
"Sial! Pertahankan kerajaan kita hingga Yang Mulia sadar !" teriak Arthur memimpin pertahanan
"Ya !!" teriak semangat para prajurit
Para prajurit beserta petinggi Kerajaan Orion bahu membahu mendorong mundur serangan Ras Iblis di daerah perbatasan. Mereka mempertahankan daerah perbatasan dengan segala kemampuan yang mereka miliki.
"Jangan kendorkan semangat juang kalian! Percayalah bahwa kita bisa memenangkan pertempuran ini !" teriak Arthur
"Ya !!" teriak para prajurit yang memanah iblis yang mendekat
"Lapor! Serangan Ras Iblis di bagian timur sudah tidak bisa dibendung lagi !" kata salah seorang prajurit
"Apa?! Bagaimana dengan kondisi dari para prajurit yang ada di sana ?!" tanya Arthur
"Mereka terpaksa mundur." jawab prajurit tersebut
"Baiklah." kata Arthur
Arthur yang bertugas mempertahankan daerah bagian selatan sedang bertarung sengit dengan Ras Iblis yang dipimpin oleh Iblis tingkat 7, Spekel.
"Hugah hugah.. Ras Manusia memang selemah ini kah? Hugah hugah hugah !!" kata Spekel sambil tertawa
Spekel kemudian mengarahkan tangan kanannya ke arah dinding pertahanan Orion. Ia merapalkan Mantra dan melap mulutnya yang penuh dengan air liur lalu sekali lagi mengarahkan tangannya ke dinding pertahanan Orion.
Mantra tersebut ditembakkan. Tembakkan tersebut merupakan air liur Spekel yang menembak bertubi tubi. Air liur tersebut memiliki kandungan racun yang mampu mengikis besi dalam sekejap.
"Kalian bertahanlah !" teriak Arthur yang melihat para prajurit Orion terkena serangan ludah Spekel
"Hugah hugah hugah hugah !!" tawa dari Spekel
"Sialan! Apa bantuan belum tiba juga ?!" teriak Arthur
"Sedang dalam perjalanan, Tuan Arthur !" jawab seorang prajurit
Di dinding bagian lainnya.
"Mundur secara perlahan! Jangan tergesa gesa! Tetap pertahankan formasi !" teriak Aldizech
"Baik !" jawab para prajurit
Para prajurit yang dipimpin oleh Aldizech perlahan mulai mundur sambil melancarkan serangan sesekali. Para prajurit menggunakan formasi seperti formasi Testudo Romawi.
"(Tak kusangka formasi ini dapat seefektif ini.)" kata Aldizech dalam hati
"Tetap tenang dan mundur serta serang secara perlahan !" teriak Aldizech
Aldizech yang menggunakan zirah besi tingkat tinggi yang merupakan keluaran zirah besi pertama Kerajaan Orion tidak perlu merasa khawatir akan terkena serangan yang berdampak dalam.
Zirah besi tersebut sudah dilengkapi dengan Perisai khusus yang dirancang oleh Pandai Besi terbaik di Orion. Perisai tersebut dapat berubah ukuran tergantung seberapa besar mana yang dialirkan oleh Aldizech.
"Bagus pertahankan formasi seperti ini hingga bala bantuan datang !" teriak Aldizech
"Ya !" jawab para prajurit dengan gagah berani
Dari belakang mereka terdengar suara yang berisik. Suara bising tersebut merupakan suara yang ditimbulkan oleh Kendaraan Mantra Orion, Mobil.
"Aldizech! Bala bantuan datang !" teriak Tombas
"Ya! Prajurit! Bertahanlah sebentar lagi !" teriak Aldizech
Mobil yang datang berjumlah 10 Mobil. 5 Mobil langsung menerjang ke depan untuk menyingkirkan iblis iblis yang menyerang para prajurit Orion dari depan, 5 Mobil lainnya menunggu diatas bukit di samping Aldizech untuk menembakkan Pistol dari atas bukit.
"Bersiap.. tembak !" teriak Tombas
Pistol ditembakkan dengan cara bergiliran. Formasi tersebut dibagi menjadi 3 baris, sehingga ketika baris pertama sudah menembak maka akan bertukar ke baris di belakangnya.
Efektifitas dari formasi tersebut adalah senjata yang ditembakkan dapat terus berlangsung tanpa henti. Karena isi ulang Pistol cukup memakan waktu, dengan formasi tersebut waktu yang digunakan untuk isi ulang tersebut dapat tertutupi.
"Baiklah, para prajurit, lancarkan serangan balik !" teriak Aldizech
Seketika para prajurit yang tadinya membentuk formasi Testudo Romawi langsung menyebar dan melemparkan tombak yang sudah mereka pegang daritadi.
