
3 hari telah berlalu. Justin yang masih diliputi kekesalan dan kebingungan mendapat undangan untuk menghadiri pertemuan tahunan 3 keluarga kerajaan Bullaford.
Dalam undangan tersebut tertera dengan jelas bahwa yang akan menyelenggarakan pertemuan tersebut kali ini adalah keluarga Lasso dan lebih tepatnya Luca van Lasso. Dan setelah melihat keluarga penyelenggara, Justin memiliki firasat bahwa akan ada sesuatu yang tidak beres dalam pertemuan tersebut.
"Sial.. mengapa di saat saat seperti ini harus ada pertemuan 3 keluarga ! Apalagi penyelenggaranya dia !" kata Justin memukul meja tempatnya kerja
Terdengar suara ketukan pintu. Justin pun mempersilahkan masuk.
"Yo ! Apa kabar ?" tanya Kron didampingi King
"Y-Yang Mulia ?!" kata Justin yang terkejut
"Santai saja.. kedudukan kita sudah sama bukan ?" kata Kron
"Y-Ya.." jawab Justin
Kron pun segera menjelaskan tujuan kedatangannya dengan cepat. Ia menyampaikan tujuannya dengan sesingkat singkatnya sebelum ada yang mencurigai kedatangan mereka.
Kron menjelaskan bahwa ia dan orang orangnya telah selesai membangun markas kecil. Ia berpesan agar orang orang dari Bullaford tidak sembarangan mendekat ke markasnya. Ia tidak segan segan menghukum siapa saja yang mendekat ke markasnya tanpa tujuan yang jelas.
Justin bertanya mengapa Kron sampai setegas itu dalam melindungi markasnya. Kron pun menjawab bahwa di dalam markas tersebut terdapat hal hal yang belum pernah terpikirkan oleh orang orang Bullaford sebelumnya. Ditakutkan orang orang dari Bullaford akan menjadi semakin panik dan ketakutan jikalau melihat hal hal yang ada di markas kecilnya.
Justin pun menyetujui karena ia juga paham bahwa Kron dan kerajaannya memiliki tingkat pengetahuan yang di luar nalar orang orang di Essaract. Ia juga paham mengapa Kron mencegah agar tidak ada orang orang dari Bullaford yang mendekat ke markasnya.
"Baiklah, akan kuusahakan agar tidak ada yang mendekat ke markasmu !" kata Justin
"Sip, terima kasih !" kata Kron
Setelah menyampaikan tujuannya, Kron dan King kembali ke markas mereka. Justin membalikkan badan dan menghadap ke arah jendela melihat pemandangan kota Bullaford dalam markas tersebut. Ia pun berpikir untuk memberi nama pada gua tersebut karena menurutnya akan memakan waktu yang cukup lama untuk kembali ke tempat kerajaan lamanya.
Belum lagi tempat tersebut harus dibangun ulang dan ia juga sadar bahwa kerajaannya tidak memiliki kekuatan Mantra untuk membangun kerajaan kembali dengan singkat seperti yang dilakukan Kron.
"Nama ya.. namun aku harus mengurus konflik konflik yang ada di kerajaan ini terlebih dahulu !" kata Justin
"Izin masuk, Yang Mulia." kata Kuza dan Judo yang tiba tiba masuk ke ruang kerja Justin
Kuza datang dengan membawa sejumlah catatan di tangan kanannya persis seperti orang yang datang untuk melaporkan suatu laporan. Kuza pun menjelaskan bahwa kedatangannya adalah untuk melaporkan tentang keuangan Kerajaan Bullaford.
"Keuangan kita saat ini sedang sangat kritis, Yang Mulia. Uang simpanan yang kita miliki tinggal 6000000 platinum saja, Yang Mulia." kata Kuza
1 Platinum = 5 Emas
1 Emas = 5 Perak
__ADS_1
1 Perak = 5 Perunggu
"Begitukah? Bukankah dengan uang tersebut kita masih bisa bertahan setidaknya beberapa bulan ke depan? Bukankah kita juga tidak memiliki keperluan penting dalam pembangunan ?" kata Justin
"Tidak tidak, Yang Mulia.. keuangan kita sangat sedikit. Untuk militer saja sudah memakan lebih dari 4500000 platinum." kata Kuza
"Se-sebanyak itu? Untuk apa saja memangnya keuangan militer itu ?" tanya Justin yang cukup terkejut
"Kita membutuhkan tempat untuk pelatihan, markas militer, pembangunan dinding dan menara penjaga, serta menambah persenjataan yang masih minim." kata Judo
"Belum lagi di bidang teknologi, mereka ingin melakukan eksperimen eksperimen yang memakan cukup banyak dana, sekitar 1000000 platinum." kata Kuza
Justin pun terduduk lemas mendengar pengeluaran dari kerajaannya. Ia terkejut dan tidak menyangka bahwa orang orangnya ketika masa kritis seperti ini masih berani mengeluarkan uang dengan 'gila-gilaan'.
"Lalu, untuk dana jaga jaga bagaimana ?" tanya Justin
"Hm.. mungkin sisanya, Yang Mulia." kata Kuza
"Lalu bagaimana jikalau penyerangan terjadi lagi? Rakyat kita mau diberi makan apa ?" tanya Justin
Kuza dan Judo diam. Mereka tidak menjawab namun mengepalkan tangan dengan cukup keras.
"... Karena mereka Yang Mulia harus gugur dalam peperangan. Lantas mereka yang sudah diberi kesempatan hidup oleh Yang Mulia, mengapa harus kita kasihani pula ?" kata Kuza
Judo dan Kuza pun mematuhi perintah tersebut walau dengan sikap yang cukup kesal. Mereka pun menutup pintu dengan tidak baik baik.
