Overpowered Unknown Hero

Overpowered Unknown Hero
Chapter 107 - Sahabat Lama


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana Kron, Raptor, Rias, Yuno, dan Rexus akan menjalani ujian guna memasuki masa sekolah lagi. Mereka berlima mendaftar ujian masuk ke kelas 10.


"Selamat pagi anak anak !" kata kepala sekolah


Kron melihat ke sumber suara tersebut dan ia melihat Silvanna sedang membacakan pidato pembukaannya. Sebuah pidato pembukaan yang sama seperti yang pernah ia dengan ketika pertama kali memasuki masa SMA.


Ia melihat ke selilingnya, dan ia menemukan teman temannya berada di barisan yang berbeda, yaitu berada di barisan kelas 12. Ia tersenyum kecil melihat teman temannya yang sudah melampaui dirinya.


"Tuan Lincoln, beberapa orang melihat kita dengan pandangan yang tidak mengenakkan." bisik Yuno


"Ya.. aku harap kedepannya kita tidak menghadapi banyak masalah." kata Kron


Pidato pembukaan pun selesai. Semua murid diminta oleh sekretaris kepala sekolah. Para siswa menunjukkan statistik kekuatan dan level mereka.


Dan alangkah terkejutnya semua orang ketika melihat statistik level dan kekuatan dari Yuno, Raptor, dan Rias. Yuno memiliki level 84, Raptor 87 dan Rias 85. Sebuah level yang sangat sulit untuk diraih atau didapatkan, bahkan oleh para prajurit elit sekalipun.


Melihat adanya 3 orang dengan level yang luar biasa tingginya, Silvanna beserta sekretarisnya langsung menarik ketiga orang tersebut ke atas podium.


Rias, Raptor, dan Yuno bertingkah seperti orang kebingungan, mereka melihat ke arah Rexus dan Kron, namun Rexus dan Kron hanya menghela nafas.


"Kron.. mereka ini tidak bisa memalsukan kekuatan kah..?" bisik Rexus


"Yah.. entahlah.." kata Kron


Ketiga orang tersebut kemudian langsung dites kekuatannya. Yuno menggaruk kepalanya karena kebingungan lalu ia mengangkat kedua tangannya ke depan dan merapalkan Mantra yang menciptakan sebuah bongkahan es seluas lapangan utama Sekolah Terresia.


Yuno kebingungan karena dirinya mempunyai kekuatan sebesar itu, Raptor yang tiba tiba didorong untuk mengeluarkan kekuatannya, merapalkan Mantra yang menciptakan bola api berjumlah 50 yang memiliki ukuran jauh lebih besar dari bola api yang biasa dikeluarkan oleh anak SMA.


Bola api tersebut menghantam bongkahan es yang diciptakan oleh Yuno dan membuat semua orang takjub dengan kekuatan mereka berdua. Rias kemudian disoraki oleh semua siswa agar menunjukkan kekuatannya juga.


Ia yang gugup kemudian mengeluarkan sebuah Mantra tanah yang mengangkat satu lapangan utama hingga beberapa puluh meter ke atas.


Setelah beberapa saat di atas, ia kemudian menurunkan kembali lapangan sekolah yang ia naikkan tersebut, dan mereka bertiga disoraki dan diberi tepuk tangan yang sangat meriah oleh semua orang yang hadir di tempat tersebut.


Kron tepuk tangan dengan perlahan sambil memasang wajah yang menyiratkan perkataan 'hadeh..'. Setelah acara tersebut selesai, Raptor, Rias, dan Yuno ingin langsung menghampiri Kron dan Rexus. Namun semua siswa langusng mengerubungi mereka bertiga.

__ADS_1


Kron yang sudah tahu akan kejadian seperti itu langsung bergegas pergi dari lapangan utama Sekolah Terresia. Rexus memberi kode ke Rias dan yang lain bahwa ia dan Kron akan menunggu mereka sepulang sekolah.


Rexus kemudian berjalan mengikuti Kron. Kron berjalan menuju ke tempat biasanya ia beristirahat selama ia sekolah. Dan ketika ia sampai di tempat tersebut, ia terkejut menemukan sahabatnya yang sedang makan siang dengan wajah yang memancarkan kesedihan.


"Ba-Baja ?" kata Kron


"Anu.. kamu siapa ya ?" tanya Baja


"(Ah.. jadi begini rasanya..)" kata Kron dengan senyum kecil dan mata berkaca


"Maaf ketidaksopanan saya kak, perkenalkan, saya siswa kelas 10, Lincoln. Dan ini, teman saya Rexus." kata Kron


"O-Oh!! Perkenalkan, namaku Baja.. eh tunggu dulu.. kau sudah tahu ya. Baiklah aku kelas 12 A! Senang berkenalan denganmu !" kata Baja yang menutup makanannya dan langsung berdiri mengajak salaman Kron


"A-Ah iya.. mohon kerja samanya.." kata Kron


Baja dan Kron kemudian berbicara sejenak. Pembicaraan tersebut seolah pembicaraan kedua orang yang sudah lama berteman, Rexus juga menyadari hal tersebut.


