
"Ja-jadi Kepsek itu tamu terakhirnya..?" tanya Kron
"Ya begitulah.." jawab Arthur
"Baiklah untuk mempersingkat waktu mari kita mulai." kata Aldizech
"Mulai apa..?"
"Mantra : Ruangan Ilusi" kata Aldizech
Ruangan Ilusi merupakan Mantra yang akan memunculkan semacam kubus tak terlihat, yang mana jikalau berada di dalam kubus tersebut maka segala suatu nya tak terdengar dan terlihat dari luar.
"Terima kasih kepada yang sudah hadir. Kali ini saya ingin membahas tentang masa depan Kerajaan Duca." kata Aldizech
"Hm.. jadi kabar kudeta itu benar.." kata Kepsek
"Ya.. apakah info tersebut sudah tersebat luas ?" tanya Aldizech
"Menurut salah satu orang kepercayaanku, ya. Info itu sudah tersebar luas." jawab Kepsek
"Hm.. apakah pihak luar sudah mengetahuinya..?" tanya Aldizech
"Seharusnya belum. Karena bagi mereka jikalau pihak luar tahu, maka akan merugikan mereka." kata Arthur
"Ya.. jikalau pihak luar pasti dalam waktu dekat akan terjadi peperangan." kata Kepsek
"Hm.. kalau begitu kita anggap info ini belum sampai ke luar kerajaan." Aldizech
"Baik." kata mereka dengan kompak
"Tapi tujuan utama kita bukanlah membahas kudeta ini.Tapi tindakan kita ke depannya." kata Aldizech
"Hm.. berarti kau sudah tahu pelakunya." kata Arthur
"Ya.." jawab Aldizech
"Dia kah..?" tanya Kepsek
"Ya.. anakku, calon raja selanjutnya, Treze." jawab Aldizech
"(Hm.. untuk apa dia memberontak ? Bukankah dia akan menjadi raja ?)" dalam hati Kron
"Kron, pasti kau bingung kenapa dia memberontak kan ?" tanya Arthur
"E-eh..? Ya begitulah.." jawab Kron
"Baiklah akan kujelaskan.." kata Aldizech
".. Treze merupakan anak yang penuh dengan semangat. Ia dilahirkan di zaman penuh peperangan. Baginya, berperang sudah seperti hobi. Dia juga merupakan anak yang gila akan kekayaan dan jabatan.."
".. Lalu kerajaan kerajaan di Ras Manusia menandatangani sebuah perjanjian perdamaian. Yang mana perjanjian tersebut tidak begitu menguntungkan. Mendengar akan ketidakuntungan yang akan didapatkan oleh Kerajaan Duca, Treze pun tak suka dan akhirnya mengadu padaku. Aku mendengarkan keluhannya namun aku membantah segala argumennya. Ia pun tak suka dan berkata padaku bahwa ia akan kembali dan akan mengubah sejarah Kerajaan Duca." sambungnya
"Hm.. bukankah itu alasan yang tak kuat ? Apakah ada orang yang mengomporinya ?" tanya Kron lagi
"Hahahaha.. sudah kuduga kau bukan anak biasa.." jawab Aldizech
"Sang Jendral, Schwerdian. Pengendali Pasar Kerajaan, Rieleyen. Dan, Penasihat Kerajaan, Baisat adalah orang orang yang bersamanya. Jadi diantara mereka atau mungkin ketiganya lah yang menjadi kompor." kata Aldizech
__ADS_1
"Hm.. apakah diantara mereka ada yang memiliki dendam padamu ?" tanya Kron
"Aku tidak tahu. Mereka selalu bersikap baik didepanku." jawab Aldizech dengan nada kecewa
"Ya.. tentu saja.. silahkan lanjutkan pembahasannya, maaf banyak bertanya." kata Kron dengan rasa minta maaf
"Tak apa, akan kulanjutkan. Treze anakku pada awalnya memang ingin kujadikan penerusku. Namun setelah melihat sikapnya yang menolak Perjanjian Perdamaian tersebut membuatku berpikir ulang. Entah bagaimana info itu bisa sampai kepadanya." kata Aldizech
"(Hm.. berarti orang yang menjadi kompor adalah yang membahas hal tersebut dengan Raja)" kata Kron dalam hati
"Aku yang mengetahui bahwa ada salah seorang pengkhianat diantara kami, mulai membahas hal ini dengan Kepsek dan Arthur. Kami sudah memiliki rencana antisipasi namun kami kalah start. Rencana kami berantakan karena kudeta dilakukan lebih cepat dari dugaan kami." sambung Aldizech
"Sekarang rencana kita apa ?" tanya Arthur
"Aku.. ingin mencari raja baru. Raja yang bisa menggantikan posisiku. Seorang raja yang memiliki kecintaan pada rakyatnya. Seorang raja yang memiliki jiwa raja sesungguhnya." kata Aldizech
"Ha.. jadi begitu.." kata Kepsek
"(Si-sialan.. jangan bilang kalau..)" kata Kron
"Sepertinya kalian sudah tahu arah pembicaraan ini..." kata Aldizech dengan senyum
"Kalau tak diungkapkan bisa jadi pendapat kita berbeda kan ?" kata Kepsek
"Hm.. karena aku bodoh jadi aku tak tahu, Hahahaha !!" kata Arthur
Kron ingin beranjak dari tempatnya
"KRON !" kata Aldizech dengan tegas
"Y-ya...?" dengan senyum palsu Kron menoleh
Seperti dugaan mereka bahwa Kron akan ditunjuk sebagai penerus tahta kerajaan yang sah.
