
Azura mengayunkan pukulannya dengan sekuat tenaga. Pukulan tersebut dapat dihindari oleh Hellian dan dampak dari pukulan tersebut adalah membuat sebuah tekanan udara yang luar biasa kuatnya hingga membuat iblis iblis yang berada di belakang Hellian terpental puluhan meter.
Hellian yang berhasil menghindari serangan tersebut dengan membungkukkan badan juga menekuk lutunya. Hellian langsung mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Azura serta mengayunkan pedangnya dengan kedua tangannya.
Pedangnya yang semula berwarna perak khas pedang pada umunya berubah menjadi merah menyala. Hellian mengayunkan pedangnya dan langsung memotong leher dari Azura.
Azura yang masih dalam posisi memukul dalam beberapa detik terjatuh ke tanah. Kepalanya terlempar ke langit dan jatuh beberapa saat kemudian.
Hellian membunyikan lehernya dan langsung melompat dengan cepat ke arah Rordo. Rordo yang melihat kematian Azura dan menduga bahwa Hellian akan langsung menghampirinya sudah bersiap dengan pedangnya.
Hellian yang sudah melompat ke arah Rordo langsung mengayunkan pedangnya dan Rordo mampu menahan serangan Hellian dengan pedang di kedua tangannya.
Hellian menekan Rordo dengan lebih kuat sementara Rordo nampak sedikit kesulitan menahan serangan dari Hellian. Melihat Rordo yang kesulitan, Zlaruma menyuruh Matrovir untuk mengirimkan serangan ke arah Hellian guna membantu Rordo.
"Black Mantra : Einsamer Death !" kata Matrovir
Sebuah portal berwarna hitam keunguan muncul di sekitar Rordo dan Hellian. Rordo merasa sedikit kesal karena harus mendapat bantuan dari Matrovir.
Hellian yang menduga bahwa portal tersebut dimunculkan oleh musuh langsung melompat mundur. Dari dalam portal muncul beberapa tangan yang dapat menggenggam Hellian dengan satu tangan.
Tangan tangan tersebut langsung menyambar guna menangkap Hellian. Hellian tidak bisa menghindari cengkraman dari tangan tangan tersebut namun ketika dirinya hampir tertangkap, Zun membantunya dengan memotong beberapa tangan dari portal menggunakan pedang apinya.
"Terima kasih, Zun !" kata Hellian yang mendarat dengan selamat di tanah
"Tak masalah.. YANG MASALAH ADALAH DIA !!" kata Zun memandang Zlaruma dengan kesal
".. ya.. aku tidak bisa membantah." kata Hellian
"Kau seranglah dia! Urusan tangan tangan itu serahkan padaku !" kata Zun
"Ya !" kata Hellian
Hellian langsung melompat ke arah Rordo dan seperti dugaannya tangan tangan dari portal kembali muncul dan coba menghalangi jalannya. Hellian tak memperdulikan tangan tangan tersebut karena seperti yang dikatan Zun, Zun langsung menyingkirkan tangan tangan tersebut dari hadapan Hellian.
Sekali lagi dengan kedua tangannya Hellian membuat pedangnya menjadi merah menyala. Rordo yang mengetahui bahwa serangan tersebut adalah yang menghabisi Azura langsung merapalkan Mantra hitamnya.
"Terima ini !!" teriak Hellian
"Black Mantra : Kuroaspida !" teriak Rordo
Dari hadapan Rordo muncul sebuah perisai berwarna hitam dengan aura berwarna hitam pula. Hellian tanpa berpikir panjang langsung menghantam perisai tersebut dengan pedangnya.
Rordo mengarahkan kedua tangannya ke arah perisainya namun kekuatannya tak cukup untuk membendung kekuatan dari seorang Hellian.
Dengan berteriak dan ayunan sekuat tenaga, Hellian mampu melempar perisai tersebut dengan Rordonya juga. Rordo terlempar dan hampir menabrak jeruji yang diciptakan Vildi. Namun sebelum ia menabrak jeruji tersebut ia berhasil mengembalikan keseimbangannya dan melayang di udara.
"Cuh !" kata Rordo dengan meludah darah
Rordo mengelap mulutnya dan menarik serta menghembuskan nafas dengan perlahan. Ia membenarkan pegangan pedangnya dan mengarahkan ujung pedangnya ke arah Hellian.
Hellian yang tidak bisa terbang kembali ke tanah dan melihat Rordo yang sedang bersiap untuk menyerangnya. Namun dengan kecepatan yang luar biasa, Rordo langsung melewati Hellian.