__ADS_1
Tombak tersebut langsung menancap ke jantung para iblis yang berterbangan. Mobil Mobil yang sibuk mendobrak dan menyerang iblis yang di darat mulai menunjukkan kekuatannya.
"Ma-Manusia sialan.. apa apaan kalian ini?! Bisa dipukul mundur oleh cecunguk seperti mereka ini ?!" teriak Iblis yang memimpin penyerangan di dinding selatan
"Jangan berharap bisa lari, wahai iblis **** rendahan !" teriak Aldizech mengacungkan pedangnya ke iblis yang memimpin penyerangan di dinding selatan
"A-Aku adalah Buuta! Bukan sekedar **** rendahan dasar cecunguk tak tahu diri !" teriak Buuta
Buuta kemudian mengeluarkan senjatanya yang berupa gadah. Gadah tersebut sanggup menghancurkan sebuah dinding tebal layaknya memecahkan sebuah telur.
Gadah tersebut dialiri Mantra oleh Buuta dan dengan cepat, Buuta mengayunkan gadah tersebut hingga membuat tanah terbelah. Mobil Mobil yang sedang menyerang mulai goyang karena tanah pijakannya mulai menghilang.
"Kalian mundurlah! Cepat !" teriak Aldizech
Dengan sigap prajurit Orion yang berada di dekat Mobil langsung menaiki Mobil tersebut. Namun karena jumlah Mobil yang terbatas, banyak prajurit yang harus jatuh ke dalam jurang yang dibuat oleh serangan Buuta.
"Oik oik oik! Rasakan itu para cecunguk sampah !" tawa dari Buuta
"Sial, cepatlah mundur !" teriak Aldizech yang panik melihat orang orangnya mati berjatuhan
Tombas beserta orang orang yang menggunakan pistol terus menembak dari atas bukit guna mencegah para iblis yang berterbangan mengacaukan rencana para prajurit Orion yang mau mundur menggunakan Mobil tersebut.
"Tembak terus! Jangan sampai tembakan kalian berhenti !" teriak Tombas
"Ya !" jawab para prajurit
Di tempat lainnya.
Para prajurit di dinding timur yang dipimpin oleh Silvanna dengan susah payah masih bisa mempertahankan dinding tersebut dari serangan Ras Iblis yang dipimpin oleh Iblis terbang tingkat 7, Elza.
"Bagi yang lelah segera beristirahat lalu digantikan posisinya! Terus lakukan secara bergulir! Jangan sampai ada satu posisipun yang kosong !" teriak Silvanna
"Baik, Nyonya !" jawab para Pemantra dan Prajurit
"Para Pemantra satukan kekuatan kalian, kita akan melakukan serangan penghabisan !" teriak Silvanna
"Baik, Nyonya !" jawab para pemantra
Serangan gabungan dilancarkan. Serangan Mantra gabungan tersebut merupakan serangan yang beragam, mulai dari mengangkat tanah ke langit, pusaran angin topan yang sangat kuat, api yang membakar dengan semakin membara karena angin topan, serta hujan dari es yang langsung membekukan para iblis di pusaran topan.
Elza kemudian mengibaskan sayapnya hingga membuat topan beku tersebut hancur seketika. Para iblis yang ada di dalam topan es tersebut mati seketika dan darahnya bermuncratan kemana mana.
"Benar benar iblis.. ya, namanya juga iblis jadi wajar tidak memperdulikan kawanannya." gumam Silvanna
"Yang sekarat segera mundur, yang masih bisa mengangkat senjata ikut aku mempertahankan dinding ini dari serangan para iblis itu !" teriak Silvanna
"Baik, Nyonya !" jawab para prajurit dan pemantra
Ketiga dinding Kerajaan Orion diserang dengan membabi buta. Hanya dinding bagian barat saja yang tidak diserang karena berhadapan langsung dengan laut.
Iblis iblis yang berhasil lolos dan masuk sedang dihadapi oleh para petinggi, prajurit, para pilar, dan siswa siswa Terresia. Mereka mempertahankan desa desa, dan pusat kota dari serangan para iblis itu.
"Pertahankan kerajaan kita!" teriak King
"Sehingga ketika Yang Mulia bangun, ia tidak perlu mengkhawatirkan apa yang terjadi pada kita !" teriak King
"Ya !!" teriak para pasukan yang dipimpinnya
Di pusat kota, Marquis, William, dan Lisa sedang membagi kekuatan untuk dikirmkan ke tempat tempat yang terkena serangan. Mereka harus tetap tenang dan sigap dalam membagi kekuatan tersebut.
