
Dua hari telah berlalu, Justin, King, dan Baja masih kebingungan dengan jawaban yang diinginkan. Hingga akhirnya pada hari ketiga, mereka menemukan jawaban tersebut.
KANTIN SEKOLAH
"King, Baja.. sepertinya, aku sudah paham akan jawaban yang diinginkan Yang Mulia." kata Justin
"Benarkah ? Aku juga berpikiran seperti itu." kata King
"Woh woh ! Aku masih belum menemukannya !" kata Baja
"Hm.. kalau menurutku, jawabannya adalah...." kata Justin menjelaskan jawabannya
"Ya, jawaban yang aku miliki juga itu." kata King
"Wahh !! Kalian luar biasa ! Bisa menemukan jawaban seperti itu !" kata Baja
"Tidak.. seharusnya ini hanyalah jawaban biasa. Sebuah jawaban yang seharusnya dijawab oleh seorang Putra Mahkota sepertiku !" kata Justin dengan kesal karena kebodohannya
"Sudah sudah.. jangan terlalu menyalahkan dirimu seperti itu. Setiap orang memiliki pemikiran masing masing, tidak bisa disamaratakan seperti itu." kata King mencoba menenangkan
"Ya.. kau hebat tahu ! Aku saja tidak bisa menemukan jawabannya !" kata Baja mencoba menenangkan Justin juga
"(menarik nafas) Baiklah.. hari ini, sepulang sekolah, maukah kalian menemaniku ke istana untuk bertemu Yang Mulia ?" tanya Justin
"Tentu saja !" jawab Baja dan King
Selama pelajaran berlangsung, pikiran mereka bertiga tidak berada di dalam kelas. Mereka terlalu sibuk menantikan bel pulang berbunyi. Guru yang mengajar pun beberapa kali menegur mereka karena sering melamun selama pembelajaran.
Hingga akhirnya bel sekolah berbunyi. Sesuai janji, mereka bertiga langsung bertemu dan menuju ke istana kerajaan. Mereka berjalan dengan perasaan gugup dan was was jikalau ternyata jawaban yang mereka yakini itu salah.
DEPANG GERBANG ISTANA
"Baja.. Kak King.." kata Justin
"Ya ?" jawab Baja dan King
"Bagaimana.. bagaimana jikalau jawaban itu salah..?" kata Justin
Mereka bertiga terdiam. Ketika King ingin angkat suara.
"Ka-" kata King
"Selamat datang.. apa kalian sudah menemukan jawabannya ?" kata Lisa yang tiba tiba muncul dihadapan mereka bertiga
"HA !" kata mereka bertiga yang terkejut dengan bersamaan
"Diamlah, kalian mengganggu ketentraman orang orang di sekitar." kata Lisa sembari meminta maaf pada orang orang yang ada di sekitar
"Ma-maafkan kami.." kata mereka bertiga
"Sudahlah, mari ikuti saya." kata Lisa
__ADS_1
Mereka pun memasuki istana kerajaan. Dan kali ini mereka tidak menuju ke ruang kerja Kron melainkan Ruang Rapat Istana.
"Sepertinya kita digiring ke tempat yang berbeda.." bisik Baja ke King dan Justin
"Ya.. penjaganya juga lebih ketat.." bisik Justin
"Baiklah.. kita sudah sampai." kata Lisa di depan pintu
"Oh, ya.." kata mereka bertiga
"Tolong jaga sikap kalian, tetap tenang, dan jangan panik." kata Lisa
"Ba-baik." jawab mereka bertiga
Pintu pun dibuka oleh Lisa. Di dalam terdapat Kron yang baru selesai rapat bersama dengan para petinggi lainnya.
"I-Ini..?!" kata Justin
"Mereka semua.." kata Baja
"Para petinggi kerajaan !" kata King
"(Lisa melirik tajam ke mereka bertiga) Bukankah aku sudah bilang jaga sikap kalian." bisik Lisa
"Y-Ya.. Maafkan kami !" jawab mereka bertiga
"Hoya hoya.. ada apa kalian kemari..?" tanya Silvanna
"Hahaha ! Apakah merindukanku ?!" tanya Arthur dengan tawa khasnya
"King ? Ada apa kau kemari ?" tanya Edward
Para petinggi yang melihat Justin, King, dan Baja langsung melontarkan berbagai pertanyaan yang membuat mereka bertiga panik. Ketika pertanyaan tersebut terus dilayangkan, ada seseorang yang akan suara dan membuat semua orang terdiam.
Semua orang terdiam.