Hellian yang terkejut dan tidak bisa berbuat apa apa ketika Rordo melewatinya menoleh ke arah belakang. Beberapa saat kemudian Hellian memuntahkan darah dan ia menyadari bahwa bagian jantungnya telah tertusuk pedang dari Rordo.
"Sia.. Sialan.." kata Hellian yang berlutut lemas
"Aku ceroboh.. di Essaract tubuhku.. tidaklah beda dari manusia biasa..!" kata Hellian
__ADS_1
Zun yang melihat Hellian terluka langsung mencoba menolong Hellian. Namun ketika ia mau mencoba menolong Hellian, ia terkena serangan dari Girana.
Girana menendang Zun hingga menabrak penghalang yang diciptakan oleh Bullaford dan Para Malaikat. Kepala dari Zun mengeluarkan darah dan sebelum ia sempat bereaksi, Rordo sudah menebas tangan kirinya dengan pedangnya.
"Aghh !!" teriak Zun
"Zun..!" kata Hellian yang tidak bisa bergerak
"Sialan kau bocah !" teriak Tofa
Tofa dari bawah tanah muncul dan langsung menghantam dagu Rordo ke langit. Rordo terlempar beberapa meter ke langit dan ia langsung mengembalikan keseimbangannya.
Namun sebelum ia sempat mengembalikan keseimbangannya, Ussehan sudah bersiap dengan panahnya. Ussehan langsung melepaskan anak panahnya dan anak panahnya langsung melesat mengenai bahu kiri dari Rordo.
Rordo yang sadar bahwa ada serangan menuju ke arahnya namun ia tidak bisa menghindari serangan tersebut hingga kahirnya, anak panah Ussehan menembus dan menancap setengahnya di bahu kiri Rordo.
"Sialan kau !" kata Rordo
Rordo yang terpancing emosinya mencoba menembus penghalang Para Dewa. Namun usahanya sia sia dan malah membuat pertahanannya terbuka lebar.
Ussei yang daritadi merapalkan Mantranya langsung menyerang Rordo dengan Mantranya. Ussei merapalkan White Mantra : Drago Acqua.
Naga air yang dimunculkan Ussei mengarah tepat ke arah Rordo terbang. Rordo yang menyadari bahwa naga Ussei terbang ke arahnya langsung mundur beberapa langkah dari penghalang Para Dewa dan merapalkan Mantra hitamnya.
"Black Mantra : Kuroaspida !" kata Rordo
Lagi lagi perisai hitam dengan aura hitam muncul di hadapan Rordo. Naga Ussei mencoba menembus dengan cara menggigit perisai Rordo. Namun perisai tersebut terlalu keras untuk digigit oleh Naga Usei.
Ussei yang menyadari naganya tidak bisa menembus perisai Rordo mengubah naganya menjadi ribuan burung alap alap walet.
Burung burung kecil yang terpecah dari naga langsung terbang mundur beberapa puluh centi dari depan perisai Rordo. Ussei kemudian mengarahkan burung burung kecilnya untuk mengitari Rordo. Rordo yang melihat ribuan buruh terbang mengitarinya kebingungan dalam mengarhkan perisainya.
"Siapa yang mengizinkanmu untuk membantuku ?!" kata Rordo dengan kesal
"Vahahaha.. sudahlah.. aku tahu kau kesulitan! Tentu saja kau kesulitan !" kata Vildi dengan tertawa
"Cih, jangan halangi aku." kata Rordo
Rordo menghilangkan perisainya dan kembali menggunakan pedangnya. Di bawah, Tofa sedang bertarung dengan Girana. Dengan elemen terkuatnya tanah, Tofa mampu mendominasi pertarungan dengan Girana yang elemen terkuatnya Air.
"Heh.. Dewa Air memang hebat ya.. sampai bisa mengeluarkan naga sebesar itu meski Mantranya sedang ditahan." kata Girana dengan bersandar pada trisulanya.
"Diamlah! Sejak kapan iblis mampu menggunakan Mantra Air !" kata Tofa
Tofa langsung memunculkan beberapa batu tanah dari bawah dan ia arahkan kepada Girana. Girana mengeluarkan dinding air dan membuat batu batu tanah menjadi seperti lumpur dan langsung terjatuh ke tanah.
"Iyuhh.. menjijikan." kata Girana
Girana menghentikan dinding airnya dan ketika dinding airnya mau turun dan menghilang, Tofa menembus dinding air Girana dengan posisi tangan kanan siap memukul.