"Ra-raja.. mungkin aku salah dengar.." kata Kron dengan senyum palsu
"Tidak.. kau tidak salah dengar.." jawab Aldizech
"Mungkin kau salah berucap ?" kata Kron
"Tidak.. tidak.." jawab Aldizech
"Apakah anda sedang mengantuk..?" tanya Kron lagi
"Tidak.. aku tidak mengantuk.." jawab Aldizech
"Apa anda sedang mengigau..?" tanya Kron lagi
"Tidak.. aku sedang terbangun.." jawab Aldizech
"Berarti aku sedang bermimpi ya.. ayolah Kron.. terbangun.. ini sudah siang..!" kata Kron
"HAHAHAHA ! Bukankah bagus Kron ?! Kau akan menjadi Raja !" tawa keras dari Arthur
"Muridku bisa menjadi Raja.." dengan tangis bahagia
" -_-" apa maksud kalian..?" tanya Kron dengan wajah kesal dan datar
__ADS_1
"Jadi bagaimana Kron..?" tanya Aldizech
"Maaf raja. Dengan tegas harus aku tolak." jawab Kron
"Hahaha.. sudah kuduga. Tapi jikalau kau bukan yang menjadi raja, lalu bagaimana nasib kerajaan ini ?" tanya Aldizech
"Kerajaan ini sudah mengalami begitu banyak kerusakan. Baik dari adanya kasta yang tak masuk akal, korupsi yang merajalela, bandit bandit yang dibiarkan berkeliaran bebas dan tak adanya kepedulian dari pihak kerajaan kepada rakyat yang kesusahan." kata Arthur
"E-eh Pak Tua kau bicara di depan rajanya loh !" kata Kron dengan panik
"Tidak.. Aldizech sudah tidak menjadi raja sejak 2 tahun lalu." kata Arthur
"... apa maksudnya..?" tanya Kron
"Selama ini yang mengendalikan sistem kerajaan adalah ke 3 orang yang bersama Treze. Selama ini Yang Mulia ditawan di kamar kerajaannya." kata Kepsek mencoba menjelaskan
"Di-ditawan..? tapi waktu itu aku dilantik ?" tanya Kron
"Itu memang aku yang melantikmu. Namun aku dipaksa untuk melantikmu, tapi tenang aku melantikmu dengan kebanggaan dan harapan. Itu bukan pelantikan palsu !" kata Aldizech
"Hm.. berarti keterpurukan di kerajaan ini bukan karena pengolahanmu, Raja kan ?" tanya Kron
"Aku tidak berkata bahwa pengolahan pada zamanku itu baik baik saja, tapi aku bisa menjamin satu hal. Yaitu, rakyatku tak ada yang tertindas seperti saat ini !" dengan nada amarah Aldizech menjawab
"Ma-maafkan aku yang membuatmu marah, Raja." kata Kron dengan menunduk
"Tidak, kau tidak membuatku marah. Yang membuatku marah adalah orang orang busuk di balik kerajaan ini ! Duduklah lagi" kata Aldizech
"Baik, terima kasih !" jawab Kron
"Ah.. aku lelah menggunakan wujud ini !" kata Kepsek
"Wu-wujud ini ?" tanya Kron
"Ya.. Mantra : Form, kembali ke wujud asli !" kata Kepsek
Tiba tiba dari tubuh kepsek ada cahaya yang memancar dan berubah wujud menjadi gadis berambut hitam anggun yang cantik dengan tubuh seperti gitar spanyol.
"Yah.. ini lebih baik.." kata Kepsek
"Ke-kepsek..?" tanya Kron
"Ya ! Aku Kepsek mu !" kata Kepsek
"Lagi lagi kau berubah seenakmu.. hadeh.. harus kujelaskan dari mana lagi ini.." kata Aldizech
"HAHAHAHA ! Sudah kuduga rapat ini akan menyenangkan !" sambung Arthur
"He-heh..?" kata Kron kebingungan
-----------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari temen temen ya !
__ADS_1
Terima Kasih !
-----------=======-----------