
"Jadi gimana ? Kau mau ikut balik ke gubuk ?" tanya Kron
"A-apakah aku masih bisa menghadap Raja..?" tanya Sakura dengan ragu
"Hm.. mengapa kau bisa ragu begitu ?" tanya Kron
"So-soalnya aku sudah membentak Raja dan meninggalkannya begitu saja.." jawab Sakura
"Sudahlah tak usah banyak cakap, ikut saja !" kata Kron sambil menarik Sakura
"Ta-tapi.." kata Sakura
Mereka pun menunggangi kuda dan memacu kembali ke gubuk. Selama di perjalanan menuju gubuk mereka hanya diam saja. Namun, posisi mereka sekarang terbalil. Kron yang mengendarai kuda dan Sakura yang membonceng. Wajah merah Sakura kembali bermekaran.
DI DEPAN GUBUK
"Cuit cuitt.." kata Arthur
"Apalagi Pak Tua" kata Kron
"Yah.. yah.. tak kusangka cucuku pulang membawa gadis, HAHAHAHA !!" tawa olok Arthur
"Yah.. setidaknya aku masih laku, Hahahaha !!" balas olok dari Kron
"Kalian ini.." kata Silvanna
Sakura pun langsung menghadap dan berlutut di hadapan Aldizech
"Raja.." kata Sakura
"Tak apa, berdirilah.. salah ku juga tak menjelaskan semuanya padamu." kata Aldizech dengan suara yang sangat lembut
"Tidak.. ini murni salahku yang terbawa emosi." jawab Sakura meneteskan air mata
"Sudahlah.. yang terjadi biarlah terjadi. Saat ini kita masih memiliki banyak hal yang lebih penting." kata Aldizech
"Raja.." kata Sakura
"Berdirilah !" kata Aldizech
Sakura pun berdiri dan menahan air matanya. Tiba tiba sang Raja memeluknya dan berkata, "Syukurlah.. kau masih mau kembali". Mendengar itu Sakura kembali memeluknya dengan erat.
Setelah berpelukan mereka masuk ke dalam gubuk tersebut dan mulai mematangkan rencana mereka. Mereka membahas hingga larut malam.
"Sudah ya, aku mau pulang dulu !" kata Silvanna dengan melambaikan tangan
"Ya ! Hati hati !" jawab Arthur
"Mantra : Teleportation !" kata Silvanna
"Dasar cewek itu.. masih saja suka pamer skill." kata Arthur
"Hahaha.. mau bagaimana lagi kan.. Mantra mantranya berada di level yang berbeda dari kita." kata Aldizech
"Hei Kron, pastikan kau bisa melampaui mantra mantra milik si nenek tua itu ya.." bisik Arthur ke Kron
"Hahaha.. akan kuusahakan.." jawab Kron
"Baguss ! Itu baru cucuku !" kata Arthur sambil merangkul Kron
Sakura memandangi Kron yang sedang tertawa bersama dengan Arthur. Aldizech menyadari hal itu dan mengajak Sakura untuk keluar dari gubuk. Di luar gubuk mereka pun mulai berbincang.
"Sakura" kata Aldizech
"Ya, Raja..?" jawab Sakura
"Mau sampai kapan kamu memanggilku begitu..?" tanya Aldizech
"Ta-tapi Raj-" kata Sakura terbata
"Hahaha.. tak apa. Jangan paksakan jikalau memang berat bagimu." kata Aldizech
"Baik Raja" jawab Sakura
"Kron.. dia anak yang baik ya." kata Aldizech
"Heh.. a-a-a-a apa maksud Raja ??" kata Sakura dengan wajah memerah
"Hahaha.. sudah kuduga kau jatuh hati pada anak muda itu.." kata Aldizech menggoda Sakura
"..." Sakura menjawab diam dengan wajah memerah
"Tak apa.. jatuh cinta itu hal yang wajar.. apalagi ketika masa remaja." kata Aldizech
"Yang terpenting kau tidak melupakan tugas tugasmu." sambungnya
__ADS_1
"Ba-baik Raja !" kata Sakura dengan semangat
"Heh..? Kamu mengiyakan berarti benar kamu menyukainya..?" kata Aldizech yang kembali menggoda Sakura
"Ra-Raja !!" teriak Sakura yang sudah sangat malu
Keesokan harinya mereka kembali berkumpul. Mereka kembali mematangkan rencana tersebut.