"Lapor, dinding bagian timur sudah tertembus !" kata Bella yang menjadi pusat penghubung informasi pertempuran
"Sial! Kekuatan musuh di dinding bagian timur lebih kuat dari dugaan kita !" kata Marquis
"Tenanglah Marquis! Jangan sampai satu kesalahan mengakibatkan kesalahan kesalahan berikutnya !" kata William
"Sekarang dinding timur sudah menjadi sangat rawan, apakah kita perlu mengirim pasukan lebih banyak lagi ke dinding timur ?" tanya Lisa
Pengaturan startegi oleh ketiga orang tersebut terus berlangsung hingga ketiganya kelelahan dan mulai kesulitan untuk berdiri.
"Sial, kita tidak boleh pingsan sekarang !" kata Marquis
__ADS_1
"Ya.. masih banyak yang butuh pertolongan kita !" kata WIlliam
Ketika ketiga orang tersebut sedang mencoba mengembalikan kesadaran mereka, tiba tiba Bella terjatuh dari kursinya.
"Bella !" teriak Lisa yang langsung menghampiri Bella
"Ini sudah wajar terjadi.. ia sudah terlalu banyak menggunakan Mantra.. Lisa, bawa dia ke kamar dan biarkan untuk beristirahat." kata Marquis
"Baiklah." kata Lisa yang kemudian menggendong Bella menuju ke kamar
"Sekarang harus dengan apa kita mengirimkan pesan." kata Marquis
"Mau tidak mau kita harus menggunakan cara lama." kata William
Serangan dari para iblis dapat diantisipasi hingga tidak menyentuh area perkotaan dan perdesaan. Meski begitu, ladang, hutan, sungai, dan tempat tempat yang lainnya harus rusak karena serangan dari para iblis tersebut.
"Gunakan panah kalian dan arahkan ke para iblis yang mau menyerang perdesaan dan perkotaan !" teriak Alfonso dengan mengarahkan panah dari benteng di pusat kota
"Baik !" jawab para prajurit pemanah
"Zetto gunakan Mantramu untuk menjatuhkan iblis terbang yang besar itu !" kata Alfonso
"Baik, Mantra : Panah Angin !" teriak Zetto
Panah Angin tersebut langsung menembus hingga membuat lubang pada sayap kanan iblis terbang tersebut. Iblis tersebut terjatuh dan langsung dikeroyok oleh para prajurit Orion yang berada di bawah.
"Mantra : Tebasan Membelah Gunung !" teriak Zaragoza dan Gargantua
Iblis yang terjatuh tadi langsung terbelah menjadi dua karena Mantra dari Zaragoza dan Gargantua. Di sisi yang lain King melompat ke arah salah satu iblis yang terbang setelah dilempar dengan kuat oleh Orrobos. King langsung menebas 2 kepala iblis yang sedang terbang.
Ketika mereka sedang sibuk berperang, tiba tiba ada anak kecil yang keluar dari gerbang dengan membawa pedang pedangan dari kayu seolah ingin ikut berperang.
Kehadiran si anak kecil disadari oleh salah satu iblis yang sedang terbang. Dan dengan cepat iblis tersebut langsung ingin memangsa anak kecil yang polos tersebut.
Ketika iblis tersebut mendekat, Baja dan Tromoro langsung menjepit iblis tersebut hingga menjadi seperti kertas. Iblis tersebut langsung mati di tempat dan memuncratkan darah kemana mana.
"Sudah kuduga rencana ini akan berhasil !" kata Baja
"Rorororo! Ternyata penyamaranmu benar benar bagus ya, Eclair." kata Tromoro
"..." kata Eclair yang matanya berkaca kaca
"Eh?" kata Tromoro dan Baja
Di tempat lainnya. Justin, Ligit, Edward, Archy, Vitan, dan para prajurit Orion sedang sibuk menghadapi serangan para iblis dari benteng kota bagian timur.
"Justin, aku akan merapalkan Mantra terkuatku, bersiaplah !" teriak Ligit
"Oh, ya !" jawab Justin
"Mantra.. Cahaya Kebenaran !" teriak Ligit
Cahaya tersebut langsung menyilaukan pandangan para iblis dan dengan sigap Justin dan yang lain memanfaatkan kesempatan tersebut dengan langsung menyerang para iblis yang sedang tidak bisa melihat denganĀ baik tersebut.
"Sekarang seranglah dengan sekuat tenaga selagi ada kesempatan yang bagus !" teriak Edward
"Kerja bagus, Ligit !" teriak Justin
"Aaaa ya.." kata Ligit yang kemudian jatuh dan pingsan
Perang untuk mempertahankan Kerajaan Orion tersebut masih berlanjut.
---------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !
__ADS_1
Terima Kasih !
----------=======-----------