblis yang akan menyerang mereka.


"Mantra !" teriak seluruh siswa


"Hoi hoi hoi hoi tunggu dulu !!" terdengar suara seseorang dari arah Cerberus


"..?!" para siswa kebingungan


"Ini aku, Kron !" kata Kron diatas punggung Cerberus


Seketika suasana tersebut berubah menjadi suasana seolah menyambut kedatang seorang pejuang dari pertempuran berabad abad. Sebuah suasana yang hangat. Sebuah suasana yang selalu diinginkan oleh Kron.


"Syu-syukurlah..." kata Liliana


"Benar kan aku bilang !" kata Baja dengan PD


"GGGHHHOOOOAAMMMM" teriak gerombolan iblis yang sudah mendekat


"Si-sialan ! Kita jadi lupa kalau ada mereka !" kata Justin


"Tenang saja.."

__ADS_1


"Ma-maksudnya..?" tanya Orrobo


"Tunjukkan Cerberus !" kata Kron memerintah Cerberus


"Siap, bro !" jawab Cerberus


"Mantra : Auman Naga Merah !" teriak Cerberus


Gerombolan iblis tersebut seketika lenyap begitu saja, tidak meninggalkan bekas apapun seolah memang tak pernah ada sebelumnya.


"Sudah kuduga Mantra mu yang itu terlalu kuat untuk mereka.." kata Kron ke Cerberus


"Heh..? Yang pentingkan mereka mati.." jawab Cerberus


"Ya sudahlah yang penting mereka sela-" kata Kron


"Ka-kalian kenapa..?" sambungnya


Berakhir, sudah berakhir. Dengan begini peperangan tersebut benar benar sudah berakhir. Sebuah perang yang mustahil dimenangkan oleh para siswa tersebut berhasil dimenangkan oleh mereka. Sorak gembira berkumandang di segala penjuru sekolah. Kron diangkat dan dilempar ke langit seolah olah menjadi Pahlawan kemenangan, ya meski memang dia Pahlawannya.


"10 Pilar.. kurasa kita belum pantas menggunakan julukan tersebut." kata King


"Yah.. kurasa kau benar." sahut Orrobo


"Anak itu.. jauh melampaui ras manusia. Apakah kita harus berguru padanya ?" kata King


"Aku ini cuma tameng, jadi kemanapun kamu pergi aku akan mengikuti mu." jawab Orrobo


"Hahaha !" tawa dari King


Tak lama setelah kejadian tersebut para guru pun datang. Mereka terkejut akan apa yang terjadi dan menimpa sekolah tersebut. Para siswa menjelaskan tentang apa yang terjadi. Mulai dari penyerangan Ras Iblis hingga kisah kepahlawanan Kron dalam menyelamatkan seluruh siswa. Guru guru awalnya tidak percaya, namun melihat segala dampat yang ditimbulkan hanya penjelasan tak masuk akal itulah yang menjadi penjelasan yang logis.


Keesokan harinya sekolah mulai dibangun kembali. Guru guru pun memohon maaf yang sedalam dalamnya kepada para siswa, orang tua dan wali siswa, serta pihak kerajaan karena terhitung sangat lalai dalam menjalankan tugasnya. Beruntungnya Sekolah Terresia dapat melanjutkan proses belajar mengajarnya karena tetap mendapatkan kepercayaan dari para orang tua wali siswa dan pihak kerajaan.


Perkiraan proses renovasi sekolah terhitung singkat yang mana hanya memakan waktu kurang dari 3 bulan. Itu dikarenakan seluruh tenaga pembangunan dikerahkan langsung oleh pihak kerajaan untuk mempercepat proses renovasi sekolah tersebut. Bahkan mereka menyewa tenaga kerja dari luar kerajaan demi mempercepat proses renovasi.


"Hah.. aku sungguh tidak nyaman dengan ini semua.." keluh kesal dari Kron


"Hahahaha sudah kuduga kau akan mengatakan itu !" tawa dari Baja


"Mau bagaimana lagi kan ? Kisahmu telah menyebar ke seluruh daerah kekuasaan kerajaan Duca." sambung Ligit


"Nin-nin !" sahut Kunai


"Tahu begini waktu itu aku menggunakan topeng.." kata Kron


"Kau pakai topeng pun pasti ketahuan bodoh." celetuk Justin


"Hahaha ! Tapi tak kusangka kita bisa seakrab ini." kata Paul


"Heh..? Ada apa dengan Paul nih..?" kata Alramal


"Apakah Paul tsundere..?" kata Eclair dengan suara layaknya perempuan


"Rororororo !! Ayo kita ke kantin saja ! Aku sudah lapar ini !" kata Tromoro


"Bukankah kau tadi baru makan ?" tanya Vanta


Ya.. semenjak kejadian itu perlahan namun pasti ikatan diantara mereka semakin menguat. Baik para lelakinya atau perempuannya atau antara lelaki dan perempuannya. Mereka sudah mulai akrab hingga dapat disebut sebagai teman satu kelas. Mereka telah meminta maaf satu sama lain dan juga saling maaf memaafkan. Meski begitu ada beberapa benih cinta yang sudah mulai muncul, sebagai contoh rasa dari Liliana, Meria, dan Rose kepada Kron.