"Menurut informasi yang kuperoleh, pelantikan raja baru akan dilaksanakan 21 hari dari sekarang." kata Silvanna
"Hm.. 1 minggu kah.." kata Arthur
"Apakah tidak ada cara untuk memperlamanya ?" tanya Aldizech
"Hm.." semua berpikir
"Raja.. bolehkah aku bertanya sesuatu ?" tanya Kron
"Silahkan." jawab Aldizech
"Sebelum pelantikan dimulai apa saja yang harus dipersiapkan ?" tanya nya lagi
"Hm.. ada banyak yang harus dipersiapkan. Mulai dari pendataan, persiapan pelantikan, festival, pakaian, dan masih banyak lagi. Memangnya kenapa ?" tanya Aldizech
"Kalau memang ingin memperlama, mengapa kita tidak lucuti persiapannya sedikit demi sedikit ?" saran dari Kron
Seketika semua orang terkejut akan ide tersebut
"Ta-tapi.. bukankah keamanan kerajaan itu sulit ditembus ?" tanya Silvanna
"Tidak.. ketika mendekati waktu pelantikan, keamanan dipusatkan kepada calon raja. Sehingga kondisi keamanan disekitar kerajaan menjadi turun." jawab Aldizech
"Ya ! Seperti saat pelantikan Yang Mulia Raja Duca 6, Destro !"
"Ah ya ! Aku baru ingat !" kata Silvanna sambil menepuk tangannya
"Kron.. ide yang brilian !" puji Aldizech
Lagi lagi Kron membuat Sakura kagum. Bukan hanya Mantra yang kuat namun pemikirannya pun juga hebat, begitulah yang dipikirkan oleh Sakura.
"Baiklah.. mulai besok ktia akan sebisa mungkin memperlambat hari pelantikan tersebut. Selama ini belum pernah ada kasus pelucutan pada persiapan pelantikan, oleh karena itu kemungkinan besar pertahanan dan keamanannya tidak begitu sulit untuk ditembus." kata Aldizech
"Dan juga selama proses pelucutan ini berlangsung tolong cari bala bantuan sebanyak banyaknya !" sambungnya
Dengan begitu rencana pelucutan untuk memperlama hari pelantikan dimulai. Mereka mulai mengatur strategi mulai dari daerah mana yang mudah untuk disusup, lalu peralatan apa saja yang akan dilucuti pertama kali, jalan keluar dari tempat tempat yang akan dilucuti, dan lain sebagainya.
Keesokan siangnya mereka memulai aksi pelucutan tersebut.
KEMARIN MALAM
"Heh.. ? mengapa kita harus melakukannya pada siang hari ?" tanya Sakura
"Karena orang orang akan meningkatkan kewaspadaannya di malam hari. Dan juga, mana ada kan orang yang mau melucuti di siang hari ?" jawab Kron
KEMBALI KE SIANG HARINYA
"Sakura, di depan ada 2 orang. Apa kau siap ?" kata Kron melalui Mantra bicara jarak jauh
"Tanpa kau perintah aku sudah tahu, hiaah !" jawab Sakura sembari memulai penyerangan
"A-apa it- Uaghh !" kata seorang prajurit yang tertonjok
"A-apa yang terjad- uaghh !" kata prajurit lainnya
"Hehe.. urusan segini mah sepele bagiku." kata Sakura ke Kron
"Hei ! Apa yang kau lakukan ?!" teriak prajurit lainnya
"Wa-waduh.." kata Sakura yang mulai berlari
"Berhenti kau !" teriak prajurit lainnya sembari mengejar Sakura
"Jadi.. apanya yang bukan apa apa..?" kata Kron dengan nada mengejek
"Si-sialan kau Kron ! Ternyata kau sudah merencanakan ini !!" kata Sakura dengan nada ngambek
"Hahaha.. semoga beruntung !" kata Kron sambil meonaktifkan Mantra nya
"K- KRRROOOONNN !!" teriak Sakura
"Berhenti kauu !!" teriak prajurit yang masih mengejar
Kron pun memulai aksinya. Berbeda dengan Sakura, ia lebih memilih menggunakan Mantra dan mengelabuhi para prajurit.