Lalu ketika mereka sedang duduk dan bercengkrama dengan senang, air mata Baja mengalir tanpa ia sadari. Kron yang terkejut akan hal tersebut bertanya kepada Baja mengapa Baja menangis.


"Ah tidak ada.. hanya saja.. rasanya.. pembicaraan ini seperti dengan seseorang yang ku kenal.." kata Baja


"Kau.. seperti seorang sahabat yang sudah lama aku lupakan.. dan pembicaraan ini.. entah mengapa rasanya sangat aku rindukan.." kata Baja


Kron tertegun mendengar perkataan Baja. Ia pun beranjak dan berterima kasih kepada Baja karena sudah mau berbicara dengannya dan memberitahukan serta mengajari banyak hal.


Kron langsung berjalan pergi meninggalkan Baja. Baja mencoba menggapai Kron namun tidak berhasil.


Hari sudah petang, dan bel pulang telah berbunyi. Rias, Raptor, dan Yuno masih dikerubungi oleh banyak siswa. Kron dan Rexus menghela nafas sembari menunggu mereka bertiga di gerbang sekolah.


Melihat Kron yang sudah menunggu, mereka bertiga kemudian langsung memasang wajah serius dan meninggalkan siswa siswa yang mengerumuni mereka begitu saja. Kron yang melihat kedatangan mereka bertiga langsung berjalan meninggalkan gerbang sekolah.


"Jadi.. apa saja yang sudah kalian dapatkan hari ini ?" tanya Kron


"A-ah.. mengenai itu.." jawab Raptor

__ADS_1


"Selingkuhan.." kata Rexus dengan nada lirih


"A-apa yang kau katakan ha?! Pa-pacar saja tidak punya, mana ada selingkuhan ?!" bentak Raptor


"Oh begitu ya ?!" kata Rexus


"Maafkan kami, Yang Mulia. Seandainya kami tidak lalai dalam menjalankan tugas, pasti kami sudah mendapatkan banyak informasi." kata Rias dan Yuno dengan berhenti berjalan dan menundukkan kepala


Raptor yang mendengar kedua temannya meminta maaf ikut menundukkan kepala meminta maaf. Kron memaafkan mereka bertiga dan menyuruh mereka bertiga tetap fokus dalam menjalankan tugas mereka. Karena waktu yang mereka miliki tidaklah banyak.


Rias, Raptor, dan Yuno kemudian menganggukan kepalanya. Dan mereka berlima melanjutkan jalan mereka lagi. Mereka berjalan menuju ke gubuk di mana mereka bersembunyi. Kron yang tidak ingin orang orangnya tidur di tempat yang buluk seperti ini lagi kemudian merapalkan sebuah Mantra yang memanggil Cerberus dan Sterben.


Cerberus dan Sterben muncul dengan wujud setengah manusia.  Rexus yang terkejut melihat kemunculan dua makhluk tersebut langsung memasang posisi siap bertempur. Namun Kron mengatakan bahwa 2 iblis tersebut adalah kawannya.


Rexus kemudian langusng kembali ke posisi biasanya dan yang terkejut adalah Raptor, Yuno dan Rias. Mereka bertiga terkejut karena Rexus bisa menerima fakta tersebut begitu saja padahal tadinya ia memasang posisi yang sangat siap untuk membunuh kedua makhluk tersebut.


Kron kemudian menyuruh Cerberus dan Sterben untuk memanggil kawanannya dan segera membangun sebuah rumah kecil di tempat tersebut.


Cerberus dan Sterben kemudian memanggil bawahannya dan mulai bekerja membangun kediaman Kron. Pekerjaan tersebut selesai dengan sangat cepat, hanya butuh 2 jam untuk menghasilkan sebuah rumah tingkat 2 yang terhtung mewah.


"Baiklah, bawa makanan yang sudah kalian kumpulkan tadi lalu masaklah.. aku mau beristirahat sebentar." kata Kron


"Baik, Yang Mulia." jawab Rias, Raptor, Yuno, dan Rexus


Kron yang ke kamarnya tidaklah beristirahat, namun ia memikirkan mengenai semua kejadian yang terjadi di hari tersebut. Ia memikirkan mengenai kemungkinan kemungkinan yang bisa menjadi alasan mengapa dirinya dan sejarah Essaract yang sebenarnya bisa dilupakan.


---------=======-----------


AUTHOR :


Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !


Mohon dukungan dari teman teman ya !


Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !

__ADS_1


Terima Kasih !


----------=======-----------


__ADS_2