
"P-Pak Gordon ?!" teriak para siswa kelas A
Gordon kemudian berlutut di hadapan Kron. Melihat Gordon yang berlutut tentu membuat para siswa kelas A kebingungan.
Dinding yang mengelilingi tempat tersebut mulai runtuh. Dan ketika puing puing dinding tersebut mulai berjatuhan, sebuah petir langsung menyambar dengan sangat kuat hingga membuat dinding tersebut menjadi debu seketika.
Angin kemudian berhembus dengan kuat membawa pergi debu debu tersebut. Dan terdengar suara langkah beberapa orang dari belakang.
"Yang Mulia !" teriak Raptor dan Yuno
Kron menoleh dan melambaikan tangannya. Raptor dan Yuno tersenyum lega dan semakin mempercepat langkahnya mendekati Kron. Raptor dan Yuno kemudian berhenti dan berlutut di hadapan Kron.
Kron menyuruh mereka untuk berdiri dan bertanya di mana Rexus dan Rias. Raptor kemudian menjawab bahwa mereka sedang mengurus sisa sisa dinding yang muncul tadi.
Melihat wajah teman temannya kebingungan karena melihat beberapa orang berlutut dihadapannya, Kron tersenyum tipis dan mengajak mereka untuk datang ke kediamannya.
Kron menyuruh Raptor dan Yuno untuk menunggu Rias dan Rexus menyelesaikan pekerjaannya sekalian mengawasi apakah ada mata mata yang melihat kejadian ini. Setelah memberikan tugas Kron mulai berjalan meninggalkan Raptor dan Yuno menuju ke kediamannya.
Di perjalanan menuju ke kediamannya, Kron mengobrol lepas dengan Gordon. Ia sudah menduga bahwa Gordon tidak mungkin dihapus ingatannya mengingat Gordon memiliki Ras Dark Elf.
"Ya.. seperti dugaan anda, Yang Mulia. Saya adalah seorang Dark Elf dan Mantra penghapus atau perubah ingatan itu hanya berlaku pada Ras Manusia saja." kata Gordon
"Hm.. kalau begitu apakah Arthur, Aldizech, dan Silvanna juga terhapus ingatannya ?" tanya Kron
"Kalau untuk kasus mereka saya masih agak bingung, Yang Mulia." jawab Gordon
"Hm? Bingung kenapa ?" tanya Kron
"Meskipun mereka sempat kehilangan ingatan tentang anda, namun tiba tiba mereka teringat mengenai sedikit sosok anda." jawab Gordon
Jalan Kron terhenti sejenak. Ia kemudian bertanya kembali mengapa itu bisa terjadi dan Gordon menjawab bahwa hal itulah yang masih ia bingungi. Para siswa kelas A atau teman temannya Kron yang masih tidak ingat mengenai sosok Kron kembali bertanya tanya tentang sosok Kron atau Lincoln yang sebenarnya.
Mengapa seorang petinggi seperti Gordon sampai rela berlutut di hadapannya. Mengapa Para Penasihat Kerajaan kabur setelah bertarung dengannya. Dan mengapa orang hebat seperti Raptor dan Yuno sampai berlutut juga di hadapannya.
Mereka melanjutkan perjalanan dan tak terasa mereka telah sampai di depan kediaman Kron. Kediaman yang berada di dekat hutan namun memiliki arsitektur megah nan indah. Semuah rumah khas bangsawan kaya yang berada di daerah perkotaan.
Pintu rumah tersebut tiba tiba terbuka. Teman teman Kron dan Gordon merasakan sebuah hawa yang sangat kuat dari dalam pintu tersebut mendekat ke arah mereka. Gordon dengan reflek langsung mencoba melindungi Kron sedangkan teman temannya Kron langsung memasang posisi siap bertempur.
"Tenanglah.. turunkan saja senjata kalian." kata Kron
Mendengar perkataan Kron, Gordon langsung menurunkan senjatanya. Teman temannya yang masih kebingungan menurunkan senjata mereka perlahan lahan.
Dari dalam rumah tersebut muncul 2 sosok yang sangat mengerikan. Yang satu memiliki badan lebih dari 5 meter dengan kepala menyerupai gabungan anjing pemburu dan rambut khas singa jantan. Sedangkan yang satunya lagi memiliki badan dengan tinggi sekitar 3 meter dengan listrik yang mengalir di sekujur tubuhnya.
Aura hitam dan biru muncul dari tubuh kedua sosok tersebut. Melihat sosok yang mengerikan membuat teman temannya Kron gemetar ketakutan.
__ADS_1
"Tunggu sebentar, Yang Mulia.. apakah mereka..?" tanya Gordon
"Ya, kau benar. Mereka adalah Cerberus dan Sterben." jawab Kron
"W-Wah.. benar benar mengejutkan.." kata Gordon
Cerberus dan Sterben yang mengetahui bahwa yang datang adalah tuan mereka, langsung menghilangkan hawa negatif dan mencekam dari sekitar tubuh mereka. Mereka juga langsung menghampiri Kron dan berlutut di hadapan Kron.
Kron menyuruh mereka berdiri dan menyiapkan sebuah pesta kecil kecilan untuk menyambut teman teman lamanya dan pengawal setianya. Cerberus dan Sterben kemudian melihat ke arah Gordon dan mereka langsung menyapa Gordon layaknya seorang sahabat.