"Dasar bocah tidak tahu diri ! Sudah kuduga kalau bocah naif seperti dia memimpin pasti akhirnya akan jadi begini !" kata Kuza sambil berjalan
"Seandainya Yang Mulia tidak gugur, pasti beliau mengerti dengan kondisi kita saat ini." kata Judo
"Jadi bagaimana? Gagal ?" tanya Futara dan Ista yang sudah menunggu mereka di dekat pintu keluar kediaman Justin
"Tentu saja lah ! Bocah naif itu tidak mengerti apa apa ! Dia pikir pengeluaran kerajaan itu dikit apa ?!" kata Kuza
Kuza, Ista, Futara, dan Judo pergi meninggalkan kediaman Justin. Justin yang masih menghadap ke jendela pun melihat keempat orang tersebut berjalan bersama dengan percakapan yang diselimuti kekesalan dan emosi. Ia tahu bahwa keputusannya menolak laporan dari Kuza membuat keempat orang tersebut kesal.
"Kron, kalau kau jadi aku.. apa yang akan kau lakukan..?" kata Justin
"Yang Mulia pasti akan lebih mendahulukan kepentingan rakyatnya. Bukan berarti ia tidak memikirkan keselamatan rakyat rakyatnya." kata Gordon yang tiba tiba muncul
Justin terkejut dengan kemunculan Gordon yang tiba tiba. Gordon meminta maaf karena mengejutkan Justin dan datang tanpa permisi. Ia menjelaskan bahwa kedatangannya adalah perintah dari Kron untuk membantu Jusitn dalam menghadapi segala permasalahan yang akan dihadapinya.
Justin merasa sedikit lega karena sekarang ia mendapatkan bantuan dari orang yang bisa ia percaya meski dalam hatinya ia merasa tidak enak kepada Kron.
__ADS_1
Justin meminta saran kepada Gordon mengenai apa yang harus ia lakukan sekarang. Gordon pun menjawab bahwa yang tahu apa yang harus dilakukan adalah Justin sendiri. Karena Justin adalah orang yang lebih mengenal orang orang di Bullaford dibanding dirinya.
Gordon juga mengatakan bahwa kepentingan rakyat itu diatas segalanya dan pembangunan yang akan dilakukan oleh para petinggi tersebut hanya membuang buang keuangan Kerajaan Bullaford saja. Karena bagi Gordon, tempat pengungsian ini sudah cukup aman dan sulit untuk ditemukan oleh orang dari luar kerajaan.
Dan jikalau membangun dinding atau benteng perlindungan, maka akan mempermudah musuh dari luar untuk mengetahui lokasi pengungsian ini.
Justin setuju dengan perkataan Gordon. Dan ia juga merasa curiga tentang pengeluaran militer tersebut. Ia menganggap bahwa dana yang dibutuhkan cukup tidak masuk akal.
Ia tahu bahwa untuk menjaga keselamatan rakyat dibutuhkan dana yang tidak sedikit, namun dana yang ingin dikeluarkan oleh para petingginya tidak masuk akal mengingat kondisi mereka yang sedang kritis saat ini.
Keesokan harinya, perwakilan dari Bullaford telah menyebar ke seluruh penjuru pengungsian untuk menyampaikan suatu pengumuman. Pengumuman tersebut berisi tentang larangan mendekati markas kecil Kerajaan Orion. Di dalam pengumuman tersebut pula terdapat bunyi bahwa bagi siapa saja yang melanggar maka akan dikenai suatu hukuman yang berat.
Warga Bullaford tentu heboh dengan kabar tersebut. Mereka bertanya tanya mengapa orang orang dari kerajaan tidak langsung menyerang markas tersebut. Mengapa malah memberi pengumuman serta larangan untuk tidak mendekati markas tersebut.
Para petinggi yang telah mendengar pengumuman tersebut langsung menemui Justin yang sedang menyelesaikan laporan di ruang kerjanya. Mereka membanting pintu dan masuk dengan sangat tidak sopan.
"Yang Mulia ! Apa maksudnya ini ?!" tanya Judo dengan menunjukkan selebaran pengumuman tersebut
"Benar, Yang Mulia ! Mengapa anda menunjukkan ketakutan dalam selebaran ini ?!" kata Ista
Justin yang tadinya sedikit terkejut dengan kedatangan mereka, kembali melanjutkan laporannya. Merasa diacuhkan, Judo pun berjalan dengan emosi ke arah Justin dan membanting meja kerja Justin.
"Yang Mulia ! Dengarkan kami ! Apa apaan pengumuman ini ?!" teriak Judo
Suasana hening. Tidak ada yang mengeluarkan sepatah kata selama beberapa saat. Justin masih duduk dan memegang penanya dengan diam namun dalam posisi seperti sedang mengerjakan laporan.
Setelah beberapa saat, Justin menurunkan tangannya. Ia pun membersihkan bajunya yang kotor akibat tinta. Ia berdiri dan menaruh tangannya di belakang dengan posisi seperti istarahat di tempat. Ia menghadap ke jendela dan terdiam sejenak.
Para petinggi hanya melihatnya dengan wajah kesal dan emosi. Sedangkan di luar jendela, nampak warganya sedang berada di depan kediamannya seolah memprotes tentang pengumuman tersebut.
Justin hanya bisa terdiam melihat pemandangan tersebut.
---------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !
Terima Kasih !
__ADS_1
----------=======-----------