"Ya !" kata Justin dengan yakin
"Jadi.. apa jawabannya..?" tanya Kron yang langsung membuat semua orang merinding
"(Tenanglah Justin ! Kau harus tetap tenang) Ja-jawaban yang kami, temukan adalah.." kata Justin yang langsung gagap
"(Tenanglah Justin.. aku tidak tahu apa permasalahannya namun kau harus tetap tenang ketika menghadapi sebuah masalah.)" kata Arthur dalam hatinya
"(Ju-Justin.. kau pasti bisa !)" kata Baja dalam hatinya
"(Percayalah pada jawabanmu Justin !)" kata King dalam hatinya
"(Aku pikir ini akan menjadi tanya jawab biasa..)" kata Silvanna dalam hatinya
"(Tapi suasana ini..)" kata Aldizech dalam hatinya
"(Benar benar menegangkan !)" kata semua orang yang hadir kecuali Kron dalam hatinya
"Jadi, apa jawabannya ?" tanya Kron
"Ja- Jawabannya." kata Justin yang tidak bisa melanjutkan perkataannya.
"Hm..? Apa jawabannya ?" tanya Kron
"(Kron.. kau memang menakutkan.)" kata Aldizech dalam hatinya
"(Gemetar.. aku tidak bisa berhenti gemetar.. aura ini.. benar benar membunuhku. Tenanglah Justin.. kalau kau memang yakin seharusnya kau tidak gemetar seperti ini. Yakinlah, buktikanlah, dan jadilah seorang Putra Mahkota yang pantas !)" kata Justin dalam hatinya
__ADS_1
"Jawabannya adalah ! Mencari rakyat yang selamat dan mengevakuasikannya !" kata Justin
Semua orang yang tadinya berkeringat langsung tersenyum dan bertepuk tangan.
"Hahahaha ! Aku tak tahu apa yang dimaksud namun kau sudah berhasil mendobrak ketakutanmu !" kata Arthur yang langsung angkat suara
"Ya.. akhirnya kau menemukan jawabannya ya.." kata Silvanna yang langsung merangkul Justin
Semua orang menghampiri Justin, namun Kron masih belum angkat bicara. Hingga akhirnya dikarenakan adanya pekerjaan para petinggi meninggalkan ruang rapat dan meninggalkan Justin, King, Baja, Lisa, Aldizech, dan Kron saja di ruangan.
Justin yang kembali berkeringat dingin dan gemetar karena Kron masih belum memberikan jawaban dan masih menutup matanya. Baja dan King yang menyadari Justin yang gemetar membuat mereka gemetar pula.
"Jadi.. itukah jawaban kalian ?" kata Kron yang membuka matanya dan melihat ke arah mereka bertiga
"Y-Ya.." kata Justin
"Hm." kata Kron dengan tersenyum
"?" kata Justin, King, dan Baja.
"Jawabanmu tak ada yang salah.. karena jawaban dari pertanyaan itu tergantung dari kepribadian dan pemikiran masing masing orang. Itu adalah pertanyaan yang membutuhkan jawaban pendapat, oleh karena itu tak ada jawaban yang salah." kata Kron
"La-Lalu ? Mengapa anda meminta kami mencari jawaban lain ?!" tanya Justin yang kebingungan
"Hm? Tidakkah kau menyadari jawabanmu yang sebelumnya terlalu egois? Apalagi untuk ukuran seseorang yang akan memimpin rakyat dalam jumlah besar." jawab Kron yang langsung menutup mulut Justin
"Y-Ya.. anda benar.." kata Justin yang menunduk malu
"Ingat, seorang raja haruslah mementingkan rakyatnya diatas segalanya, apalagi kepentingan pribadinya. Rakyat seperti sebuah pohon, dan raja seperti penebangnya. Kehidupan dari pohon itu ditentukan oleh keputusan penebangnya, kalau dia menebang dengan benar maka pohon tersebut dapat hidup menjadi jauh lebih baik. Namun kalau sang penebang mementingkan egoismenya maka pohon tersebut akan mati seutuhnya." kata Kron
Justin semakin terdiam dengan perkataan Kron.
"Meski begitu, tanpa seorang penebang, sebuah pohon masih tetap bisa hidup. Sedangkan sang penebang tanpa pohon, ia tidak akan bisa apa apa." sambung Kron
Kata kata tersebut langsung membekas di pikiran dan hati orang orang yang ada di ruangan saat itu. Justin yang terpukul dengan perkataan Kron langsung menangis karena menyesali jawaban pertamanya.
"Dan juga.. untuk jawabanmu tadi, ada sedikit yang ingin kutambahkan." kata Kron
"Apa.. itu Yang Mulia..?" tanya Justin yang mengangkat kepalanya
"Serta mengubur dengan pantas orang orang yang gugur dalam peristiwa tersebut." kata Kron
"Sudah ya, aku masih ada urusan lain ! Sampai jumpa !" kata Kron yang meninggalkan ruang rapat sembari tersenyum
Kron meninggalkan ruang rapat dengan Lisa yang mengikuti di belakangnya. Ketika Kron dan Lisa sudah meninggalkan ruang rapat Justin, King, dan Baja terduduk lemas. Mereka baru saja menghadapi badai yang akan mengubah hidup mereka kedepannya.
"Justin.." kata Aldizech yang menghampiri
"Kau sudah besar ya.." kata Aldizech mengelus kepala Justin dengan air mata yang mengalir
"Paman.." kata Justin yang ikut mengalirkan air mata
----------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !
Terima Kasih !
__ADS_1
----------=======-----------