Overpowered Unknown Hero

Overpowered Unknown Hero
Chapter 32 - Hari Pelantikan Part 3


__ADS_3

"Ke-"


"KERAJAAN ?!!"


"NYONYA MOHON JANGAN BERCANDAA !!


"Mana mungkin kami bisa ada di sini ?! Kemarin malam kami masih di kerajaan !"


"Nyonya mohon penjelasannya !"


"Mengapa kerajaan berperang ?!"


"Dengan siapa kerajaan berperang nyonya ?!"


"Di mana anakku ?! Anakku.. anakku ?!!"


"Ini.. ini pasti cuma mimpi.."


Berkat pengumuman yang diberikan oleh Silvanna itu, kondisi para penduduk pun mulai panik kembali.


"KALIAN SEMUA TENANGLAH !" teriak Silvanna dengan aura yang kuat


Para penduduk yang tadinya panik menjadi terdiam dan ketakutan


"Para penduduk kerajaan sudah semuanya dievakuasi. Kalau kalian tidak percaya cari saja sendiri orang orang yang kalian kenal pasti ada di sini !" kata Silvanna


"Ba-bagaimana dengan rumah rumah kami ?"


"Ya ! Toko ku bagaimana ?"


"Re-restoran ku ?! Kalau tak ada itu aku tidak bisa dapat penghasilan !!"


"Tenanglah ! Untuk semua kerusakan nanti akan ditanggung oleh pihak kerajaan !" jawab Silvanna


"Syukurlah.."


Para penduduk yang ketakutan pun mulai bernafas lega dan mencari orang orang yang dikenalnya.


"Hoi !! Liliana !! Rose !!" teriak Bella


"Bella ! Dan yang lainnya !!" jawab Liliana dan Rose


"Semua anggota kelas A sudah terkumpul ?" tanya Liliana


"Belum.. masih kurang 1 orang lagi.." kata Justin


"..? Baja di mana ?" kata Rose


"Dia.. dia mencari 1 orang yang kurang itu-nin.." kata Kunai


"Ma-maksudmu Kron ?!" kata Liliana dan Rose dengan panik


"Ya.. Kron daritadi sudah kami cari namun tidak ketemu juga." kata Meria


"Kami sudah mencari di sekitar sini dan ruangan lainnya namun masih belum menemukannya juga." sambung Paul


"Baja sampai sekarang masih mencarinya.. kebetulan, itu orangnya." kata Justin

__ADS_1


"..." kata Baja


"Masih nihil kah..?" tanya Alramal


"Ya.." jawab Baja dengan lesu


"A-apakah kalian sudah bertanya ke nyonya Silvanna ?" tanya Liliana


"Be-belum.. ia kan baru saja muncul." jawab Ligit


Lalu pembicaraan mereka pun beralih dengan bertanya kepada Silvanna


"Ny-nyonya Silvanna.." tanya Meria


"Ya ?" jawab Silvanna


"Sepertinya.. ada 1 orang yang kurang Nyonya.." sambung Meria


"Siapa gerangan ?" tanya Silvanna meski dalam hatinya dia sudah tahu siapa orang itu


"Kron Nyonya.." kata Meria


Seketika para penduduk yang sedang menonton, mencari orang yang dikenalnya, saling berbicara.. terfokus perhatiannya ke arah Meria dan kawan kawannya.


"HOI HOII ! APA APAAN MAKSUDMU BOCAH !"


"YA ! DIA KAN PENGKHIANAT KERAJAAN ! SUDAH PASTI IA TIDAK ADA DISINI !"


"YA ! JANGAN JANGAN KALIAN TEMANNYA !"


"KALAU BENAR BEGITU PERGI SAJA DARI SINI !"


Para penduduk pun langsung mencemooh dan menghina teman teman Kron di kelas A.


"KALIAN DIAMLAH !" bentak keras seorang pemuda


"MULUT KALIAN TERLALU KOTOR UNTUK BERBICARA !" sambung bentakannya


"Hoi-hoi.. itukan.."


"Ya.. baju besi itu.. tak salah lagi.."


"Itu si Pilar Pelindung ke 1, King !"


"Hoya hoya.. para penduduk ini sepertinya telah dimanipulasi terlalu jauh.." kata Jessica


"Itu.. Jessica, si Pilar ke 2 !"


"Me-mereka.. mereka ke 10 Pilar !"


"Ta-tapi jumlah mereka hanya 9.. di mana 1 nya lagi ?!"


"Hoya.. bukannya di tempat yang kalian hina tadi ?" kata Jessica


Para penduduk mulai mengarahkan pandangannya ke arah anak anak kelas A lagi


"Be-benar ! Jikalau diperhatikan itu dia !"

__ADS_1


"Y-ya ! Meski sulit dipercaya itu adalah si Baja ! Pilar ke 9 !"


"A-a-a-a-a apa maksudnya ini ?! Mengapa para pilar membela si Hina itu ?!"


"Y-y-y-ya.. ini.. ini pasti ada yang tidak beres..!"


"Ja-ja-ja-jangan.. mereka semua sudah dimantrai oleh si Hina itu juga ?!"


"Cih ! Memang benar ternyata mulut kalian itu terlalu kotor untuk berbicara !" kata Orrobo dengan emosi dan menghina


"Tu-tutup mulutmu bocah ! Mau kau pilar sekalipun kau itu hanyalah seorang bocah yang tak tau apa apa !" kata seorang penduduk mencoba menantang meski gemetar


"Heh.. jadi begitu.." kata Orrobo menatap dengan aura membunuh ke penduduk yang menghinanya


"Te-te-te-te-te-te.." gemetar kaku tak bisa bicara si penduduk


"Karena kau sudah menghina ku.. tak apa kan kalau aku memenggalmu..?" kata Orrobo dengan aura membunuh yang semakin kuat dan mengangkat baju si penduduk


Suasana pun menjadi hening dan mencekam. Para Pilar dan kelas A yang sudah geram dengan kelakuan dari para penduduk mengeluarkan aura penuh dengan amarah dan dendam.


"Haduh.. orang orang ini.. mereka semua sama saja.." kata Silvanna


"Hm.. jadi.. apakah ini saatnya kita menjelaskan kepada mereka ?" tanya Gordon yang datang dan berdiri di samping Silvanna


"Heh ?? Gordon kah ? Hm.. boleh ! Tapi.. kau saja ya yang menjelaskan.. hehe." jawab Silvanna


"Jangan bercanda kau nenek tua." kata Gordon


*Jlebb* Silvanna pun tertunduk lesu


"Kalau aku yang menjelaskan, mana ada yang percaya. Tentu tugasmu lah untuk menjelaskannya !" bentak Gordon


"Heh.. tapi itu semua merepotkan.." kata Silvanna


Gordon menatap Silvanna dengan tatapan tajam


"Baik, baikk !! Akan kujelaskan kepada mereka ! Jadi hentikanlah tatapan mengerikanmu itu !" kata Silvanna ke Gordon


"Ya." jawab Gordon


"Ekhem...." kata Silvanna


"KALIAN SEMUA DENGARKAN AKU !!" teriak keras Silvanna


Para penduduk yang beradu mulut dengan Para Pilar dan Kelas A pun memalingkan wajah mereka dan fokus memperhatikan Silvanna


"Akan kuceritakan semuanya !" sambung Silvanna


-----------=======-----------


AUTHOR :


Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !


Mohon dukungan dari teman teman ya !


Terima Kasih !

__ADS_1


-----------=======-----------


__ADS_2