Mereka bertiga terpukau akan aksi heroik dari seorang Kron. Seseorang yang dengan berani menantang sesosok yang ditakuti oleh hampir seluruh penduduk Essaract. Seseorang yang luar biasa kuatnya hingga membuat semua seolah mudah untuk dihadapi olehnya. Seseorang yang mampu membuat detak jantung mereka memompa lebih kencang tatkala berada di sekitar mereka.


"Kalian ngeliatin hal yang sama kan.." kata Anima sambil menggoda


"E-eh ?!" kata Meria, Liliana dan Rose dengan wajah memerah


"Kalian ini kan saingan.. tapi masih bisa dekat begini..?" kata Bella


"A-antara cinta dan persahabatan itu beda kasus !" kata Meria

__ADS_1


"Be-benar sekali ! Ya kan Rose ?" sambung Lliliana


"Te-tentu saja ! Hahaha ! Lagipula kalau kita bersaing sudah pastikan siapa yang menang ?!" kata Rose


"Tentu aku lah !" kata Meria, Liliana, dan Rose dengan kompak


"Tidak.. tidak mungkin kau mendapatkan Kron Rose. Sifatmu yang barbar seperti itu tidak disukai oleh para pria." kata Meria


"Da-daripada Liliana, dengan dada seperti itu mana bisa Kron tergoda ?!" sambung Rose


"Ha-hanya karena kalian memiliki daging yang lebih sedikit dariku bukan berarti itu kelebihan yang berarti.." sambung Liliana


"Pfft-" kata Bella dan Anima


"Hahahahaha kalian ini sungguh lucu sekali !" kata Bella


"Kalian ini bersahabat namun memperebutkan satu pria yang sama !" sambung Anima


"Mengapa kalian bertiga tidak menjadi istrinya Kron saja ?"


Centing ! Seolah muncul lampu kuning menyala diatas kepala mereka.


"Y-ya.. kalau bisa begitu kan kita tidak perlu bertengkar.." kata Meria


"Be-benar.. aku sih tak masalah kalau harus berbagi Kron dengan kalian.." sambung Liliana


"Ya.. apalagi kita bisa bersama sama selamannya kan..? Asalkan.." kata Rose


"Aku yang jadi istri pertamanya !" kata Meria, Liliana dan Rose


"Hahahaha !! Mereka mulai lagi !!" ketawa ngakak dari Bella dan Anima


"Loh loh.. tuan pahlawan kenapa memerah begini..?" kata Ligit dengan nada mengolok


"Hoya hoya.. ada apa ini...?" sambung Baja


"Rororororo ! Apa kau demam ? Atau demam cinta ? Rororororo !!" sambung Tromoro


"Hahahaha" tawa para lelaki pecah melihat wajah memerah Kron


"Jadi.. yang mana yang akan kau pilih..?" tanya Alramal


"Meria memiliki bodi yang yahuut, sikapnya yang keibuan serta wajahnya yang cantik tidak akan bisa kau tolak bukan..?" sambung Alramal


"Rose memiliki sifat yang ceria, asik untuk diajak berbicara, gaya berpakaiannya pun sungguh menggoda. Bodinya pun tak kalah dengan Meria." sambung Vanta


"Sedangkan Liliana teman masa kecilmu, dia anak yang ramah, ahli memasak dan pintar dalam segala bidang seperti tak ada kekurangan." sambung Paul


"Apa kita semakin membuatmu bingung-nin ?" tanya Kunai


"Hahahaha" tawa lelaki tersebut makin pecah


"Kalian diamlah !" teriak keras penjaga perpustakaan


"Hehehe.. nanti kita lanjut sepulang sekolah ya.." kata Ligit


"Siap.." jawab para lelaki dengan kompak


-----------=======-----------


AUTHOR :


Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !


Mohon dukungan dari temen temen ya !


Terima Kasih !


-----------=======-----------

__ADS_1


__ADS_2