"Mantra : Kendali Pikiran. Setelah ini kalian tidak dapat melihatku lagi sampai aku izinkan untuk dapat melihatku." kata Kron
__ADS_1
Mantra tersebut sudah ditingkatkan oleh Kron. Seharusnya Mantra tersebut hanya bisa digunakan jikalau orang yang dimantrai berada di hadapannya dan melihat ke matanya. Namun, oleh Kron ia tingkatkan sehingga ia bisa melakukannya kapan saja dan ke siapa saja.
Setelah melakukan hipnotis tersebut, Kron pun mulai masuk ke tempat penyimpanan kendaraan kerajaan.
"Heh.. jadi ini kah tempatnya..? Bukankah ini terlalu mewah untuk sebuah kandang ?" kata Kron bergumam
"Oh !! Pasti ini kudanya !" kata Kron dengan yakin melihat sebuah kuda pirang yang sangat gagah
"He.. jadi ini kah pijakannya ? Bahkan untuk sekadar pijakan saja terdapat berlian diatasnya.." kata Kron dengan heran
Kron memulai aksinya dengan cara melonggarkan pijakan tersebut. Sang kuda tidak bersuara dikarenakan sang kuda tidak dapat melihat Kron.
"Nah.. beginikan sudah selesai. Tinggal kita lihat saja bagaimana aksi reaksi dari si pangeran bodoh itu." kata Kron sembari meninggalkan kandang tersebut
Tiba tiba ada segerombolan orang yang mengarah ke kandang tersebut. Dan secara reflek Kron langsung bersembunyi.
"Silahkan Tuan.." kata seorang prajurit sembari membukakan pintu kandang
"Hmph !" kata Treze dengan sombong
Pangeran pun berjalan ke arah kudanya. Dan ketika ia akan menaiki kudanya tersebut.
*Gubrakk* Treze tiba tiba terjatuh
"Tu-tu-tu-tu-tuann !!" teriak panik orang orang lainnya
"Apa yang kalian lakukan pada Raja ?!" bentak Schwerden
"Ka-ka-ka-kami tidak tahu apa apa, Tuan Schwerden. Kami bersumpah !" jawab para prajurit
"Lalu bagaimana mungkin ini bisa terjadi ?!" bentaknya lagi
"Cepat periksa kuda itu dan bawa Raja ke tempat istirahatnya
Treze yang pingsan dibawa ke dalam kediamannya. Para rakyat yang melihat calon Rajanya diangkat dalam kondisi pingsan mulai kebingungan dan panik.
"APA YANG KALIAN LIHAT ?!" teriak Schwerden
"BUBAR ! INI BUKANLAH PERTUNJUKKAN !" sambungnya
Para rakyat pun ketakutan dan mulai meninggalkan kerumunan. Lalu ada seorang prajurit yang datang menghampiri Schwerden
"Tuan Schwerden !" teriak prajurit dengan panik
"Ada apa ?! Katakan dengan jelas !" bentak Schwerden
"Lihat ini, Tuan ! (menunjukkan pijakkan yang dirusak)" kata prajurit
"Ini ?!" kata Schwerden dengan emosi yang semakin meluap
"Tuan Schwerden !" teriak prajurit berlari dari arah yang berbeda
"Ada apa lagi ?!" bentak Schwerden yang masih diliputi amarah yang besar
"A-ada penyusup Tuan !" kata prajurit tersebut
"Pe- Di siang hari begini ada penyusup ?!" tanya bentak Schwerden
"I-iya Tuan." jawab prajurit
"Lalu di mana penyusup itu ?!" tanya bentak Schwerden yang semakin emosi
"Ma-maaf, Tuan. Penyusup itu terlaSlu kuat.. kami tidak mampu menangkapnya." jawab prajurit
"HA ? Sejak kapan prajurit Duca selemah ini ?" tanya Schwerden dengan tatapan melotot yang sangat mengerikan
"Ba-ba-ba-ba-baik Tuan ! Kami akan mencarinya !!" jawab prajurit dengan ketakutan
Para prajurit pun meninggalkan Schwerden dan mulai melakukan usaha pencarian penyusup tersebut.
"Berani beraninya kalian berurusan dengan Kami..." kata Schwerden
"SIALAN !!!!!" teriak marah Schwerden dengan kekuatannya menciptakan shockwave yang cukup kuat untuk merusak daerah sekitarnya.
-----------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Terima Kasih !
-----------=======-----------
__ADS_1