"Hoo, Gordon kah? Apa kau terkejut dengan tubuhku ini ?" tanya Cerberus
"Hahaha.. ya, begitulah.. biasanya anda memiliki penampilan yang sama menyeramkannya namun berbeda bentuknya." jawab Gordon
"Hohoho.. tentu saja, aku Cerberus sahabat dari Kron tentu tidak akan memiliki rupa yang memalukan bagi Kron !" kata Cerberus
"Bagaimana menurut anda tentang penampilan saya, Tuan Gordon ?" tanya Sterben
"Anda benar benar seperti seorang kepala pelayan profesional, saya kagum melihat penampilan anda !" jawab Gordon
"Terima kasih atas pujiannya." kata Sterben dengan sedikit membungkuk khas seorang pelayan Eropa
"Oi oi.. tadi kau tidak memuji ku seperti itu.." kata Cerberus
Mengetahui teman temannya dalam kebingungan, Kron mengajak mereka untuk masuk ke dalam kediamannya. Cerberus dan Sterben kemudian kembali menjalani tugasnya untuk menyiapkan sebuah pesta kecil kecilan.
Ketika teman temannya Kron memasuki kediaman Kron mereka terpukau dengan indahnya bagian dalam kediaman Kron. Sebuah kediaman yang jarang mereka temui di Orion bahkan hanya bisa ditemukan di kerajaan kerajaan kaya saja, sekarang ada di hadapan mereka.
"Baiklah, mari kita menuju ke ruang makan." kata Kron
Mereka pun berjalan menuju ke ruang makan dan duduk di kursi yang sudah disediakan. Sembari menunggu Cerberus dan Sterben menyiapkan pesta kecil kecilan, Kron memulai sebuah obrolan.
"Jadi.. apa yang terjadi dengan Orion selama 3 tahun ini ?' tanya Kron
"Baiklah.. izinkan saya menjawab pertanyaan itu." jawab Gordon
Ketika Gordon mau menjawab pertanyaan dari Kron, pintu ruang makan terbuka. Dari balik pintu tersebut, datang Rexus, Raptor, Rias, dan Yuno.
"Benar benar timing yang pas. Kalian duduklah, Gordon akan menceritakan hal penting mengenai Orion, tidak mungkin Essaract." kata Kron
Mendengar Kron yang berbicara dengan sangat serius tentu Rexus dan yang baru datang langsung mematuhi perintah Kron dan duduk di kursi yang masih kosong.
"Baiklah.. akan saya mulai." kata Gordon
Gordon kemudian menceritakan tentang semua yang terjadi di Essaract terutama Orion selama 3 tahun ini. Setelah Gordon menutup cerita tersebut, aura hitam perlahan mulai muncul di sekitar tubuh Kron.
__ADS_1
Kron yang berhasil menahan amarahnya tersebut kemudian menghela nafasnya. Ia menatap dengan wajah sedih ke arah meja makan.
"A..Apa yang anda ceritakan.. Tuan Gordon..?" tanya Justin yang berdiri dari duduknya
Kron mengangkat kepalanya dan ia terkejut melihat ekspresi dari teman temannya. Ia lupa bahwa selama 3 tahun ini teman temannya dihapus dan dirubah ingatannya sehingga ketika mendengar cerita dari Gordon tentu akan mempengaruhi mental mereka.
"Apa.. apa maksud dari yang anda ceritakan.. Tuan Gordon..?" tanya Justin
Wajah bingung dan takut terpampang jelas di teman temannya Kron. Keringat yang mengalir karena rasa takut setelah mendengar cerita dari Gordon membuat Kron merasa bersalah karena terlalu penasaran dengan kejadian yang sebenarnya hingga melupakan kehadiran teman temannya.
"Tuan Gordon! Apa yang anda ceritakan itu semua hanyalah bohongan bukan ?!" teriak Justin menarik kerah jubah Gordon
Raptor yang melihat kejadian tersebut langsung menahan Justin. Justin kemudian berteriak berkali kali kepada Gordon untuk mempertanyakan kebenaran dari cerita Gordon.
"Katakan bahwa ceritamu hanyalah bohongan! Katakanlah bahwa ceritamu hanyalah karanganmu belaka! Katakanlah bahwa ceritamu tidak lebih dari sekedar imajinasimu saja !" teriak Gordon yang ditahan Raptor
Gordon tidak menoleh bahkan melirik sedikitpun ke Justin. Ia hanya memejamkan matanya. Kron yang merasa bersalah kemudian memanggil Cerberus dan Sterben untuk menyiapkan kamar tidur. Ia memutuskan untuk menunda pesta kecil kecilan dan meminta agar teman temannya menenangkan diri di kamar yang tersedia.
Perlahan teman temannya mulai beranjak dari kursinya dan mengikuti Cerberus dan Sterben menuju ke kamar mereka. Justin ditarik paksa oleh Raptor karena tidak mau beranjak dan merengek rengek seperti anak kecil.
Pintu tertutup meninggalkan Kron, Rexus, Rias, Yuno, dan Gordon di dalam ruang makan.
"Sial! Aku terlalu bersemangat mendengar cerita itu sehingga melupakan kehadiran teman temanku !" kata Kron memukul meja
"Tapi.. bedebah sialan itu.. hanya dalam 3 tahun ia mampu melakukan itu semua.. sialan !" kata Kron dengan mengepalkan tangannya di atas meja
Raptor, Rias, dan Yuno hanya bisa terdiam dengan wajah sedih dan berduka. Gordon yang sudah menduga reaksi dari Kron dan yang lain hanya bisa terdiam sembari memejamkan matanya yang tanpa ia sadari, air matanya mulai mengalir.
Hari pun berakhir dengan perasaan gundah dari semua orang. Teman teman Kron yang sudah berada di kamar ada yang marah marah dengan melempar bantal dan mengobrak abrik barang barang yang ada di kamar tersebut.
Ada yang hanya terdiam depresi, ada yang menangis sejadi jadinya di kasur, ada yang berdoa kepada Dewa tanpa henti, dan ada yang hanya terduduk lemas dan menangis.
---------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !
Terima Kasih !
----------=======-----------
__ADS_1