Girana yang terkejut melihat gerakan cepat Tofa langsung menyiapkan trisulanya untuk menahan serangan Tofa. Namun ketika Girana sudah siap menghadapi serangan dari depannya, Tofa muncul dari bawah tanah.
Tofa memukul Girana ke langit sama seperti yang ia lakukan kepada Rordo. Girana sempat hampir terlempar namun tubuhnya yang terlempar berubah menjadi cairan hitam.
"Kau lihat ke mana.. Pak Tua ?" tanya Girana di samping Hellian
"Si-Sialan kau !" teriak Tofa
__ADS_1
Girana yang berdiri di samping Hellian sudah siap untuk menusuk Hellian dengan trisulanya. Ketika ia mau menusuk Hellian dengan trisulanya, seekor serigala putih menggigit lehernya.
"A- Agh! Anjing sialan !" kata Girana
"Serigala itu !" kata Tofa
"Untunglah aku tepat waktu !" kata Derowe
Derowe datang dengan Rewark dan Instinc. Blizzard yang sedang menggigit Girana dilempar oleh Girana ke penghalang Para Dewa. Derowe melompat ke arah Girana dari leher belakang Rewark. Ia langsung melayangkan serangan menggunakan senjata cakarnya.
Girana tergores di bagiian wajah kirinya hingga membuat mata bagian kirinya tidak mampu melihat. Girana berteriak kesakitan dan dengan cepat ia langsung menyalurkan cairan hitam ke bagian wajahnya yang terluka.
"Ahh.. sialan kau Dewa." kata Girana setelah menyembuhkan wajahnya
Pertarungan kembali sengit. Para Dewa sangat disibukkan dengan Para Pengawal Zlaruma hingga melupakan kondisi petarung lainnya.
Rexus yang sedang mati matian melawan ribuan iblis tingkat 7 dan 8. Raptor, Rias, dan Yuno yang tidak bisa menggunakan Mantra sedang berhadapan dengan kekuatan luar biasa dari Kerajaan Sweba.
Justin dan teman temannya sedang menghadapi puluhan iblis tingkat 5 dan 6. Sedangkan Para Malaikat sedang ditekan dengan perlawanan dari Para Iblis Zlaruma.
Dan Bullaford mati matian mempertahankan pelindung Para Dewa sementara ratusan ribu serangan selalu membanjiri pelindung Para Dewa.
Zlaruma yang mulai bosan dengan pertempuran tersebut merasa bahwa jikalau ia turun ke medan pertempuran maka kemenangan akan langsung mutlak berpihak padanya.
Akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke singgahsananya sembari menunggu kedatangan Kron. Zlaruma pun membalikkan badannya dan berkata kepada Matrovir bahwa komando dari Zlaruma akan digantikan olehnya.
Ketika Zlaruma mau berjalan kembali ke singgahsananya, ia merasakan sesosok yang luar biasa kuatnya datang dari langit.
*Demm*
Sebuah meteor menghantam tepat di tengah area pertempuran dan memusnahkan lebih dari 5 juta pasukan iblis. Hantaman meteor tersebut langsung membuat sebuah kawah hingga beberapa ratus meter ke dalam dan berdiameter hingga beberapa belas kilometer.
Bukan merupakan kawah yang luar biasa besar, namun efek dari kedatangan meteor tersebut langsung menimbulkan sebuah shockwave yang sangat kuat hingga seluruh kekuatan Mantra yang ada tidak bisa digunakan.
Hampir semua orang terlempar akibat shockwave meteor tersebut. Debu debu khas medan peperangan langsung muncul di mana mana. Api yang muncul berkat hantaman meteor tersebut juga membara di sekitar kawah meteor.
Dari batu meteor tersebut, seseorang berjalan mendaki tanpa menggunakan tangannya. Dengan mudah ia menaiki meteor tersebut bak menaiki anak tangga.
Lalu munculah seseorang di atas meteor tersebut. Semua orang langsung memperhatikan orang yang berdiri di atas batu meteor tersebut.
Sosok yang belum begitu jelas karena terhalang oleh debu debu yang bertebaran membuat semua orang semakin memfokuskan perhatiannya.
Dan ketika semua orang telah tertuju perhatiannya pada dirinya.. orang itu berkata.
"Aku.. telah kembali." kata Kron menatap Zlaruma dengan tajam dan menghembuskan nafas
---------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !
Terima Kasih !
__ADS_1
----------=======-----------